CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Mabuk


__ADS_3

110


Amanda terp*ksa duduk di mobil Daniel. Daniel duduk di kursi pengemudi.


"Kita mau langsung pulang atau mau makan malam dulu?" tanya Daniel.


"Langsung pulang" jawab Amanda.


"Kita makan malam dulu deh. Di perayaan tadi aku gak sempet makan" ujar Daniel.


"Lalu uuk apa kau bertanya padaku? Jika pada akhirnya kau memutuskan sendiri" geram Amanda.


"Aku hanya ingin bertanya" balas Daniel.


Daniel sangat suka melihat Amanda kesal. Amanda terlihat sangat imut saat dia kesal.


"Kau mau makan apa? Makanan Cina? Jepang? Prancis?" tanya Daniel.


"Terserah kau saja tuan" balas Amanda malas.


"Baiklah, jika terserah aku. Bagaimana kalo kita makan makanan Indonesia. Kita makan makanan yang disukai sejuta umat. Ayo kita makan seblak?" tawar Daniel.


"Seblak?" heran Amanda.


"Ya, aku rasa malam dingin gini akan enak jika makan seblak. Apa lagi seblaknya level 100"


"Kau tidak bisa makan pedas tuan"


"Kenapa?"


"Kamu tidak tahan pedas"


"Ih,, kata siapa? Aku kuat kok makan pedas. Hana saja aku tidak memgatakannya padamu"


"Ah,, tuan. Sudahlah saat ini aku tidak mau berdebat. Aku sedang kesal"


"Kau masih kesal padaku?" tanya Daniel.


"Ya. Aku kesal saat melihatmu berdansa dengan Sonia" balas Amanda.


"Aku sudah minta maafkan"

__ADS_1


"Tapi aku tambah kesal karna Gabby memasukan obat pada minumanku"


"Ck,, ck,, ck.." Daniel menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Amanda.


"Hah.." Amanda menghembuskan nafas panjang.


Amanda merasa kepanasan pada tubuhnya. Dia memegang dan meremas tangan Daniel.


Daniel kaget saat Amanda tiba-tiba memegang tangannya. Daniel sadar ada yang tidak beres pada Amanda. Daniel menepikan mobilnya dan berencana memanggil dokter.


"Amanda, ada apa denganmu? Kenapa kau begini?" tanya Daniel heran.


"Ah,, panas,, Daniel,, kenapa kau tidak menyalakan AC nya? Aku kepanasan.." rengek Amanda.


Daniel merasa aneh pada sikap Amanda.


"Hah,, apa jangan-jangan dia meminum minuman itu" gumam Daniel.


Daniel menyadari sesuatu.


"Amanda, apa kau meminum minumam dari Gabby?" tanya Daniel memastikan.


"Em,, ya. Tapi hanya sedikit. Sebelum aku tau wanita s*alan itu memasukan obat, aku sudah meminumnya sedikit" jawab Amanda dengan benar namun tetdengar melantur.


Amanda mulai kehilangan kesadarannya. Bisa dibilang Amanda sudah m*buk. Dia sudah tidak tau apa yang dia katakan saat ini. Amanda sangat aktif saat m*buk.


"Jangan bergerak. Aku akan panggil Adi (seorang dokter)" titah Daniel.


Daniel merogoh ponselnya di dalam saku celana. Tapi sakunya itu terasa sangat dalam. Daniel kesusahan mencari ponselnya. Kini Daniel sudah memegang ponselnya dan bersiap menelpon Adi. Namun pergerakannya terhenti oleh Amanda.


"Ke mana dia?" gumam Daniel.


Saat Daniel sibuk mencari ponselnya, rupanya diam-diam Amanda keluar dari mobil. Daniel segera keluar menyusul Amanda.


"Kau mau ke mana?" tanya Daniel.


"Aku mau terbang" jawab Amanda.


"Masuk kembali ke dalam mobil"


"Tidak mau. Kau lihat bintang-bintang itu? Aku ingin memiliki 2 bintang itu. Kau tau, Ayah dan ibuku salah satu dari jutaan bintang itu. Aku ingin membawa mereka kembali. Aku sangat merindukan mereka" ujaar Amanda sedih.

__ADS_1


Daniel terdiam mendengar ucapan Amanda.


"Kau tau, Aku tidak mengingat apa pun. Aku lupa pada masa kecilku. Aku hanya ingat saat aku mulai berusia 10 tahun. Aku rasa ada yang hilang dari ingatanku. Tapi aku tidak bisa mengingat apa itu. Aku selalu pusing memikirkan itu"


Daniel menatap lekat Amanda. Keyakinannya kembali kokoh saat mendengar ucapan Amanda. Daniel masih yakin kalau Amanda dan Tari adalah orang yang sama. Tapi mungkin Amanda hilang ingatan. Sehingga dia melupakan itu.


Tiba-tiba Daniel memeluk Amanda. Amanda merasa risih karna dipeluk oleh Daniel.


"Ah,, kepaskan aku. Kau sudah melukai hatiku. Kau berdansa dengan wanita licik itu" Amanda mengungkit masalah diperayaan lagi.


"Hah,, sudah kutakan aku minta maaf"


"Aku harus melenyapkan wanita licik itu agar tidak berani menyentuhmu lagi. Berani sekali dia mengajakmu berdansa tanpa seizinku"


Uwh,, manisnya. Amanda berusaha melindungi Daniel agar tidak direbut oleh siapa pun. Kata orang, perkataan orang yang sedang m*buk adalah isi hati orang itu yang sebenarnya. Baik itu suka mau pun duka.


"Sudah cukup. Sekarang, ayo masuk" titah Daniel.


"Tidak. Aku mau di sini" tolak Amanda.


"Ayo.." Daniel membawa Amanda masuk ke dalam mobil.


Daniel dan Amanda duduk dikursi belakang mobil.


"Sekarang, diam dan jangan bergerak. Aku akan menelpon Adi dulu" instruksi Daniel.


Untuk kesekian kalinya Daniel gagal menelpon Adi karna ulah Amanda.


"Hem,, kenapa aku tidak boleh bergerak?" protes Amanda.


Amanda sudah kehilangan akal. Dia menempelkan tubuhnya pada Daniel.


"Aku tidak suka hanya diam saja. Aku ingin bebas bergerak" ujar Amanda.


"Amanda,, tolonglah. Jangan mempersulitku. Kau tau, aku pria normal. Kau jangan memancingku"


"Aku tidak memancingmu. Kau saja yang terpancing. Lagi pula aku tidak suka memancing"


"Apa sih?" Daniel sangat aneh melihat tingkah Amanda yang sedang m*buk.


Daniel membuka jasnya dan membelitkannya pada tubuh Amanda dengan tujuan membuat Amanda tidak bisa bergerak. Setelah itu Daniel segera menelpon Adi.

__ADS_1


"Hallo! Cepat kau datang ke sini. Ini darurat. Aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi. Dia semakin ganas" ucap Daniel.


Daniel juga memberikan alamat dirinya berada. Setelah menelpon Adi, Daniel melihat Amanda yang terlihat seperti ulat bulut, karna dia terus menggeliat.


__ADS_2