CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Kemarahan Daniel


__ADS_3

52


Saat mendengar Amanda tidak menyukainya, wajah Daniel menjadi hitam dan terlihat muram. Tak ada senyum di wajah Daniel. Yang ada hanya rasa kesal dan marah saja.


Amanda, Diva dan Oliv menyadari kedatangan Daniel. Mereka berbalik menghadap Daniel.


"Tuan Daniel? Apakah dia mendengar apa yang aku katakan?" pikir Amanda.


Daniel mendengar apa yang dikatakan oleh Amanda. Diva dan Oliv juga tau kalo Daniel mendengarnya. Hanya saja Amanda berusaha menyakinkan dirinya kalo Daniel tidak mendengar apa yang dia katakan.


Oliv mendekat ke arah Daniel.


"Kak,, lihat lah Amanda.." rengek Oliv. "Dia bilang dia tidak menyukaimu" Oliv mengulang apa yang dikatakan oleh Amanda.


Daniel menatap Amanda dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Bukan kah ini tidak adil? Kau sudah memberikan segalanya untuk gadis kampung itu. Tapi dia sama sekali tidak menunjukkan rasa terima kasihnya padamu" ujar Oliv.


"Tutup mulutmu dan berhentilah bicara omong kosong" tegas Daniel pada Oliv.


Oliv kaget dengan ucapan Daniel yang terdengar kasar. Namun Oliv tau kalo Daniel sedang marah.


"Hei, kenapa kau malah memarahi adikmu? Yang adikmu itu katakan benar. Dia tidak tau cara membalas kebaikan orang lain terhadapnya" ucap Diva pada Daniel. "Kita sudah membiarkan tinggal di rumah kita dengan gratis. Makan, minum dan tidur dengan percuma. Tapi apa balasannya?" Diva memandang Amanda.


Daniel juga sama memandang Amanda kemudian dja memandang Diva.


"Kau tau, baru saja ibu menunggunya selama 2 jam. Ibu hanya ingin bicara dengannya sebentar saja. Tapi dia menolak ibu dengan kas*r. Dia membiarkan ibu menunggunya selama 2 jam dengan berdiri. Ibu tidak diberikan ruangan untuk menunggu. Ibu di luar menunggu dengan berdiri. Bahkan ibu tidak diberikan air sedikitpun" Diva memburuk-burukkan Amanda di depan Daniel. "Sebelumnya ibu tidak pernah diperlalukan seperti ini saat ke perusahaan putraku sendiri. Tapi hari ini aku merasa aku tidak berarti, aku bukanlah siapa-siapamu. Ibu harus membuat janji dulu untuk masuk ke perusahaan putraku" lanjut Diva.


"Cukup hentikan itu ibu" ucap Daniel dengan dingin.


Diva menatap Daniel.


"Bukan keinginanku untuk membuat Amanda tinggal di rumah kita. Jika ibu punya keluhan lain tentang Amanda, ibu bisa bicara dengan kakek. Karna kakek yang memutuskan semua ini" ucap Daniel.


Daniel sengaja menggunakan kakeknya, yaitu Bagas sebagai perisainya. Jika Daniel tidak melakukan itu, maka Diva dan Oliv akan terus mengadukan keburuhkan Amanda padanya.

__ADS_1


Amanda mengambil kesempatan untuk mengejek Diva.


"Kau dengan itu tante? Bicara saja dengan kakek. Apa yang aku lakukan dan apa yang aku katakan, adukan saja pada kakek Bagas. Mungkin dengan mengadukanku, kau akan mendapat hasil yang kau inginkan" ejek Amanda. "Dan satu lagi. Maaf karna sudah merobek cekmu tante. Aku harap kau tidak akan rugi hanya karna aku merobek kertas berisikan nominal uang yang tidak seberapa" lanjut Amanda.


Setelah mengatakan itu, Amanda pergi dari ruangan rapat.


Diva terlihat marah dengan perkataan Amanda. Tapi dia berusaha untuk menahan kemarahannya di depan Daniel.


"Uang yang tidak seberapa? Dia pikir 500 juta itu kecil? Seenaknya saja dia berkata seperti itu. Dia menganggap dirinya sebagai orang kaya. Hingga bisa bicara seperti itu" ucap Diva dalam hati.


5 menit setelah Amanda keluar, Daniel duduk di kursi yang ada di ruang rapat. Daniel memijit pelipisnya yang sedikit sakit.


"Sayang,, apa yang terjadi pada tanganmu? Kenapa tanganmu bisa terluka seperti ini?" tanya Diva menarik kursi lain dan duduk sambil memegang tangan Daniel.


"Ini hanya luka kecil bu" jawab Daniel.


"Luka kecil gimana? Kamu itu jangan menyepelekan luka Daniel" ucap Diva.


Daniel hanya menghela nafas panjang.


Tak lupa Oliv menambahkan bumbu kecemburuan untuk Daniel. Agar Daniel memb*nci Amanda.


"Benar tante. Amanda hanya perduli pada Gavin saja. Amanda dan Gavin sangat dekat. Aku rasa mereka berpacaran" ucap Oliv.


Diva tau apa tujuan Oliv membicarakan ini.


"Tapi mereka itu beda usia. Gavin lebih muda dari Amanda" timpal Diva.


"Tante, cinta itu tidak memandang usia. Lagi pula Amanda pasti menyukai Gavin. Gavin itu tampan dan juga kaya. Jika Dia tidak bisa mendapatkan kak Daniel, maka tidak mustahil baginya untuk bisa mendapatkan Gavin" balas Oliv.


"Cukup" ucap Daniel dengan tegas. "Sebaiknya kalian pulang. Masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan olehku" ucap Daniel kemudian pergi menuju ruangannya.


Diva dan Oliv tersenyum. Rencana mereka berhasil. Mereka berhasil menyalakan api kecemburuan di hati Daniel.


Sesampainya di ruangan, Daniel langsung duduk di kursi kebesarannya. Daniel tidak bisa berhenti memikirkan hubungan Amanda dan Gavin. Daniel penasaran apakah benar Amanda dan Gavin memiliki hubungan yang spesial?

__ADS_1


Untuk menglihkan perhatiannya, Daniel meraih dokumen di hadapannya dan mencari kesalahan dari dokumen itu.


Daniel memanggil menager departemen keuangan. Dia memarahinya selama setengah jam hanya karna kesalahan mengetik. Seharusnya titi, tapi malah koma. Hal itu membuat Daniel marah. Manager departemen keuangan itu tidak bisa berkutik dimarahi oleh Daniel.


Daniel juga memanggil manager departemen pemasaran. Dia juga mender*ta karna dimarahi oleh Daniel. Mereka heran karna Daniel marah besar hanya karna hal itu.


"Kalian itu gimana sih? Masa hal seperti ini kalian tidak bisa melakukannya dengan baik? Saya tidak mau melihat hak seperti ini lagi. Jangan lakukan kesalahan ini lagi. Jika kalian masih melakukan kesalahan, sialhkan kalian ambil SP 1 kalian" ucap Daniel.


"Baik tuan. Maaf karna kami sudah melakukan kesalahan" ucap kedua orang yang dimarahi oleh Daniel.


Daniel mengus*r manager departemen keuangan dan manager departemen pemasaran dari ruangannya. Mereka lega setelah keluar dari ruangan Daniel.


Daniel meraih telepon kantornya lalu menekan sebuah angka. Dia menempon seseorang.


Daniel masih merasa marah. Dia ingin melakukan sesuatu lagi. Tapi dia bingung harus melampiaskannya pada siapa.


Daniel membuka jasnya dan melonggarkan dari di lehernya. Daniel juga mekipat kemeja tangannya hingggal sampai siku. Tubuh Daniel itu atletis. Daniel memakai kemeja yang pas di badannya. Sehingga otot-otot yang dimiliki Daniel terlihat.


Dan kali ini, Daniel memakai kemeja berwarna putih. Otot Daniel terlihat jelas karna kemeja yang sedikit basah akibat dari keringatnya.


"Cepat keruanganku" titah Daniel.


Setelah mengatakan 2 kata itu, Daniel langsung memutuskan sambungannya. Daniel memutuskan sambungan secara sepihak.


Rupanya Daniel memanggil Amanda untuk masuk keruangannya.


Hm,, kira-kira untuk apa Daniel memanggil Amanda ya?🤔


Gimana,, seru gak?😆


Terima kasih sudah mampir😊


Jangan lupa tinggalkan jejak😁


Terus dukung author ya😝

__ADS_1


__ADS_2