
75
Sonia memberikan uang pada Mayang.
"Untuk apa uang ini?" tanya Mayang bingung.
"Gunakan uang ini untuk mencapai tujuanmu. Aku yakin kau pasti tidak mempunyai banyak uang. Jadi aku berikan uang ini untukmu. Aku mendukung apa yang akan kau lakukan" jawab Sonia.
Sonia mengompori Mayang agar mayang berbuat sesuatu pada Amanda.
"Ingat, ini adalah kesempatan bagus untukmu. Kesempatan seperti ini tidak datang dua kali. Jadi jangan sia-siakan kesempatan ini" hasut Sonia.
Mayang berhasil termakan h*s*tan Sonia. Keb*nc*an di hati Mayang sudah mencapai titik tertinggi. Dia tidak sabar melihat Amanda m*ti.
"Aku akan menggunakan kesempatan ini dengan baik. Kau akan mendapat hasil yang memuaskan" gumam Mayang.
Setelah berbicara dengan Sonia, mayang pun pergi entah ke mana. Sonia sangat senang melihat Mayang yang begitu antusias untuk menc*lakai Amanda.
"Jika Amanda mat*, bukan aku yang akan disalahkan. Tapi dia lah yang akan disalahkan. Dia sangat berguna untukku" gumam Sonia.
Sonia terpikirkan satu hal. Dia mengambil ponselnya dan mengirim sebuah pesan pada seseorang.
Message : Hai! aku harap kau besok bisa hadir pukul 9. Ada drama bagus di sana.
Itu adalah isi pesan Sonia. Sonia mengirim pesan pada Oliv.
Setelah mengirim pesan, Sonia melanjutkan jalan-jalan bersama teman-temannya. Sonia dan teman-temannya pergi berbelanja dan memanjakan diri.
Pukul 21.30, Sonia baru selesai berbelanja. Saat hendak pulang, dia melihat mobil Daniel melintas.
__ADS_1
"Apakah itu mobil Daniel?" gumam Sonia.
"Benar, itu mobil Daniel. Mau ke mana Daniel malam-malam begini?" pikir Sonia.
Akhirnya Sonia memutuskan untuk mengikuti mobil Daniel.
Mobil Daniel menuju ke sebuah gunung. Sonia heran kenapa Daniel pergi ke gunung malam-malam begini.
Setelah sampai, Daniel turun dari mobilnya sambil menbawa sebotol minuman ber*lk*hol. Dia pergi ke puncak gunung. Di puncak gunung, terdapat bagunan kecil yang sudah terlihat cukup tua namun terawat. Di sana juga ada 2 kursi yang saling berhadapan dan satu meja berada di tengah-tengah 2 kursi itu. Daniel duduk di salah satu kursi itu.
Daniel mulai berdoa untuk ketenangan Ayahnya. Setelah berdoa, Daniel menatap tempat itu dan memikirkan masa lalu saat ayahnya masih ada.
Tempat itu adalah tempat kenangan Daniel bersama ayahnya. Daniel dan ayahnya sering datang ke sana. Tapi kini ayah Daniel sudah meninggal.
Ayah Daniel tew*s saat sedang melaut. Saat itu ayah Daniel pergi melaut seorang diri. Saat sedang melaut, dia bertemu dengan badai dan menghilang. Setelah 7 hari, mayat ayah Daniel yang sudah dingin mincul.
Semua orang mengira itu adalah sebuah kecelakaan yang menew*skan ayah Daniel. Tapi Daniel tidak berpikir seperti itu. Dia tau ayahnya bisa mengemudikan kapal dengan baik. Ayahnya juga bisa berenang ke tepi pulau yang ada di laut itu. Mana mungkin ayahnya tidak akan melakukan kemampuannya untuk bertahan hidup.
Daniel langsung meminum minuman ber*lk*hol yang dia bawa. Dia ingin menghilangkan beban pikiran saat memikirkan hal yang menimpa ayahnya.
Setelah kepergian ayahnya, terkadang Daniel datang ke tempat yang kini dia datangi hanya untuk berbicara dengan ayahnya. Jika Daniel berada di sana, dia merasa ayahnya juga ada di sana dan sedang bersama Daniel.
"Ayah, kau tau, kakek sudah menjodohkanku dengan Amanda. Kata orang Amanda itu berasal dari kampung. Tapi dia tidak terlihat seperti gadis kampung pada umumnya" Daniel mulai bercerita sambil setengah sadar.
"Dia itu cerdas dan pintar. Dia juga sangat cantik. Awalnya aku tidak suka padanya. Tapi sekarang,, aku merasa aku sudah mencintainya. Tapi aku tidak tau apakah dia juga mencintaiku atau tidak. Yang jelas, aku sangat mencintainya. Aku ingin dia terus berada di sisiku dan mendampingiku selama hidupku. Aku akan melindunginya dengan sekuat tenaga" lanjut Daniel mengungkapkan isi hatinya.
"Ah aku tau, kapan-kapan aku akan mengenalkannya padamu. Kau pasti akan menyukainya. Dan satu lagi, apa kau ingat dengan Tari ayah? Aku pikir Tari sangat mirip dengan Amanda. Mereka memiliki kesamaan. Tapi aku tidak tau yang sebenarnya" Daniel sudah m*b*k.
Sonia sudah sampai di puncak dengan berjaoan kaki. Dia sangat lelah karna sudah berjalan cukup jauh. Sonia melihat Daniel yang sedang duduk dan menyandarkan kepalanya di atas meja.
__ADS_1
Saat Sonia sampai, Daniel sudah m*b*k.
"Daniel, apa yang kau lakukan?" tanya Sonia mengguncang tubuh Daniel.
"Eum.." Daniel mengangkat kepalanya dan melihat Sonia. "Tari, kau di sini?" tanya Daniel.
"Tari?" gumam Sonia. "Oh,, rupanya Daniel mengira kau adalah Tari. Baiklah, aku akan menjadi Tari yang kau pikirkan" Sonia mempunyai niat j*hat pada Daniel.
"Ya Daniel, ini aku, Tari" jawab Sonia.
"Benarkah? Ke mana saja kau? Kau tau, aku sudah lama mencari dan menunggumu" tanya Daniel.
"Em,, sekarang aku kan sudah ada di sini. Aku tidak akan pergi lagi" balas Sonia.
"Janji, kau tak akan pergi lagi" Daniel menaikan jari kelingkingnya.
Saat Sonia hendak mengaitkan kelingkingnya dengan Daniel, tiba-tiba Daniel menurunkan tangannya. Alhasil kelingking Sonia tidak bertemu dengan kelingking Daniel.
"Ayo kita pulang" ajak Sonia
"Hm,, ayo" balas Daniel membuka matanya sedikit.
Sonia memapah Daniel untuk pulang. Daniel dan Sonia pulang memggunakan mobil milik Sonia.
Maaf kemarin tidak up🙏🏼
Karna kemarin ada yang minta tripel up, author akan kabulin nih,,😄
Tapi mungkin gak satu waktu ya☺
__ADS_1
Tunggu up yang selanjutnya ya😊