
77
Sonia mengangkat panggilan dari Amanda di ponsel milik Daniel. Sonia senang saat dia menjawab panggilan itu.
"Hallo" ucap Sonia dengan lembut.
Amanda kaget saat yang mengangkat telponnya adalah seorang wanita dan bukannya Daniel.
"Siapa ini?" tanya Amanda.
"Jangan pura-pura tidak mengenaliku Amanda" jawab Sonia.
"Sonia" ujar Amanda.
"Yap, ini aku. Sonia" balas Sonia.
"Kenapa ponselnya Daniel ada padamu? Cepat panggil Daniel, berikan ponselnya ini padanya" titah Amanda.
"Maaf Amanda, aku rasa aku tidak bisa melakukan itu. Kini Daniel sedang tidur karna lelahnya. Kau taulah apa yang biasa sepasang kekasih lakukan saat berduaan" tolak Sonia.
Amanda tertegun dengan ucapan Sonia. Jadi Daniel sedang bersama dengan Sonia.
"Aku bilang cepat berikan ponselnya pada Daniel" tegas Amanda.
"Aku bilang tidak bisa. Lebih baik jangan hubungi dia lagi. Kau tau, dia akan menjadi mudah tersinggu ketika sedang bersamaku. Jadi jangan ganggu dia lagi" tolak Sonia.
Amanda langsung mematikan teleponnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Sonia sangat bangga dengan apa yang dia perbuat pada Amanda. dia sangat senang melihat Amanda kesal. Ini adalah kemenangan pertama Sonia melawan Amanda. Ya,, meskipun kemenangannya hasil dari kebohongannya.
Amanda memb*ntingkan ponselnya dengan marah ke sofa. Dia tidak percaya Daniel kini sedang bersama dengan Sonia.
"Tidak mungkin, tuan Daniel tidak mungkin sedang bersama Sonia. Sonia pasti berbohong" gumam Amanda.
Amanda mengusap rambutnya dengan bingung.
"Tapi kenapa ponsel tuan Daniel ada pada Sonia?" tanya Amanda mulai panik.
Amanda khawatir pada Daniel.
"Bagaimana kalo Sonia melakukan sesuatu pada Daniel? Bagaimana kalo mereka.." Amanda membayangkan hal meng*rikan dipikirannya.
"Tidak, itu tidak mungkin. Mereka tidak mungkin malakukan hal seperti itu" Amanda menyangkal pikirannya sendiri.
Amanda gelisah sepanjang malam. Dia tidak bisa tidur karna memikirkan Daniel.
Keesokan harinya.
Daniel masil belum pulang. Kini semua orang nerkumpul di depan studio menunggu Daniel. Mereka memutuskan untuk berangkat bersama agar tidak ada yang tersesat menuju ke lokasi berikutnya.
__ADS_1
"Amanda, bagaimana ini? Kenapa Daniel belum Datang juga?" tanya Farrel.
"Em,, kita berangkat saja" balas Amanda.
"Sekarang? Tapi bagaimana dengan Daniel?" tanya Farrel.
"Tidak perlu di tunggu. Lebih cepat lebih baik" jawab Amanda.
Farrel merasa ada yang aneh dengan Amanda.
"Baiklah, kalo begitu ayo kita berangkat" setuju Farrel. "Kau ikut di mobilku" ucap Farrel dan diangguki oleh Amanda.
Amanda masuk duluan ke dalam mobil Farrel.
"Semuanya, ayo kita berangkat" ucap Farrel.
"Tapi tuan, bagaimana dengan tuan Daniel?" tanya salah seorang tim.
"Ini perintah Amanda" jawab Farrel.
Farrel masuk ke dalam mobilnya.
Anggota tim mulai berdebat.
"Apa kita akan pergi sekarang? Lebih baik kita tunggu tuan Daniel dulu"
"Kita harus pergi sekarang. Kita harus mematuhi perintah nona Amanda"
"Tidak, aku tidak mau"
"Kalo begitu ayo kita berangkat.
Akhirnya semua tim berangkat menuju lokasi yang sudah Amanda tentukan.
Farrel masuk ke dalam mobilnya. Dia memperhatikan Amanda. Amanda terlihat sangat b*ruk, dia tidak seperti biasanya.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Farrel.
"Ah, em,, ya. Aku baik-baik saja" jawab Amanda ambigu.
"Jika kau sakit, kita bisa menunda syuting ini" usul Farrel.
"Tidak, aku tidak sakit. Aku sehat kok. Aku baik-baik saja" balas Amanda.
"Baiklah" balas Farrel ragu.
"Mari makan malam bersama" ajak Amanda tiba-tiba.
"Makan malam?" tanya Farrel bingung.
__ADS_1
"Iya. Kemarin kau mengajakku makan malam, tapi tidak bisa. Sekarang mari kita makan malam bersama" jawab Amanda.
"Ayo. Aku akan senang bisa makan malam bersamamu" setuju Farrel.
Farrel agak aneh dengan sikap Amanda yang tiba-tiba mengajaknya makan malam. Pasalnya Farrel lah yang selalu mengajak Amanda makan malam. Dan ini malah sebaliknya. Hal itu tentu saja tidak akan disia-siakan oleh Farrel.
Lokasi yang Amanda dan yang lainnya tuju adalah sebuah tempat yang lokasinya terletak di hutan di tepi danau. Tempat itu sangat cocok untuk lokasi syuting.
Setelah semuanya siap, syuting pun di mulai.
Farrel dan Laras memeragakan adegan men*bak. Akting Farrel dan Laras sudah bagus tapi Amanda merasa ada yang kurang.
"Cut" teriak Amanda.
Semua orang menghentikan pekerjaan danelihat ke arah Amanda.
"Aku tidak puas dengan ini. Lokasinya kurang tepat" ujar Amanda.
"Lalu di mana lokasi yang tepat?" tanya Farrel.
"Aku akan mencarinnya " jawab Amanda.
"Aku akan menemanimu" aju Farrel.
"Tidak perlu. Aku hanya sebentar kok. Kau beristirahatlah. Aku tidak kan jauh" tolak Amanda.
"Baiklah" balas Farrel.
Amanda berjalan mencari tempat yang cocok. Saat berada di pinggir danau, Amanda menghentikan langkahnya dan menatap danau itu. Indah. Itulah yang dilihat Amanda.
Amanda merasa ada seseorang di belakangnya. Amanda membalikkan tubuhnya. Dia melihat Mayang ada di belakangnya. Amanda cukup terkejut.
"Mayang? Sedang apa kau di sini?" tanya Amanda aneh.
"Mengirimmu pada yang di atas" jawab Mayang.
Mayang mencoba mend*rong Amanda ke danau.
Sesuai ucapan author ya☺
Ini adalah up ke 3😁
Tapi maaf agak malem🙃
Semoga kalian suka😄
Jangan lupa tinggalkan jejak😊
Terus dukung Amanda dan Daniel ya😉
__ADS_1
Salam hangat dari author😆