CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Bermain Piano


__ADS_3

07


Sonia ke luar dari toilet dengan marah. Setelah dari toilet, Sonia dan teman-temannya menghampiri Amanda. Seperti tidak terjadi apapun, Sonia berkenalan dengan Amanda.


"Hai, aku Sonia" ucap Sonia mengulurkan tangannya pada Amanda.


Amanda memandang Sonia dengan dingin. Amanda tak menyangka, setelah apa yang terjadi di toilet tadi, Sonia bersikap biasa-biasa saja. Seperti tidak terjadi apapun diantara mereka.


"Amanda" Amanda menerima uluran tangan Sonia.


Amanda juga berkenalan dengan teman-teman Sonia. Kini Sonia bersikap sopan dan bermartabat dihadapan semua orang. Sonia terus saja berbicara tinggi dihadapan semua orang.


Jika Sonia bersikap seperti itu, maka sebaliknya dengan Amanda. Amanda tak menggubris dan mengacuhkan Sonia yang sikapnya terlihat sangat sopan. Amanda sangat muak melihat Sonia bersikap seperti itu. Amanda sudah tau bagaimana sifat asli Sonia. Ingin rasanya Amanda menarik mulut besar Sonia.


"Apa kalian tau, aku sengaja datang dari London ke sini, hanya untuk menghadiri pesta ini dan juga untuk bertemu dengan sahabat masa kecilku" ucap Sonia.


"Wow,, kau bersekolah di London? Itu sangat keren" balas teman 1.


"Tentu saja. Aku sekolah di sekolah paling mahal, paling mewah dan paling bagus di sana" balas Sonia menjadi-jadi.


"Wah,, hebat sekali. Aku iri padamu" balas teman2.


"Amanda kau dulu bersekolah di mana?" tanya teman 1.


"Aku.." Amanda hendak menjawab, namun dipotong oleh teman 2.


"Kenapa kau bertanya padanya? Dia itu dari kampung. Coba kau pikir, apa di kampung ada sekolah yang mewah? Tentu saja tidak. Di kampung paling hanya ada sekolah sampai SD saja. Itupun sekolah paling murah" ucap teman 1.


"Iya juga ya" balas teman 2. "Sonia, ceritakan kau belajar apa saja di sana" pinta teman 2.


Sonia senang saat teman-temannya berkata seperti itu pada Amanda.

__ADS_1


"Em,, di sana aku belajar bermain piano" ucap Sonia.


"Piano? Aku tau, dari dulu aku berusaha keras belajar bermain piano. Tapi sampai sekarang aku tidak bisa" sesal teman 2.


"Kalian tau, aku diajarkan langsung oleh pemain piano yang terkenal. Seluruh dunia sudah mengenalnya. Aku juga berteman baik dengannya. Kami sering makan bersama. Dia banyak mengajarkanku ilmu tentang bermain piano" ucap Sonia.


"Wih,, keren banget. Aku juga mau dong diajarin sama dia" pinta teman 1.


"Nanti aku coba bicara ya. Soalnya di sibuk banget. Jadwalnya padet" balas Sonia.


Sonia terpikirkan sebuah ide bagus. Tiba-tiba, tanpa arahan, Sonia berjalan ke depan yang terdapat piano. Sonia memainkan sebuah lagu di piano itu. Sonia bermain piano dengan merdu. Hanya saja, tujuannya untuk menarik perhatian semua orang. Khususnya Daniel.


Semua bertepuk tangan untuk Sonia. Setelah selesai, Sonia berjalan ke arah Amanda yang sedang duduk. Amanda tau kalau Sonia berjalan ke arahnya, tapi Amanda tidak memperdulikannya.


"Terima kasih atas tepuk tangannya" ucap Sonia pada semua orang. "Aku rasa aku tidak pantas mendapat tepuk tangan dari kalian. Yang lebih pantas adalah nona Amanda" ujar Sonia.


Seketika Amanda melihat ke arah Sonia dengan wajah kagetnya. Sonia tersenyum kecut.


"Aku yakin, nona Amanda bisa memainkan piano lebih baik dariku. Apakah kamu mau menampilkan bakatmu nona Amanda?" tanya Sonia.


"Kena kau" gumam Sonia.


"Ayo tunjukan bakatmu. Bukankah kau itu tunangan tuan Daniel? Masa tunangan tuan Daniel tidak bisa memainkan sebuah piano?" ucap salah satu penonton.


"Iya, ayo maju" timpal yang lainnya.


"Ish,, kenapa jadi aku? Dasar wanita sialan. Dia mencoba mempermalukanku" gerutu Amanda dalam hati.


Rupanya Sonia sengaja melakukan itu untuk mempermalukan Amanda. Menurut kabar yang beredar Amanda berasal dari kampung. Semua orang mengira Amanda tidak bisa memainkan piano.


Tanpa menjawab, Amanda maju ke depan dan duduk di depan piano. Amanda memainkan lagu yang sama dengan yang Sonia mainkan.

__ADS_1


Orang yang ahli dibidang musik, menyadari kalau permainan piano Amanda lebih bagus daripada Sonia. Daniel tertegun melihat Amanda memainkan piano dengan sangat merdu.


"Dia bisa bermain piano? Kenapa aku tidak mengetahuinya? Dari mana dia belajar bermain piano?" tanya Daniel dalam pikirannya.


Daniel terus menatap Amanda yang sedang bermain piano. Tatapannya tidak pernah lepas dari Amanda.


Semua lampu dimatikan. Hanya satu lampu yang menyala, yaitu lampu yang menyorot Amanda yang sedang tampil di depan. Kecantikan Amanda, gaun gold-nya yang berkilau, ditambah alunan musik merdu yang membuat Amanda terlihat sangat sempurna di mata semua orang. Amanda memainkan piano dengan sangat menghayati. Piano dan dirinya seakan sudah menjadi satu. Amanda terlihat seperti dewi musik dalam wujud manusia.


Semua orang ikut tertegun bersama Daniel. Mereka terpukau dengan penampilan Amanda. Mereka tidak menyangka gadis kampung bisa bermain piano dengan merdu. Bahkan sangat merdu. Penampilan Amanda sudah setara dengan pemain piano kelas dunia.


Sonia merasa malu karna permainan piano Amanda lebih bagus darinya.


"Kenapa dia bisa bermain piano sebagus itu? Ah,, aku telah salah menilainya. Rencanaku gagal, dan malah berbalik padaku. Aku harus mencari cara lain untuk mempermalukannya" gerutu Sonia dalam hati.


Sonia tidak suka melihat Amanda mendapat tepuk tangan dari semua orang. Sonia terus saja mesumpah serapahi Amanda dalam hatinya.


"Benar apa yang dikatakan nona Sonia. Nona Amanda memang jauh lebih baik darinya" ujar salah seorang penonton.


"Iya, itu benar sekali" timpal yang lainnya.


Prok,, prok,, prok,, semua orang berdiri dan bertepuk tangan dengan sangat meriah.


"Wow,, hebat.."


"Amazing.."


"you are the winner dear.."


Masih banyak pujian untuk Amanda.


Sonia bertambah malu karna ucapan itu.

__ADS_1


Setelah selesai, Amanda berdiri dan tersenyum pada semua orang. Seorang tamu memberikan buket bunga untuk Amanda. Amanda menerimanya dengan senang hati. Saat sedang berdiri, Amanda melihat sosok pengurus rumah dari rumahnya hadir di pesta.


"Kenapa dia di sini? Dia pasti mewakili kakek" pikir Amanda. " Tapi kenapa dia harus hadir? Bagaimana jika identitasku terbongkar? Apakah dia akan mengatakan semuanya? Jika dia mengatakan semuanya, maka rencanaku dan kakek akan gagal. Semoga saja dia tidak mengatakan apapun" ucap Amanda dalam hati.


__ADS_2