CINTA DALAM HIDUP

CINTA DALAM HIDUP
46


__ADS_3

Amelia memutuskan untuk menurut pada Davin. Dia mau diantar olehnya untuk kembali ke rumah ayah dan ibunya.


"Baiklah, aku akan pulang" ucap Amelia.


Davin tersenyum, dia senang Amelia menerima saran darinya juga mau diantar olehnya.


Namun sayang, mobil anak buah Oma Mira mendekat saat Amelia dan Davin baru saja hendak keluar dari taman. Davin panik, dia meminta Amelia untuk diam dulu sejenak.


"Tunggu, kita kembali ke tempat tadi" ucap Davin.


"Ada apa?" tanya Amelia heran.


Amelia bingung dengan tingkah Davin yang seolah ketakutan. Namun Davin tetap menarik tangannya, jadi dia menurut saja dan diam sesuai keinginannya.


Amelia menunggu di kursi yang berada agak jauh dari jalan dan tak terlihat. Sementara Davin berjalan mendekat ke mobilnya.


Alex hampir saja mengatakan bahwa Davin sedang bicara dengan Amelia. Davin buru-buru datang dan bicara.


"Ayo Lex, dia tidak ada di sana!" ucap Davin.


Alex menoleh dan menatap wajah Davin, jelas dia terkejut dengan ucapannya. Karena tadi mereka sedang bicara di taman. Namun setelah melihat kode yang diberikan Davin dari wajahnya, Alex memahaminya dan ikut masuk ke mobil.


Anak buah Oma Mira juga ikut masuk kembali ke mobil dan pergi. Sementara Davin dan Alex memutar jalan dan kembali ke taman itu.


"Apa yang kau rencanakan?" tanya Alex saat Davin hendak keluar.


Davin berhenti dan menatap Alex.


"Aku memintanya kembali ke rumah orang tuanya dan tinggal di sana. Aku berjanji padanya tidak akan pernah memisahkan dia dari anaknya" ucap Davin.


Alex menatap kesungguhan dalam raut wajah Davin. Dia tahu pasti apa maksud janji itu. Dengan seluruh kepercayaan pada Davin, Alex mendukung semua keputusannya.


"Baiklah, jemput dia. Kita harus cepat pergi sebelum anak buah Oma Mira kembali lagi" ucap Alex.


Davin keluar dia lari ke arah taman hendak menjemput Amelia. Namun setelah sampai di tempat terakhir dia minta Amelia menunggu, Davin tak menemukannya.


"Kemana dia?" tanya Davin pada dirinya sendiri.


Matanya menyapu seluruh isi taman, namun Amelia tak ada. Davin menghela keras.


###


Beberapa menit yang lalu.


Amelia menunggu Davin, seperti apa yang Davin mau. Meski Dama merengek karena panas terik, Amelia tetap pada tempatnya. Tapi tak lama kemudian, seorang wanita datang dan memarahinya.


"Kau ini ibu macam apa? Kenapa membiarkan anak mu merengek kepanasan?" ucapnya sambil menepuk bahu Amelia.


Amelia terkejut, matanya menatap wajah wanita itu dan tak berkedip.


~Ayuningtyas!~ seru hati Amelia.


Ayu menghela menatap wajah Amelia, tapi dia juga merasa tak asing dengannya.

__ADS_1


"Kamu...." Ayu menunjuk wajahnya.


Amelia tersenyum merasa bahwa Ayu mengingatnya.


"Jangan-jangan kamu culik ya?" seru Ayu.


Mata Amelia membelalak, dia melambaikan tangannya menyangkal.


"Bukan Bu, aku bukan culik. Dama putra ku, aku yang melahirkannya. Aku sedang menunggu aya...."


Ucapan Amelia terhenti, dia merasa canggung hendak mengatakan Davin ayahnya Dama meskipun itu yang sebenarnya.


"Menunggu siapa?" tanya Ayu.


"Seseorang, tapi mungkin dia tidak bisa kembali. Nyonya besar pasti mengawasinya" ucap Amelia dengan bergumam di akhir kalimatnya.


"Nyonya besar?" tanya Ayu memastikan apa yang dia dengar.


Mata Amelia membulat, tak menyangka akan di dengar Ayu.


"Kamu ini, Amelia?" tanya Ayu.


Dia baru sadar setelah mengingat nama cucunya yang Harris sebut saat menerima informasi dari anak buah Harris.


"Kamu istrinya Saga?" lanjut Ayu.


Amelia yang memang sudah paham bahwa dia adalah Ayu, ibunya Saga. Hanya diam sambil menepuk punggung Dama agar lebih tenang.


Sementara Ayu diam menatapnya sejenak dan berpikir.


Ayu terus bertanya tapi Amelia tetap diam tak menjawab. Ayu memperhatikan gerak gerik Amelia yang seolah ketakutan.


"Ikut aku ke rumah" ucap Ayu.


"Tapi Bu!" Amelia hendak menolak.


"Hanya rumah ku yang nggak akan pernah Ibu Mira geledah" ucap Ayu.


Ucapan Ayu terlihat yakin di mata Amelia. Dia membuatnya percaya dan sedikit lega.


Akhirnya Amelia ikut bersamanya.


###


Davin menendang tanaman yang ada di sana, beberapa orang yang sedang main dan duduk di sana melihat sikapnya.


Alex yang merasa menunggu terlalu lama, akhirnya datang dan menghampiri Davin.


"Mana Amelia?" tanya Alex.


Davin hanya mendengus dengan keras dan kesal. Alex meraba seluruh isi taman dengan matanya untuk mencari Amelia, namun tak ada.


"Nggak ada!" ucap Alex.

__ADS_1


"Apa dia sudah ke rumah Pak Ghani?" Davin menatap Alex.


###


Di rumah Ayu.


Amelia langsung menidurkan Dama yang sedari tadi tak nyaman. Dia keluar dari kamar setelah Dama benar-benar tidur.


Amelia melihat Ayu sedang menyiapkan sesuatu di dapur. Ayu yang melihatnya langsung memintanya duduk di meja makan.


"Duduklah! Aku tadi order makanan di restoran. Kamu makan dulu ya" ucap Ayu dengan ramah.


"Terimakasih Bu!" jawab Amelia sambil duduk.


Ayu memperhatikan wajah Amelia selama dia makan.


~Apa ini? Seharusnya aku merasa canggung saat orang memperhatikan aku sedang makan, tapi aku merasa, ibu yang melihat ku dan memastikan aku menghabiskan makanan ku~ ucap hati Amelia.


"Kenapa? Gak enak?" tanya Ayu karena melihat Amelia seperti berpikir.


"Enak Bu, hanya saja.." Amelia ragu untuk mengatakan apa yang ada di pikirannya.


"Kenapa aku nggak masak sendiri? Itu yang kamu pikirin" ucap Ayu menduga.


Amelia tersenyum, karena memang bukan itu yang dia pikirkan.


"Aku nggak bisa masak, sejak kecil aku jadi aktris. Hanya harus cantik dan menghafal skrip. Nggak pernah diajari masak atau menjadi istri yang ideal" cerita Ayu.


Amelia mendengarkan sambil makan.


"Aku dengar, Saga sangat mencintai kamu. Dia tipe pria yang suka dengan wanita yang pandai masak. Kamu pasti pandai masak" duga Ayu.


"Aku juga masih belajar Bu, dulu aku juga hanya fokus bekerja dan mengejar mimpi. Masak dan menjadi ibu rumah tangga ada dalam deretan paling akhir di list hidup ku" ucap Amelia sambil tersenyum.


Mata Ayu membulat.


"Terus, kenapa memutuskan menikah dengan Saga di usia muda? Apa kalian punya anak sebelum menikah?" Ayu bertanya layaknya orang tua yang cemas pada anak-anaknya.


Glek, Amelia menelan bulat makanan yang belum sempat dia kunyah, karena terkejut dengan pertanyaan Ayu.


"Sebenarnya, aku dan Saga.."


Belum sempat Amelia menceritakan yang sebenarnya, Harris datang dan hendak menceritakan apa yang terjadi.


"Sayang! Aku datang!" seru Harris dari arah pintu.


Mata Ayu dan Amelia menatap dirinya yang juga terkejut melihat Amelia sedang duduk bersama Ayu.


"Kamu di sini?" tanya Harris.


Amelia mengalihkan pandangannya pada Ayu, dia takut Harris mengatakan keberadaannya pada Oma Mira.


"Tenang, aku akan bicara sama Harris" ucap Ayu sambil memegang tangannya.

__ADS_1


Ayu mengajak Harris masuk ke kamar bicara, sementara Amelia membereskan meja setelah dia makan.


\=\=\=\=\=>


__ADS_2