CINTA DALAM HIDUP

CINTA DALAM HIDUP
61


__ADS_3

Dama berlari di taman di depan rumah. Ini sudah mulai siang, tapi orang rumah yang baru bangun hanya Maria, Amelia dan Dama, juga para pelayan rumah.


"Kau lihat Davin? " tanya Maria.


Amelia yang sedang menyuapi Dama, menggelengkan kepalanya.


"Dimana dia, dia tidak ti... " Maria menghentikan ucapnya.


Amelia membulatkan matanya seolah menunggu lanjutan dari ucapan Maria.


"Aku akan cari di balkon" ucap Maria.


Dia berbalik dan pergi meninggalkan mereka. Amelia menatapnya heran, dia berpikir.


~Tinggal ke kamarnya saja, pasti dia masih tidur kan? Kenapa harus mencarinya~ ucap hati Amelia.


Setelah dia selesai menyuapi Dama, Amelia masuk dan mengajak Dama bermain di ruang keluarga. Tak lama kemudian suara teriakan Minah dari arah kamar Alex membuatnya terkejut dan berlari sambil menggendong Dama.


"Ada apa? " tanya Amelia saat melihatnya menutup wajah di dalam kamar Alex.


Mata Amelia beralih pada apa yang dilihat Minah. Mulut Amelia menganga menatap apa yang Minah tatap. Tapi Amelia kemudian tertawa. Minah gemetar dan hendak membangunkan Davin dan Alex yang tidur saling berpelukan tanpa atasan.


Maria yang datang karena teriakan Minah, memeriksa dan juga melihat pemandangan itu. Dengan cepat dia memukul wajah Davin dan Alex secara bersamaan.


Plakkkk!


"Awwww, sakit! " seru Davin.


Dia mencoba membuka matanya yang masih mengantuk.


"Ibu....! Sakit... ! " keluh Davin saat melihat yang memukulnya adalah ibunya.


Alex menggosok pipinya yang masih terasa panas karena tamparan Maria.


"Bangun atau ku siram kalian dengan air mendidih! " ancam Maria.


Mendengar Maria begitu marah, Amelia pergi. Davin berusaha bangun, begitu pula Alex.


Maria hendak keluar dari kamar Alex, dia menatap Minah yang masih gemetar. Tangannya menarik tangan Minah dan mengajaknya untuk menyiapkan sarapan.


"Kenapa kau tidur di sini? " tanya Alex yang masih memegang pipinya.


"Aku malas mendengar keluhannya, dia juga pasti akan berusaha mendekati ku. Aku tidak bisa" jawab Davin yang kembali berbaring.


Alex bangun dari ranjang dan tak sengaja menginjak kaki Davin.


"Aaawwww! " teriak Davin kesakitan.


"Maaf Bos, maafkan aku! " seru Alex sambil memijat kakinya.


"Ahhhh, sakit sekali Alex! " teriak Davin seraya meringis.


Alex ikut meringis. Kemudian dia mendapatkan pukulan di kepalanya lagi karena Maria kembali ke kamarnya setelah mendengar teriakan Davin.

__ADS_1


Plakkk!


"Awww! " keluh Alex.


"Ku bilang bangun! " teriak Maria.


"Iya bu, aku sudah bangun" jawab Alex.


Maria menatapnya dengan mata yang membulat dan kesal.


"Davin! Kembali ke kamar mu" ucap Maria dengan tegas.


Davin bergerak namun masih malas dan seolah masih tak bisa menahan kantuknya.


"Kau tidak malu dilihat Amelia sedang berpelukan dengan Alex tanpa pakaian? " ucap Maria.


Baru saat itulah, Davin membuka matanya dan meraba dadanya.


"Kemana pakaian ku? " gumam Davin.


"Dan yang lebih penting, jangan sampai Amelia tahu tentang hubungan buruk mu dengan Bella. Jaga nama baik istri mu" ucap Maria.


Davin menggaruk kepalanya.


"Ibuuuu! " keluh Davin tak suka diomeli.


Dia bangun dan meninggalkan ibunya di kamar Alex menuju kamarnya.


Maria kembali ke dapur dan menyiapkan sarapan. Dia melihat Amelia sedang bermain dengan Dama di ruang tengah. Memperhatikan wajah Amelia yang seolah tak peduli dengan apa yang terjadi tadi.


Di kamar Davin, dia melihat Bella yang masih tidur nyenyak meski sinar matahari sudah mulai menyoroti wajahnya.


Dia tak peduli dan langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Bella bangun dan langsung masuk juga ke kamar mandi. Dia duduk di kloset dengan mata tertutup.


"Kenapa airnya menyala? " gumam Bella mendengar suara shower yang menyala.


Dia membuka tirai kamar mandi dan menatap Davin yang sedang mandi. Davin menutupi bagian bawah tubuhnya dengan kedua tangannya.


Bella menatapnya dari rambut hingga kaki. Matanya kemudian semakin membulat setelah mulai merasakan cipratan air shower mengenai tangannya.


"Apa kau tidak bisa mengetuk dulu? " tanya Davin kesal.


Bella tersenyum sedikit tertawa.


"Aku ini istri mu Davin, kenapa begitu canggung saat kita dalam satu kamar mandi? Bukankah seharusnya kita justru harus sering mandi bersama? " ucap Bella.


Davin menarik tirainya dengan kesal.


"Cepat keluar! " ucap Davin memerintah.


"Sayaang, kita mandi bersama ya? " pinta Bella.

__ADS_1


Dia membuka pakaiannya dan hendak masuk menyusulnya mandi.


Davin semakin kesal dengan tingkah Bella, dia menarik handuk dan memakainya. Dia keluar dari ruang mandi meski sabun masih belum bersih di kepala dan badannya.


"Ya sudah kalau kau mau mandi, aku yang keluar" ucap Davin.


Tapi Bella tak kehabisan akal, dia menarik handuk Davin dan membuatnya panik.


"Bella, kembalikan handuk ku! " seru Davin.


"Tidak mau, aku mau kita mandi bersama. Jadi kita mandi bersama" ucap Bella manja.


"Kembalikan! " Davin semakin geram.


Bella menjauhinya dan mendekat ke pintu. Dia menguncinya agar Davin tak bisa keluar.


Davin kesal, dia menarik tangan Bella dan menahannya di dinding. Bella menatapnya dengan penuh gairah, mereka saling bersentuhan tanpa sehelai pun penghalang.


"Cium aku" pinta Bella.


"Tidak akan pernah" ucap Davin.


Dia menekan tangan Bella agar melepaskan handuknya, tapi karena Bella sangat bertekad, dia kesulitan meraih handuk dari tangan Bella.


"Hanya sekali Davin, cobalah! Kau akan tahu betapa aku sangat menarik" ucap Bella.


Davin menghela, dia diam menatap wajah Bella. Dia mulai mendekati wajah Bella yang senyumnya mulai tersungging.


Tapi Davin kemudian mengambil handuknya saat Bella lengah. Davin tersenyum puas telah membuatnya sangat berharap dan langsung mengecewakan nya. Kemudian dia menyingkirkan tubuh Bella dari pintu dan keluar dari kamar mandi.


Tangan Bella mengepal, dia sangat kesal dan memutuskan untuk berendam lebih lama di kamar mandi.


Davin kesal menunggunya yang lama tak keluar, dia memutuskan untuk pergi ke kamar Alex untuk melanjutkan mandinya. Dia mengambil pakaian yang akan dipakainya dan menutup pintu dengan keras.


Davin berjalan dengan kaki menghentak. Amelia yang sedang bermain dengan Dama mendengar dan menoleh ke arahnya.


"Papa! " seru Dama.


Mata Amelia membulat melihat penampilan Davin. Dia buru-buru meraih Dama dan mengalihkan pandangan anaknya.


"Papanya mandi dulu ya sayang, nanti kalau sudah selesai baru digendong Papa" ucap Amelia sambil bergerak membelakangi Davin yang terhenti langkahnya.


Wajahnya memerah mendengar Amelia bicara seperti itu, dia sadar Amelia malu melihatnya seperti itu. Kemudian dia buru-buru pergi ke kamar Alex untuk melanjutkan mandinya.


Alex baru keluar dari kamar mandi, dia masih memakai handuk dan melihat Davin datang. Dia tertawa melihat sabun masih berbusa di kepala dan tubuh Davin.


"Kau seperti orang yang kamar mandinya roboh dan keluar dari dalamnya karena terkejut" ucap Alex menertawakan.


"Mengarang bebas lah sesuka mu, aku numpang mandi di sini" ucap Davin sambil meletakkan pakaiannya di ranjang.


Alex mendekat dan meraih pakaiannya yang tertutup pakaian Davin dan tak sengaja menempel pada Davin. Minah yang datang untuk meminta Alex lebih cepat berganti pakaian, kembali berteriak melihat pemandangan itu.


"Aaargghhhhh! "

__ADS_1


Minah teriak lagi.


\=\=\=\=\=\=\=>


__ADS_2