
84
"Minggir, aku mau pergi" titah Amanda.
"Aku tidak akan membiarkanmu pergi" balas Daniel semakin menghimpit Amanda.
"Minggir"
"Tidak" tolak Daniel.
"Minggir.."
"Jangan marah lagi padaku" ujar Daniel.
Amanda menatap Daniel marah. Seketika tatapannya berubah menjadi sedih bercampur kecewa.
"Kau jahat.." Amanda mem*kul pelan dada Daniel.
Daniel menatap Amanda dengan heran.
"Kau tidak pulang. Kau semalaman bersama Sonia. Kau jahat karna telah membuatku khawatir. Kau jahat meninggalkanku sendiri" rengek Amanda sambil mem*kul pelan dada bidang milik Daniel.
Daniel mengerutkan keningnya. Daniel pikir Amanda marah karna tidak menepati janjinya untuk pulang. Tapi rupanya Amanda sedang cemburu.
Daniel meraih tengkuk Amanda dan langsung menempelkan bibirnya dengan bibir Amanda. Amanda terkejut dengan tindakan Daniel. Daniel mulai memainkan bibirnya. Dia mulai mel*mat dan menyes*p bibir Amanda.
Manis. Itulah yang dirasakan Daniel dari bibir Amanda.
Amanda mencoba mend*rong tubuh Daniel. Namun karna dia terjepit dengan tembok, ditambah tubuh Daniel yang kokoh, Amanda tidak bisa menghindari c*uman itu. Daniel menekan tengkuk Amanda agar dia tidak bisa pergi.
Daniel memainkan lidahnya di mulut Amanda dengan lembut menuntut balasan dari bibir Amanda. Lama kelamaan Amanda terbuai dengan permainan Daniel. Perlahan Amanda mulai membalas l*matan Daniel. Kini mereka saling mel*mat, menyes*p dan bertukar slavina.
Dan terjadilah c*uman manis antara mereka.
Tidak tau sudah berapa lama mereka berc*uman, akhirnya mereka melepaskan c*uman itu setelah oksigen diantara mereka menipis. Amanda dan Daniel mengatur nafas mereka.
"Kau cemburu?" tanya Daniel.
"Tidak. Aku tidak cemburu" jawab Amanda.
"Lalu apa?"
"Aku hanya tidak suka saat kau berdekatan dengan Sonia"
"Jadi kau tidak suka saat aku berdekatan dengan Sonia?"
"Hm,, ya"
"Bagaimana jika aku berdekatan dengan wanita lain?"
Amanda membuka matanya lebar.
"Jangan dekat dengan wanita mana pun. Aku tidak akan membiarkan kau bersama wanita lain" ucap Amanda dengan tegas.
__ADS_1
Uwh,, lucunya. itu adalah pikiran Daniel. Amanda sangat lucu mengatakan itu. Pasalnya dia seperti anak kecil yang tidak mau barang kesayangannya direbut siapa pun.
Daniel tersenyum dan menatap Amanda.
"Maaf sudah membuatmu marah. Maaf sudah membuatmu khawatir dan gelisah" ujar Daniel.
"Ke mana kau pergi semalam? Kenapa kau bisa bersama Sonia?" tanya Amanda meminta penjelasan.
"Selamam aku pergi ke gunung yang biasa aku dan ayahku datangi. Aku minum di sana. Dan aku tidak tau sejak kapan Sonia mengikutiku. Saat itu aku m*buk dan tidak bisa menyadari kalo itu Sonia" Daniel menjeda ceritanya.
Amanda menatap Daniel dengan serius.
"Sonia membawaku ke rumahnya. Aku mengingat, aku mend*rong Sonia dan setelah itu aku tidak ingat apa pun" lanjut Daniel.
"Kau pasti sudah melakukan itu dengan Sonia" Amanda menatap tak rela.
"Tidak. Aku tidak melakukan seperti yang kau bayangkan"
"Bohong. Sonia sendiri yang mengatakannya ditelpon"
"Tidak Amanda. Aku tidak tau Sonia mengangkat telpon darimu di ponselku"
"Tuh kan,, bahkan kau tidak mengetahui dia mengangkat telponmu" rajuk Amanda.
"Aku memang tidur di rumah Sonia. Taoi percayalah, aku tidak melakukan apa pun. Dia memang mendekatiku. Tapi aku langsung mengusirnya" jelas Daniel.
Amanda menatap Daniel dengan lekat.
"Benar?"
"Iya"
"Kau tidak bohong?"
"Tidak. Aku tidak bohong"
Amanda menatap Daniel seperti biasa lagi. Daniel tersenyum melihat Amanda percaya padanya.
Cup.
Seketika Daniel terkejut saat Amanda tiba-tiba menc*umnya. Ini pertama kali Amanda menc*umnya terlebih dahulu.
Awalnya Amanda hanya ingin menempelkan bibirnya saja. Tapi Daniel malah melayani c*uman darinya dengan senang hati.
Dan untuk kedua kalinya terjadilah c*uman mesra antara Amanda dan Daniel.
Setelah puas dengan c*uman yang mem*bukkan itu, mereka saling menatap. Daniel mengusap bibir lembut Amanda yang menggoda.
"Kau sudah tidak marah?" tanya Daniel.
Amanda menganggukkan kepalanya.
Daniel menarik tangan Amanda untuk duduk bersamanya. Daniel dan Amanda makan malam bersama sambil membicarakan insiden tenggelamnya Mayang.
__ADS_1
Setelah mendengar cerita dari Amanda, akhirnya Daniel mengerti semuanya. Daniel merasa marah saat mendengar cerita dari Amanda.
Dua insan itu makan malam dengan romantis, layaknya sepasang kekasih yang sedang dim*buk cinta. Suasananya begitu hangat sampai mereka pun tidak menyadari kalo hubungan mereka akan berakhir dalam 3 bulan. Tapi jika keduanya mau dan saling mencintai, mungkin hubungan mereka akan terus berlanjut.
Pada saat itu, Daniel mendapat panggilan dari Rio.
"Ya"
"Tuan, petugas dibagian lampu sudah ditemukan"
"Benarkah?"
"Iya tuan"
"Bawa dia, aku ingin menemuinya"
"Sepertinya tidak bisa tuan"
"Kenapa?"
"Dia sudah meninggal"
"Apa!"
"Iya tuan saat orang kita sudah menemukannya, keesokan harinya mereka akan menangkapnya. Namun dia meninggal karna kecelakaan mobil"
"Oh,, s*al. Lanjutkan terus penyelidikkan. Aku ingin orang yang ada di belakang petugas itu tertangkap"
"Baik tuan"
Panggilan pun terputus.
"Ada apa tuan?" tanya Amanda penasaran.
"Petugas bagian lampu itu sudah ditemukan. Tetapi dia meninggal dalam kecelakaan mobil" jawab Daniel.
"Hah!" Amanda terkejut dengan ucapan Daniel.
Amanda merasa ada orang lain yang mengendalikannya lagi. Bukan hanya satu, tapi dia yakin ada dua tangan yang mengendalikannya. Dia yakin, orang yang mengendalikannya bukanlah orang biasa. Ada orang yang cukul berkuasa dalam hal ini.
Hm,, kira-kira siapa ya orang itu?🤔
Duh,, author juga penasaran nih😅
Terus pantau novel author ya
Hari ini author mau up 2 bab. Cuma up kedua agak malem ya
Terima kasih sudah mampir😊
Janga lupa kasiu vote dan like ya😉
Salam hangat dari author😆
__ADS_1