CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Pemukulan


__ADS_3

120


1 minggu kemudian, Amanda dan Daniel mengadakan pertunangan mereka di hotel mewah milik Darma. Memang sudah banyak orang mengetahui kalo mereka adalah pasangan tunangan. Tapi Amanda dan Daniel tidak pernah mengadakan acara tukar cincin secara resmi.


Acara pertunangan Daniel dan Amanda diselenggarakan dengan mewah. Banyak orang yang menghadiri acara pertunangan itu, termasuk Sonia. Tak ketinggalan, Gavin dan Farrel pun juga ikut hadir. Tentunya atas undangan Amanda. Albert juga ikut hadir.


Semua orang terkejut saat mengetahui kalo Amanda adalah cucu dari pengusaha kaya raya yaitu Darma. Apalagi Sonia. Dia mengenang 3 bulan lalu saat dia mengatakan kalo dia adalah teman dari cucu Darma. Pantas saja saat itu Amanda tertawa, ternyata Amanda adalah cucu dari Darma.


Sonia semakin memb*nci Amanda. Dia sudah tidak bisa menahan amarahnya. Dia ingin Amanda segera menghilang dari muka bumi ini.


"Lihat saja Amanda. Aku akan segera mengirimmu pada tuhanmu. Bersiaplah" gumam Sonia sambil melihat Amanda dan Daniel yang tampak bahagia atas pertunangan mereka.


"Ih,, aku sangat tidak suka melihat perempuan kampung itu bersama kak Daniel" ujar Oliv mendekat pada Sonia.


Sonia melirik Oliv. Dia berpikir, dia akan mengikut sertakan Oliv dalam rencananyam Jika Oliv turut campur, mungkin rencananya akan berjalan sempurna.


"Kau mau ikut rencanaku?" tawar Sonia.


"Rencana apa?" tanya Oliv.


"Aku akan membuat Amanda jauh dari Daniel untuk selamanya"


Oliv terdiam melihat sonia.


"Ya, aku ikut" balas Oliv.


"Kau yakin?" Sonia memastikan keputusan Oliv.


"Aku yakin. Aku sudah tidak tahan melihat kebersamaan mereka" yakin Oliv.


"Baiklah. Aku sudah merencanakan sesuatu. Dan kau tidak boleh protes apa yang akan aku lakukan terhadap Amanda"


"Terserah kau lakukan apa. Meski kau menghilangkan nyawanya pun aku tidak masalah. Malah itu akan lebih bagus"


Sonia dan Oliv menyeringai licik. Mereka akan bekerja sama agar Amanda menjauh dari Daniel.


Pesta berjalan lancar. Sonia tidak ingin membuang waktu lagi. Dia ingin Amanda segera pergi dari Daniel.


Sonia melihat Amanda sedang berbicara dengan Darma dan Bagas. Sementara Daniel dia pergi ke suatu tempat. Mungkin Daniel izin ke toilet.


"Dengar, berikan surat ini pada Amanda. Bilang ini dari tuan Daniel" titah Sonia pada salah satu pelayan yang menyajikan minuman.


"Baik nona" pelayan itu menerima surat dari Sonia.


Pelayan itu mengikuti apa yang Sonia perintahkan. Amanda, Darma dan Bagas bingung kenapa Daniel mengirim surat seperti ini. Amanda membuka dan membaca isi surat itu.


'Datanglah ke taman belakang. Aku menunggumu di sana'


Itu adalah isi dari surat itu. Amanda membaca surat itu di depan Darma dan Bagas.


Darma dan Bagas saling bertatapan. Sementara Amanda tersipu malu saat membaca surat itu.

__ADS_1


"Aku ke belakang dulu ya kek" pamit Amanda. Amanda pun pergi menuju taman belakang.


"Dasar anak muda. Ada saja tingkahnya" celetuk Bagas.


Amanda merasa sangat bahagia saat Daniel mengirimkan surat untuknya. Amanda yakin kalo Daniel menyiapkan kejutan untuknya.


"Kejutan apa yang akan tuan Daniel berikan kepadaku?" gumam Amanda sambil senyum-senyum sendiri memikirkan hal romantis dari Daniel.


Tak lama setelah kepergian Amanda, Daniel kembali menghampiri Darma dan Bagas.


"Kek, Amanda mana?" tanya Daniel yang tidak melihat keberadaan Amanda.


"Amanda? Bukankah dia sedang bersamamu?" Bagas balik bertanya.


"Bersamaku? Tidak kek. Amanda tidak bersamaku" jawab Daniel.


"Dia pergi ke taman belakang setelah mendapat surat darimu" ujar Darma.


"Tapi kek, aku tidak mengirim Amanda surat"


Daniel, Darma dan Bagas saling menatap. Seketika mereka menjadi khawatir. Mereka takut terjadi sesuatu pada Amanda.


Sementara itu...


Amanda sudah sampai di taman belakang. Namun dia tidak melihat Daniel sama sekali.


"Tuan Daniel.." panggil Amanda.


"Tuan Daniel.." Amanda mencoba memanggil Daniel lagi.


Tiba-tiba saja lampu taman padam. Suasana menjadi gelap gulita. Karna Amanda takut pada kegelapan, tubuhnya menjadi bergetar. Dia tidak bisa mengatasi rasa takutnya pada kegelapan.


"Tuan,, jangan bercanda. Kau tau kan aku takut gelap? Kenapa kau mematikan lampunya" ujar Amanda.


Tuk,, tuk,, tuk,,


Amanda mendengar suara langkah kaki mendekat ke arahnya. Refles Amanda berbalik dan melihat ke arah sumber suara, meskipun dalam keadaan gelap.


"Tuan, apa itu kau?" tanya Amanda.


"..." tak ada jawaban.


"Tuan, sudah cukup. Jangan bercanda lagi"


"..." masih tak ada jawaban.


Tiba-tiba ada sebuah cahaya dari gasolin yang dinyalakan.


"Sonia" ujar Amanda.


Ya, orang yang datang adalah Sonia.

__ADS_1


"Sedang apa kau ke sini? Di mana tuan Daniel?" tanya Amanda.


"Daniel tidak ada di sini. Sebenarnya,, aku yang mengirim surat itu untukmu. Bukan Daniel" jawab Sonia.


"Apa! Untuk apa kau melakukan itu?"


"Hahah,, kau tau, kau terlihat konyol saat mendapat surat itu. Kau terlihat sangat senang. Tapi itu tidak akan lama. Aku tidak akan membiarkanmu terus berada di sisi Daniel. Hanya aku lah yang berhak atasnya. Bukan kau" tekan Sonia.


"Berani sekali kau. Kau tau, aku dan tuan Daniel saling mencintai. Tidak ada yang bisa memisahkan kami, baik itu kau ataupun siapapun. Bahkan malaikat maut pun tidak akan bisa memisahkan kami" balas Amanda dengan menohok.


"Eh,, sombong sekali kau. Kau hanya seorang gadis kampungan saja. Kau hanya memanfaatkan kakek tuamu itu untuk mendapat ketenaran. Bahkan si tua bangka itu seharusnya sudah m*ti dari dulu" ejek Sonia.


Plak,,


Amanda men*mpar wajah Sonia dengan keras, sampai-sampai terdapat bekas telapak tangan Amanda di wajahnya.


"Kurang ajar kau" pekik Sonia marah pada Amanda.


"Kau yang kurang ajar. Berani sekali kau mengh*na kakekku" tegas Amanda.


Amanda sangat marah pada Sonia karna sudah mengh*na kakeknya. Amanda menarik rambut Sonia ke belakang. Lebih tepatnya Amanda menjambak rambut Sonia dengan keras.


"Ingat ini, jika aku mendengar kau berkata buruk lagi tentang kakekku. Akan kupastikan kau tidak akan bisa melihat hari esok" *ncam Amanda.


Sonia meringis kesakitan saat Amanda menarik rambutnya.


"S*alan, lepaskan aku" teriak Sonia.


"Coba saja jika kau bisa" Amanda semakin keras menarik rambut Sonia.


Bugh,,


Seseorang dari belakang mem*kul kepala Amanda menggunakan kayu.


Amamda melepaskan tangannya dari rambut Sonia dan beralih memegang kepalanya yang sakit karna dip*kul. Amanda berbalik dan melihat siapa orang yang sudah mem*kulnya.


"O-Oliv.." gumam Amanda.


Bruk,,


Amanda jatuh pingsan.


"Kau ini lama sekali" sangar Sonia.


"Maaf, sulit sekali menemuka kayu di hotel ini" balas Oliv.


Ya,, Oliv lah yang mem*kul kepala Amanda.


"Lihatlah, gara-gara kau terlambart, wajah dan rambutku jadi korbannya" kesal Sonia.


"Iya,, maaf" balas Oliv.

__ADS_1


__ADS_2