
86
Kabar Amanda telah melakukan percobaan pemb*nuhan telah beredar luas si internet. Bahkan peristiwa yang baru saja terjadi pun sudah beredar. Video Amanda yang terlihat menjatuhkan dan menindas ibu Mayang. Banyak komentar yang menyalahkan Amanda. Para netizen menghujat dan merendahkan Amanda.
"Dasar gadis tidak tau sopan santu"
"Gadis tidak berpendidikkan"
"Sebaiknya kau bertobat. Dosamu sudah terlalu besar"
"Kau tidak punya hati. Kau tega menjatuhkan seorang ibu yang tidak berdaya"
"M*ti saja kau"
"Pergilah ke neraka"
"Ingat, azab itu nyata"
"Kau tidak pantas untuk hidup"
"Gaya perpendidikkan tapi otak gelandangan"
Masih banyak netizen yang berkomentar pedas dan menohok. Mereka mengecam perbuatan Amanda.
"Oh,, rupanya ada orang yang ingin mencelakaiku" gumam Amanda.
Amanda menyadari ada orang yang ingin mencelakainya dan membuatnya bur*k dihadapan orang banyak. Orang itu ingin membuat citra Amanda jelek.
Pada saat ini, Tio menelpon Amanda. (Bagi yang belum tau, Tio adalah hacker yang sering membantu Amanda).
"Ya" balas Amanda.
"Aku baru saja melihat berita tentangmu"
"Hm,, aku juga baru saja melihatnya"
"Kau mendapat banyak pujian atas sikapmu" gurau Tio.
"Hahah,, kau benar. Aku sangat tersanjung mendapat banyak pujian dan kasih sayang itu"
"Sepertinya ada yang ingin bermain-main denganmu"
"Aku tau itu. Ada semut yang mencoba menggigitku"
"Aku yakin kau akan bisa meny*ngkirkan semut itu"
"Tentu saja. Em,, bisa kah kau melakukan sesuatu untukku?"
"Tentu saja. Apa ini soal semut itu?"
"Ya. Aku harus segera membasmi semut itu"
"Apa yang harus aku lakukan?"
"Selidiki Mayang. Cari tau semua tentangnya. Keluarganya, tempat tinggalnya dan juga teman-temannya. Cari tau juga siapa saja yang berhubungan dengannya"
__ADS_1
"Baik lah. Setelah selesai, aku akan mengirimkannya padamu"
"Ok. Terima kasih Tio. Kau selalu membantuku saat aku kesulitan"
"Itu sudah jadi kewajibanku sebagai temanmu"
"Baiklah. Aku tutup telponnya"
"Ya"
Panggilan pun terputus.
Amanda menggenggam pensil di tangannya. Dia memegang pensil itu dengan kuat sambil men*jamkan matanya.
"Berani sekali kau bermain-main denganku. Awalnya aku akan memberimu pengampunan. Tapi rupanya kau tetap menentangku. Lihat saja. Kau tidak akan bisa hidup dengan aman" gumam Amanda.
"Aku, Amanda Batari bersumpah. Akan membuat orang yang ingin mencelakaiku membayar semuanya. Aku tidak akan melepaskannya. Aku akan membalasnya berkali-kali lipat"
Pletak,,
Pensil yang Amanda pegang terbelah menjadi dua oleh tangan Amanda. Amanda mematahkan pensil itu dengan satu tangannya. Tatapan Amanda men*jam bagaikan pedang yang sedang mencari musuh untuk ditebas. Mata Amanda berair menahan amarah yang membuncah.
"Hah..." Amanda menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya. Amanda menatap pensil yang terbelah menjadi 2.
Seketika raut wajah Amanda kembali seperti semula. Tak ada tatapan sedih, khawatir atau pun marah. Hanya ada tatapan tenang saja di mata Amanda.
"Sepertinya aku harus minum kopi" gumam Amanda.
Amanda pergi ke pantry perusahaan untuk menyeduh kopi. Saat Amanda masuk ke pantry, di sana sudah ada 2 orang karyawan yang juga sedang menyeduh kopi. Amanda tidak pemperdulikan mereka berdua.
"Benar. Jika aku jadi dia, aku sudah mengundurkan diri. Aku tidak mau mempermalukan diriku lagi" ucap B.
"Aku pikir dia gadis kampung yang tidak berpendidikkan namun mempunyai etika yang bagus. Tapi selalin tidak berpendidikkan, dia juga tidak mempunyai etika"
"Aku heran, ke napa tuan Daniel mau bertunangan dengannya?"
"Iya aku juga heran"
Amanda membiarkan 2 karyawan itu yang sedang menggosipinya. ke-2 karyawan itu tau Amanda ada di dalam, tapi mereka sengaja mengaja menggosipi Amanda secara langsung.
Daniel tiba-tiba masuk ke dalam pantry. 2 karyawan yang menggosipi Amanda seger ke luar karna tidak mau dimarahi oleh Daniel.
Daniel memeluk Amanda dari belakang. Amanda terkejut dengan tindakan Daniel. Awalnya dia tidak tau siapa yang memeluknya dari belakang. Tapi dia langsung menyangka kalo itu Daniel. Ya, siapa lagi yang berani bersikap seperti itu pada Amanda kecuali Daniel.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Daniel menaruh dagunya ditengkuk Amanda.
"Tuan, lepaskan aku" Amanda memberontak dan melepaskan pelukan Daniel. "Kau mengagetkanku" keluh Amanda.
"Aku tidak mengagetkanmu. Aku hanya memberimu kejutan" sangkal Daniel.
"Hm.."
"Bagaimana keadaanmu sayang?" tanya Daniel dengan lembut.
"Sayang? Ih,, tuan, jangan pernah menggunakan kata itu. Aku jijik mendengarnya"
__ADS_1
"Baiklah. Bagaimana keadaanmu?"
"Aku tidak papa. Aku baik-baik saja"
"Baguslah kalo begitu. Aku khawatir padamu"
"Tidak perlu khawatir. Aku tidak selemah itu"
"Aku tau itu. Wanitaku tidak selemah yang mereka bayangkan"
Dugaan Daniel salah. Daniel kira Amanda akan sedih melihat komentar netizen padanya. Dia berniat menghibur Amanda. Tapi Amanda adalah wanita kuat. Dia bukanlah wanita lemah yang akan menerima hujatan dari netizen.
Daniel menggenggam tangan Amanda.
"Aku tau tidak akan menyerah. Aku akan selalu ada di sampingmu dan mendukungmu" ujar Daniel.
Sikap dan cara Daniel berucap pada Amanda, membuat hati Amanda menjadi hangat. Hati Amanda sangat tenang saat Daniel mengatakan itu padanya.
Namun setelah itu, Amanda segera menarik tangannya. Amanda takut terperangkap oleh omongan manis Daniel. Dan Daniel pun akan melakukan apa yang dia inginkan.
"Tuan, seharusnya kau tidak boleh memegang tanganku. Ingat, kau harus menjaga batasan. Dalam kontrak tidak tertulis kau boleh memegang tanganku sesukamu"
"Batasan? Kontrak?" ujar Daniel.
Amanda memganggukkan kepalanya.
"Gadis yang lucu. Setelah apa yang terjadi, dia masih mengingat kontrak?" pikir Daniel.
"Aku pergi dulu. Masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan" ujar Amanda.
Amanda hendak melangkah pergi. Namun Daniel malah menarik tangan Amanda, hingga Amanda jatuh dipelukan Daniel.
Seketika suasana berubah menjadi romantis. Amanda dan Daniel saling menatap satu sama lain.
"Akan kutunjukkan di mana batasanku padamu" uujar Daniel.
"Tuan lepaskan aku. Ini sudah menentang kontrak" ucap Amanda.
"Bibirmu terus saja berkata kontrak dan batasan. Sepertinya kau harus diberi hukuman"
"Hukuman?" pikir Manda.
Oh,, s*al. Amanda sangat tau apa yang dimaksud hukuman bagi Daniel. Amanda tidak mau mendapat hukuman dari Daniel.
Hm.. kira-kira apa ya hukumannya ya?🤔
Ada yang tau?☺
Maaf ya hari ini cuma bisa up 1 bab🙏🏼
Terima kasih sudah mampir😊
Terus dukung Amanda dan Daniel😁
Jangan lupa tinggalkan jejak😉
__ADS_1
Salam hangat dari author😆