CINTA DALAM HIDUP

CINTA DALAM HIDUP
79


__ADS_3

Pagi yang indah, Amelia menyuapi Dama di halaman rumah keluarga Narendra. Sesekali dia menunjuk ke arah jalan di depan dimana beberapa mobil mulai disiapkan untuk mengantar Oma, Harris dan Davin untuk pergi bekerja.


"Papa! " ucap Dama sambil menunjuk ke arah pintu.


Amelia menoleh.


"Pagi sayang! " seru Davin.


"Papa" Dama mengangkat kedua tangannya ingin di gendong Davin.


Davin langsung menggendongnya.


"Anak papa lagi sarapan? " tanya Davin sambil menatap Amelia.


Amelia menghindari tatapannya dengan menyiapkan suapan terakhir Dama.


"Ini terakhir sayang" ucap Amelia.


"Ya! "


Malah Davin yang menyahut. Amelia kini menatapnya dan diam dengan dahinya yang dikerutkan.


Davin memalingkan wajahnya, dia hendak tersenyum karena malu.


"Aku akan ke dalam" ucap Davin.


Dia menurunkan Dama dan pergi ke dalam. Amelia masih menatapnya sampai dia hilang di balik pintu.


"Dama, ini suapan terakhir sayang. Cepat makan" ucap Amelia langsung memberikan suapan terakhirnya.


Dengan pintar, Dama makan dan kembali bermain.


Beberapa saat kemudian, Minah memanggilnya karena Oma Mira yang memintanya.


Amelia langsung masuk setelah Minah menggendong Dama.


"Kau bisa masak? " tanya Oma saat dia melihat Amelia datang.


"Bisa Nyonya" jawab Amelia.


Davin dan Bella yang sudah duduk di meja makan, langsung terheran mendengar pertanyaan Oma Mira.


'Apa ini? Dia mau mengujinya?' tanya hati Bella.


'Jangan, nanti Oma menghina mu lagi! ' larang hati Davin sambil menatapnya.


"Buatkan makanan yang enak pagi ini, aku benar-benar bosan dengan menu yang Minah buat" pinta Oma.


"Baik nyonya! " jawab Amelia.


Minah membawa Dama ke ruang tengah, sementara Amelia langsung masuk ke dapur.


Zidan menganga melihat tingkah Oma Mira. Alex yang baru datang, langsung masuk dapur untuk membantunya.


"Apa yang bisa aku lakukan untuk membantu mu? " tanya Alex.


"Tidak usah, sarapanlah! Masakan mba Minah masih banyak karena nyonya besar tidak makan" jawab Amelia.


"Setidaknya beri tugas untukku sedikit saja! " pinta Alex merengek.


Amelia tersenyum.


"Ya, terserahlah! "


Alex membantunya dengan riang.

__ADS_1


"Oh ya, apa... Hana akan rujuk dengan suaminya? " tanya Alex di sela pekerjaan mereka.


"Tidak" jawab Amelia dengan sedikit tersenyum.


Dia mengerti rasa penasaran Alex tentang kakaknya.


"Ouhhh, lalu... "


"Tidak ada kelanjutannya, hanya tidak. Aku mendengar jawaban itu dari kak Hana. Dia tidak mau kembali jika kak Bagas masih beristri" jelas Amelia.


Alex mengangguk, kemudian terdengar senandung lagu yang dia gumamkan sambil mencuci sayuran. Amelia tersenyum menertawakan tingkahnya.


"Kau suka kak Hana? " tanya Amelia.


Alex berhenti bergerak.


"Kak Hana orang yang perfeksionis, terlebih ada Mikayla sekarang" lanjut Amelia tanpa mendengar jawaban Alex.


Alex mendengarkan dan terdiam.


"Kadang aku merasa nasib kami sangat buruk" ucap Amelia.


"Kenapa berpikir seperti itu? " tanya Alex yang ikut cemas.


"Kami belajar dan bersikap baik sejak kecil, dididik dengan didikan yang kuat oleh ayah, tapi kami tidak pernah mendapatkan sepenuhnya ketulusan seorang pria" ucap Amelia.


Alex tertegun.


"Tidak, aku masih lebih baik. Saga mencintai ku dan akan selalu ada untukku" lanjut Amelia kemudian tersenyum.


Alex ikut tersenyum.


"Ya, berpikir positif saja. Tuhan mungkin tidak mau kalian bersanding dengan orang-orang bodoh itu" ucap Alex sambil melihat ke arah pintu dimana Davin sedang berdiri mendengar percakapan mereka.


Davin menatapnya dengan kesal, kemudian dia mendekat.


Amelia terkejut, dia menatap ke arah Davin yang memukul punggung Alex cukup keras.


"Baik bos! " jawab Alex.


Amelia kembali memasak dan menghindari tatapan Davin.


Davin melihat dan mengerti tingkahnya. Dia pergi dan duduk lagi di dekat Oma Mira.


"Ibu mu tak turun Davin? " tanya Oma.


"Tidak Oma, ayah tidak pulang. Mungkin ibu menunggunya semalaman dan baru tertidur" jawab Davin.


"Harris tak pulang lagi? " Oma terheran.


Davin hanya mengangguk.


"Panggil Alex! " pinta Oma.


"Dia di dapur" jawab Davin.


"Ya Oma aku sudah datang, ada apa? " tanya Alex.


Bella tersenyum menertawakan sikap loyal Alex, sementara Zidan hanya menatap Bella dengan tatapan mesumnya.


Amelia keluar dengan masakannya, dia langsung menyajikan untuk Oma Mira.


"Harris tidak pulang, seharian kemarin kau bersamanya bukan? " Oma bertanya sambil mengambil sendok dan garpu.


"Ya, tapi saat aku kembali dari pabrik bersama pak Ghani, Pak Harris sudah pergi Oma" jawab Alex.

__ADS_1


"Kemana? " tanya Oma sambil makan, dia melahap masakan yang dibuat Amelia.


Bella mendelik merasa Amelia sedang mengambil hati Oma dengan masakannya. Tapi Davin malah senang dengan lahapnya Oma.


"Tidak tahu Oma, pak Harris tak pernah mengatakan apapun" jawab Alex santai.


"Benarkah? " Zidan yang membuat pertanyaan dengan wajah penuh keraguan pada Alex.


Alex menatapnya dengan kesal, Davin hendak menyela tapi seorang pelayan datang dengan terburu.


"Oma... Oma... ! " serunya.


Semua orang menatapnya.


"Aku sudah katakan untuk tidak berteriak-teriak di dalam rumah. Kau ini.... " Oma hendak terus mencecarnya dengan makian, tapi tatapannya beralih ke arah ruang depan dan ucapannya terhenti.


"Saga! " seru Amelia.


Davin menatapnya dengan mata yang membulat, kemudian menoleh ke arah Saga. Semua orang pun ikut menoleh ke arahnya.


Saga berdiri dengan gagahnya di depan ruang makan. Dia berpakaian rapi menggunakan jas.


Semua orang berdiri, tapi Davin malah memperhatikan reaksi Amelia yang terlihat seolah ingin berlari memeluknya.


Oma Mira yang beranjak dan memeluk Saga terlebih dahulu.


"Pagi Oma! " sapa Saga sambil memeluknya.


"Oma senang kamu datang nak! " ucap Oma.


Dia melakukan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang selalu dia tunjukkan pada Davin dan anggotanya keluarga yang lainnya. Oma pun melepas pelukannya dan tersenyum canggung.


Pada saat yang sama, Maria turun dari tangga dan hendak ke ruang makan. Dia berhenti melangkah menatap Saga di depannya.


"Apa yang kau lakukan di sini? " tanya Maria ketus.


Saga menoleh, semua orang pun menyaksikan suasana tegang mulai muncul menyeruak diantara mereka.


"Drama keluarga Harris Narendra Coltin dimulai" gumam Zidan.


Bella menatap sinis padanya. Dan Davin tetap melihat raut wajah Amelia yang begitu senang. Dia tak suka melihatnya dan mulai kesal.


"Aku? Kemari? " Saga malah terlihat bertanya dengan mata menatap semua orang satu persatu.


Dia berjalan ke arah meja makan dan mendekat pada Amelia, kemudian memeluk dan mencium tangannya.


"Aku merindukan mu" bisik Saga pada Amelia.


Amelia cukup terkejut dengan sikap Saga yang mempertontonkan kemesraan mereka di hadapan semua orang.


"Bukankah ini rumah ku juga? Aku salah satu cucu Opa Narendra Coltin, iya kan Oma? " ucap Saga sambil melirik ke arahnya.


Bella menyeringai, tentu saja dia cukup senang melihat hal itu.


"Lagi pula, calon istri ku sudah ada di sini dan mulai beradaptasi tinggal di sini. Jadi aku kemari saja" jelas Saga sambil memeluk pinggang Amelia.


Davin berdiri karena terkejut. Amelia menatap wajah Saga dengan mata membulat.


"Oh, hai Davin" Saga melepas pelukannya.


Saga memeluk Davin.


"Hai Kak, senang kau kembali" ucap Davin.


"Hai Kak Saga, senang kau kembali ke rumah ini lagi" ucap Zidan.

__ADS_1


Alex hanya bisa diam, dia sudah bisa membaca raut wajah semua anggota keluarga yang terkejut dengan kedatangan Saga, termasuk Amelia.


\=\=\=\=\=\=>


__ADS_2