CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Gosip


__ADS_3

92


Daniel beralih menatap Oliv yang masih berada di sana.


"Oliv, kau berani berbohong padaku?" tanya Daniel mulai marah pada Oliv.


"Tidak kak, aku bisa jelaskan" sangkal Oliv.


"Apa lagi yang ingin kau jelaskan? Kau berulang kali menuduh Amanda di depan semua orang. Kini kau mau beralasan? Alasan apa yang akan kau katakan? Karna kau tidak menyukai Amanda? Iya, itu alasanmu?"


"Enggak kak,, bukan gitu.." Oliv mencoba memberi penjelasan pada Daniel. Tapi dia bingung harus dengan Alasan apa dia melakukan ini.


Amanda menatap Oliv.


"Hem,, Oliv. Kau tenang saja. Aku yakin ini tidak akan terulang untuk yang kedua kalinya" ujar Amanda.


"Ya, kau benar. Aku tidak akan mengulangi kesalahanku" balas Oliv mulai tersenyum.


"Dan aku yakin, tuan Daniel tidak akan mempercayaimu lagi. Dengan begitu, kejadian itu tidak akan terulang" ujar Amanda.


Oliv menatap Amanda bingung.


"Seperti yang kau lihat. Tuan Daniel tidak bisa dan tidak akan pernah memaafkanmu, dia sudah tidak percaya padamu. Mungkin dia tidak akan pernah bisa percaya padamu lagi" Amanda menakut-nakuti Oliv.


Oliv termakan oleh ucapan Amanda. Dia tidak mau Daniel tidak percaya lagi padanya.


"Kak, aku bisa jelaskan. Bukan aku yang salah. Mayang lah yang salah. Dia memintaku untuk menjadi saksi. Aku tidak tahu-menahu masalah ini" Oliv berusaha mebersihkan dirinya di hadapan Daniel.


"Hah.." Daniel sudah jengah dengan semua kebohongan yang terjadi.


Dia tidak memperdulikan Oliv. Daniel membawa Amanda pergi dari sana. Dia sudah bosan melihat pertunjukan hari ini. Sudah cukup sampai di sini.


Amanda dan Daniel meninggalkan Oliv, Sandra dan Farrel di sana.


"Terima kasih" ujar Amanda.


"Untuk apa?" tanya Daniel bingung.


"Untuk semua" balas Amanda.


"Sudahku bilang, ini kewaiibanku. Jadi berhenti mengucapkan terima kasih"


"Baiklah.."


Kedua terdiam.


"Aku sangat terharu atas apa yang kau lakukan" ujar Amanda.


"Memangnya apa yang aku lakukan?" tanya Daniel.

__ADS_1


"Tuan, kau tau? Aku tidak bisa menemukan bukti sekuat itu. Dengan adanya bukti video darimu, kau sudah sangat membantuku. Video itu sangat penting untuk kasusku ini"


"Jangan menujiku terus. Kau tidak tau apa imbalan karna terus memujiku" Daniel menyeringai.


"Baiklah.." Amanda bungkam menutup mulutnya.


Amanda dan Daniel memasuki lift. Hanya ada mereka berdua di dalam sana.


Ting.. pintu lift tertutup.


Setelah masuk lift, Daniel mendekat ke arah Amanda. Daniel membuat tubuh Amanda menempel di dinding lift. Daniel memajukan wajahnya pada Amanda. Jarak antara keduanya mulai menipis. Suasana berubah menjadi romantis.


Saat keduanya semakin dekat, tiba-tiba ponsel Amanda berdering. Dan itu membuat suasana romantis terganggu. Belum sempat Daniel melakukan keinginannya, dia sudah harus mengurungkannya.


Amanda melihat siapa yang menelponnya. Saat dilihat, ternyata kakeknya, Darma yang menelpon. Daniel juga melihat siapa yang menelpon Amanda.


Amanda menggeserkan tombol hijau ke samping.


"Ya kek" ucap Amanda.


"Sayang, kakek melihatmu di tv. Kakek juga melibat Daniel. Dia sangat tampan dan juga bijaksana. Kakek sangat suka padanya" Darma memuji Daniel.


Amanda hanya bisa melihat orang yang dipuji kakekknya saja.


"Ya, baiklah kek. Sudah dulu ya" Amanda langsung menutup telponnya. Dia tidak mau kalo Daniel mendengar kakeknya memujinya. Bisa besar kepala dia.


"Aku tau aku tampan. Aku juga bijaksana. Aku gagah, aku bertanggung jawab. Masih banyak kelebihan yang ada pada diriku" Daniel memuji dirinya sendiri.


"Ya,, tuan. Semua orang tau itu" balas Amanda dengan malas.


Ting.. pintu lift terbuka.


Amanda dan Daniel melangkahkan kaki keluar dari lift.


Kini giliran ponsel Daniel lah yang berdering menandakan panggilan masuk. Amanda dan Daniel menghentikan langkah mereka.


"Sebentar" ucap Daniel.


"Hallo kek. Ada apa?" sapa serta tanya Daniel to the poin.


"Kakek mau mengajakmu dan calon menantu kakek makan malam" jawab Bagas.


"Calon menantu kakek? Maksudnya Amanda?" tanya Daniel.


"Iya. Siapa lagi? Kau kan sudah mengumunkannya. Bagaimana, kau mau kan?"


"Kakek mengajak kita makan malam. Bagaimana? Kamu mau?" tanya Daniel pada Amanda.


"Ya, boleh" setuju Amanda.

__ADS_1


"Baiklah kek. Aku dan calon menantu kakek akan datang untuk makan malam"


Bluss,, wajah Amanda me-merah saat Daniel mengatakan dia adalah menantu keluarganya.


"Kakek akan menunggu kalian. Ingat, jangan sampai terlambat"


"Baik kek"


Panggilan pun berakhir.


Amanda tau Daniel mengatakan kalo dia adalah calon istrinya hanya untuk menyelamatkan reputasinya saja. Meskipun sebenarnya Daniel mengatakan 90% kebenaran. Daniel memang menginginkan Amanda menjadi istrinya. Hanya saja,, Amanda yang masih ragu.


Amanda dan Daniel kembali ke perusahaan untuk bekerja.


Saat Amanda sedang memeriksa laporan, tiba-tiba Mia datang ke mejanya.


"Amanda.." panggil Mia.


"Ya, aku di sini" balas Amanda sambil menatap laporan.


"Kau tau, kau dan tuan Daniel sedang diperbincangkan di internet"


"Diperbincangkan? Memang kenapa?"


"Mereka sedang membahas hubunganmu. Kau kan mendengar sendiri tadi tuan Daniel mengatakan kau adalah calon istrinya. Hal itu menjadi perbincanan panas saat ini"


"Oh,, baiklah"


Mia kembali ke tempan kerjanya.


Amanda memijit pelipisnya. Dia merasa pusing dengan berita baru yang dibuat oleh Daniel. Amanda berpikir belum tentu juga dia akan menjadi istri Daniel.


Amanda meraih ponselnya dan mencari nomor Tio dan menelponnya.


"Ya, ada apa?" tanya Tio.


"Tolong urus gosip yang sedang menyebar. Aku pusing melihatnya"


"Kenapa? Bukankah itu bagus?"


"Lakukan saja"


"Baiklah.."


Tio melakukan apa yang diinginkan oleh Amanda.


Di ruangan, Daniel sedang asik melihat layar komputernya yang menunjukkan gosip tentangnya dan Amanda. Dia sangat senang melihat respon masyarakat terhadap hubungannya dengan Amanda.


Namun beberapa menit kemudian, gosip itu menghilang begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2