
WARNING! 18+
HARAP BIJAK DALAM MEMBACA
62
"Ke mana saja kau selama pagi ini?" tanya Daniel. "Kau tidak meminta izin padaku, kau tak mengabariku sama sekali. Kenapa kau melakukan itu?" Daniel dibutakan api cemburu.
Amanda hanya diam mendengar omelan dari Daniel.
"Ah,, bagaimana bisa foto itu ada pada Daniel? Siapa orang yang sudah mengirimkan foto itu? Aku harus mencari tau siapa orangnya, dan apa motifnya. Berani sekali dia membuat aku dimarahi oleh tuan Daniel" pikir Amanda.
"Kenapa kau hanya diam?" Daniel terus bertanya. "Kau tau, kau sudah menghianati kepercayaan kakekku dan kakekmu. Kau sudah berani selingkuh dibelakangku" ucap Daniel.
Daniel terus saja bertanya dengan agr*sif pada Amanda.
"Selingkuh? Siapa yang selingkuh tuan?" tanya Amanda tak terima dituduh berselingkuh.
"Kau yang berselingkuh. Diam-diam kau berselingkuh dengan Farrel" jawab Daniel.
"Aku tidak berselingkuh tuan" balas Amanda.
"Tidak berselingkuh? Kau berkencan dengan laki-laki lain tanpa sepengetahuanku. Apa itu bukan selingkuh?" ucap Daniel marah.
Amanda tak habis pikir pada Daniel.
__ADS_1
"Kau tak bisa mengelak karna kau memang selingkuh. Sudah berapa lama kau menjalin hubungan? 1 bulan? 2 bulan? Ah,, atau jangan-jangan Farrel adalah pria yang kau sukai?" tanya Daniel menjadi-jadi.
Amanda sangat malah meladeni kemarahan Daniel.
"Kau sudah mengh*nc*rkan pertunangan ini. Kau sudah berhianat" ucap Daniel.
"Cukup tuan" bent*k Amanda yang sudah tidak tahan.
Daniel menatap Amanda.
"Pertunangan yang mana? Pertunangan ini hanyalah kebohongan belaka. Tidak ada pertunangan antara kita. Kau pikir untuk apa aku datang ke sini? Jelas kau sudah tau aku ke sini untuk memutuskan pertunangan ini. Dan kita sudah sepakat untuk memutuskannya. Aku mohon, jangan bawa nama pertunangan dalam hal ini. Apalagi kau membawa nama kakekku dan kakekmu" jelas Amanda.
Amanda menunjukkan ekpresi tidak peduli. Dan hal itu membuat Daniel marah dan kesal.
"Lagi pula, kau bukalah siapa-siapaku. Kau tidak mempunyai hak untuk mengatur hidupku" tambah Amanda.
Daniel langsung menarik Amanda ke dalam pelukannya dan kemudian menc**m Amanda dengan p*ks*. Daniel menc**m Amanda dengan r*kus dan dengan tempo yang cepat.
"Tuan, emh,,, lep,,, pas,, kan,, emh.." ucap Amanda dengan susah payah.
Amanda berusaha melepaskan c**man Daniel. Namun dia tidak mau melepaskannya. 1 tangan Daniel menekan tengkuk Amanda, sehingga Amanda tidak bisa lepas darinya. Bahkan Daniel tidak membiarkan Amanda bernafas terlebih dahulu. Daniel menikmati c**man dengan ker*kusannya
Daniel memasukan tangan yang satunya lagi ke dalam baju Amanda. Hal itu membuat tubuh Amanda menjadi panas. Bukan hanya Amanda yang panas, Daniel pun juga panas. Namun Daniel panas oleh api cemburu yang memb*karnya.
Amanda membuka matanya lebar saat tangan Daniel masuk ke dalam bajunya. Amanda langsung men*mp*r Daniel dengan ker*s.
__ADS_1
Daniel pun melepaskan Amanda. Daniel kaget saat Amanda tiba-tiba men*mp*rnya. Daniel tak terima dit*mp*r oleh Amanda. Daniel mulai mengh*na Amanda dengan kata-katanya yang t*j*m.
"Berani sekali kau men*mp*rku" ujar Daniel marah. "Dasar kau tidak tau diri. Aku sudah berbaik hati mengizinkanmu tinggal di rumahku. Aku juga memberi posisi yang tinggi untukmu. Tapi apa balasanmu? Kau dengan mudah melayani pria lain. Tapi kau tidak mau melayani bosmu sendiri" Daniel mengh*na Amanda.
"Heh.." Amanda tersenyum miring. "Aku bersedia melayani pria lain, karna pria yang kulayani memikirkanku dan memganggapku ada. Aku tidak mau bersama dengan pria yang memikirkan orang lain. Pria yang akan kulayani bukanlah urusanmu. Aku tidak sudi melayanimu. Lebih baik aku melayani seorang pemulung, daripada harus melayanimu" balas Amanda dengan sin*s.
"Berani sekali kau mengatakan itu padaku" ujar Daniel tambah marah.
"Ya, aku berani" balad Amanda. "Tuan, cepatlah kau temukan Tari mu, itu. Agar dia bisa segera melayanimu. Sepertinya kau sangat terobsesi pada wanita yang bernama Tari. Aku yakin, wanita yang bernama Tari itu adalah wanita tersi*l di dunia, sampai dia menjadi obsesi bos g*l* sertimu" ucap Amanda.
Setelah mengatakan itu, Amanda pergi dari ruangan Daniel.
Melihat kepergian Amanda, Daniel menyadari kesalahan yang sudah dia perbuat.
"Argh.." teriak Daniel. "Kenapa aku bisa berkata seperti itu pada Amanda? Aku yakin, Amanda pasti sangat marah dan kecewa karna aku mengatakan hal seperti itu" ujar Daniel menyesali perbuatannya.
"Daniel,, apa yang kau lakukan? Seharusnya kau tidak melakukan hal itu. Bod*h kau, bod*h kau" Daniel mem*kuli kepalanya sendiri dengan tangannya.
Amanda pergi ke ruangannya. Amanda terus memikirkan kenapa Daniel berkata seperti itu padanya. Amanda tau Daniel sedang marah padanya. Tapi seharusnya Danisl tidak mengatakan hal menjijikan seperti tadi.
Author cape nulis bab yang ini🥵
Terima kasih sudah mampir😊
Jangan lupa tinggalkan jejak😁
__ADS_1
Terus dukung Amanda dan juga Daniel ya😉
Salam hangat dari author😆