CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Daniel


__ADS_3

81


"Jangan panggil aku sayang" ucap Daniel.


"Kenapa? Bukankah semalam kau sangat senang saat aku memanggilmu sayang? Bahkan kau memintaku untuk terus memanggilmu sayang" tanya Sonia duduk di sebelah Daniel.


"Aku tidak pernah meminta itu" sangkal Daniel.


"Kau tidak ingat apa yang kita lakukan semalam? Kita sudah melakukan penyatuan cinta kita"


"Omong kosong. Jangan bicara yang bukan-bukan"


"Kau tidak percaya? Lihat ini" Sonia menunjukkan lehernya yang terdapat tanda merah. "Ini adalah tanda kepemilikanmu. Aku sudah menjadi milikmu Daniel"


"Jangan bicara lagi. Aku tau kau berbohong" ucap Daniel.


"Daniel, aku mencintaimu. Dari dulu aku selalu mencintaimu. Bukankah kau juga mencintaiku? Kau sangat merindukanku. Aku tau itu"


"Dengar, aku tidak pernah mencintaimu. Aku juga tidak pernah sedikit pun merindukanmu" ucap Daniel dengan t*jam.


"Daniel, kita sudah melakukannya. Kau tidak bisa mengatakan itu padaku" protes Sonia.


"Cukup, tidak ada hal seperti itu antara kita. Aku ingat semuanya. Aku tidak menyentuhmu sedikit pun. Jadi jangan mengatakan kebohongan lagi"


Ya, Daniel mengingat semuanya. Dia tidak pernah menyentuh Sonia. Malah Daniel lah yang memarahi Sonia agar dia tidak mengg*la.


"Lalu bagaimana dengan tanda ini?"


"Tanda itu buatanmu. Itu palsu"


Sonia menatap Daniel tidak percaya.


"Jangan berbohong lagi. Aku tau akal licikmu"


Sonia memeluk lengan Daniel dengan erat.


"Jangan katakan itu. Aku melakukan ini semua untukmu" ucap Sonia.


"Lepaskan" Daniel mengh*mpaskan tangan Sonia karna dia merasa jijik.


Daniel menjauh dari Sonia.


"Jangan dekati aku" kec*m Daniel.


Daniel melihat ponselnya yang berada di atas nakas dengan keadaan m*ti. Daniel segera mengambil ponselnya dan menghidupkannya.

__ADS_1


"Daniel.." Sonia hendak mendekat ke arah Daniel.


"Diam dan jangan mendekat" ucap Daniel.


Setelah ponselnya menyala, Daniel mengecek ponselnya. Terdapat banyak panggilan tak terjawab. Tiba-tiba Daniel mendapat panggilan dari tim khusus perusahaannya.


"Hallo" Daniel menjawab panggilan itu.


"Tuan, anda ke mana saja? Kami terus mencoba menghubungimu, tapi ponselmu tidak aktif" tanya tim.


"Tidak usah dipikirkan. Ada masalah apa?" jawab Daniel dengan bertanya.


"Tuan, nona Amanda dalam masalah. Dia di tuduh telah mencoba melalukan pemb*nuhan pada nona Mayang"


"Apa! Bagaimana bisa?"


"Saya tidak tau pasti bagaimana dan kenapa itu terjadi. Tapi sekarang nona Amanda sedang berada di kantor polisi"


"Kantor polisi?"


"Ya, tuan. Baiklah, aku akan segera ke kantor polisi"


"Baik tuan"


Panggilan pun terputus.


Daniel langsung mengambil jas miliknya dan ke luar tanpa memperdulikan Sonia.


"Daniel, kau mau ke mana?" tanya Sonia dengan berteriak.


Sonia segera bangkit dan memakai pakaian. Sonia ingin ikut ke kantor polisi. Dia ingin melihat pend*ritaan Amanda.


Daniel berdiri di pinggir jalan untuk mencari taxi. Namun karna rumah Sonia di pinggir kota, sangat sulit mencari kendaraan umum. Daniel mencoba menelpon sekretarisnya, Rio.


Tapi Rio tidak bisa dihubungi.


"Akh,, Rio, kau sedang apa? kenapa kau tidak menjawab telponku?" geram Daniel.


Saat Daniel sedang berusaha menelpon Rio, Sonia datang bersama mobilnya.


"Daniel, ayo ikut bersamaku. Aku akan mengantarkanmu ke kantor polisi" ucap Sonia.


"Tidak usah. Aku bisa sendiri" tolak Daniel.


"Daniel, di sini tidak akan ada taxi yang lewat. Kalau pun ada pasti akan sangat lama. Lebih baik kau ikut bersamaku"

__ADS_1


"Tidak"


Daniel sangat marah pada Sonia.


"Baiklah maafkan aku. Aku salah. Aku mengakui kesalahanku" Sonia mengalah. Dia mengalah demi melihat Amanda mend*rita.


Daniel tidak punya pilihan lain. Dia harus segera bertemu Amanda. Amanda pasti sangat terguncang. Dengan terp*sa Daniel ikut bersama Sonia.


Sonia melajukan mobilnya menuju ke kantor polisi.


Saat berada di dalam mobil, Daniel mendapat panggilan dari Rio. Daniel mengangkat panggilan itu.


"Kenapa kau baru mengangkat telponku?" sosor Daniel.


"Maaf tuan, saya baru selesai meeting"


"Kau sudah tau soal Amanda?"


"Ya, tuan. Aku baru saja diberi tahu oleh tim"


"Segera datang ke kantor polisisi. Gandeng pengacara kita"


"Baik tuan"


"Dan juga, suruh orang mengambil mobilku di gunung xx dan antarkan ke kantor polisi dengan cepat"


"Baik tuan"


telpon terputus.


Daniel sangat mengkhawatirkan Amanda.


"Bisakah kau lebih cepat lagi?" tanya Daniel.


"Ya, tentu saja" balas Sonia.


Sesampainya di kantor polisi, Daniel tidak melihat Amanda di mana pun.


"Amanda,, di mana kau?" gumam Daniel khawatir.


Terima kasih sudah mampir😊


Jangan lupa tinggalka jejak😉


Terus dukung Amanda dan Daniel ya😆

__ADS_1


Salam hangat dari author😊


__ADS_2