CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Pulang


__ADS_3

116


Keesokan harinya Amanda dan Daniel sudah pulang. Dan kini Daniel sedang mengantar Amanda untuk pulang ke kampung halaman Amanda.


Di stasiun kereta api.


Daniel terus menggenggam erat tangan Amanda. Dia tidak mau melepaskan tangannya.


"Tinggal di sini lebih lama lagi" pinta Daniel.


"Tidak bisa tuan. 3 bulan sudah berlalu" tolak Amanda.


"Aku tidak tau bagaimana caraku menjalani hari-hari tanpamu" ucap Daniel sedih.


"Lama-lama kau akan terbiasa" balas Amanda.


Daniel menundukkan wajahnya. Dia sungguh tak mau Amanda pergi darinya.


"Jika kau memang ingin bersamaku, pintalah aku secara resmi pada kakekku" Amanda mencoba menghibur Daniel.


"Ya, itu pasti. Aku akan datang ke rumahmu dan memintamu pada kakekmu. Aku akan datang secepatnya. Kalo perlu sekarang aku akan ikut bersamamu"


"Jangan sekarang tuan, hari ini kau ada meeting dengan klienmu. Kau tidak boleh mengabaikan pekerjaanmu. Datanglah ke rumah saat kau tidak sibuk"


"Tidak. Jika tidak hari ini, maka aku akan datang secepatnya. Aku berjanji padamu"


"Baiklah. Aku akan menunggumu"


"Aku akan membawa kakekku"


"Ya, aku juga akan menunggu kakek Bagas"


"Selama kau tidak bersamaku, aku minta, tolong jaga hatimu hanya untukku. Jangan biarkan hatimu diisi oleh pria lain" pinta Daniel.


"Itu tergantung" balas Amanda.


"Tergantung apa?" tanya Daniel bingung.


"Tergantung kapan kau datang melamarku. Jika kau tak kunjung melamar, mungkin aku akan menikah dengan pria di kampungku. Sekedar informasi, pria di kampungku juga tampan-tampan. Mereka juga gagah" jawab Amanda.


"Kau memuji pria lain di hadapanku?"


"Aku tidak memuji, aku hanya memaparkan saja tuan"


Daniel memeluk Amanda dengan tulus.


"Jaga kesehatanmu" ucap Daniel.


"Kau juga" balas Amanda sambil tersenyum.


Daniel terus memeluk Amanda. Dia berusaha menguatkan dirinya agar ikhlas melepas Amanda.


"Tuan, keretaku sudah mau berangkat. Lepaskan aku"


"Aku masih ingin memelukmu"


"Baiklah. Tapi hanya 1 menit lagi"


"Itu terlalu singkat"


"Kalo begitu 3 menit. Jika tidak mau, lepaskan sekarang"


"Baiklah, hanya 3 menit" setuju Daniel.


3 menit pun berlalu. Amanda dan Daniel sudah melepaskan pelukan mereka. Amanda berjalan menuju gerbong keretanya. Dia mulai menjauh dari Daniel.


"Sampai jumpa" ucap Amanda melambaikan tangannya.


Daniel menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Jaga dirimu" ucap Amanda.


Daniel menganggukkan kepalanya lagi. Daniel tidak kuasa jika harus membuka suaranya.


"Jangan lupa makan" ucap Amanda.


Daniel menganggukkan kepalanya lagi dan lagi.


"Aku akan merindukanmu" ucap Amanda.


Daniel tak kuasa menahan rasa sedih yang dirasanya. Daniel berlari menghampiri Amanda dan langsung menc*um Amanda. Amanda kaget dengan tindakan Daniel. Pasalnya ini di depan umum. Bagaimana Daniel bisa melakukan itu?


C*uman itu terjadi hanya sesaat saja. Daniel lepaskan c*umannya.


"Aku juga akan merindukanmu" balas Daniel.


"Aku memcintaimu" ungkapnya.


"Aku tau" balas Amanda tersenyum.


Amanda naik ke gerbong keretanya. Perlahan kereta mulai melaju. Amanda melambaikan tangannya pada Daniel. Danie hanya menatap kepergian Amanda dengan sedih. Dia kehilangan mataharinya. Tanpa terasa butiran air bening keluar dari matanya. Ya, Daniel menangis. Ini pertama kalinya dia menagis untuk perempuan.


"Tuan, mari kita kembali. Sebentar lagi anda harus meeting" ucap Rio.


Ya, sebenarnya Rio ikut menemani Daniel. Hanya saja Rio menjauh saat Daniel dan Amanda sedang melakukan perpisahan. Rio tidak menyangka Daniel yang dikenal sebagai presdir dingin, kej*m, ar*gan dan berhati batu, bisa menangisi seorang wanita.


Daniel menganggukkan kepalanya.


Di sisi lain. Setelah Amanda berpisah dari Daniel, dia duduk di kursinya. Amanda menangis atas peepisahan ini. Meskipun dia tau kalo ini perpisahan sementara. Amanda terus menebar senyum dihadapan Daniel. Dia tidak mau terlihat sedih dan lemah. Tapi kali ini Amanda tidak bisa menahan rasa sedihnya.


5 jam Amanda melakukam perjalan kereta api. Kini dia sudah berhenti di stasiun tujuannya. Sudah ada orang yang menjemput Amanda.


"Selamat siang nona muda" sapa seorang paruh baya yang bernama Luis. Dia adalah supir pribadi Darma, kakeknya Amanda.


"Siang paman Luis" balas Amanda tersenyum ramah.


"Lama tidak berjumpa. Bagaimana kabar anda?"


"Kalo begitu silahkan, tuan besar sudah menunggu anda di rumah" Luis membukakan pintu mobil untuk Amanda.


"Sebentar, aku masukan koperku dulu"


"Biar saya saja nona. Anda pasti lelah setelah melakukan lerjalanan jauh. Anda duduk saja di mobil"


"Baiklah, terima kasih paman"


"Ini sudah tugas saya nona"


Luis memasukan koper Amanda. Setelah itu dia masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil itu menuju kediaman Darma.


30 menit kemudian, Amanda sudah sampai.


Amanda menginjakkan kakinya di mansion Darma. Rupanya Darma sudah menunggu cucu kesayangannya itu di depan pintu. Darma merentangkan tangannya menyambut kepulangan Amanda.


"Kakek.." Amanda berhambur kepelukan Darman.


"Aku sangat merindukan kakek" Amanda memeluk Darma dengan erat.


"Kakek juga sangat merindukanmu sayang" Darma membalas pelukan Amanda.


Pelukan pun terlepas.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Darma.


"Aku baik-baik saja" jawab Amanda. "Kakek sendiri gimana?" Amanda balik bertanya.


"Kakek juga baik" jawab Darma.


Darma dan Amanda masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Kau lapar sayang?" tanya Darma.


"Tidak. Aku lelah kek" jawab Amanda.


"Kalo begitu kau istirahat dulu. Kau pasti sangat lelah setelah duduk selama 5 jam"


"Baik kek" balas Amanda.


Amanda pergi ke kamarnya yang berada di lantai 2. Kamarnya masih sama seperti 3 bulan lalu. Tidak ada yang berubah. Amanda membersihkan tubuhnya, setelah itu dia tidur.


Pukul 18.30 Amanda baru bangun. Amanda kaget saat dia tidur lama sekali. Amanda bergi ke bawah untuk menemui Darma. Dia menemukan Darma sedang bersantai sambil meminum teh hangat.


"Kau sudah bangun?" ucap Darma.


"Aku tidur lama sekali ya" balas Amanda. "Kakek sudah makan?" tanya Amanda.


"Belum. Kakek ingin makan bersamamu"


"Kenapa kakek menungguku? Seharusnya kakek makan duluan saja. Kakek harus menjaga kesehatan, dengan makan tepat waktu" Amanda menceramahi Darma. "Sekarang, ayo kita makan" ajak Amanda.


Darma hanya bisa pasrah saat Amanda menarik tangannya dengan lembut.


Amanda dan Darma makan bersama. Sudah lama sekali Amanda tidak merasakan masakan buatan rumahnya. Setelah selesai makan, Amanda mengajak Darma duduk di ruanb keluarga. Amanda ingin membicarakan hal yang penting dengan Darman.


"Baimana hubunganmu dengan Daniel?" tanya Darma.


"Baik kek" jawab Amanda seadanya.


"Bagaimana perasaan Daniel padamu?"


"Dia bilang dia mencintaiku"


"Lalu perasanmu?"


"Aku juga mencintainya"


"Jadi hubungan kalian akan dilanjutkan" ujar Darman.


"Itu masalahnya kek" balas Amanda.


"Masalah apa?" Darma tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh cucu nya itu.


"Aku sudah meminta Daniel untuk melamarku. Tapi aku takut kalo Dia tidak akan datang ke sini"


"Kenapa kau berpikir seperti itu?"


"Saat masih kecil,Daniel menyukai seorang wanita. Wanita itu sudah menyelamatkan hidupnya. Namun sampai sekarang Daniel tidak bisa menemukan wanita itu. Tapi Daniel masih mengingatnya. Aku meminta Daniel untuk melupakan dia, jika dia mau bersamaku. Daniel memang berkata dia sudah melupakannya. Tapi tetap saka aku takut Daniel akan mengingatnya kembali" Amanda mencurahkan kekhawatirannya pada Darma.


Darma terdiam. "Rupanya dia masih mengingat kejadian itu" pikir Darma dalam hati.


"Apakah aku salah jika menyuruhnya melupakan wanita itu?" tanya Amanda.


"Ya. Bagaimana pun juga wanita itu pernah ada di hidup Daniel" jawab Darma.


"Kek, asal kakek tau. Daniel terjebak dalam masa lalunya. Dia menganggap aku adalah Tari, wanita itu. Aku tidak mau dianggap sebagai wanita pengganti. Kakek taukan rasanya hanya dianggap sebagai pelarian dan pengganti?" jelas Amanda.


"Kau juga benar. Kakek yakin, Daniel akan datang ke sini. Dia sangat mencintaimu" Darma berusaha meyakinkan Amanda.


"Aku harap juga begitu"


Ada yang masih nanya, ini udah tamat atau belum ya?


Author jawab ya, ini belum tamat sayang. Masih ada beberapa bab lagi.


Maaf author kemarin gak up. Maklumlah, sebentar lagi hari Id, banyak yang harus dikerjakan


Terima kasih sudah mampir


Author mau dukungan kalian dong, supaya author makin semangat nulisnya

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya


__ADS_2