
Di sebuah mansion.
"Hosh.. hosh.. hos.." Deana mengatur nafasnya yang tersengal-sengal. Beberapa kali Deana mengelengkan kepalanya.
"Astaga.. apa yang baru saja aku lihat." gumam Deana dengan mata yang membulat. "Aku tidak percaya tuan Felix itu seorang g4y!" cicit Deana.
Deana, gadis muda yang tahun ini menginjak usia 24 tahun. Deana mengambil kuliah selama 2 tahun. Setelah lulus dia magang disalah satu perusahaan besar bernama "Aiden Goup."
Deana magang selama 6 bulan. Karna kinerja Deana bagus, dia langsung diangkat sebagai sekretaris pribadi. Dan kini, Deana sudah 4 tahun bekerja menjadi sekretaris pribadi.
"Aku tidak percaya ini. Bagaimana mungkin seorang Felix Aiden menyukai sesama jenis." gumam Deana.
Deana mencuci wajahnya guna menyadarkan dirinya. Dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat beberapa menit yang lalu. Dia melihat hal yang sangat mengerikan yang dilakukan oleh bos nya sendiri.
Bebera menit kemudian.
"Dea!" seru seseorang dari belakang.
Deana membalikkan tubuhnya. "Iya tuan." balas Dea.
Seorang pria dengan perawakan tinggi dan gagah mendekat pada Deana. Ya itu adalah Felix Aiden, bos dari Deana. Felix hanya menggunakan baju tidur kimono dengan bagian dada yang terbuka.
"Sejak kapan kau di sini?" tanya Felix dengan sedikit mengintimidasi.
Dea menatap jam di tangannya. "Sekitar 10 menit yang lalu tuan." jawab Deana.
"Bukankah seharusnya kau ke sini pukul 21.00? Sekarang baru pukul 19.00."
"Maafkan aku tuan, seharusnya aku ke sini pukul 21.00 tapi karna pekerjaan di kantor sudah selesai, jadi aku memilih untuk datang ke mari." balas Deana.
__ADS_1
"Kenapa kau tidak memberitahu kedatanganmu?" tuntut Felix.
"Sesampainya aku ke sini, tiba-tiba perutku terasa mual. Lalu aku pergi ke toilet. Sepertinya aku masuk angin. Oleh sebab itu, aku membuat teh jahe hangat." jelas Deana setenang mungkin.
Felix terdiam dia memperhatikan raut wajah Deana. "Kau melihat seseorang ke luar dari sini?" tanya Felix.
"Tidak, aku tidak melihat siapapun. Memang ada orang yang masuk ke rumah tuan?" Deana menjawab dan membalikkan pertanyaan pada Felix.
"Tidak lupakan itu." balas Felix.
"Baiklah tuan." Deana menganggukkan kepalanya. "Tuan mau teh jahe hangat?" tawar Deana.
"Boleh." angguk Felix. Felix membalikkan badannya dan pergi dari dapur.
"Huh.." Deana menghembuskan nafas lega. "Selamat.." gumam Deana.
Deana berjalan menuju ruang tamu sambil membawa 2 cangkir teh jahe hangat. Deana meletakkan satu cangkir teh di depan Felix yang sedang duduk di sofa tunggal.
"Hmm.." balas Felix.
Deana kemudian duduk di sofa panjang yang berada di samping Felix. Deana mengeluarkan sebuah dokumen yang dia bawa dari dalam tas nya.
"Ini dokumen yang tuan minta. Aku sudah menyusun laporannya sesuai yang tuan inginkan." ucap Deana.
Felix menganggukkan kepalanya.
"Seperti yang tuan katakan, besok tuan tidak ada jadwal. Tapi tuan harus bersiap untuk keesokan harinya mendapat pekerjaan tambahan."
"Aku tau itu." balas Felix dengan tatapan jengah.
__ADS_1
"Hehe.." Deana tertawa kecil.
"Besok kau ikut denganku." ucap Felix dengan tiba-tiba.
Deana membulatkan matanya. "Ke mana tuan?" tanya Deana.
"Menemaniku menemui ayah dan ibu ku." jawab Felix.
"Maaf tuan, tidak bisa. Karna tuan tidak masuk, pekerjaanku bertambah banyak. Jika aku ikut bersamamu, perjaanku akan semakin banyak." tolak Deana.
Felix memijit pelipisnya, dia pusing mendengar alasan Deana menolak pergi bersamanya. "Di sini siapa bosnya?" tanya
"Kau, tuan." jawab Deana dengan menunduk.
"Kau tau aku bos nya. Lalu kenapa kau masih membantah?"
"Tapi tuan.."
"Ini adalah perintah. Jika kau melanggar perintahku, hari ini adalah hari terakhirmu bekerja di perusahaan Aiden." ancam Felix .
Deana bungkam. Dia belum ingin berhenti dari pekerjaannya. Alhasil, mau tidak mau Deana harus mematuhi perintah Felix.
"Baiklah tuan." pasrah Deana.
Hi semua!
Author mau kasih tau, kelanjutan novel BD3B (Cinta Dalam 3 Bulan) akan ada season ke-2 nya.
Sebentar lagi akan rilis ya. Hm.. author gak tau sih kalian bakalan suka apa enggak. Yang jelas, novel kali ini bakalan lebih seru😆
__ADS_1