
Oma Mira uring-uringan di mobil, Saga hanya diam saja mendengarkannya.
"Ini semua salah mu, aku harus kehilangan cicit ku karena perbuatan mu! Kenapa kau bisa melakukan kesalahan fatal seperti ini? " Oma meradang.
"Aku dijebak Oma" jawab Saga pelan.
Oma Mira menoleh dengan mata membulat tak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Dijebak? " tanya Oma memastikan.
"Saat malam pertunangan, seseorang membuatku mabuk berat kemudian membimbingku ke kamar dengan membisikkan pada ku bahwa Amelia menunggu ku. Aku masuk dan mengira yang berbaring di ranjang adalah Amelia. Dengan perasaan senang, aku menyentuhnya dan melampiaskan hasrat ku padanya" jelas Saga.
Oma berpikir keras.
"Aku memeriksa semua rekaman cctv hotel. Tapi aku sama sekali tak mengenali pria yang membimbingku ke kamar, aku sudah mencarinya tapi tak dapat menemukannya" lanjutnya.
Oma Mira mendengarkan dengan seksama.
"Bella pun tak mengerti dengan apa yang terjadi, dia menderita dengan semua yang terjadi. Aku mengambil keperawanannya dari hak Davin. Dia menderita karena merasa sudah tak berguna lagi untuk Davin" Saga membela Bella.
"Jangan mengatakan pembelaan untuknya" Oma tak mau mendengar pembelaan Saga untuk orang lain.
"Amelia sengaja meminta syarat itu" ucap Saga.
Oma Mira menoleh lagi ke arahnya.
__ADS_1
"Dia ingin menjauh dari keluarga kita" lanjut Saga.
"Tidak bisa, Dama putra Davin, dia harus tinggal bersama keluarga ayahnya" Oma Mira kekeh.
"Kenapa tak Oma nikahkan saja Amelia dengan Davin" ucap Saga datar, meski hatinya tak rela jika itu terjadi.
Oma Mira berpikir lagi, tapi kemudian dia mengingat bagaimana Amelia menatap Davin dengan semua kekecewaannya.
"Dia sudah kecewa padanya, aku tidak yakin dia mau menerima Davin dalam situasi seperti ini" ucap Oma.
Saga merasa heran dengan tanggapan Oma Mira.
"Oma sudah paham dengan sifat Amelia" ucapnya.
Oma Mira terkejut, dia sendiri tak sadar sudah sangat paham dengan sikap dan tatapan yang Amelia tujukan pada setiap orang.
"Kau tidak perlu terus bersedih karena Amelia. Aku sudah bilang, dia bukn wanita yang cocok untuk mu. Setiap kehidupan, sudah wajar kita patah hati dan kehilangan cinta" ucap Oma Mira.
"Aku tidak pernah berpikir untuk menyakiti Amelia, aku sangat mencintainya. Dia tahu benar tentang hal itu"
Oma Mira berusaha mendengarkan.
"Tapi, aku tidak bisa mengabaikan Bella. Davin sangat kejam padanya. Dia lebih menderita Oma, terlebih, dia sudah mengandung bayi ku. Aku akan menjaganya" lajut Saga.
Oma Mira menelan salivanya. Dia merasa tak seharusnya Saga merasa bersalah, karena Bella pun tak sepenuhnya baik menurutnya.
__ADS_1
"Fokuslah berkendara, jangan sampai kita tidak selamat karena kesedihan ini" ucap Oma.
Saga diam, tapi pikirannya masih memikirkan Amelia yang bersikap dingin.
'Aku melukainya, dia bahkan tak menanyakan alasan atau mengapa semua terjadi. Aku harus bagaimana? Jika kau bersedia, aku ingin menggenggam kalian dalam tangan ku. Takkan ku biarkan kalian tersakiti lagi'
Sampai di depan rumah besar Narendra, Davin menatapnya di depan pintu keluar.
Oma dan Saga juga menatapnya sambil berjalan masuk.
"Kau tidak pergi ke kantor? " tanya Oma.
"Bagaimana Amelia? Apa Dama menanyakan aku? " tanya Davin, mengabaikan pertanyaan Oma nya.
Oma menghela keras mengingat syarat atas permintaan maaf Amelia. Dia kesal, tak mau menjawab pertanyaan Davin.
"Oma! " seru Davin menyusul.
"Aku Tidak Mau Menjawab Pertanyaan Mu! " seru Oma.
Suaranya menggelegar di ruang tengah yang cukup besar itu.
"Lupakan dia, perasaan mu terhadapnya, pikirkan cara agar kau bisa mendapatkan hak asuh putra mu" Oma menunjuk dada Davin.
Oma pergi meninggalkan Davin yang diam. Saga pun hanya melewatinya, tanpa mengatakan apapun.
__ADS_1
\=\=\=\=\=>