CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Penculikan


__ADS_3

121


Sonia dan Oliv membawa Amanda ke dalam mobil. Mereka akan membawa Amanda pergi dari hotel itu. Sonia yang menyetir mobil itu.


"Ayo cepat kak. Aku takut kak Daniel akan segera ke sini. Jangan sampai dia melihat kita membawa Amanda" ucap Oliv.


"Iya,, ini juga mau jalan" balas Sonia.


Sonia berusaha menyalakan mobilnya. Namun mobil itu tidak mau menyala.


"Ih,, ada apa dengan mobil ini? Kenapa tidak mau menyala?" gerutu Sonia.


"Ada apa?" tanya Oliv.


"Mobilnya tidak mau menyala" jawab Sonia.


"Kenapa kak Sonia memakai mobil bekas"


"Enak aja mobil bekas. Ini mobil baru. Di kirim langsung dari Jepang"


"Mobil baru tapi gak bisa nyala" gumam Oliv.


"Ih,, diam lah kau. Jangan mengganggu konsentrasiku"


"Baiklah, aku diam"


Daniel, Darma dan Bagas bergegas menuju taman belakang hotel. Mereka berniat menyusul Amanda.


"Amanda..."


"Amanda..."


"Amanda..."


Daniel, Darma dan Bagas meneriaki Amanda.


"Kek, sebaiknya kita berpencar" usul Daniel. Darma dan Bagas menyetujui usulan dari Daniel.


Setelah 5 menit berkeliling, mereka tidak menemukan Amanda. Mereka berkumpul ke tempat semula.


"Kau menemukannya?" tanya Bagas.


"Tidak" jawab Darma. "Kalo kau?" Darma balik bertanya.


"Tidak" jawab Bagas.


"Daniel, apa kau menemukannya?" tanya Darma pada Daniel yang baru datang.


"Tidak kek" jawab Daniel sambil mengatur nafasnya.


"Kami juga tidak menemukannya" ujar Bagas.


"Bagaimana ini? Kemana Amanda pergi? Bagaimana jika sesuatu terjadi padanya?" ucap Darma khawatir.


"Darma, kau harus tenang. Aku jangan berpikir hal buruk. Kau harus berpikir positif" balas Bagas.


Dari kejauhan, Daniel melihat sebongkah kayu berukuran sedang. Daniel pergi mengambil bongkahan kayu itu. Di samping kayu itu, Daniel menemukan sebuah anting.


"Kek, lihat apa yang aku temukan" ujar Daniel.


"Apa itu?" tanya Bagas.


"Hanya kayu" ujar Darma.


"Dan ini" Daniel memperlihatkan anting itu.


"Anting.." gumam Darma dan Bagas bersamaan.


"Anting ini milik Amanda kek. Ini anting yang aku berikan saat kami jalan-jalan dulu" jelas Daniel.

__ADS_1


"Itu berarti.."


"Ya. Aku yakin, Amanda diculik oleh seseorang" tutur Daniel.


Darma dan Bagas terkejut mendengar ucapan Daniel.


Di gerbang belakang. Mereka melihat sebuah mobil terparkir. Mobil itu tampak mencurigakan karna terparkir di gerbang belakang. Daniel curiga pada mobil itu.


"Kek, kalian tunggu di sini. Aku akan melihat mobil itu. Aku curiga pada mobil itu" ujar Daniel.


Darma dan Bagas menganggukkan kepala mereka bersamaan.


Daniel melangkahkan kaki menuju mobil yang terparkir itu.


"Udah belum kak" tanya Oliv.


"Belum. Aku gak tau mobil ini kenapa" jawab Sonia. "Kau awasi saja situasi. Jangan sampai ada orang yang ke sini" titahnya.


"Baiklah.." balas Oliv.


Oliv melihat ke sana dan kemari, melihat situasi. Oliv melihat seorang pria yang mendekat ke arah mobil yang mereka tumpangi. Oliv menyipitkan matanya guna melihat lebih jelas siapa yang datang.


"Kak Daniel" gumam Oliv.


Oliv terperanga kaget.


"Kak Sonia, gawat kak" panik Oliv.


"Gawat kenapa?" tanya Sonia yang masih berusaha menghidupkan mobil.


"Gawat.."


"Iya, gawat kenapa?"


"Gawat kak.."


"Gawat kenapa sih! Dari tadi gawat,, gawat.." geram Sonia.


"Apa!" pekik Sonia terkejut. "Serius"


"Iya kak. Cepet kak"


Sonia melihat ke arah belakang. Dan benar saja. Dia melihat Daniel sedang berjalan menuju ke arahnya.


"Ah,, sial. Kenapa mobil ini tak mau hidup.." geram Sonia pada mobilnya.


"Ayo kak,, cepet,, kak Daniel makin deket"


"Iya sabar,, ini juga aku lagi usaha"


"Eum.." Amanda mulai sadar dari pingsannya.


Oliv dan Sonia melihat ke arah Amanda yang berada di kursi belakang. Mereka tambah panik karna Amanda mulai sadar.


"Aduh,, kepalaku sakit" gumam Amanda.


Amanda mendudukkan tubuhnya. Dia melihat tangannya yang diikat oleh tali. Amanda mencoba mengingat kejadian sebelum dia pingsan. Amanda ingat dia ditipu oleh Sonia, lalu dia dipukul oleh Oliv, kemudian dia pingsan.


Amanda, Sonia dan Oliv saling bertatapan. Mereka sama-sama terkejut. Tiba-tiba tatapan Sonia dan Oliv tertuju pada arah belakang. Yang jelas bukan pada Amanda. Amanda membalikkan tubuhnya dan melihat.


"Tuan Daniel" gumam Amanda.


"Tuan Daniel,, tuan Daniel.." teriak Amanda dari dalam mobil.


Sonia dan Oliv kaget oleh teriakan Amanda. Oliv segera membungkam mulut Amanda dan Sonia segera mencoba menyalakan mobilnya lagi.


"Tuan Da.." mulut Amanda dihalangi oleh tangan Oliv.


"Kak, cepat jalan" titah Oliv.

__ADS_1


"Sial. Ini mobilnya tidak bisa nyala" umpat Sonia.


Daniel samar-samar mendengar teriakan Amanda. Dia yakin kalo suara itu berasal dari dalam mobil. Untuk memastikan, Daniel mempercepat langkahnya.


"Kak cepat, kak Daniel makin ke sini.." panik Oliv.


Sonia memukul setir mobilnya dan sebuah keajaiban muncul. Mobil Sonia langsung menyala. Sonia terkejut oleh mobilnya.


"Kahirnya.." gumam Sonia.


Sonia segera menginjak pedal gas dan menjalankan mobilnya agar menjauh dari Daniel.


Daniel heran kenapa tiba-tiba saja mobil itu melaju. Daniel semakin yakin kalo Amanda ada di dalam mobil itu.


"Amanda, Amanda,, hei,, tunggu.." teriak Daniel.


Brum..


Mobil Sonia melaju kencang.


"Ahk,, sial" umpat Daniel.


Daniel segera menghapalkan nomor plat mobil itu.


"Rupanya benar, Amanda ada di dalam mobil itu


Darma dan Bagas menghampiri Daniel.


"Ada apa Niel?" tanya Bagas.


"Kek, Amanda ada di mobil itu" jawab Daniel.


"Apa! Benarkah?"


"Iya kek"


"Lalu bagaimana sekarang?"


"Aku akan melacak mobil itu kek" ujar Daniel.


Daniel, Darma dan Bagas kembali ke hotel. Acara pertunangan dihentikan lebih celat dari jadwal. Semua orang mulai pergi dari hotel itu. Hanya beberapa orang yang tersisa. Itu pun hanya orang penting saja.


Jika semua orang pulang, lain halnya dengan Tio. Tio baru saja masuk dan dia kaget karna semua orang sudah tidak ada. Tio berniat menemui Amanda dan mengucapkan selamat. Karna tidak melihat Amanda, Tio memutuskan untuk menghampiri Daniel yang terlihat sedang mengobrol dengan keluarganya.


"Permisi" ucap Tio.


"Ya" balas Daniel.


"Di mana Amanda?" tanya Tio.


"Siapa kau?" tanya Daniel.


"Aku Tio, temannya Amanda. Kek, Amanda pernah memperkenalkanku padamu" balas Tio.


"Ah,, ya. Aku ingat, kau Tio. Kau si ahli hacker itu kan" tebak Darma.


"Iya kek" balas Tio.


"Di mana Amanda kek?" Tio mengulang pertanyaannya.


"Amanda diculik oleh seseorang" jawab Darma sendu.


"Diculik" kaget Tio.


"Bukankah kau seorang hacker?" tanya Daniel.


"Ya" jawan Tio.


"Aku ingin kau melacar mobil seseorang. Apa kau bisa?" pinta Daniel.

__ADS_1


"Ya. Aku bisa" balas Tio.


Semua orang yang berkumpul di sana pergi menuju ruang kendali. Selain melacak mobil, mereka juga akan mengecek CCTV hotel itu.


__ADS_2