
Salah seorang anak buah Oma Mira yang mengawasi rumah Ayu, memberikan kabar pada Oma Mira bahwa Amelia sedang berada di rumah Ayu. Oma tersenyum saat mendengarnya.
"Jadi, kejadian belasan tahun lalu harus terulang. Kenapa kamu memilih tempat yang sama Amelia. Tempat kamu menyaksikan aku mengancam Ayu meninggalkan semua demi keselamatan orang tuanya. Apa aku harus melakukan hal yang sama? Kalian punya sifat yang sama, perasaan lembut dan hal lain yang tidak layak untuk keturunan Narendra. Aku tidak suka"
Oma bicara pada dirinya sendiri di kamar. Dia berdiri dan memakai mantelnya, kemudian berjalan keluar.
Davin yang sedang mencoba untuk tidur di sofa mendengar suara mobil yang disiapkan oleh supir. Davin menelpon supir itu.
"Kau mau kemana? dengan siapa?" tanya Davin.
"Nganter Oma bos, ke rumah bu Ayu" jawab supir.
Mata Davin membulat.
~ Untuk apa Oma ke sana malam-malam begini? Masa mau jemput ayah, tidak, ini pasti tentang Amelia. Apa Amelia di rumah bu Ayu? ~
Davin buru-buru keluar dari ruang kerja dan berlari menuju garasi. Dia meminta supir lain untuk memberikannya kunci mobilnya.
Davin mengebut menuju rumah Ayu.
Sementara itu, Oma sudah sampai di rumah Ayu dengan menegakkan kepala menatap Ayu yang menahannya untuk tak masuk ke rumahnya.
"Ada apa Nyonya kemari?" tanya Ayu.
Oma berdecak.
"Harris tidak di sini, dia tak pulang kemari" lanjut Ayu.
"Dia sudah punya seorang cucu, tidak pantas jika aku atur keberadaannya" ucap Oma.
"Lalu? Alasan apa yang membuat Nyonya Besar seperti anda datang ke rumah seorang artis hina seperti saya?" Ayu merendah.
"Jelas aku mau membawa cicit ku untuk kembali ke rumah kami" jawab Oma santai.
"Apa maksud anda saya tidak mengerti?" Ayu berpura-pura.
"Jangan pura-pura, anak buah ku melihat Saga keluar dari rumah mu. Saga tidak mungkin datang kemari jika tidak ada Amelia. Impossible" ucap Oma menertawakan.
Ayu menarik nafas dalam, meski kesal dengan ucapan mantan ibu mertuanya itu.
"Saga mencari istri dan anaknya, dan dia tidak menemukannya. Jadi dia pergi lagi" jawab Ayu mengendalikan diri.
Sayangnya, suara Dama yang menangis dari dalam terdengar dan membuat Oma Mira tersenyum karena merasa Ayu telah ketahuan bohong.
__ADS_1
"Kau mau berkilah lagi?" Oma memaksa masuk.
Ayu menghela keras, dia kesal karena Oma masuk begitu saja.
"Mana dia! " Oma Mira mencari.
"AMELIA! " teriaknya.
Amelia muncul sambil menggendong Dama. Dia masih kebingungan karena memang baru terbangun oleh suara tangisan Dama.
"Rawat Dama di rumah ku, atau aku akan membuat keluarga mu menderita karena kau bertingkah" ucap Oma langsung pada intinya.
Mata Ayu dan Amelia membulat. Ucapan Oma sangat tak asing di telinga mereka. Ucapan yang dia ulang, ucapan yang pernah dia lontarkan pada Ayu yang bersikeras meminta untuk menjelaskan pada Saga alasannya meninggalkan Saga sejak kecil.
Ingatan Amelia langsung tertuju pada hangatnya pelukan ayah dan ibunya. Perhatian dan kasih sayang mereka yang tak pernah bisa dia balas. Amarah mereka yang alasannya hanya satu, hanya karena mereka menyayanginya.
Sementara Ayu meneteskan air matanya mengingat masa kelam itu.
"Teganya ibu mengulang ucapan itu lagi pada Amelia. Apa ibu benar-benar tidak punya hati?" Ayu menunjukkan kekecewaannya.
"Aku bukan ibu mu atau ibu mertua mu lagi. Panggil aku nyonya. Soal hati, ya, aku tidak punya hati. Terutama saat kau pergi dari rumah dan menjadi alasan suami ku meninggal"
Oma masih menegakkan kepalanya.
"Mereka bukan kelemahan ku, anda juga pasti tahu itu dari ayah ku" ucap Amelia dengan gemetar.
"Kau pintar, kau mencoba membuatku merasa salah karena mengancam keselamatan keluarga mu. Keluarga yang sangat kau sayangi" ucap Oma.
"Kenapa? Kenapa tidak melepaskan aku dan anakku saja? Aku mohon, aku tidak bisa menyerahkan anakku pada kalian. Aku ibunnya!"
Tangis Amelia pecah.
"Aku mohon Bu, aku mungkin bisa kuat menghadapi semua ancaman mu. Amelia berbeda, dia terlalu muda" Ayu mencoba menahan keinginan Oma Mira.
"Diam kau, aku bicara dengan calon cucu menantu ku" ucap Oma.
Mata merah Amelia yang berlinang air mata semakin membulat mendengar Oma memanggilnya calon cucu menantu.
"Tidak, anda tidak bisa melakukan ini!" ucap Amelia tak menerima.
"Cukup, aku hanya meminta kau menikah dengan Davin dan merawat anak kalian di rumah Narendra. Jangan membuat drama seolah aku ini wanita jahat" Oma mulai kesal.
"Lalu bagaimana dengan ku Oma?" tanya Saga yang sedari tadi sudah berdiri di ambang pintu menyaksikan Oma nya mengancam.
__ADS_1
Oma Mira, Amelia dan Ayu menatap Saga.
"Bagaimana dengan perasaan ku? Apa semua itu tak pernah Oma pikirkan?" lanjut Saga.
Oma menghela nafas dan menghindari tatapan mata Saga.
"Kau sudah mengecewakan ku semenjak kau memutuskan untuk pergi. Kepergian mu membuat aku kehilangan suami ku. Lagipula Davin yang sudah terbiasa dan mumpuni menangani perusahaan. Kau sudah tidak diperlukan lagi. Tutup semua perasaan mu untuk gadis ini, dia sudah ditakdirkan untuk Davin" ucap Oma tanpa menatapnya.
Saga menangis mendengar semua ucapan neneknya.
"Jadi, ini alasan Amelia begitu takut pada Oma. Oma bisa melepaskan hubungan dengan siapapun itu, jika Oma sudah tidak membutuhkannya" ucap Saga.
"Jangan bawa perasaan mu jika kau sendiri tak memikirkan perasaan orang lain" ucap Oma.
"Buuuu!" Ayu berteriak.
"BERHENTI MEMANGGIL KU IBU!"
Teriakan Oma membuat semua orang menatapnya. Mereka bisa melihat kembang kempis dadanya setelah berteriak seperti itu.
Davin datang dengan berlari, dia melihat Oma hampir jatuh karena gemetar.
"OMAAAA!"
Davin langsung membantunya kembali tegak berdiri.
"Apa yang kalian lakukan pada Oma, sampai dia begini?" tanya Davin cemas.
"Tapi.....dia....." Amelia terbata tak bisa menjelaskan.
"Kamu, apa kamu tidak bisa mengalah? Hanya mengurus Dama di rumah kami, itu saja. Kenapa harus sampai seperti ini? Aku tidak mau sampai terjadi apa-apa dengan Oma" ucap Davin pada Amelia.
Amelia menganga tak percaya Davin menyalahkannya.
"Kenapa kau memyalahkam Amelia? Oma mu yang mengancam..."
Saga hendak mengatakan keburukan Oma nya, namun Davin sudah tersulut amarah.
"DAMA PUTRA KU, KAU AKUI ATAU TIDAK DIA TETAP PUTRA KU. AKU BERHAK ATAS DIA"
Suara Davin tegas dan dalam.
"Jika sampai besok siang kau tidak kembali ke rumah kami dengan membawa Dama, aku bersumpah aku akan menuntut mu, dan aku sendiri yang akan memisahkan kalian selamanya" ucap Davin dengan telunjuk yang mengarah pada Amelia.
__ADS_1
Amelia tak percaya dengan apa yang dia dengar. Baru tadi sore Davin berjanji takkan membiarkan siapapun memisahkan mereka. Malam ini, dalam wajah merah padam, dia berkata, dia sendiri yang akan memisahkan mereka.
\=\=\=\=\=\=>