CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Ciuman


__ADS_3

32


Setelah bernyanyi, Amanda kembali duduk di sebelah Gavin.


Prok,, prok,, prok,,


Semua orang bertepuk tangan untuk Amanda. Termasuk juga Gavin.


"Wow,, suaramu sangat bagus kak. Suaramu seperti suara Jungkook yang sedang menyanyi" puji Gavin.


"Ah,, suaraku tidak sebagus itu" balas Amanda.


"Aku tidak berbohong kak" ucap Gavin.


"Ya,, terserah kau saja" balas Amanda.


Setelah bernyanyi, Amanda merasakan sakit di perutnya.


"Aduh.." Amanda memegang perutnya.


"Kenapa kak?" tanya Gavin.


"Perutku sakit" jawab Amanda. "Aku permisi ke toilet" lanjut Amanda.


"Mau ku antar?" tawar Gavin.


"Tidak usah" tolak Amanda.


Amanda pergi ke toilet. Setelah menuntaska hajatnya, Amanda ke luar dari toilet. Saat Amanda ke luar, dia dihadang oleh pria mediterania. Dengan setelan jas dan perut buncit yang besar seperti gentong berdiri di hadapan Amanda. Bukan hanya perutnya, seluruh badannya berlemak ditambah kepalanya yang botak membuat siapa pun tidak mau menatapnya.


"Nona, apakah kau adalah penyanyi baru?" tanya pria itu.


"Tidak" jawab Amanda acuh.


Pria itu meraih tangan Amanda dan memberikan segepok uang.

__ADS_1


"Tinggalah bersamaku semalaman" pinta pria itu dengan tatapan penuh n*fs*.


Amanda marah dengan kata-kata pria itu. Amanda menggertakan giginya menahan marah.


Tanpa aba-aba, Amanda melemparkan segepok uang itu pada wajah pria itu.


Pria itu murka atas tindakan Amanda. Dia sangat marah.


"Berani sekali kau" ucap pria itu melebarkan matanya.


Pria itu meraih tangan Amanda dengan kas*r. Dia menggenggamnya dengan kuat.


"Apa kau tidak tau aku ini siapa?" tanyanya dengan wajah yang me-merah. "Kau seharusnya tau kau itu siapa. Kau hanya penyanyi bar saja. Berani sekali menolakku. Seharusnya kau bersyukur karna aku telah memilihmu. Dasar wanita mur*h*n, kau sama dengan wanita lain. Dengar, aku akan memberikan lebih banyak uang padamu. Sekarang, ikut aku" ucap pria itu mer*ndahkan Amanda.


Amanda merasa geram atas apa yang ucapkan oleh pria itu. Dengan cepat Amanda menghempaskan tangannya yang dipegang oleh pria mediterania itu.


"Dengar tuan, aku tidak tau siapa kau. Dan aku juga tidak mau tau siapa kau. Kau harus tau, aku bukanlah penyanyi bar. Kau bilang apa? Aku wanita mur*h*n? Tuan, ku tidak sama seperti wanita yang sering menemanimu setiap malam. Aku juga tidak sama sepertimu. Kau pria mur*h*n yang mau menid*ri setiap kupu-kupu malam yang hinggap padamu. Jika aku mau, aku bisa mencari pria yang lebih baik, lebih kaya dan lebih tampan darimu" ucap Amanda dengan marah.


"Kau pikir kau kaya? Tampan? Cih.." Amanda mel*dah di samping pria itu. "Bahkan pelayanku pun berpenampilan lebih baik darimu" lanjut Amanda.


Mendengarkan perkataan Amanda, wajah pria itu memerah menahan marah. Untuk kedua kalinya, pria itu menarik tangan Amanda dengan p*ks*. Dan untuk kedua kalinya juga, Amanda menghempaskan tangannya.


Pria itu berbalik karna tangan Amanda terlepas.


Amanda sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi. Amanda hendak melayangkan tangannya pada pria itu. Namun suara seseorang menghentikannya.


"Biarkan dia pergi" ucap orang itu.


Suara yang sudah tidak asing lagi didengar oleh telinga Amanda. Siapa lagi kalau bukan Daniel.


Amanda melihat ke arah sumber suara.


"Tuan Daniel" gumam Amanda.


Daniel berjalan ke arah Amanda dan pria itu. Detik berikutnya, Daniel sudah berada di tengah antara Amanda dan pria itu. Daniel menghalagi Amanda dari pria itu.

__ADS_1


"Pergi kau" usir Daniel pada pria itu.


Pria itu diam tak menjawab. Dia tidak mau pergi dan meninggalkan Amanda. Dia sangat menginginkan Amanda.


"PERGI!" b*ntak Daniel.


Pria itu pun pergi meninggalkan Amanda dan Daniel. Pria itu tau siapa Daniel. Dia tidak mau membahayakan nyawanya hanya untuk seorang wanita. Jika dia menuruti n*fsunya, mungkin besok dia sudah tidak ada lagi di dunia ini.


Setelah pria itu pergi, Amanda juga hendak pergi meninggalkan Daniel. Tepat ketika Amanda melangkah, Daniel menghentikannya dengan membawa Amanda masuk ke dalam toilet pria.


Daniel mengunci pintu toilet itu. Dan hanya Daniel dan Amanda yang ada di dalam toilet itu.


Tubuh Amanda disandarkan pada dinding oleh Daniel. Daniel menahan tubub Amanda agar dia tidak ke mana-mana.


"Nona, kau tau siapa dirimu?" tanya Daniel menatap Amanda dengan intens.


Amanda menghembuskan nafasnya dengan malas.


"Kau bernyanyi untuk orang asing, lalu kau diberi uang oleh seorang pria mediterania. Tapi kau malah menolaknya" ujar Daniel.


"Sudah lah tuan,, aku hanya bernyanyi untuk sahabatku Gavin. Dia sedang berulang tahun, jadi aku bernyanyi untuknya. Tidak ada yang salah kan?" jawab Amanda.


"Kau tidak tau apa kesalahanmu?" tanya Daniel.


"Tidak. Aku tidak melakukan kesalahan apa pun" jawab Amanda menggelengkan kepalanya.


Daniel merasa marah pada Amanda. Pertama Amanda sudah bernyanyi untuk Gavin, hal itu sangat membuat Daniel marah. Dan yang keduan, pria mediterania itu mengganggu Amanda. Itu membuat Daniel sangat-sangat marah.


Daniel melihat gaun yang dikenakan oleh Amanda.


"Gaun ini,, pasti dibelikan oleh Gavin" pikir Daniel.


Daniel menyangka kalau gaun yang dipakai Amanda adalah pemberian dari Gavin. Kemarahan Daniel bertambah saat mengetahui ini.


Tanpa berpikir, Daniel menc*um Amanda secara p*ks*.

__ADS_1


__ADS_2