Cinta Elsaliani

Cinta Elsaliani
62.


__ADS_3

Malam mulai larut, membuat suasana kian sepi, para ibu-ibu dan anak-anak yang sudah beristirahat membuat suasana yang awalnya bak pasar kini mulai damai kembali, di ruang tamu hanya ada para bapak yang masih asyik menonton pertandingan bola kaki yang terputar di layar televisi.


Di dapur sana, Elsaliani tampak begitu lahap menyantap makan malamnya. Ia masih saja kembali menambah padahal sudah dua kali piringnya kosong, pemandangan tersebut membuat Mikeal tersenyum dan sesekali malah tertawa karena melihat Elsaliani yang terlihat lucu ketika memasukkan makanan hingga memenuhi mulutnya.


"El, nggak ada yang akan merebut jatah makananmu, jadi makannya pelan-pelan aja." Jelas Mikeal.


"Makan lebih nikmat kalau kayak gini!" Jelas Elsaliani dengan mulut yang masih di penuhi dengan makanan.


"Nih, minum dulu! terserah kamu ajalah mau makan pakek gaya apa, orang hamil mah bebas mau gimana aja!" Jelas Mikeal dengan tangan yang langsung menyodorkan segelas air putih.


Elsaliani segera menerima gelas tersebut lalu meneguk semua isinya.


"El minta minumnya lagi Abang!" Pinta Elsaliani dan kembali menyerahkan gelas yang sudah kosong kearah Mikeal.


Namun sebelum gelas tersebut di ambil oleh Mikeal, sebuah tangan lebih dulu mengambilnya, membuat pandangan Elsaliani dan Mikeal langsung tertuju pada pemilik tangan tersebut.


"Biar aku yang ambilkan!" Jelas Khaira.


"Kak Khaira, kapan sampainya? kok dari tadi El nggak lihat? Khairil di mana?" Tanya Elsaliani.


"Tadi lepas magrib, Khairil udah tidur sama umi dan nenek. Kamu terlalu sibuk sama suamimu sih makanya nggak lihat pas aku datang!" Jelas Khaira yang kembali menyodorkan gelas yang telah kembali terisi air.


"Terima kasih. Kakak sehat?"


"Alhamdulillah. Sementara kamu udah hamil, aku malah masih sibuk nyari jodoh." Jelas Khaira lalu tersenyum.


"Setiap orang punya waktu yang berbeda-beda kak, meski jodoh El lebih dulu datang, siapa tau jodoh kakak yang datang terlambat malah orang yang sangat kakak idamkan. Tidak ada yang tau tentang jodoh."


"Semoga saja El, ya udah aku kembali ke kamar dulu ya, selamat malam adik ipar!" Jelas Khaira lalu bergegas pergi meninggalkan Elsaliani dan Mikeal yang masih menatap heran atas ucapannya yang terakhir.


"Adik ipar..." Ujar Elsaliani dan Mikeal hampir bersamaan.


Keduanya saling menatap heran lalu akhirnya tertawa lepas.


"Kak Khaira pikir Abang Mikeal suami El." Seru Elsaliani yang masih saja tidak bisa menghentikan tawanya.


"Apa dia tidak datang di hari pernikahan El? kenapa bisa dia berfikir kalau aku ini suami El."


"Waktu itu kak Khaira masih di Mesir. Biarin aja lah, salah sendiri kenapa nggak tanya dulu sebelum berpersepsi, jadi salah target kan!" Jelas Elsaliani.


"Itulah makanya kalau malu bertanya sesat di jalan! sesatkan pikirannya sekarang!" Cetus Mikeal.


"Besok akan El kenalkan dia dengan mas Iqbal dan juga Abang Mikeal biar nggak ada lagi salah paham."


"Oke, jangan lupa bilang juga kalau aku ini masih jomblo ya!" Jelas Mikeal dan kembali tertawa.

__ADS_1


---------------------------


"Secepatnya akan aku selesaikan, dalam beberapa hari ke depan aku akan segera mengatasinya. Kalau nggak ada lagi yang ingin dibahas aku tutup panggilannya sekarang, aku lagi ada urusan." Jelas Iqbal.


"Baik kapten!" Jawaban tegas dari seberang sana.


Iqbal langsung mengakhiri teleponan nya, setelah mematikan ponsel miliknya lalu mengantonginya di saku celana. Iqbal yang memang sedari tadi sedang menerima telpon dari salah satu prajurit bawahannya, memilih untuk berada di teras agar bisa berkomunikasi dengan baik, hingga membuatnya meminta Mikeal untuk menemani Elsaliani yang sedang makan di meja makan sana.


Iqbal kembali masuk kedalam, namun tanpa sengaja ia malah menabrak seorang gadis yang hendak keluar, hingga membuat gadis tersebut terjatuh, dengan sigap Iqbal segera mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri.


"Maaf, aku lagi buru-buru jadi aku nggak lihat kamu keluar! sekali maaf!" Pinta Iqbal yang langsung membantu gadis terebut bangun.


(Sempurna! mahakarya yang begitu indah, bagaimana bisa ada makhluk yang sebegini perfec! Tubuh atletis, tinggi menjulang, wajah tampan, senyuman menawan, penampilan keren, wowww kenapa bisa sang pangeran nyasar ke rumah Abi? wah wah wah, harus gercep nih, sebelum di selip sama yang lain) Bisik hati Khaira ketika kedua matanya menatap Iqbal yang masih berdiri tegap di hadapannya.


Khaira masih saja memandang setiap inci dari tubuh Iqbal. Iqbal yang menyadari dirinya di tatapan dengan begitu dalam langsung melangkah mundur.


"Apa kamu baik-baik saja?"


Pertanyaan Iqbal bahkan tidak membuat Khaira berhenti memandangnya.


"Are you oke?" Tanya Iqbal lagi kini sambil menlambai-lambaikan tangan kirinya di depan wajah Khaira, hingga membuat gadis tersebut bangun dari lamunannya.


"Eh, hmm...I oke!" Jawab Khaira dengan wajah yang tersipu malu.


"Eh, maaf." Ujar Khaira lalu menyingkir dari depan pintu.


Iqbal segera melangkah masuk, meninggalkan Khaira begitu saja. Dengan langkah terburu-buru Iqbal kembali di meja makan, di mana Elsaliani dan Mikeal masih duduk manis sambil bersenda gurau karena memang Elsaliani telah menyelesaikan acara makannya dari beberapa menit yang lalu.


"Gimana? apa masalahnya udah beres? apa kita harus langsung beroperasi besok?" Tanya Mikeal ketika melihat Kedatangan Iqbal.


"Semua udah beres, Minggu depan kita gerak. Dan terima kasih karena sudah menemani El makan!" Jelas Iqbal.


"Udah nggak perlu berterima kasih gitu, El itu ipar aku, jadi santai aja! kalau gitu aku ke kamar dulu, selamat malam." Jelas Mikeal.


"Selamat malam, dan terima kasih!" Ucap Elsaliani.


"Jangan hanya terima kasih aja El, jangan lupa dengan pesanan aku ya, ingat besok!" Tegas Mikeal yang langsung menghilang dari pandangan Iqbal dan Elsaliani.


"Sayang janji apa sama bocah itu?" Tanya Iqbal yang terlihat begitu penasaran.


"Rahasia!"


"Loh kok gitu?"


"Terserah El dong! mas baby ngantuk ayo kita tidur!" Ajak Elsaliani yang langsung memasang wajah manja.

__ADS_1


"Ayo, hati-hati sayang!" Pinta Iqbal yang langsung membantu Elsaliani untuk bangun dari kursi lalu merangkul tubuh sang istri membimbingnya kembali ke kamar dengan begitu hati-hati.


"Mas, lebay banget sih! El bisa jalan sendiri kok!" Jelas Elsaliani yang kini telah berbaring di kasur.


"Mas tau sayang kuat, baby juga kuat, tapi tetap aja mas mau menjaga sayang dan baby dengan baik, mas nggak mau sesuatu yang buruk terjadi, mas nggak mau menyesal untuk yang kedua kalinya!" Jelas Iqbal.


Kedua tangan Iqbal menyentuh lembut wajah Elsaliani lalu mengecup kening sang istri. Perlahan tangan Iqbal mulai beralih mengelus perut besar Elsaliani, tangan Elsaliani beranjak lalu menggenggam lembut tangan milik Iqbal yang masih mengelus pelan perutnya.


"Tidak ada yang harus di sesalkan mas! kebahagiaan itu nggak bisa datang dengan mudah, butuh perjuangan panjang, dan semua yang kita lalui selama ini adalah tangga yang memang harus kita naiki agar kita sampai di titik bahagia ini. Sekarang mas dan El telah memiliki segalanya, tugas kita selanjutnya adalah mempertahankan dan menjaga semua yang kini telah menjadi milik kita, semoga cinta kita kan abadi selamanya, meski maut datang, mas tetaplah satu-satunya lelaki yang El cintai dunia akhirat. Sayang love sayang!" Jelas Elsaliani.


Meski pelan, Elsaliani mulai bergerak bangun dari tidurnya, ia terus mendekat lalu 'Cup' bibir Elsaliani menyentuh bibir sang suami.


"Sayang...!" Ujar Iqbal lalu mengambil alih mendominasi ciuman mereka.


"Ayo tidur!"


Iqbal membantu Elsaliani untuk kembali berbaring dan ia pun ikut berbaring di samping Elsaliani. Hanya selang beberapa menit, Elsaliani mulai merubah posisi tidurnya, dan hal itu berulang kali ia lakukan membuat Iqbal kembali duduk lalu mencoba membawa sang istri ke dalam dekapannya.


"Apa begini nyaman?" Tanya Iqbal.


"Sedikit lebih nyaman dari yang tadi!"


"Sayang, jika sayang butuh mas, katakan! mas nggak mau sayang dan baby kenapa-napa."


"Hmmm"


Elsaliani kembali bangun lalu mencoba untuk tidur dengan berbantalkan paha sang suami dengan tangan yang masih menggenggam tangan sang suami yang sedari tadi begitu setia mengelus perutnya.


"Selamat malam sayang!"


"Mas, jika mas capek, segera bangunkan El!"


"Mas nggak akan capek buat sayang dan baby, udah cepetan tidur, tidur yang nyenyak sayang." Jelas Iqbal.


Elsaliani mulai memejamkan mata, mencoba untuk terlelap.***


_________________


Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE@ ya manteman 😊😊😊


Tetap setia sama Cinta Elsaliani 🥰🥰🥰


Love you all 😘😘


KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2