CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Godaan Bertubi-tubi


__ADS_3

49


"Kau harus menyuapiku" titah Daniel.


"Tidak mau" tolak Amanda.


"Tanganku sedang sakit. Ini juga karna menyelamatkanmu. Apa kau tidak kasihan padaku?" tanya Daniel.


"Tuan, tanganmu hanya satu yang terluka. Masih ada tangan yang satunya lagi. Kau bisa makan menggunakan tangan yang itu" balas Amanda.


Karna mendapat penolakan ker*s dari Manada, Daniel terpaksa makan dengan tangannya sendiri. Daniel menikmati nasi goreng buatan Amanda.


"Em,, nasi goreng buatannya sangat enak. Ternyata Amanda juga pandai dalam memasak. Masakannya setara dengan masakan yang ada di restoran bintang 5" puji Daniel dalam hati.


Setelah selesai, Amanda mencuci piring bekasnya dan juga Daniel.


Selesai mencuci piring, Amanda mengantar Daniel ke kamarnya.


"Cepatlah sembuh tuan" ujar Amanda.


"Memang kenapa?" tanya Daniel.


"Agar kau tidak merasakan sakit lagi" jawab Amanda asal.


"Hem.." Daniel mendengus malas. "Aku mau mandi" ujar Daniel.


Seketika Amanda membulatkan matanya lebar-lebar. Amanda mundur satu langkah ke belakang. Dia menjadi waspada, takut-takut Daniel akan berbuat sesuatu.


"Aku tidak akan membantumu mandi tuan" ucap Amanda.


"Aku tidak memintamu memandikanku" balas Daniel.


Amanda mengerutkan keningnya.


"Lalu apa yang kau maksud?" tanya Amanda.


"Buka bajuku" pertanyaan Amanda dijawab dengan perintah dari Daniel.


"APA!" kaget Amanda. "Tuan, kau tidak waras ya? Aku tidak mau melakukan itu" tanya serta tolak Amanda.


"Aku tidak bisa mandi dengan baju yang masih melekat ditubuhku" ucap Daniel.


"Buka saja sendiri" balas Amanda.


"Aku bisa makan hanya dengan satu tanganku ini. Tapi aku tidak bisa membuka baju hanya dengan satu tangan" jelas Daniel.


"Huh.." Amanda membuang mukanya sebagai upaya penolakan.


"Jika kau tidak membukakan bajuku, maka kau harus membantuku mandi" anc*m Daniel.


Amanda menatap Daniel dengan kesal.


"Ih,, dasar. Punya bos seenaknya aja main anc*m-anc*m segala. Dikira aku ini apa?" geram Amanda dalam hati.


"Baiklah" ujar Amanda.


"Baiklah apa? Kau akan membukakan bajuku, atau.." ucapan Daniel dipotong Amanda.


"Membantu kau membuka baju" jawab Amanda.


"Kalo begitu, lakukan" ucap Daniel.


"Huh.." Amanda menghembuskan nafas pasrah.

__ADS_1


Amanda berjalan maju mendekati Daniel.


Daniel menatap lekat wajah Amanda yang maju ke hadapannya. Amanda dan Daniel beradu pandangan. Saat beradu pandangan, Amanda langsung membuang pandangannya. Sementara Daniel tidak melepaskan pandangannya.


Amanda mulai membuka baju Daniel. Pertama Amanda membuka jas yang dikenakan oleh Daniel. Amanda membuka jas itu dengan hati-hati karna takut menyakiti tangan Daniel.


Setelah pelepasan jas berhasil, kini Amanda beralih pada dasi. Amanda melonggarkan dari Daniel, kemudian mencopotnya. Kini Amanda beralih pada kemeja yang dipakai Daniel. Amanda membuka satu-persatu kancing kemeja itu sambil menutup matanya.


Daniel masih saja menatap Amanda. Matanya tak jemu untuk menatap Amanda.


"Kenapa kau menutup matamu?" tanya Daniel.


"Tidak" jawab Amanda.


"Apa tubuhku terlalu berkilau di matamu?" goda Daniel.


"Tidak tuan. Aku hanya tidak ingin membuka mataku saja" jawab Amanda.


"Oh,, aku tau. Kau pasti hendak merab*-rab* tubuhku ini kan? Dan saat aku bertanya kenapa kau merab*-rab* tubuhku, kau akan menjawab maaf tuan, aku tidak sengaja, karna aku menutup mataku" ucap Daniel.


Amanda menatap Daniel dengan tidak percaya. Bagaimana Daniel bisa berpikiran hal seperti itu.


"Tuan kau ini rewel sekali" ujar Amanda.


"Aku rewel?" tanya Daniel.


Amanda mengatur nafasnya.


"Tidak tuan, kau tidak rewel. Aku yang rewel, aku yang selalu salah" jawab Amanda dengan geramnya.


"Baguslah jika kau sadar. Cepat lanjutkan" balas Daniel.


Amanda hendak membuka kancing yang lain, namun Daniel berucap lagi.


Amanda membuka matanya lebar-lebar ke wajah Daniel. Supaya Daniel bisa tau kalo Amanda membuka matanya.


Amanda membuka sisa kancing yang tersisa. Dia berusaha agar tidak melihat tubuh Daniel. Saat kancing terakhir, Daniel menggerakan badannya. Dan itu membuat bajunya sedikit terbuka. Amanda melihat roti sobek milik Daniel. Dengan cepat Amanda membalikkan tubuhnya membelakangi Daniel.


"Sudah selesai" ujar Amanda.


Daniel tersenyum gemas. Dia sangat senang melihat ekspresi Amanda.


"Lalu celananya?" tanya Daniel.


"Kau buka saja sendiri. Aku tidak mau membukanya" tolak Daniel.


"Jika melakukan pekerjaan itu jangan setengah-setengah" ucap Daniel.


"Ah,, sudahlaj tuan. Cepat mandi. Ini sudah malam" ucap Manada.


Amanda membalikkan tubuhnya dan mendorong Daniel ke arah kamar mandi.


"Cepat selesaikan mandimu, karna aku juga mau mandi" ucap Amanda.


"Ah,, apa kau mengisyaratkan ingin mandi bersamaku?' goda Daniel.


"Ya ampun.." Amanda menepuk dahinya dan segera menutup pintu kamar mandi.


"Ayo kita mandi bersama" ajak Daniel berteriak.


"Tidak" tolak Amanda yang juga berteriak.


"Ayo.." ajak Daniel.

__ADS_1


"Diiaamm.." teriak Amanda.


Daniel tertawa dengan teriakan Amanda.


"Dasar bos mes*m" umpat Amanda.


Amanda duduk di sofa. Karna terlalu lelah, Amanda sertidur di atas sofa.


Daniel sudah selesai dengan proses mandinya. Saat dia keluar dari kamar mandi, dia melihat Amanda yang tertidur. Amanda bagaikan burung kecil yang sedang meringkuk dengan nyaman di saranganya.


Daniel semakin menyadari kalo Amanda adalah Tari, dan Daniel yakin pada hal itu.


Daniel mengangkat tubuh Amanda dan membaringkannya di atas tempat tidur. Setelah itu, Daniel juga ikut berbaring di samping Amanda dan terterdur.


Keesokan harinya, Amanda kaget karna dia tidur di tempat tidur Daniel. Amanda berusaha mengingat apa yang terjadi semalam, namun dia tak kunjung ingat.


"Ah.." geram Amanda prustasi.


"Kau tertidur di atas sofa, aku yang memindahkanmu ke atas tempat tidur" ujar Daniel masuk ke dalam kamar.


Amanda menatap Daniel.


"Cepat kau mandi. Itu pakaian untukmu" ucap Daniel sambil menjuk pakaian yang ada di atas sofa.


"Baik tuan" balas Amanda.


"Satu lagi. Setelah mandi, sebaiknya kau segera turun untuk sarapan. Aku sudah memasak sarapan untukmu" ucap Daniel.


Amanda melihat ke arah jam yang ada di atas nakas. Jam menunjukkan pukul 10.00


"Apa! Pukul 10!" kaget Amanda. "Ha,, aku harus segera ke kantor" ucap Amanda.


"Nanti saja. Aku sudah meminta cuti setengah hari untukmu nona BW" ucap Daniel.


Seketika Amanda kagum pada Daniel. Daniel sangatlah perhatian padanya. Mulai dari menyiapkan baju, menyiapkan sarapan, sampai meminta cuti untuknya. Daniel menjadi tinggi di hadapan Amanda.


"Terima kasih tuan" ucap Amanda.


"Hem.." balas Daniel.


Amanda turun untuk sarapan. Amanda memakan makanannya dengan penuh kekhidmatan.


Pada saat itu juga, Oliv membuka pintu. Dia tiba-tiba datang ke vila milik Daniel. Amanda hanya melirik sekilas pada Oliv.


"Sudahku duga. Pasti mereka di sini. Kenapa sih, selalu ada gadis kampung itu dimana-mana?" geram Oliv.


Oliv melihat Amanda yang sedang makan. Oliv tau, kalo makanan yang dimakan Amanda adalah buatan Daniel. Oliv menjadi marah akan hal itu.


"Berani sekali dia, memakan masakan kak Daniel" Oliv merasa tidak suka.


Oliv tidak suka, karna biasanya Daniel tidak akan memasak jika bukan untuk kakeknya yaitu Bagas. Itu pun Daniel akan memasak jika Bagas sedang sakit.


Oliv memiliki rasa dend*m di hatinya pada Amanda. Oliv akan membuat Amanda dimarahi oleh Daniel. Oliv sudah mempunyai rencana agar Amanda dimarahi.


"Ahk.." Oliv menjatuhkan tubuhnya. "Aduh, sakit.." ucap Oliv dengan berteriak.


"Amanda, kenapa kau mendorongku?" tanya Oliv.


Terima kasih sudah mampir😊


Jangan kupa tingalkan jejak😆


Terus dukung author ya😉

__ADS_1


Salam hangat dari author😁


__ADS_2