Cinta Elsaliani

Cinta Elsaliani
81.


__ADS_3

"Apa mas baru pulang? udah makan?" Tanya Elsaliani dengan kepala yang terus mencari posisi ternyaman untuk bersandar di dada kekar sang suami.


"Iya, mas baru saja pulang, sorry karena membuat sayang menunggu terlalu lama, tadi teman-teman ajak shalat jamaah dan makan malam bersama, mereka rindu saat kami masih tinggal sama-sama di asrama." Jelas Iqbal lalu mengusap lembut rambut Elsaliani.


"Nggak masalah, lagian mas juga harus bagi waktu buat mereka kan, mereka teman-teman yang baik, El aja iri sama mas yang bisa punya teman seperti mereka semua." Jelas Elsaliani.


"Sayang, teman mas teman sayang juga."


"Hmmm"


"Sayang, Sebenarnya ada hal yang ingin mas bicarakan dengan sayang."


"Sebelum mas bicarakan tentang apa yang ingin mas katakan, boleh El yang bicara lebih dulu?"


"Tentu! sayang mau bahas apa?"


"Hmmm tadi itu, saat latihan, mas membuat jantung El berdetak tak karuan, itu hanya foto yang El lihat, bagaimana kalau El melihatnya secara langsung? pasti El tidak akan bisa mengendalikan diri El sendiri. Mas, hanya El kan yang bisa memiliki mas seutuhnya?"


"Sayang jangan buat mas grogi deh! apa mas setampan itu?"


"Tentu!"


"Terima kasih pujiannya. Sayang, hanya sayang yang kan menjadi wanita mas, kini, nanti dan selamanya." Jelas Iqbal lalu mengecup kening Elsaliani.


"Terima kasih! terus apa yang mas ingin bicarakan?"


"Sayang, hmmmm besok mas harus berangkat untuk melaksanakan tugas."


"Pergilah, itu kan memang kewajiban mas."


"Tapi masalahnya, mas akan pergi selama satu minggu."


"Ya pergi aja!" Seru Elsaliani.


Namun seketika, raut wajah Elsaliani berubah, ia terlihat sedang mengingat kembali apa yang baru saja ia dengar, setelah yakin dengan apa yang ia dengar, dengan spontan Elsaliani mengangkat kepalanya dari dada Iqbal, kini mata Elsaliani menatap sendu wajah Iqbal.


"Iya sayang, seminggu!" Jelas Iqbal dengan exspresi yang memilukan.


"Kenapa harus selama itu?" Tanya Elsaliani yang langsung meneteskan air mata.


"Please jangan nangis! mas lemah jika melihat air mata sayang menetes."


"Tapi, El benar-benar nggak bisa jauh dari mas!"


"Mas juga, tapi ini tugas yang nggak bisa mas tolak! please ngertiin pekerjaan mas, sayang!"


"Hmmmm..."


Elsaliani kembali merebahkan kepalanya di bahu Iqbal lalu menangis sesugukan di sana, hingga membuat kemeja Iqbal basah di bagian tersebut.


"Mas akan minta abang Rizal untuk jemput sayang besok."


"Hmmmmmm..."


"Sayang oke?"


"Hmmmmmm..."


"Sayang, kalau sayang mau tinggal sama bunda juga boleh, sayang mau pulang ke mana? ke rumah abi atau ke rumah bapak?"


"Hmmmmmm..."


"Sayang..."


"Hmmmmm...."

__ADS_1


"Sayang, mas mohon jangan begini! kenapa dari tadi cuma 'Hmmmm' aja, sayang bicaralah! jangan buat mas khawatir seperti ini!"


"Hmmmm..."


"Sayang..."


Elsaliani mendongakkan kepalanya menatap wajah Iqbal yang terlihat jelas begitu panik.


"Jadi besok mas akan berangkat?"


"Iya sayang!"


"Malam ini boleh El tidur sambil memeluk mas?"


"Kenapa harus bertanya? sini..." Jelas Iqbal yang langsung merentangkan tangannya lebar-lebar.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Elsaliani langsung berhambur kedalam pelukan Iqbal.


"Baby juga senang kan di peluk ayah?" Tanya Elsaliani dengan tatapan yang beralih pada perut besarnya.


"Pastinya dong!" Seru Iqbal yang langsung mengelus lembut perut sang istri.


------------------


#Apa kamu sedang sibuk? jika tidak keluarlah sebentar#


#Aku tunggu di depan gerbang asrama mu😊#


#Jangan membuatku menunggu terlalu lama😩#


#Jika dalam 5 menit kamu tidak datang, aku akan langsung pulang!#


#😠😠#


Setelah membaca chat dari Angel, dengan terburu-buru Hendra langsung bangun, dengan gesit tangan kanannya meraih jaket yang tersangkut di kursi sana, lalu mengenakannya sambil berlari ke luar.


"bertemu bidadari!" Seru Hendra dan langsung menutup pintu kamar asrama tanpa peduli lagi dengan Luqman dan Mikeal yang menatap heran padanya.


Hendra terus berlari, membuat para tentara yang sedang berjaga di perkarangan asrama menatap heran padanya. Seolah tidak peduli pada sekeliling, Hendra langsung menerobos pintu gerbang dan berusaha mencari sosok yang membuatnya harus maraton di malam hari.


"Pas lima menit kan? aku tidak terlambat kan?" Tanya Hendra masih dengan nafas yang ngos-ngosan.


"Ternyata kaki mu gesit juga!" Ujar Angel yang baru saja keluar dari dalam mobilnya.


Gadis tersebut masih lengkap dengan seragam kebanggannya, perlahan melangkah mendekati Hendra yang masih berdiri di depan gerbang.


"Bagaimana latihan hari ini? apa melelahkan?" Tanya Angel yang ikut berdiri di samping Hendra.


"Lumayan, kamu gimana hari ini? apa semuanya aman terkendali?"


"Pastinya, tidak akan ada kata gagal dalam setiap misi yang aku kerjakan. Hari ini kami telah membekuk seorang pembunuh berdarah dingin, dia bahkan membunuh anak dan istrinya, sadis bin keji bukan?"


"Syukurlah, setidaknya berkat kerja keras mu, tidak akan ada lagi anak lain yang akan bernasib sama seperti anak itu."


"Iya, meski aku tidak bisa menyelamatkan bocah malang tersebut, setidaknya aku bisa mencegah adanya anak yang akan berakhir naas sepertinya."


"Yap! aku bangga sama kamu."


"Harus!" Ujar Angel dengan diiringi tawa khasnya.


"So? kita kembali pada part awal? kamu kesini ada apa? jangan bilang emang sengaja mau ketemu sama aku!"


"Iya, itu memang niat utama aku, sorry jika mengganggu waktu istirahat mu!"


"Tidak sama sekali!"

__ADS_1


"Good! aku dengar kamu akan di sana selama satu minggu, apa benar?"


"Hmmmm!"


"Oke, hmm lama juga ya."


"Nggak akan lama kok, setelah aku kembali nanti, aku akan temui orang tuamu."


"Apa kamu serius?"


"Apa aku pernah bercanda? aku serius sama kamu Angel."


"Kamu yakin? aku punya segudang kekurangan loh!"


"Dan aku punya bergudang-gudang kelebihan untuk mendompol kekurangan mu itu!" Tegas Hendra yang langsung mengusap lembut rambut Angel.


"Lebay banget!"


"Tapi kamu suka kan?"


"Tau ah!"


"Love you Angel!"


" Udah malam, aku harus pulang sekarang. Nih di makan! bey..."


Angel menyerahkan dua plastik kresek yang berisikan makanan pada Hendra dan segera bergegas kembali ke mobil.


"Hati-hati Angel!" Pesan Hendra yang di balas dengan senyuman manis oleh Angel.


Mobil Angel kembali melaju membelah keheningan malam, Hendra kembali ke asrama setelah mobil Angel benar-benar tak terlihat lagi.


---------------------


"Stop Manda! aku bilang Stop!" Teriak Mikeal.


"Kenapa? apa abang Mikeal memintaku untuk nurut sama ucapan Abang? hah konyol sekali!" Gumam Amanda.


"Manda dengarkan aku, aku nggak ada hubungan apapun dengan Khaira, tolong percaya sama aku!" Tegas Mikeal.


"Nggak ada hubungan apa-apa kata abang? aku baru saja melihat kalian berciuman mesra dan abang bilang nggak ada hubungan apa-apa? aku nggak sebodoh yang abang pikirkan!"


"Manda, semua yang terjadi nggak seperti yang kamu lihat, kamu hanya melihat dari satu sisi!"


"Cukup, aku muak sama kalian!" Jerit Amanda.


Langkah Amanda terhenti tepat di ujung lantai tinggat tujuh, tubuh Amanda seakan siap melayang lalu terjun bebas tanpa beban.


"Khaira jangan diam saja, katakan sesuatu pada Manda, jelaskan apa yang sebenarnya terjadi antara kita!" Pinta Mikeal yang begitu panik dengan kondisi saat ini.


"Nggak ada yang harus di jelasin!" Ujar Khaira.


"Apa maksud kamu?"


"Cukup! semoga kalian bahagia." Jelas Amanda dengan menutup kedua matanya dan langsung menghempaskan tubuhnya ke udara.


"Stooooop!" Teriak Mikeal ketika melihat tubuh Amanda yang telah melayang bebas di udara.***


_____________


Jangan lupa LIKE KOMEN n Vote@ manteman😊😊


Terima kasih banyak buat teman-teman semua yang sudah begitu setia sama kisah 'Cinta Elsaliani'🙏🙏


semoga manteman semua selalu menyukainya🥰🥰

__ADS_1


KaMsaHamida ❤️❤️❤️


__ADS_2