CINTA DALAM HIDUP

CINTA DALAM HIDUP
34


__ADS_3

Amelia menatap Saga yang datang ke kamarnya. Dia buru-buru memasukkan buah dadanya saat dia mendekat.


"Dama sudah tidur?" tanya Saga.


Amelia menaruh kepala Dama dengan perlahan dan menyamankan tidurnya. Kemudian menarik Saga keluar balkon.


"Kamu apa-apaan sih, aku belum jadi istri kamu. Dan Dama bukan anak kamu. Kenapa kamu bilang ke keluarga kamu sebaliknya?" Amelia marah.


Saga tersenyum dan meraih kedua tangan Amelia.


"Bukankah kita berdua sudah setuju dengan hubungan ini? Nggak salah kan kalau aku berharap kita bisa menikah?" ucap Saga.


"Tapi Saga, gimana kalau keluarga kamu tahu kalau Dama bukan anak kamu. Mereka pasti kecewa dan marah. Ingat, semua hubungan yang dilandasi kebohongan hanya akan berakhir menyedihkan" Amelia berusaha menjelaskan maksudnya.


"Sayang, denger! Keluarga aku berbeda, mereka harus dipaksa. Apalagi Oma aku, kita harus memaksa dia nerima kamu dan Dama. Dia tidak akan luluh hanya karena sebuah kejujuran" jelas Saga.


"Tapi....!" Amelia masih khawatir.


"Tenang, ada aku. Aku jamin, semua nya akan berjalan sesuai rencana ku. Kamu jangan khawatir ya?"


Saga memeluk Amelia dan mengusap punggungnya. Tapi Amelia tak bisa menyembunyikan rasa cemasnya. Dia takut mengecewakan orang lain lagi, seperti dia mengecewakan ibu dan ayahnya.


###


Alex menemukan alamat Amelia yang diberikan Siena saat dulu mereka masih saling mengirim pesan. Dia menatap rumah itu dan merasa pernah bermain di taman depan rumah itu.


"Berasa pernah kesini deh" gumamnya.


Lalu seseorang datang dan menepuk bahunya.


"Alex! Ngapain kamu natap rumah saya?" tanya Pak Ghani.


Mata Alex membulat karena terkejut, kemudian otaknya menyinkronkan informasi yang dia dapat.


~Amelia putra Ghani Wardhana, anak Pak Ghani? Amelia Quinnara adalah anak Pak Ghani?~ hati Alex berteriak keras.


"Pak Ghani?" hanya itu ucapan yang keluar dari mulut Alex.


"Kamu ngapain berdiri di sini, kalau mau masuk ya masuk aja" ucap Pak Ghani sambil mengajaknya masuk.


Mereka duduk di kursi depan.


"Buuu.., ada Alex, bawain minuman seger Bu!" teriak Pak Ghani.


Alex mengintip ke dalam, Bu Hani muncul dengan tersenyum.


"Alex temennya Davin ya?" seru Bu Hani senang.


Alex berdiri mencium punggung tangannya.


"Halo Bu, apa kabar?" Alex berbasa-basi meskipun dia sendiri lupa.

__ADS_1


"Emang inget ini rumah siapa?" tanya Bu Hani.


Alex menatap Pak Ghani kemudian tersenyum bodoh karena memang tak ingat.


"Mana dia ingat, dia waktu itu masih umur 7 tahun sama seperti Davin, Saga umur 10 tahun dan Amel baru 5 tahun. Samar-samar ingatannya umur segitu mah Bu" ucap Pak Ghani.


"Masa sih nggak inget, dulu kan main nikah-nikahan sama Amel. Kamu jadi penghulu dan Saga yang jadi penabur bunga walaupun dipaksa. Yang nikah Amel sama Davin" Bu Hani berusaha mengingatkan.


Alex mulai ingat sepenggal kenangan masa kecilnya. Dia menggaruk kepalanya meski tak gatal.


"Jadi, Amelia Quinnara itu, Amel yang dulu" ucap Alex dengan tergagap.


"Kamu kenal Amel?" tanya Ghani.


"Iya Pak, aku ketemu Amel waktu dia tugas di Bali" jawab Alex.


"Bali?" Ghani mengerutkan dahinya.


Bu Hani terdiam, dia takut dengan sikap Ghani yang terlihat berpikir dan hendak marah.


"Yang pertama ketemu itu Davin, dia ketemu di bandara, waktu aku masih nyari koper Davin yang keluarnya lama. Trus kita ketemu deh di hotel" jawab Alex.


Dia sedikit menahan diri untuk tak menceritakan malam Amelia dan Davin tidur bersama.


"Kalian ketemu di Bali? Trus apa yang terjadi?" tanya Ghani dengan wajah yang kaku seolah menahan amarah.


"Davin jatuh cinta sama Amelia, sekarang Oma minta buat nyari Amelia untuk bisa bersama Davin" jelas Alex dengan senyum senang.


"Bukan begitu Pak, aku ...."


"Katakan pada Bu Mira, dia juga tahu, kalau Amelia sudah aku usir dari rumah ini. Jikalau pun ada di sini, aku takkan mengizinkan dia menjadi istri kedua Davin. Takkan pernah. Sekarang kamu pergi dari sini, jangan pernah kembali!"


Ghani mengusir Alex, dia mendorongnya berkali-kali hingga keluar dari pagar rumahnya. Alex tak melawannya karena masih tak percaya bahwa Amelia telah diusir dari rumahnya.


"Kenapa Amelia di usir?" Alex masih bertanya.


Ghani kesal, bukannya pergi, Alex malah bertanya tentang alasan Amelia diusir. Dia hendak menghantamkan bogem mentahnya pada Alex. Namun Hani menahannya.


"Alex, cepat pulang!" ucap Bu Hani.


Alex mundur sambil menatap Ghani yang terlihat sangat marah. Dia pergi dari rumah Ghani dengan banyak pertanyaan di benaknya.


Saat masuk ke mobil, Davin menelponnya.


"Dimana Lex, makan yuk!" ajak Davin.


"Gak bisa, aku harus ketemu Oma" jawab Alex.


Dia menancapkan gasnya menuju rumah. Davin terheran dengan sikap dan jawabannya.


###

__ADS_1


Sampai di rumah, Alex menuju kamar Oma Mira. Dia hendak bicara, namun Oma Mira langsung memerintahkan sesuatu padanya.


"Kau di sini? Kebetulan sekali, beritahu semua anggota keluarga untuk pulang dan makan siang lusa" ucap Oma.


"Ada acara apa?" tanya Alex penasaran.


"Acara besar" jawab Oma.


"Tapi aku mau ngasih info tentang Amelia nya Davin Oma" ucap Alex tak sabar.


"Nanti saja, ini jauh lebih penting. Cepat kerjakan, beritahu Bella juga untuk mengundang orang tuanya" Oma tak peduli.


"Tapi Oma!" Alex berusaha.


"Kamu mulai bandel ya, makin gede makin sering melawan sekarang" keluh Oma dengan menunjukkan tongkatnya ke arah Alex.


"Oma...dengerin dulu!" Alex membujuk.


"Ok, ok, apa?" Oma menyerah dan mendongak menatap Alex.


"Amelia nya Davin adalah Amelia putri Pak Ghani" ucap Alex.


Satu kalimat, namun menyatukan semua penggalan kata-kata yang selama ini rancu di pikiran Oma Mira.


Mata Oma Mira membulat saat mendengar hal itu dari Alex.


"Aku ketemu Pak Ghani tadi, dan aku bilang sama beliau kalau Davin jatuh cinta pada Amelia. Tapi dia marah besar dan bilang kalau Amelia diusir dari rumahnya. Dan Oma tahu alasannya. Apa alasannya Oma?" jelas Alex dengan semua pertanyaan pada Oma Mira.


Oma Mira menghela keras, dia mengingat saat dokter pribadi mereka menceritakan apa yang dia dapat dari hasil pemeriksaan Amelia.


Ucapan kesedihannya mendengar gadis baik seperti Amelia bisa hamil diluar nikah dan mengecewakan kedua orang tuanya, terngiang di telinga Oma Mira.


~Jadi Amelia mengandung anak Davin?~ ucap hati Oma Mira bertanya sekaligus menyimpulkan.


"Oma! Kenapa diem aja? Apa alasan Pak Ghani ngusir Amelia? Apa dia hamil?" tanya Alex dengan mengerutkan dahinya.


Oma Mira melotot pada Alex.


"Jaga ucapan mu, satu kata bisa jadi satu kalimat, satu kalimat bisa jadi satu paragraf jika terdengar dan sampai pada orang yang salah" ucap Oma.


Alex menghela.


"Lalu apa alasannya? Pak Ghani sangat sayang sama Amelia, dia nggak mungkin ngusir Amelia tanpa alasan yang jelas" Alex berunding sendiri.


"Dia sering melawan ibunya, Hani. Mereka selalu bertikai karena ibunya selalu meminta Amelia menikah dengan pilihan mereka. Perjodohan, Amelia menolaknya, makanya dia diusir"


Oma berbohong lagi. Entah apa yang dia pikirkan, bukannya mencari Amelia untuk mendapatkan keturunan Davin. Dia malah berbohong dan menutupi semuanya.


Apa yang direncanakan Oma Mira?


\=\=\=\=\=\=>

__ADS_1


__ADS_2