Cinta Elsaliani

Cinta Elsaliani
76.


__ADS_3

Sejenak semuanya hening seketika, semua mata begitu fokus menonton detik-detik terakhir dari flym 'Habibi Ainun', hingga flym berakhir dan sountrack yang terasa begitu menggema mengalunkan kehangatan dalam setiap hati.


"Bunda, tolong lamar Amanda untuk jadi Ainun ku!" Tegas Mikeal yang sontak membuat semua orang menatapnya terlebih Khaira yang langsung melayangkan tatapan bingung ples rasa tak percaya akan yang baru saja ia dengar.


Berbeda dengan Khaira, Amanda justru langsung mendaratkan tinjunya di bahu Iqbal hingga beberapa kali.


"Nggak lucu! haishhh becandaannya kelewatan." Gumam Amanda dengan wajah yang telah memerah sempurna.


"Apa ucapan mu serius Mikeal?" Tanya Adimaja.


"Seriusnya pakek banget, kalau bapak dan bunda nggak mau, biar nanti aku hubungi mama aja." Jelas Mikeal.


"Udah ah, jangan dengerin omong kosongnya abang Mikeal, iya kali mau lamar, aku masih sekolah." Jelas Amanda.


"Kan cuma ngalamar, nggak langsung nikah. Kamu tenang aja aku akan tunggu sampai kamu lulus, setahun lagi kan?" Tanya Mikeal.


"Apaan sih, aku ngantuk! mending aku tidur." Tegas Amanda dan langsung bergegas pergi meninggalkan ruangan tersebut.


"Bukannya kemaren kamu suka sama Khaira?" Tanya Zulfa.


"Itu kemaren umi. Kalau di lihat-lihat lagi, Khaira terlalu sempurna untuk ku, dia wanita yang hebat aku nggak akan sebanding dengan dia, lagi pula Manda kelihatan lebih cocok aja sama aku." Jelas Mikeal.


"Kamu yakin? kalau emang iya biar besok aku bicara sama papa dan mama." Jelas Rizal.


"Yakin." Jawab Mikeal pasti dan ikut beranjak dari ruangan tersebut.


"Khaira, apa kamu yang menolak Mikeal?" Tanya Ismail.


"Hmmmm" Jawab Khaira yang begitu kebingungan.


"Abi bukannya apa, cuman abi takut aja kalau Mikeal menjadikan Manda sebagai pelampiasannya. Tapi jika memang benar Mikeal sudah yakin dengan pilihannya, apa boleh buat." Lanjut Ismail.


"Biar aku tanyakan lagi sama Mikeal." Tegas Iqbal dan ikut menyusul Mikeal.


"Sudahlah, biar Mikeal yakinkan dirinya dulu, baru kita ambil tindakan. Ayo kita istirahat, udah jam sepuluh." Jelas Adimaja.


"Ya udah, selamat malam semuanya." Ujar Ayu.


"Bawa Mikeal tidur sana, kasian dia udah ketiduran dari tadi." Jelas Zulfa.


"Iya umi, kalau begitu abang duluan, ayo Arumi!" Ajak Rizal.


Rizal langsung menggendong Mikeal junior lalu membawanya ke kamar dengan di susul oleh Arumi. Zulfa, Ayu, Adimaja dan Ismail pun beranjak ke kamar tamu untuk istirahat. Setelah semuanya pergi, ruangan tersebut hanya ada Elsaliani yang baru saja bangun lalu duduk dengan bersandar di sofa dan Khaira yang masih betah di tempatnya yang tadi.


"Apa yang sebenarnya terjadi sama Mikeal? kenapa tiba-tiba dia malah melamar Amanda bukankah dia begitu terobsesi sama aku? apa yang kamu katakan padanya?" Tanya Khaira.


"Kak Khaira, El sama sekali nggak ada hubungannya dengan perubahan abang Mikeal, El nggak tau apa-apa!" Tegas Elsaliani.

__ADS_1


"Nggak tau apa-apa? apa kamu yakin dengan jawabanmu? El aku tau kalau sejak dulu kamu iri kan dengan hidup aku?"


"Iya, El memang iri sama kak Khaira yang selalu unggul dalam segala hal, selalu mendapatkan apa yang kakak inginkan dengan begitu mudah, tapi El sama sekali nggak pernah merenggut apapun milik kakak, El sama sekali tidak pernah merampas apapun yang kak Khaira miliki."


"Bukankah dulu kamu pernah merebut Luthfan dari aku."


"Abang Luthfan? El sama sekali tidak menjalin hubungan apapun dengan abang Luthfan, jadi apa selama ini kak Khaira berfikir kalau El merebut abang Luthfan dari kakak?"


"Sudahlah El! jangan berlagak bodoh. Luthfan melamar kamu dan mencampakkan aku! kamu menggodanya kan?" Tanya Khaira yang mulai di penuhi dengan amarah.


"Nggak! El sama sekali tidak tau apa-apa. Jika memang abang Luthfa pernah melamar El, bukan berarti El yang menggodanya, El bahkan sama sekali tidak pernah jatuh cinta pada abang Luthfan, sedikitpun tidak pernah." Tegas Elsaliani.


"Udahlah El berhenti bersikap polos di hadapan aku, aku muak! dan aku juga sudah muak berlagak baik sama kamu. Ingat hidung di balas hidung, mata di balas mata, bagitulah hukumnya. Kamu merebut kekasih aku, dan sekarang aku yang akan merebut suami kamu, karma itu kisah nyata El. Ingat itu baik-baik! dan soal Mikeal, aku yang akan mengurusnya sendiri, bukankah dia akan menjadi jembatan yang mengantarkan aku pada Iqbal." Tegas Khaira dan bergegas meninggalkan Elsaliani.


Elsaliani masih duduk mematung, ia terus berusaha untuk memahami semua ucapan Khaira yang baru saja ia dengar.


-----------------------


"Kenapa berpaling dari Khaira?" Tanya Iqbal.


Iqbal ikut duduk di atas tembok pembatas teras tepatnya di sebelah Mikeal yang telah lebih dulu duduk di sana.


"Bukankah tadi aku sudah mengatakannya, dia terlalu sempurna untuk aku!" Jawab Mikeal.


"Terlalu sempurna atau dia terlalu ganjen untuk di jadikan sebagai istri?"


"Jadi kamu yang mengirimkan foto untuk El?"


"Foto apa? aku tidak paham."


"Aku yang di peluk oleh Khaira, kamu kan orangnya? apa sejak kejadian itu perasaanmu berubah pada Khaira?"


"Oke fine, aku salah, aku minta maaf! aku hanya ingin El tau kalau kakak sepupunya itu berniat jahat padanya." Tegas Mikeal.


"Kamu tau, perbuatanmu kemaren bisa membahayakan kesehatan El dan kandungannya."


"Aku minta maaf!"


"Sudahlah! aku akan melamar Amanda untuk kamu. Tapi ingat, jangan pernah jadikan Amanda sebagai tempat pelarian mu, karena jika itu terjadi aku yang akan memenggal lehermu!" Jelas Iqbal.


"Terima kasih!" Jawab Mikeal dengan senyuman.


"Dan satu lagi, jangan bicara apapun sama abang Rizal, walau bagaimanapun Khaira juga adik sepupunya abang Rizal, jangan rusak hubungan keduanya, karena jika abang Rizal sampai tau, dia pasti akan sangat marah sama Khaira, atau bahkan sampai membencinya."


"Iya, aku akan diam."


"Aku masuk duluan, jangan tidur terlalu larut, besok kita ada latihan." Jelas Iqbal dan langsung kembali ke dalam rumah.

__ADS_1


"Semoga abang dan El selalu bahagia. Tidak akan ada lagi perusak hubungan kalian, aku tidak ingin kalian pisah." Ucap Mikeal.


------------------


"Kenapa masih duduk disini?" Tanya Iqbal ketika mendapati Elsaliani yang masih duduk di ruang keluarga.


"Perut El keram mas!" Bohong Elsaliani.


"Sorry karena membuat sayang menunggu lama. Apa masih keram?" Tanya Iqbal yang kembali mendekat lalu menyentuh perut besar sang istri dan mengelusnya pelan.


"Nggak lagi kok!" Jawab Elsaliani yang mencoba tersenyum.


Elsaliani terus mendekat lalu menyandarkan kepalanya di dada kekar sang suami dengan tangan kanan yang berusaha menyentuh wajah Iqbal lalu menatapnya dalam.


"Ada apa sayang?" Tanya Iqbal yang juga balik menatap wajah Elsaliani.


"Hanya rindu, El rindu mas!" Jelas Elsaliani dengan tetesan air mata dan perlahan mengecup dagu sang suami.


"Apa sayang butuh charger tenaga yang banyak, dengan senang hati akan mas berikan!" Jelas Iqbal yang langsung mendaratkan bibirnya di dibibir sang istri lalu merangkulnya semakin erat kedalam pelukan.


"Mas akan tetap terus seperti ini sama El kan? Mas nggak akan meninggalkan El kan? meski yang lebih sempurna datang menghampiri?" Tanya Elsaliani sambil memainkan tangan kanannya di ujung kaos Iqbal.


"Jika yang datang bidadari kayangan sekalipun, mas akan tetap memilih sayang, bahkan jika segala hal di dunia ini berubah mas pastikan kalau rasa sayang dan cinta mas tidak akan pernah berubah terhadap sayang dan baby." Jelas Iqbal.


"Terima kasih untuk semua kebahagiaan ini!" Ucap Elsaliani.


"Terima kasih aja nih?, khhmmmmm!"


"Terus?"


"Excellent service please!"


"Mas apaan sih? jangan aneh-aneh deh!" Ujar Elsaliani yang mencoba melepaskan tubuhnya dari dekapan Iqbal.


Usaha Elsaliani malah membuat Iqbal semakin mengeratkan pelukannya, lalu dengan sigap kedua tangan Iqbal langsung mengangkat tubuh Elsaliani.


"Mas, El bisa jalan sendiri!"


"Tapi mas mau menggendong sayang dan baby! udah jangan gerak, mas hanya butuh excellent service aja kok!" Jelas Iqbal yang terus melangkah menuju kamar.


Elsaliani berusaha menyembunyikan wajahnya yang telah memerah sempurna, sedangkan Iqbal tersenyum penuh kemenangan, Iqbal kembali menutup pintu kamarnya lalu menghabiskan malam yang indah bersama sang istri tercinta.***


____________________


Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE@ ya Manteman semuanya😊😊


Tetap setia sama Cinta Elsaliani 🥰🥰

__ADS_1


KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2