
69
Amanda pergi ke dapur untuk melihat Daniel. Amanda duduk di kursi yang ada di dalam dapur. Daniel menyadari kedatangan Amanda.
"Bagaimana kondisimu?" tanya Daniel melirik Amanda.
"Aku sudah membaik tuan" jawab Amanda.
Daniel menganggukkan kepalanya.
"Apa yang sedang kau lakukan tuan?" tanya Amanda.
"Apa kau tidak melihat apa yang sedang kau lakukan?" jawab Daniel dengan sebuah pertanyaan.
"Maksudku, apa yang sedang kau pasak?" ralat Amanda.
"Oeufs cocotte" jawan Daniel.
"Wah,, makanan prancis?" tebak Amanda.
"Ya" jawab Daniel menganggukkan kepalanya.
Amanda tidak menyangka Daniel akan memasak untuknya lagi. Ini yang kedua kalinya Daniel memasak untuknya.
Amanda terus menatap Daniel yang sedang memasak. Daniel sangatlah tampan saat sedang memasak.
"Tuan, apa kau terlahir seperti ini?" tanya Amanda.
"Seperti ini apanya?" Daniel baik bertanya.
"Kau ahli disegala bidang. Kau pintar berbisnis dan juga kau pintar memasak" puji Amanda.
"Terima kasih" balas Daniel.
"Kau juga cukup tampan" Amanda lanjut memuji Daniel.
"Bukan cukup, tapi sangat tampan" ralat Daniel.
"Ih,, percaya diri sekali kau tuan" cib*r Amanda.
"Kau sendiri yang memujiku" balas Daniel.
"Aku tidak memujimu" sangkal Amanda.
"Jangan mencoba menggodaku. Kau tidak tau apa yang bisa aku lakukan saat ini" Daniel memberi peringatan pada Amanda.
"Saat ini kau hanya bisa memasak" balas Amanda.
Daniel tersenyum miring.
"Liat saja, aku akan membalas godaanmu Amanda" gumam Daniel dalam hati.
Amanda mengakui kalau Daniel memang berbeda. Daniel terlihat sangat elegan dengan celemek di dadanya.
5 menit kemudian sarapan pun jadi. Daniel menyajikan sarapan untuk Amanda dan dirinya.
"Makanlah" ucap Daniel.
"Wah.." ujar Amanda senang.
Amanda dan Daniel memakan sarapan mereka. Amanda sangat menikmati makanan buatan Daniel.
"Em,, rasanya sangat enak tuan" ujar Amanda.
"Kalo begitu habiskan" balas Daniel.
Amanda seperti orang belum makan selama 1 minggu. Dia sangat lahap memakan makanannya. Mulut Amanda belepotan karna makanannya.
Daniel tersenyum melihat Amanda makan. Selama Daniel bersama Amanda, baru kali ini dia melihat Amanda makan dengan lahapnya.
"Kau ini, makan dengan teratur. Jika kau masih mau, aku akan memasak lagi untukmu" ujar Daniel.
Amanda menatap Daniel.
Daniel mengambil tissue dan mengarahkannya pada mulut Amanda. Daniel menelap mulut Amanda dengan tissue. Amanda diam tak melawan.
Daniel memperhatikan mulut tipis merah muda milik Amanda. Ingin rasanya Daniel melahap mulut itu. Tapi Daniel menahan h*sr*tnya.
"Terima kasih" ucap Amanda dan dibalas senyuman oleh Daniel.
Amanda terpana oleh senyuman Daniel. Dia menjadi salting di depan Daniel.
Tiba-tiba Daniel mendapat telpon dari asistennya, Rio. Daniel menjawab panggilan Rio.
__ADS_1
"Tuan, pekerja yang mengurus bagian lampu sudah mengundurkan diri" ucap Rio.
"Mengundurkan diri?" ulang Daniel.
"Ya, tuan. Tapi saya masih menyelidikinya, karna Pengunduran dirinya memiliki kejanggalan. Saya menemukan sesuatu yang mencurigakan. Tapi ini masih belum pasti" jelas Rio.
"Baiklah. Lanjutkan tugasmu" ucap Daniel.
"Baik tuan" balas Rio.
Panggilan pun berakhir.
"Siapa yang telpon tuan?" tanya Amanda penasaran.
"Rio" jawab Daniel. "Dia bilang pekerja yang mengurus bagian lampu sudah mengundurkan diri" lanjut Daniel.
"Benarkah?" tanya Amanda.
"Iya. Tapi kau tenang saja. Rio masih menyelidiki kasus ini" balas Daniel.
Amanda menganggukkan kepalanya.
Selesai sarapan, Amanda kembali ke kamarnya. Amanda ingin mengoleskan salep pada lukanya.
Amanda duduk di atas tempat tidur. Saat hendak mengoleskan salep, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka. Amanda melihat siapa orang yang masuk ke dalam kamarnya.
"Tuan Daniel" ujar Amanda.
"Kau mau mengobati lukamu?" tanya Daniel.
"Ya" Amanda menganggukkan kepalanya.
"Biar kubantu" Daniel mendekati Amanda dan duduk di sampingnya.
Daniel mengambil salep dari tangan Amanda.
"Tidak usah tuan. Aku bisa sendiri" tolak Amanda.
"Tidak. Aku yang akan mengoleskan salepnya" kekeh Daniel.
"Tidak usah tuan. Biar aku saja" tolak Amanda.
"Diam, atau aku beri hukuman" ucap Daniel dengan tegas.
Seketika Amanda diam tak melawan. Amanda tau apa yang dimaksud hukuman bagi Daniel.
Amanda menaikan kakinya di atas tempat tidur. Tapi Daniel mengubah posisi kakinya. Kaki Amanda menjadi ada dipangkuan Daniel.
Sedikit demi sedikit Daniel mengoleskan salep pada kaki Amanda. Daniel mengoleskan salep dengan lembut. Hal itu membuat Amanda tersipu malu dan pipinya jadi memerah. Ini pertama kalinya ada seorang pria, kecuali kakek dan ayahnya yang memegang kakinya.
Sambil mengoleskan salep, Daniel juga sesekali meniup luka Amanda agar Amanda tak merasa perih. Amanda sangat senang melihat Daniel.
"Selesai" ujar Daniel.
"Terima kasih" ucap Amanda.
"Tidak perlu berterima kasih" balas Daniel. "Apakah sakit?" tanya Daniel.
"Tidak" jawab Amanda.
Daniel membantu menurunkan kaki Amanda ke lantai. Amanda berdiri hendak pergi ke toilet. Saat berdiri, Amanda kehilangan keseimbangan karna kakinya mat* rasa akibat kesemutan. Akhirnya Amanda jatuh menimpa Daniel.
"Akh.." Amanda jatuh dipelukan Daniel.
Selama 10 detik, Amanda dan Daniel saling menatap. Tiba-tiba Daniel membalikkan tubuh mereka. Amanda menjadi ada di bawah tubuh Daniel. Daniel tak bisa lepas dari wajah dan bibir ranum milik Amanda.
Daniel memajukan kepalanya ke arah Amanda. Daniel ingin m*nc*um Amanda. Saat bibir mereka sudah berjarak beberapa centi, tiba-tiba ponsel Daniel berdering.
Daniel dan Amanda sama-sama terkejut karna deringan ponsel. Daniel segera bengun dari posisinya. Amanda pun juga begitu.
Saat Daniel melihat siapa yang memanggilnya, Daniel berdecak sebal.
"Cih, apa dia tidak bisa menunggu? Kesempatan bagus baru saja terlewatkan" ucap Daniel dalam hati.
"Ya, ada apa?" tanya Daniel sedikit kesal.
"Tuan, pekerja yang memasang lampu sudah kabur ke luar negri" jawab Rio.
"Apa?" kaget Daniel.
"Ya, tuan. Dan lagi, dalam aku banknya tercatat ada transfer sebesar 500 juta" jelas Rio.
"500 juta? Itu bukanlah angka yang kecil" gumam Daniel.
Samar-samar Amanda mendengar ucapan Daniel.
__ADS_1
"Ya, tuan. Identitas pengirim sedang saya cari" ucap Rio.
"Kerja Bagus. Terus cari dia sampai dapat" balas Daniel.
"Baik tuan" ucap Rio.
Panggilan pun berakhir.
"500 juta apa tuan?" tanya Amanda penasaran.
"Pekerja bagian lampu sudah kabur ke luar negri. Akun banknya mendapat tranfer uang 500 juta" jawab Daniel.
"Pasti dia kabur menggunakan uang itu" gumam Amanda.
"Sebenarnya siapa dalang dibalik semua ini?" tanya Daniel. "Aku yakin, ada seseorang yang tidak suka padamu" lanjut Daniel.
"Tuan, dari awal banyak yang tidak suka padaku" balas Amanda. "Mulai dari Oliv, tante Diva, Mayang, Gabby, dan juga Sonia" Amanda menyebutkan semua orang yang tidak suka padanya.
"Banyak sekali yang tidak menyukaimu" ujar Daniel.
"Bagaimana mereka bisa menyukaiku? Orang yang mereka sukai selalu bersamaku" balas Amanda pelan.
"Maksudmu aku?" tanya Daniel.
"Aku tidak berkata seperti itu" jawab Amanda.
"Kau sudah mulai berani padaku. Karna itu, kau harus diberi hukuman" ujar Daniel tersenyum.
"Hukuman apa? Aku tidak melakukan kesalah apa pun" ucap Amanda membela dirinya.
Daniel tak mendengarkan Amanda. Dia malah berjalan mendekati Amanda. Amanda memundurkan tubuhnya. Saat Daniel sudah semakin dekat, Amanda hendak kabur, tapi Daniel segera menangkapnya.
Daniel menahan tubuh Amanda dengan memeluknya.
"Tuan lepaskan aku" ucap Amanda.
"Tidak akan. Aku akan melepaskanmu hanya setelah kau diberi hukuman" tolak Daniel.
"Ah,, maafkan aku. Aku salah. Jadi tolong lepaskan aku" pinta Amanda.
"Terlambat" balas Daniel.
Daniel menc*um bibir Amanda yang dari tadi terus menggodanya. Amanda diam tak bergerak. Dia tak membalas atau pun menolak c*um*n dari Daniel.
Daniel terus memainkan mulut dan lidahnya pada bibir Amanda. Lama-kelamaan, Amanda terbuai oleh permainan Daniel. Sesekali Amanda membalas c*um*n Daniel.
Amanda mulai kehabisan nafas, tapi Daniel masih belum melepaskan c*um*nnya. Amanda memuk*l dada Daniel. Akhirnya Daniel melepaskan c*um*nnya.
Amanda mengatur nafasnya yang hampir habis.
"Ketika sedang berc*um*n, jangan lupa bernafas nona BW" ujar Daniel.
Amanda dan Daniel saling menatap satu sala lain. Daniel kembali mendekatkan wajahnya pada Amanda.
Namun kali ini Amanda menolak, dia takut Daniel akan kehilangan kendali dan mereka akan berbuat hal yang lebih jauh lagi. Dan lagi, kaki Amanda sudah pegal karna dari tadi berdiri.
Amanda memalingkan wajahnya dari Daniel. Daniel menatap Amanda dengan tatapan tanda tanya.
"Kakiku sakit" ujar Amanda.
"Hah?" Daniel melihat ke arah kaki Amanda.
Daniel terlihat khawatir. Dia langsung mendudukkan Amanda.
"Mana yang sakit?" tanya Daniel panik. "Kita ke dokter ya" tawar Daniel.
"Tidak usah. Ini hanya pegal biasa kok. Nanti juga hilang" tolak Amanda.
"Maaf, gara-gara aku, kamu jadi sakit" Daniel terlihat murung.
Amanda jado merasa bersalah karna membuat Daniel murung. Amanda memegang dan mengelus kepala Daniel.
"Ini bukan salahmu tuan" balas Amanda sambil tersenyum.
Dah,, sekarang tolong kontrol kembali pikiran kalian ya🤣
Jangan travel ke mana-mana🤭
Harus kuat iman ya 😆
Author gak berani lanjutin karna author malu sendiri😅
Dan seperti biasa lagi ya, author minta 50 like sampe malem☺
Kalo udah 50 like, author bakalan up lagi😁
__ADS_1
Ini sebagai penyemangat author😄