
123
"Aku ada dipihakmu tuan"
"Kalo begitu minggir"
"Tuan, tunggu dulu. Kau tidak tau siapa orang yang membawa Amanda itu"
"Itu sebabnya aku akan mencari tau"
"Tuan,, mereka adalah mafia" ujar Rio.
Daniel menaikan alisnya tidak mengerti.
"Apa maksudmu?" tanya Daniel.
"Orang itu bernama Jack. Dia adalah ketua mafia dari Prancis. Mustahil kau bisa melawannya seorang diri. Mereka terkenal karna kek*jaman, kes*disan dan ket*mankan mereka tuan. Mereka itu p*mbunuh bayaran. Kita tidak boleh gegabah"
"Dari mana kau tau?" tanya Daniel.
"Aku tau saat kita berada di Prancis tuan. Tapi aku tidak menceritakan ini padamu"
Daniel mengatur nafasnya.
"Selain menjadi p*mbunuh bayaran, mereka juga sering mengedarkan obat terlarang, dan juga.." Rio menggantungkan kalimatnya.
"Dan juga apa?"
"Mereka juga sering memperdagangkan manusia. Khususnya wanita" jawab Rio dengan hati-hati.
Daniel menc*ngram kerah baju Rio.
"Jangan asal bicara kau"
"Aku tidak asal bicara tuan. Itu memang kenyataannya. Yang aku dengar, mereka akan memp*rbudak dan menjual wanita sebagai pemuas n*fsu. Bahkan mereka juga menjual oragan tubuh manusia"
Semua orang terkejut dengan apa yang dikatakan Rio.
"Rio, kau tidak berbohongkan?" tanya Bagas.
"Tidak kakek. Aku tidak berbohong" jawab Rio.
"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Daniel.
Daniel yakin, Rio punya cara untuk menemukan Amanda.
"Ada satu cara. Yaitu kita harus meminta bantuan musuhnya" jawab Rio.
"Ya, kau benar. Ada pepatah, musuh dari musuhmu adalan temanmu" timpal Rio.
"Tapi siapa musuhnya?"
Semua orang menatap Rio dengan penasaran.
"Aku" jawab seseorang dari balik pintu.
Semua mata tertuju pada pintu dan muncul lah seseorang.
"Farrel" ujar Daniel dan Darma.
"Aku adalah musuh Jack" Farrel mendekat ke arah Daniel dan yang lainnya.
Daniel menatap Rio yang sedari tadi hanya diam.
"Ya, tuan. Itu benar. Tuan Farrel adalah musuh Jack" ujar Rio.
"Bagaimana bisa? Kau itu hanya seorang selebritis saja, Farrel. Mana mungkin kau berurusan dengan mafia seperti Jack" tanya Darma bingung.
__ADS_1
"Ya, kek. Semua orang hanya mengenalku sebagai selebritis. Tapi aku adalah musuh Jack"
"Jadi siapa sebenarnya kau ini?" tanya Daniel.
"Tuan Farrel adalah ketua kelompok mafia yang merajai Itali" jawab Rio.
"Bagaimana kau bisa tau tentang Farrel Rio?" tanya Daniel.
"Aku sudah lama memata-matai tuan Farrel. Karna saat itu aku khawatir dia akan menjadi sainganmu tuan. Namun saat tuan Farrel kembali dan sampai saat pesta, dia tidak membahayakanmu. Jadi aku tetap diam"
"Aku masih tidak mengerti" ujar Darma.
"Kek, 2 tahun lalu keluargaku mengalami kebangkrutan dan keh*ancuran. Itu semua karna Jack. Keluarga dari ayahku adalah seorang anggota mafia. Dan aku juga ikut dalam anggota itu. Ayah dan ibuku tidak setuju. Akhirnya aku berpura-pura keluar dari kelompok itu dan terjun ke dunia selebritis. Namun keluargaku bangkrut karna Jack. Awalnya aku ingin meminta bantuan pada keluarga dari ayahku. Tapi Amanda telah lebih dulu membantuku. Hingga saat ini aku berhutang budi pada Amanda" tutur Jack.
"Jadi apa kau bisa membantu kami?" tanya Bagas.
"Tentu saja. Aku akan menemukan Amanda dan menyelamatkannya" setuju Farrel.
"Kek, kalian tunggu saja di sini. Jangan ikut. Biar aku, Rio dan Farrel yang akan menyelamatkan Amanda" ucap Daniel pada Darma dan juga Bagas.
"Aku juga ikut" aju Tio.
"Baiklah, kau boleh ikut" balas Daniel.
"Tapi kami juga mau ikut" ucap Darma.
"Tidak kek. Ini terlalu bahaya untuk kalian" tolak Daniel.
"Tapi dia cucuku"
Daniel mendekat pada Darma. Daniel memegang tangan Darma.
"Kek, aku berjanji padamu akan membawa Amanda kembali dengan selamat, tidak kurang sedikit pun. Aku tidak akan kembali sebelum menemukan Amanda" Daniel meyakinkan Darma.
"Kau berjanji?"
Darma tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Daniel dan yang lainnya pergi mencari Amanda.
"Anak buahku sudah melacak mobil yang membawa Amanda"
"Hm,, bagus" balas Daniel.
Kita beralih pada Amanda.
Kini Amanda berada di mobil yang ditumpangi oleh Jack. Sementara Sonia dan Oliv mereka ada di mobil yang lain.
Amanda tidak tau dia akan dibawa ke mana. Dia tidak bisa melihat jalan, karna matanya ditutup oleh kain. Amanda merasakan sakit dikepalanya akibat benturan dibagian depan mobil. Namun dia berusaha sekuat tenaga untuk menahan rasa sakit itu.
"Kau mau bawa aku ke mana?" tanya Amanda.
"Sebaiknya kau diam. Meskipun aku menyebutkan tempat itu, kau tidak akan tau" balas Jack.
"Bilang saja kau tidak tau mau bawa aku ke mana"
"Kau ini sangat menyebalkan. Kau adalah wanita yang paling menyebalkan yang pernah aku temui"
"Hahah.." Amanda tertawa kecil.
"Apa yang kau tertawakan?"
"Keb*dohanmu"
"Dasar wanita s*alan" umpat Jack.
"Percepat. Aku sudah tidak sabar untuk mencicipi gadis s*alan ini" titah Jack.
__ADS_1
Seketika Amanda terkejut mendengar ucapan Jack. Tapi dia menutupi rasa tetkejutnya. Dia tidak boleh terlihat lemah dihadapan musuhnya.
"Tuan Daniel, di mana kau? Aku harap kau bisa menemukanku. Aku tidak tau siapa mereka, dan ada hubungan apa mereka dengan Sonia" ucap Amanda dalam hati.
15 menit kemudian, mobil pun berhenti disebuah gubuk. Anak buah Jack membawa Amanda masuk ke dalam gubuk itu dan mengikat Amanda di sebuah tiang. Kain yang menutup mata Amanda di lepas.
Amanda bisa melihat siapa saja yang ada di dalam gubuk itu. Di dalam gubuk itu ada Jack, Sonia, Oliv dan beberapa anak buahnya.
"Tara,, selamat datang Amanda.." sambut Sonia dengan antusias.
Amanda menatap Jack, Sonia dan Oliv secara bergantian.
"Apakah tidak ada tempat lain selain gubuk tua ini? Apa kalian tidak punya uang untuk menyewa hotel? Atau apartemen? Tega sekali kalian meny*kapku di gubuk tua ini. Kalian tau, kalian terlihat miskin dengan melakukan ini" ujar Amanda.
Jack, Sonia dan Oliv merasa tersinggung dengan ucapan Amanda. Sonia melangkahkan kakinya pada Amanda.
Plak,,
Sonia m*nampar wajah Amanda dengan keras, sampai sudut bibir Amanda berdarah.
"Tutup mulutmu itu. Kau sudah terlalu banyak mengatakan omong kosong" tekan Sonia.
Amanda menatap Sonia dengan t*jam.
"Dengar, kau dan Oliv sama-sama pengecut. Kalian hanya bisa menghadapiku saat tanganku terikat. Jika kau berani, lepaskan tanganku. Setelah itu aku akan membiarkanmu melakukan apa pun sesukamu padaku" ucap Amanda.
Sonia menatap Amanda. Dia berusaha menahan amarahnya.
"Heheheh,, kau tau. Aku lebih salut pada Mayang. Dia berani melawanku secara terang-terangan. Tidak sepertimu" hasut Amanda.
Sonia tersulut emosi. Dia tidak bisa menahan emosinya lagi.
"Buka ikatannya" titah Sonia.
"Hei,, apa yang kau lakukan?" tanya Jack.
"Aku akan menghadapi Amanda. Akan kubuat dia m*nd*rita ditanganku"
"Tapi dia sudah menjadi milikku" protes Jack.
"Sebelum dia menjadi milikmu, biarkan aku melakukan hal yang kuinginkan"
"Hm,, baiklah. Tapi aku tidak akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu padamu"
"Itu tidak masalah"
Kini ikatan ditangan Amanda sudah terlepas. Dia menyunggingkan senyum devil pada Sonia. Amanda harus memanfaatkan kesempatan ini dengan baik.
"Majulah" tantang Amanda.
Sonia melangkahkan kakinya dan bersiap untuk mem*kul Amanda. Sonia tidak tau kalo Amanda bisa beladiri. Sonia sedang dalam bahaya.
Sonia melayangkan tangannya untuk mem*kul Amanda. Dan..
Bugh..
Satu p*kulan mendarat diwajah...
Hm,, kira-kira siapa ya yang dip*kul?
Apakah Amanda terkena p*kulan?
Atau orang lain?
Silahkan tinggalkan jejak
Terus dukung author
__ADS_1