Cinta Elsaliani

Cinta Elsaliani
42.


__ADS_3

"Jadi El benar-benar akan pergi dari rumah kita ini?" Tanya Iqbal dengan mata yang terus menatap dalam wajah Elsaliani.


"Iya. Mas, El janji kalau El tidak akan kembali lagi. El tidak akan menuntut apapun pada mas, El nggak akan lagi mengganggu hubungan mas dan mbak Lestari, jadi El mohon jangan ambil baby dari El, biar El membawanya." Jelas Elsaliani.


"El...."


"Mas, El mohon berikan baby ini untuk El!" Tangis Elsaliani pecah dengan tubuh yang langsung berlutut di kaki Iqbal.


"El...."


"Mas, maaf karena selama ini telah merusak kebahagiaan mas, tolong maafkan juga Abi dan umi yang telah membiarkan pernikahan ini terjadi. Maafkan El, maaf karena telah berani mencintai mas yang begitu sempurna, maaf karena El telah lancang menyentuh mas, maaf karena telah mengambil hak yang tidak seharusnya El ambil dari mas, maaf!" Pinta Elsaliani.


"Pergilah!"


"Terima kasih. Soal perceraian kita, biar El yang urus. El akan jelaskan semuanya pada bunda dan bapak agar mereka tidak salah paham pada mas. Soal Abi dan umi, mas tidak perlu khawatir, mereka pasti akan paham , karena memang sedari awal putri mereka ini memang tidak layak bersanding dengan kapten Ahmad Iqbal Ardimas Saka. El mencintai mas, Wallahi!" Jelas Elsaliani.


"Cerai? yang memutuskan cerai atau tidak adalah mas, bukan kamu El. Mas mengizinkan kamu pulang bersama Abang Rizal bukannya menceraikan mu!"


"Maksud mas?"


"Dua hari, mas mengizinkan kamu pulang ke rumah Abi hanya selama dua hari, setelah itu mas akan datang untuk menjemputmu!" Tegas Iqbal penuh penekanan.


"Mas..."


"Dan soal baby, mas nggak akan menyerahkan dia buat El, karena mas sendiri yang akan membesarkannya." Jelas Iqbal.


"Membesarkannnya? maksud mas?" Tanya Elsaliani yang tidak bisa mencerna dengan baik ucapan Iqbal.


"Mas yang akan merawat dan menjaga dia hingga dia tumbuh menjadi anak yang bisa membuat kita bangga."


"Jika mas menginginkan kedatanganya, lalu kenapa tadi pagi mas ingin membunuhnya?" Tanya Elsaliani semakin tidak mengerti dengan apa yang sedang ada di pikiran Iqbal.


"Membunuh? El apa yang kamu pikirkan?"

__ADS_1


"Bukankah tadi pagi mas ingin mengugurkan baby?" Tanya Elsaliani.


"Hah!!! El, mas memang kejam, tapi mas tau apa yang boleh dan tidak boleh mas lakukan. mas hanya mau memastikan bahwa kamu memang benar-benar sedang hamil."


"Jadi?"


" Mas nggak pernah menyangka kalau kamu akan berpikiran sekotor itu tentang mas. Mas memang jahat selama ini sama El, tapi untuk membunuh, mas sama sekali tidak punya niat untuk melakukannya, baik pada El ataupun baby kita"


"Mas...." Desah Elsaliani dengan suara melemah, setelah mendengar bahwa yang sedari tadi dirinya telah berburuk sangka pada sang suami.


Elsaliani kembali mendekati Iqbal lalu menyentuh tangan kanan Iqbal dan membimbing tangan tersebut untuk mengelus lembut perut ratanya.


"Dia ada di sini mas, darah daging mas. Baby kita benar-benar sedang berada di sini." Jelas Elsaliani dengan mulai mencoba untuk tersenyum.


"Benarkah baby ada di sini? ayah sayang sama baby, baik-baik di sini sayang! maaf karena membuatmu ketakutan! maaf karena kamu harus terlahir dari seorang ayah yang bahkan tidak layak di sebut sebagai seorang ayah, maaf karena tidak bisa menjadi ayah yang baik buat baby." Ungkap Iqbal dan kemudian mengecup bagian perut Elsaliani lalu memeluknya erat.


"Jadi, El boleh memiliki baby ini? Mas tidak sedang bercanda kan?" Tanya Elsaliani mencoba memastikan.


"Mas, terima kasih banyak. El benar-benar sangat berterima kasih untuk semua kebahagiaan ini! dan juga maaf karena El sudah salah menilai mas!" Ucap Elsaliani.


Perlahan Elsaliani memberanikan diri untuk menyentuh wajah Iqbal lalu menatapnya dalam selama beberapa menit lamanya.


"Ini semua nyatakan mas? El tidak sedang bermimpi kan?"


"Ini sungguhan sayang." Ujar Iqbal dan langsung mendekap tubuh Elsaliani.


Iqbal semakin mengeratkan rangkulannya, pelan-pelan Elsaliani mulai membalas pelukan Iqbal.


"Terima kasih banyak mas!" Ucap Elsaliani dengan tangis bahagia.


Iqbal melepaskan pelukannya, kini ia malah balas menatap Elsaliani dan cup, Iqbal mengecup lembut bibir sang istri.


"El, mas akan terus berusaha untuk menerima semua ini. Mas mencintaimu dan juga baby kita, jadi berikan mas kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Ke depannya, jika ada hal yang terjadi di antara kita, maka bicarakan secara baik-baik, jangan selalu memutuskan segala hal dengan pikiran El yang belum pasti kebenarannya. Mas ingin berubah, dan mas butuh El untuk melewati segala prosesnya. Tegur mas jika mas berbuat salah! I love you, El untuk selamanya." Jelas Iqbal dan kembali mengecup bibir Elsaliani.

__ADS_1


----------------------------


Dengan berlari- lari kecil, Elsaliani segera menuju pintu depan, lalu dengan cepat ia membukakan pintu, berharap bahwa tamu yang datang adalah Rizal. Namun, setelah melihat siapa yang kini berada di ambang pintu, seketika membuat raut wajah Elsaliani langsung berubah, ia mulai khawatir dengan kedatangan Lestari, sedangkan Lestari langsung menerobos masuk tanpa peduli pada Elsaliani yang masih saja berdiri mematung.


Lestari terus memeriksa ke semua ruangan yang ada di dalam rumah, ia terus meneriakkan nama Iqbal sedari pertama ia masuk.


" Mas sedang tidak ada di rumah?" Jelas Elsaliani yang terus saja mengikuti langkah Lestari ke seluruh seluk beluk sekolah.


"Heh, perempuan jelek! apa yang sudah kamu lakukan pada kekasihku? kamu sengaja main guna-guna untuk merebut Iqbal dari aku kan? Ayo ngaku!" Gumam Lestari dengan penuh amarah dan tangan yang langsung menampar kasar wajah Elsaliani.


Dengan kasar Lestari kembali menarik kerudung yang Elsaliani kenakan, ulah Lestari tersebut membuat tubuh Elsaliani terpental beberapa langkah kebelakang, hingga membuat tubuh Elsaliani jatuh ke atas sofa yang ada di ruang tamu.


"Apa maksud mbak? El tidak paham!" Gundah Elsaliani.


"Udah kamu jujur aja sekarang! anak yang sedang berada dalam kandungan mu itu pasti bukan anak Iqbal kan? karena aku tau kalau Iqbal sama sekali tidak akan pernah mau menyentuh kamu! Katakan anak siapa itu?" Gumam Lestari dengan penuh amarah.


"Apa maksudnya? adek, ada apa ini? siapa wanita itu? kenapa dia begitu kasar, dan soal anak? anak siapa yang sedang kalian bicarakan?" Tanya Rizal yang baru saja datang lalu mendengar segala pembicaraan kedua gadis tersebut.


"Abang....." Seru Elsaliani yang langsung mengalihkan pandanganya pada Rizal.


Elsaliani segera bangkit dari sofa, lalu perlahan melangkah mendekati Rizal yang masih berdiri di ambang pintu dengan raut wajah yang terlihat jelas begitu kebingungan dengan apa yang sedang terjadi.***


_________________


Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE@ ya teman2 semuanya😊😊


Oh iya, ayo kenalan dulu sama novel terbaru aku🤗🤗 dengan judul BAD BOY AND I🥰🥰


ceritanya gk kalah seru kok, Hm....bercerita seputar kehidupan kelam Zain di masa kecil, hingga membuat dia memutuskan untuk menghabiskan seluruh sisa hidupnya seorang diri tanpa peduli pada siapapun. Hidup tapi bagai tidak pernah ada di dunia ini. kurang lebih begitu lah kira2 sinopsis@😅


Di tunggu kunjungan@😉🙃


KaMsaHamida ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2