
Di sore itu, langit terlihat begitu gelap, awan-awan mendung seakan menutup seluruh langit biru dan rintik hujan pun mulai berjatuhan membasahi bumi. Elsaliani masih saja duduk di depan laptop kesayangannya. Telinganya seakan tidak mendengarkan suara gerimis yang mulai berubah menjadi hujan lebat, ia masih asyik dengan drama Korea. Elsaliani bahkan terlihat begitu larut dengan tontonannya, bahkan sesekali ia tertawa bahagia dan dalam sesaat kemudian dia bisa terdiam membisu dengan mata yang sendu.
Dengan kasar Iqbal menarik handset yang terpasang di kedua telinga Elsaliani, hal tersebut membuat Elsaliani kaget, ia langsung bangun dan dengan cepat ia langsung menutup laptopnya, ia hanya bisa berdiri dengan kepala yang tertunduk.
"Dari tadi suara bel, apa kamu tidak dengar?" Gumam Iqbal emosi.
"Maafkan El, Biar El buka sekarang pintunya."
"Menyebalkan, mulai hari ini jangan pernah lagi pakai handset, udah sana cepat lihat siapa yang datang!"
"Baik."
Elsaliani langsung berlari menuju pintu utama, ia segera membukakan pintu, namun katika matanya melihat siapa tamu yang datang, dengan sendirinya kakinya langsung melangkah mundur ke belakang. Dengan lancang sang tamu langsung masuk kedalam seakan tidak menghiraukan Elsaliani yang berdiri di hadapannya. Gadis tersebut terus melangkah masuk, sedangkan Elsaliani hany bisa mengikuti langkahnya diam-diam dari belakang.
"Sayang, sayang....kamu di mana sih? aku kangen loh! aku sengaja datang buat kamu nih!" Teriak Lestari dengan suara lantang yang menggema di seluruh ruangan. Lestari terus saja berjalan hingga masuk ke kamar Iqbal, sedangkan Elsaliani langsung menghentikan langkahnya ketika ia berada di depan pintu kamar tersebut.
"Sayang...." Lestari kembali memanggil Iqbal.
Tiba-tiba aja, Iqbal datang dari arah dapur. Ia segera menuju kamarnya mengikuti suara yang sedari tadi memanggil dirinya, di saat yang bersamaan Lestari keluar dari kamarnya Iqbal.
Dengan cepat Lestari berlari kearah Iqbal yang berdiri tepat di belakangnya Elsaliani, tanpa tunggu lebih lama lagi, Lestari langsung memeluk Iqbal dengan pelukan yang begitu erat. Setelah menyadari dengan apa yang sedang terjadi diantara pasangan romantis yang ada di belakangnya, Elsaliani langsung melangkah menjauh dari pasangan tersebut.
"Sayang, aku kangen banget sama kamu. Kenapa tidak jawab pas aku miscol tadi? Kamu tau, aku sangat-sangat merindukan kamu!" Jelas Lestari dengan posisi yang masih saja memeluk erat tubuh Iqbal.
"Sorry yang, tadi itu ponsel aku di kamar dan aku lagi di dapur. Sorry..." Pinta Iqbal dengan penuh kelembutan. Sisi yang tidak pernah di lihat oleh Elsaliani, sama sekali tidak pernah ia lihat sikapnya saat ini, romantis, lembut dan penuh kasih sayang.
Tidak ingin terus menjadi pengganggu, perlahan Elsaliani meninggalkan keduanya yang masih melepaskan rasa rindu.
"It's oke, nggak apa-apa, yang penting sekarang ini aku bisa ketemu dan meluk kamu. Pokoknya malam ini aku maunya sama kamu terus yang, aku masih kangen banget!"
"Baiklah, kamu mau kemana? aku akan membawamu kemanapun kamu mau, malam ini aku akan ikut kemana pun tempat pilihan kamu."
"Tidak yang, aku nggak mau kemana-mana." Tegas Lestari yang langsung membuat Iqbal berdecak kaget.
__ADS_1
"Maksud kamu?"
"Ya aku nggak akan kemana-mana kita di sini aja, di rumah kamu."
"Sayang, ngapain kita di sini coba? mending kita kuat oke!"
"Hm,,,, tidak sayang, aku maunya di rumah kamu aja, kita makan malam berdua di sini, cuma kita berdua."
"Tapi kenapa harus di sini? aku bisa bawa kamu ke tempat yang paling indah, ayo!"
"Nggak sayang, malam ini aku benar-benar ingin kita di sini." Tegas Lestari dan ia langsung berjalan menuju ruang TV, lalu duduk di sana, dan ternyata Elsaliani juga sedang berada di sofa ruang TV.
"Buatkan aku minum!" Perintah Lestari dengan tatapan sinis ke arah Elsaliani, dan kembali fokus pada layar kaca di hadapannya.
"Baik, mbak mau minum apa?" Tanya Elsaliani seraya bangun dari duduknya, disaat itu pula Iqbal datang ke ruangan tersebut.
"Lestari, ayo kita keluar! aku akan membawamu ke restaurant favorit kamu. Ayuo!!" Iqbal kembali membujuk Lestari untuk ikut keluar bersamanya.
"Aku mau makan malam di sini malam ini. Aku mau coba makanan yang di masak sama pembantu kami!" Tegas Lestari.
"Susu coklat panas." Jawab Lestari.
"Baik!" Jawab Elsaliani.
"Oh ya satu lagi, tolong siapkan makan malam buat kami berdua, kita akan makan malam di sini malam ini." Jelas Lestari.
"Baik mbak." Jawab Elsaliani patuh, ia segera ke dapur untuk menyiapkan pesanannya Lestari.
"Lestari kamu apa-apaan sih? aku nggak suka ya kalau kamu kayak gini. Ayo kita keluar sekarang!" Tegas Iqbal dan melangkah mendekati Lestari yang lagi menikmati tontonan do salah satu Chanel televisi.
"Kenapa? Apa kamu takut kalau gadis jelek itu akan terluka karena melihat kemesraan kita berdua?"
"Bukan itu maksud aku, ah sudahlah ayo ikut aku keluar!"
__ADS_1
"Aku nggak mau. Dan keputusan aku udah bulat, jadi jangan coba-coba untuk membujuk aku lagi!" Tegas Lestari.
"Oke fine, terserah kamu aja, aku malas berdebat sama kamu!" Tegas Iqbal dan langsung melangkah meninggalkan Lestari seorang diri di ruang TV.
Iqbal berjalan dengan perasaan jengkel, di saat yang bersamaan Elsaliani datang denhan segelas susu coklat panas di tangannya.
Tanpa sengaja tubuh Iqbal menabrak Elsaliani hingga membuat bawaan yang ada di tangan Elsaliani terjatuh ke lantai, percikan susu panas mengenai kaki kanannya Elsaliani.
"Awww, auww!" Jerit Elsaliani spontan karena rasa perih yang di rasakan kakinya yang terkena susu panas.
Tubuh Elsaliani langsung berjongkok, ia segera mencoba untuk membersihkan susu yang mengenai kakinya hingga membuat tangannya juga ikut kepanasan. Iqbal yang sedari tadi menyaksikan aksi Elsaliani langsung menghentikan tangan Elsaliani yang terus saja membersihkan kakinya.
"Berhenti, kalau begini tangan kamu juga akan ikutan terluka!"
"Tidak apa-apa tuan."
"Tidak apa-apa bagaimana maksud kamu? lihatlah tangan kamu juga ikut memerah, ayo sini!" Pinta Iqbal dengan yang masih menggenggam tangan kanan Elsaliani yabg sedari tadi ia gunakan untuk membersihkan susu panas di kakinya.
"Oh, jadi sekarang kamu sudah mulai mengkhawatirkan si buruk rupa ini? Jadi sebenarnya ini alasan kamu tidak peduli lagi sama aku selama beberapa hari ini?" Tanya Lestari dengan penuh kekesalan ketika ia datang ke situ dan melihat Iqbal yang mulai peduli pada keadaan Elsaliani.
"Tidak, bukan begitu mbak. Tuan sama sekali tidak pernah tidak peduli sama mbak." Jelas Elsaliani dan segera menarik tangannya dari genggaman Iqbal dan segera melangkah meninggalkan keduanya.
"Lestari, untuk kali ini saja, tolong tinggalkan aku sendiri!"
"Jadi kamu benar-benar....? hah, jadi sekarang si buruk rupa itu sudah mulai membuatmu terpesona?"
"Lestari cukup! aku mohon untuk hari ini saja, tolong jangan ganggu aku, pulanglah! aku akan menjelaskan semuanya besok, jadi untuk saat ini biarkan aku berfikir dengan tenang, please!!"
"Terserah kamu, aku juga mulai muak dengan tingkah kamu, aku muak dengan semua yang ada pada kamu Iqbal!" Gumam Lestari dengan penuh amarah dan emosi lalu segera keluar dari rumah milik Iqbal, tanpa peduli dengan Iqbal yang masih berdiri di hadapannya.***
❤️❤️❤️❤️❤️
Terus pantangin ya manteman😘😘
__ADS_1
semoga kalian semua menyukainya🤗🤗 n juga maaf bila novel aku kurang wow, baik dalam alur cerita maupun penulisannya😔 Aku msih belajar untuk lebih baik lagi ke depannya. Himne💪💪😌 So, mohon DUKUNGANnya dari manteman semua😘😘, jangan lupa VOTE, LIKE n KOMEN😊☺️😄😄
KAMSAHAMIDA🥰🥰