
"Sayida?" Tanya Iqbal yang kini beranjak untuk duduk di hadapan Elsaliani.
"Iya, gadis dengan mata yang begitu indah." Jelas Elsaliani dengan menundukkan pandangannya.
"Mas nggak kenal, emangnya kenapa dengan Sayida? apa yang membuat sayang cemburu padanya? apa mas kenal dengan dia?" Tanya Iqbal yang memang tidak mengingat siapa yang sedang dibicarakan oleh Elsaliani.
"Apa mas pura-pura lupa?"
"Apa dia begitu penting hingga mas harus mengingatnya!"
Elsaliani sejenak terdiam, lalu meraih ponsel Iqbal yang memang sedari tadi ada bersamanya. Elsaliani langsung menyodorkan ponsel yang ada di tangannya pada Iqbal, meski masih dengan perasaan yang masih begitu membingungkan, Iqbal mengambil ponsel miliknya lalu segera membukanya.
Perlahan membuka Chat dari nomor yang masih belum tersave di kontaknya. Mata Iqbal seakan tidak berkedip melihat foto serta beberapa chat dari nomor tersebut.
#For you Iqbal, thanks you for every think did you do for me😊#
Iqbal masih saja menatap foto-foto yang dikirimkan oleh Sayida, entah siapa yang mengambil foto dirinya yang sedang dipasangkan syal oleh Sayida, Iqbal bahkan tidak menyadari jika waktu itu ada yang memotret momen tersebut. Sayida terlihat tersenyum manis, bahkan dalam semua foto yang dikirimkan untuk Iqbal, t terlihat jelas bahwa Sayida terus saja menatap kearah Iqbal.
#I miss you so much, please remember me!#
"Aah! mas ingat sekarang, dia itu sandraan yang harus mas bebaskan waktu itu. Sayang, mas sama sekali tidak melakukan apapun selain menyelamatkan dia. Please, percaya sama mas! mas bahkan tidak mengingatnya sama sekali, mas nggak tau dia dapat nomor mas dari mana, dan soal foto itu...."
"El percaya sama mas!" Ungkap Elsaliani yang langsung memotong penjelasan Iqbal.
"Sayang..."
"Ini semua adalah resiko bagi El, suami El begitu tampan dan gagah membuat semua wanita ingin memilikinya. Bukan salah mas jika mereka jatuh cinta sama mas, El paham. Maaf karena El malah membuat mas terluka."
"Jangan bersikap seperti tadi lagi, jika ada masalah jangan di pendam sendiri, cerita sama mas!"
"Tolong peluk El!" Pinta Elsaliani dengan suara yang begitu lemah.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Iqbal langsung memeluk erat tubuh Elsaliani.
"Mas akan blok nomor dia!"
"Tidak perlu mas, biarkan saja." Ujar Elsaliani yang mengeratkan kedua tangannya di pinggang Iqbal.
'Cup' bibir Iqbal mendarat sempurna di kening Elsaliani bersamaan dengan suara kamera yang mengabadikan momen mesra tersebut.
"Kenapa di foto?"
"Jika sayang melarang mas untuk memblokir nomor dia, maka mas harus memperkenalkan wanita tersayang mas padannya." Jelas Iqbal.
Iqbal langsung mengirimkan foto yang baru saja dia ambil untuk Sayida, tak lama berselang sebuah chat kembali masuk.
#Is she your young sister?#
__ADS_1
#She is MY WIFE!" Iqbal dengan tegas langsung menjawab pertanyaan Sayida, membuat gadis tersebut langsung off seketika.
"Apa yang mas katakan?" Tanya Elsaliani penasaran ketika melihat sang suami melemparkan ponselnya ke atas kasur.
"Mas hanya memperkenalkan istri sah mas!" Jelas Iqbal lalu menenggelamkan wajahnya di bahu Elsaliani.
"Mas..."
"Hmmmmm, sebentar saja! saat ini mas butuh charger tenaga yang banyak, tenaga mas terlalu banyak terkuras memikirkan sayang yang tiba-tiba bersikap dingin sama mas."
"Sorry!" Pinta Elsaliani yang mendekap wajah Iqbal dengan kedua tangannya.
Elsaliani terus menatap lekat wajah sendu sang suami, lalu mengecup lembut bibir Iqbal, Elsaliani terus terbawa suasana, ia begitu nyaman bisa bermanja pada sang suami tercinta. Setelah puas dengan hasratnya, Elsaliani segera menenggelamkan wajah merah meronanya di dada Iqbal, bahkan ketika Iqbal berusaha untuk melirik wajah Elsaliani, Elsaliani malah semakin menyembunyikan wajahnya.
"Istirahatlah! karena nanti sore bunda mengajak kita semua menghabiskan waktu sambil menikmati matahari tenggelam selanjutnya kita akan makan malam bersama diluar sambil menikmati keindahan laut malam." Jelas Iqbal.
"Pasti akan sangat menyenangkan! El jadi nggak sabar menanti sore datang!" Jelas Elsaliani kegirangan lalu kembali mengadahkan wajahnya untuk menatap wajah Iqbal.
"Wajah sayang masih memerah tuh? apa harus mas bantu untuk menormalkannya kembali?"
"Ishhhh apaan sih!" Ujar Elsaliani yang kembali tersipu malu.
'Cup'
"Mas!" Seru Elsaliani yang langsung memukul dada Iqbal.
Iqbal seakan tidak memberi jeda untuk Elsaliani menghindar dari dirinya, setelah membaringkan tubuh sang istri secepat kilat Iqbal langsung menghadang pandangan Elsaliani, dengan kedua tangan yang bertumpu pada kasur, berusaha untuk tidak menindih perut besar sang istri, Iqbal terus mendekatkan wajahnya kearah Elsaliani.
"Om....!" Seru Roger lantang, setelah membuka pintu kamar Iqbal.
"Apa yang om lakukan? apa tante El sakit? apa my princess baik-baik aja?" Rakes melemparkan pertanyaan yang bertubi-tubi, wajahnya terlihat begitu khawatir.
"Dasar pengganggu!" Gumam Iqbal kesal dengan suara pelan, membuat Elsaliani tersenyum geli.
Iqbal segera bangun, sedangkan Rakes dan Roger langsung berlari menaiki tempat tidur dan segera mendekati Elsaliani, bahkan dengan kasar Roger menyingkirkan Iqbal agar menjauh dari Elsaliani.
"Dasar tuyul, selalu aja muncul merusak mood orang yang lagi semangat-semangatnya!" Kesal Iqbal yang terpaksa harus memberi ruang untuk Rakes dan Roger membuat dirinya mau tidak mau harus menjauh dari Elsaliani.
"Apa tante dan my quen baik-baik aja?" Tanya Roger yang langsung menyentuh perut Elsaliani.
"Quen oke abang Roger!" Jawan Elsaliani dengan suara manja.
"Terus kenapa tadi....?" Pertanyaan Rakes langsung di slip oleh Elsaliani.
"Tadi itu om Iqbal mau bantu tante bangun!" Bohong Elsaliani.
"Ooooo...." Jawab Roger dan Rakes mengangguk-angguk mengerti.
__ADS_1
"Sayang....!" Panggil Erina yang berdiri di depan pintu kamar yang terbuka lebar.
Erina segera mendekat ketika melihat kedua jagoannya berada di dalam kamar tersebut.
"Sayang, jangan ganggu tante El, tante El butuh istirahat yang cukup, sekarang ayo kembali ke kamar." Ajak Erina.
"Nggak apa kok kak, biar mereka disini aja!" Jelas Elsaliani.
"Nggak apa gimana? mereka buat..." Gumam Iqbal.
"Mas!" Tegas Elsaliani dengan mata yang seakan siap menerkam Iqbal jika saja ia melanjutkan ucapannya.
"Hmmmmm ada yang keganggu rupanya, lagian nagih jatah kok siang sih, disini lagi rame, malam aja, masih bisa nahan kan?" Gumam Erina menggoda Iqbal.
"Mau gimana lagi..." Lagi-lagi Iqbal menghentikan ucapannya karena tatapan Elsaliani.
"Udah, Rakes dan Roger ikut mama yok, mama mau ajak kalian beli es cream, ayo!" Ajak Erina.
"Ayo mah!" Seru Roger penuh semangat dan langsung turun dari tempat tidur.
"Apa tante mau? nanti bakal aku belikan!" Jelas Rakes.
"Hmmm tante pesan satu deh!" Ujar Elsaliani.
"Siaaap, ayo ma...!" Ujar Rakes.
"Silahkan dilanjutkan lagi yang sempat tertunda!" Ujar Erina dengan senyum menggoda.
Erina langsung keluar dari kamar tersebut bersama Rakes dan Roger. Setelah ketiganya keluar, dengan cepat Iqbal berlari kearah pintu lalu mengkuncinya.
"Mas....!"
"Mas ingin istirahat tanpa ada yang mengganggu kita!" Jelas Iqbal yang langsung berbaring di sisik kanan Elsaliani lalu berusaha memeluk sang istri.
"El sayang mas!" Ucap Elsaliani sambil mengusap lembut tangan Iqbal yang melingkar di pinggangnya.
"Mas lebih sayang sama sayang!" Ucap Iqbal lalu mengecup pipi Elsaliani.
Keduanya memejamkan mata, untuk sejenak melepas lelah dari segala hal yang begitu melelahkan.***
____________
Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE@ ya manteman😊😊😊
Tetap setia sama Cinta Elsaliani 🥰🥰🥰🥰
KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1