CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Sayang


__ADS_3

74


Semua orang kaget saat mendengar Amanda mengatakan dia bisa memperbaiki kancing itu hanya dalam waktu 5 menit.


Amanda mengambil jarum dan juga benar yang sudah disiapkan. Tangan Amanda terampil menari dengan jarum dan juga benag di atas gaun itu. Amanda lihai dalam menggunakan benda taj*m itu.


Daniel makin terpukau pada Amanda. Daniel baru tahu, selain bisa berbisnis, Amanda juga bisa menjahit kancing yang terlepas.


Setelah selesai, Amanda memberikan gaun itu pada Laras.


"Kamu pakai ini" ucap Amanda.


"Wah,, gaun ini sangat indah.." ujar Laras kagum.


Laras menatap gaun itu dengan takjub.


"Apakah benar aku akan memakai gaun ini?" tanya Laras tidak percaya.


"Iya, sekarang cepat kau pakai. Kau tau, tuan Daniel tidak suka yang namanya menunggu. Dia juga tidak suka membuang waktu. Jadi cepat bersiaplah" ucap Amanda sambil melihat ke arah Daniel yang dari tadi memperhatikannya.


"Kau benar nona, aku dengar dia sangat teliti pada waktu. Dia juga galak. Aku tidak mau dimarahi olehnya" bisik Laras pada Amanda. Laras berbisik dengan nada seperti orang bicara pada umumnya. Volumenya masih sama.


"Laras, bisikanmu itu terlalu ker*s" balas Amanda.


"Hah, benarkah?" Laras melihat ke arah Daniel.


Saat dia melihat ke arah Daniel, rupanya Daniel mendengar ucapannya dan sedang menatap ke arahnya dengan tatapan taj*m.


Laras tidak mau mendapat masalah, dia segera peegi ke ruang ganti untuk mengganti bajunya.


Amanda tersenyum mendengar Laras mengatakan Daniel itu galak.


Tanpa Amanda sadari, Daniel sudah berada di sampingnya. Daniel melingkarkan tangannya di pinggang Amanda.


Amanda terkejut dengan tindakan Daniel.


"Tuan, apa yang kau lakukan? Singkirkan tanganmu" ucap Amanda.


"Kenapa? Kau sudah mengajarkan hal tidak baik pada aktris pendatang baru itu. Dia mengejek bosnya sendiri. Itu semua karnamu" balas Daniel.


"Tuan lepaskan, di sini banyak orang" pinta Amanda.


"Tidak akan sebelum kau dihukum" tolak Daniel.


"Tuan, jangan begini. Lepaskan"


Amanda mencoba melepaskan diri dari Daniel. Saat Laras ke luar dadi ruang ganti, barulah Daniel mau melepaskan Amanda.


"Nona Amanda, bagaimana penampipanku?" tanya Laras.

__ADS_1


"Luar biasa. Kau sangat cantik" jawab Amanda dengan pujian.


Gaun itu terlihat lebih menakjubkan saat Laras memakainya daripada dengan Gabby.


Amanda terlihat sangat puas dan kagum dengan apa yang dia lihat. Daniel jauh lebih kagum pada Amanda yang sudah bekerja keras untuk gaun ini.


Proses syuting pun dimulai.


Laras terlihat sangat gugup disyuting iklan kali ini. Pasalnya ini pertama kalinya dia menjadi Bran ambasador suatu perusahaan besar. Terlebih lagi perusahaan itu milik Daniel.


Amanda mengetahui apa yang dirasakan oleh Laras dia memberi semangat pada Laras.


"Laras, kau baik-baik saja?" tanya Amanda yang melihat Laras tampak tidak tenang.


"Nona Amanda, aku sangat gugup. Bagaimana jika aku melakukan kesalahan? Bagaimana jika aku tidak bisa melakukan syuting ini?" jawab Laras mengungkapkan kekhawatirannya.


"Kamu tenang saja. Kau yakin kamu bisa melakukan ini. Kamu hanya perlu menjadi dirimu sendiri. Anggap semua orang di sini tidak ada. Hanya ada kau dan Farrel saja. Jalani peran ini secara natural. Gunakan perasaan yang sesuai dan secukupnya. Jika kau melakukan itu, aku yakin kau akan sukses memerankan syuting ini" Amanda memberikan demonstransi langsung pada Laras.


Setelah mendengar penjelasan dari Amanda, Laras mendapat feel-nya. Dia mengerti apa yang harus dia lakukan.


Syting kali ini berjalan dengan lancar. Semua orang puas dengan hasil syuting hari ini.


"Kerja bagus semuanya" ujar Amanda. "Besok, syuting akan dilakukan di luar ruangan. Syuting akan dimulai pukul 9 pagi. Sebelum pukul 9, semua orang yang terlibat harus sudah hadir. Kesuksesan syuting ini tergantung pada Kalian. Apa kalian setuju?" ucap Amanda.


"Setuju" balas semua orang.


Semua orang setuju termasuk Laras dan Farrel. Semua orang sangat suka pada kepemimpinan Amanda dalam syuting ini.


Semua orang mulai membubarkan diri dari studio.


Farrel datang mendekati Amanda.


"Amanda" panggil Farrel.


"Ya, ada apa tuan Farrel?" balas Amanda.


"Em,, mari kita makan malam bersama sambil mendiskusikam masalah pekerjaan" ajak Farrel.


Baru Amanda mau menjawab, tiba-tiba Daniel datang dan langsung memeluk pinggang Amanda.


Amanda cukup kaget saat Daniel melakukan itu.


"Maaf tidak bisa. Amanda sudah ada jadwal makan malam denganku" tolak Daniel.


Farrel terlihat suram saat Daniel datang dan memeluk pinggang Amanda.


"Benarkah?" tanya Amanda.


"Iya. Sayang, apa kau lupa?" balas Daniel.

__ADS_1


Amanda terkejut saat Daniel memanggilnya dengan panggilan sayang.


"A-aku ingat" jawab Amanda dengan gugup.


"Baguslah jika kau ingat" balas Daniel. "Kau dengarkan?" tanya Daniel pada Farrel.


"Ya, aku mendengarnya" balas Farrel. "Kalo begitu, aku pamit duluan ya" pamit Farrel.


"Iya" balas Daniel.


Farrel langsung pergi karna tidak sanggup melihat kem*sraan Daniel dan Amanda.


Setelah kepergian Farrel, Amanda berusaha melepaskan diri dari Daniel.


"Tuan, lepaskan" pinta Amanda.


"Kenapa? Aku tidak mau melepaskannya. Jika aku melepaskanmu, maka Farrel akan mengambilmu dariku" tolak Daniel.


"Tuan,, tidak akan ada yang merebutku. Jadi tolong lepaskan aku. Aku mau pulang dan tidur" ucap Amanda.


"Kalo begitu, ayo kita tidur bersama" ajak Daniel.


"Tidak mau" tolak Amanda.


Amanda melepaskan diri dan berjalan ke arah pintu ke luar. Daniel terus berusaha menempel pada Amanda.


"Ayo,, tidur mersamaku" ucap Daniel.


"Tidak mau.." tolak Amanda.


Daniel terus berusaha untuk memeluk Amanda. Dan Amanda terus berusaha menolak Daniel. Daniel mulai menunjukkan sisi manjanya pada Amanda.


Mereka tampak bahagia seperti pasangan kekasih pada umumnya.


...***...


Sonia sedang berjalan jalan-jalan di luar. Saat itu Mayang tiba-tiba muncul. Dia berpura-pura terlihat menyedihkan di depan Sonia.


"Nona Sonia.." Mayang menghampiri Sonia.


"Mayang" ujar Sonia. "Ada apa denganmu?" tanya Sonia.


"Aku telah dipecat dari perusahaan tuan Daniel. Dan itu semua karna Amanda. Dia sudah membuat aku dipecat. Aku tidak terima itu" jawab Mayang.


"Menyedihkan sekali nasibmu" ujar Sonia. "Bagaimana kalo kita h*ncurkan Amanda" usul Sonia.


"Ya, ayo kila lakukan itu" setuju Mayang.


"Begini, aku dengar besok Amanda akan mengadakan syuting di luar" ucap Sonia.

__ADS_1


"Ha,, aku mengerti maksudmu" balas Mayang.


Mayang langsung tau apa yang dimaksud oleh oleh Sonia. Mayang dan Sonia sama-sama tersenyum l*cik.


__ADS_2