Cinta Elsaliani

Cinta Elsaliani
50.


__ADS_3

Ketika semua mata masih tertuju pada Mikeal junior yang masih memeluk erat tubuh Mikeal, Elsaliani langsung menghampiri keduanya.


"Sayang, udah nggak kangen lagi sama Tante El ya? kok cuma om Mikeal aja yang di peluk? Tante kan juga mau di peluk!" Jelas Elsaliani sambil merentangkan kedua tangannya.


Mikeal junior langsung beralih memeluk tubuh Elsaliani.


"Ya udah ayo duduk dulu!" Ajak Ayu.


lalu semuanya berkumpul di ruang tamu.


"Jadi ini calon istri Abang Rizal?" Tanya Iqbal sambil menatap wajah Arumi.


"Iya. Kamu kenalkan sama dia? hampir saja jadi adik ipar mu dulukan!" Ujar Rizal sambil tersenyum kearah Mikeal.


"Maksud kamu apa Rizal?" Tanya Zulfa tak mengerti.


"Apa Arumi adalah mantan kekasihnya Mikeal?" Tanya Ayu yang semakin ingin tau.


"Iya. Mikeal adalah cinta pertama Arumi, pacaran selama tiga tahun, dan putus karena Mikeal memutuskan untuk menjadi tentara, setelah putus dari Mikeal Arumi menikah dengan sahabat aku." Jelas Rizal.


"Jadi abang Rizal tau semuanya?" Tanya Mikeal.


"Arumi menceritakan semuanya, sebelum kami memutuskan untuk menjalin hubungan, dan aku menerima Arumi dengan semua masa lalunya." Jelas Rizal.


"Abang Rizal memang imam yang tepat untuk Arumi dan juga ayah yang baik untuk Mikeal." Jelas Mikeal.


"Terima kasih, Abang doakan kamu supaya cepat dapat jodoh yang baik dan cantik, seperti calon istri Abang!" Ujar Rizal lalu tersenyum pada Mikeal.


"Mikeal aja nih yang di doakan supaya dapat jodoh yang baik, aku sama Luqman juga masih jomblo loh, di doain kek, supaya cepat nyusul!" Ujar Hendra.


"Biar bunda yang doakan, bila perlu biar bunda bantu Carikan, mau yang gimana tinggal ngomong aja!" Jelas Ayu.


"Mulailah deh bunda..." Cetus Iqbal.


"Syirik aja tuh anak, biarin aja kami kan juga mau punya istri." Tegas Luqman.


"Tenang, secepatnya akan bunda Carikan!" Ujar Ayu.


"Makasih bunda." Ucap Hendra dan Luqman hampir bersamaan

__ADS_1


"Kapan rencana nikahnya?" Tanya Adimaja.


"Secepatnya om!" Jawab Rizal yang membuat Arumi tersipu malu.


"Iya lebih cepat lebih baik!" Jawab Ismail.


Mereka terus saja bercerita sambil tertawa bahagia bersama. Tak terasa mereka telah menghabiskan waktu selama berjam-jam hanya untuk mengobrol dan bercanda di ruang tamu tersebut.


Siang hari Luqman, Hendra dan Alam pamit pulang sedangkan keluarga yang lainnya masih tinggal di rumah Iqbal.


Ayu dan Adimaja memutuskan untuk untuk istirahat sejenak di kamar tamu, begitu juga dengan Ismail dan Zulfa yang juga memilih untuk istirahat di salah satu kamar tamu lainnya.


Di teras sana terlihat Rizal yang sedang duduk bersama Mikeal.


"Kenapa Abang nggak cerita? selama ini Abang Rizal pasti udah taukan kalau Arumi dan aku pernah menjalin hubungan selama tiga tahun." Jelas Mikeal.


"Itu masa lalu Arumi, dan abang nggak punya hak untuk menghakimi masa lalunya. Mikeal kamu hanya sepihan kisah remajanya, dan sekarang abang adalah masa depannya." Jelas Rizal.


"Terima kasih karena telah begitu mencintai Arumi. Jujur aku justru senang dan lega karena Abang Rizal yang menjadi pendamping Arumi, karena aku tau Abang pasti lebih bisa membuat dia dan juga Mikeal bahagia" Jelas Mikeal.


"Terima kasih. Abang janji, kalau Abang bakal bahagiakan mereka sebisa Abang." Jelas Rizal yang langsung merangkul bahu Mikeal.


"Sayang, ayo sini!" Ajak Iqbal sambil menepuk kasur di sampingnya.


"Kenapa? apa terjadi sesuatu?" Tanya Elsaliani yang langsung duduk di sisi Iqbal.


"Apa harus terjadi sesuatu dulu baru bisa dekat-dekat sama sayang? Minta charger energi dong!" Jelas Iqbal sambil merentangkan kedua tangannya.


Elsaliani langsung mendekat dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Iqbal, perlahan tangan Iqbal mulai mengelus rambut Elsaliani.


"Boleh El tanyakan sesuatu?"


"Kalau mas bilang nggak boleh, gimana?"


"Ya El nggak akan nanya." Jawab Elsaliani dengan muka cemberut dan langsung menjauhkan tubuhnya dari Iqbal.


Dengan cepat Iqbal kembali menarik Elsaliani kedalam pelukannya, sejenak mengecup kening sang istri lalu menggenggam erat kedua tangan Elsaliani.


"Apapun yang ada di pikiran sayang, tanyakan semuanya. Mas nggak mau ada rahasia dan salah paham di antara kita. Apa yang ingin sayang tau?"

__ADS_1


"Apa mas akan pergi? mas tiga bulan itu lama, bukan waktu yang sebentar. El takut, mas akan melupakan El dan baby kita."


"Pergi atau tidak, mas belum tau pastinya sayang. Maaf, tapi mas benar-benar nggak bisa menolak perintah komandan selama dia meminta sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaan mas. Tapi mas bisa janjikan satu hal, mas nggak akan pernah melupakan sayang dan baby, kalian berdua akan selalu ada di hati mas. Mas tau tiga bulan itu lama, apa lagi jika harus menahan rindu pada sayang, mas pasti tidak akan kuat, tapi tugas tetap tugas sayang." Jelas Iqbal dengan menatap lekat wajah Elsaliani yang kini juga memandanginya.


"Mas, El nggak mau pisah dari mas, bahkan sehari saja El sudah rindu, bagaimana kalau sampai tiga bulan?"


"Sayang, meski terpisah jarak hati kita kan selalu dekat. Jangan memikirkan hal yang belum pasti, mas nggak mau karena masalah ini sayang jadi sakit dan akan berefek pada kesehatan baby. Percaya sama mas, semuanya akan baik-baik saja." Jelas Iqbal dan kembali memeluk erat tubuh Elsaliani.


"El....." Panggil Ayu yang langsung membuka pintu kamar Iqbal.


Elsaliani dan Iqbal yang melihat kedatangan Ayu langsung melepaskan pelukan mereka, Elsaliani segera turun dari kasur dan melangkah mendekati Ayu berdiri di luar karena ia langsung menutup pintu kembali.


Elsaliani kembali membukakan pintu.


"Ada apa bunda? Apa bunda butuh sesuatu?" Tanya Elsaliani.


"Nggak sayang, bunda cuman kangen sama El, Pengen mengobrol sama El." Jelas Ayu.


"Ayo, kita mau duduk di mana enaknya bunda? di ruang tv atau di teras?" Tanya Elsaliani penuh semangat.


"Di ruang tv aja yok sayang, umi mu juga di sana nungguin kita!" Jelas Ayu.


"Ayo bunda!" Ajak Elsaliani.


"Mas, El ikut sama bunda dan ummi ke ruang tv ya!" Jelas Elsaliani sambil menoleh kearah di mana Iqbal berada.


Elsaliani langsung pergi tanpa peduli dengan jawaban dari Iqbal.


"Baru setengah hari aja bunda udah cari gara-gara, gimana kalau sampai bunda nginap di sini sampai berhari-hari, yang ada bakal berkurang waktu aku sama El, nggak bisa di biarin nih!" Gumam Iqbal yang cemburu dan kesal lalu membanting bantal di kasur.


Iqbal hanya bisa mencoba mengontrol amarahnya, meski sebenarnya ia kesal namun ia tetap membiarkan mereka untuk melepaskan rindu kerena lama tak bertemu.


__________________


Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE@ ya teman-teman😊😊


Tetap setia pada Cinta Elsaliani 🥰


love you all😘

__ADS_1


KaMsaHamida ❤️❤️❤️


__ADS_2