Cinta Elsaliani

Cinta Elsaliani
110.


__ADS_3

Sedari tadi Iqbal terlihat begitu asyik bermain di teras bersama Zea, tawa lepas Iqbal diikuti gelak tau Zea yang terdengar begitu mengemaskan membuat suasana pagi semakin sejuk dan menenangkan jiwa, seakan semesta cemburu dengan kebahagiaan keduanya. Zea yang berada dalam pangkuan Iqbal terus saja menggerakkan kedua tangannya ke sana-sini bahkan sesekali wajah Iqbal jadi sasarannya.


Disaat keduanya begitu asyik tiba-tiba saja suara mesin mobil yang mati di depan rumah membuat pandangan Iqbal segera teralih ke mobil tersebut. Hanya butuh beberapa menit saja suara kaki yang berlari menuju Iqbal terdengar, diikuti dengan teriakan-teriakan yang terus memanggil "Queen" dan "Princess" secara bersamaan membuat Iqbal mengerutkan dahinya.


Kini Rakes dan Roger langsung menghimpit Iqbal, keduanya sibuk menyentuh Zea di sana-sini.


"Ihhhssss awas! jangan dekat-dekat sama Queen nya aku!" Tegas Roger yang menarik tangan Rakes dari tubuh Zea.


"Ihhh ini itu my princess. Stop ngaku-ngaku, sejak dulu princess udah milih aku." Cetus Rakes yang langsung mencium pipi Zea.


Mendapat ciuman dari Rakes seketika membuat Zea tertawa riang.


"Tuh tuh tuh lihat kan?" Jelas Rakes.


"Apaan sih! iiih awas." Seru Roger yang langsung mendorong bahu Rakes agar menjauh dari wajah Zea.


"Hei bocah-bocah! kalian nggak lihat nih ayahnya. Emang anak om boneka sampai di rebutin segala." Gumam Iqbal mencoba melerai pertengkaran antar saudara yang semakin memanas.


"Abang duluan! main nyosor aja, Queen calon istri aku, jangan asal sentuh!" Gumam Roger dengan penuh amarah.


"Stop! bukannya tadi di rumah kalian udah janji kalau kalian nggak akan berantem?" Seru Erina yang ikut bergabung dengan yang lain.


"Kalau tetap berantem mending sekarang kita pulang, ayo!" Jelas Hadi.


"Tuh kan, kamu sih yang mulai duluan!" Seru Rakes yang kembali mendekati Zea.


"Habis abang ngeselin sih! abang enak dekat sama wajah Zea jadi langsung nyosor lah aku dapatnya bagian kaki, gantian sekarang!" Protes Roger.


"Rakes, ayo geser nak." Pinta Erina.


"Iya ma." Jawab Rakes dengan wajah sedih lalu beralih duduk di sisi kaki Zea.


Setelah merasa menang karena bisa merebut posisi Rakes, Roger langsung mencium kedua pipi tembemnya Zea. Berbeda ketika tadi Rakes yang melakukannya Zea tertawa bahagia namun setelah Roger yang menciumnya seketika tangis Zea pecah membuat Roger panik seketika.


"Loh kok my Queen nangis sih?" Tanya Roger khawatir.


"Tuh kan di kasih kode lagi!" Seru Iqbal lalu tertawa terbahak-bahak.


"Mama,,," Ujar Roger yang ikut menangis lalu berlari memeluk Erina.


"Kenapa? cinta kamu di tolak?" Tanya Hadi menggoda membuat tangis Roger semakin kencang.


"Udah sayang, mungkin dedek bayinya haus makanya nangis, bukan karena Roger cium kok." Jelas Erina mencoba menenangkan si bungsunya.


"Cup cup cup, my princess jangan nangis lagi dong! ayo senyum." Ujar Rakes yang berusaha menenangkan Zea dengan tangan kanan yang mengusap lembut bagian dada Zea.


"Kayaknya Zea emang udah milih Rakes deh, tuh lihat dia diam lagi." Jelas Iqbal berusaha mengganggu Roger.


"Om Iqbal jahat! pokoknya Queen punya aku, Zea Roger forever." Tegas Roger sambil menghentakkan kakinya di lantai.


Pernyataan Roger sontak membuat semuanya tertawa dengan sikap kekeh Roger yang tak rela jika Rakes yang menang.


"Loh kak Erina, abang Hadi, kapan datangnya? ayo masuk." Ajak Elsaliani yang baru saja ke teras.


"Baru aja nyampe." Jawab Erina lalu memeluk Elsaliani.


"Tante..." Seru Roger yang langsung berhambur kedalam pelukan Elsaliani.


"Loh jagoan tante kok nangis sih? kenapa?" Tanya Elsaliani sambil berjongkok agar bisa sejajar dengan Roger.

__ADS_1


"Menantu tante aku kan? iya kan tante?" Tanya Roger dengan tatapan penuh harap.


"Pasti om Iqbal gangguin Roger ya? udah, nggak usah di dengarin, mending sekarang kita masuk, ayo!" Jelas Elsaliani berusaha menenangkan Roger.


Roger menurut, ia langsung ikut Elsaliani masuk.


"Ayo kita masuk kak!" Ajak Iqbal yang kini udah berdiri dengan Zea yang berada dalam gendongannya sedangkan tangan Rakes masih setia menggenggam kaki kiri Zea.


"Aku di kacangin nih!" Cetus Hadi.


"Yaelah macam tamu aja, biasanya juga langsung trobos tanpa permisi." Cetus Iqbal.


"Lah emang aku tamu kan?" Gumam Hadi.


"Tamu dari Hongkong! ayo kak kita masuk, biar aja dia mematung di situ." Jelas Iqbal yang langsung masuk dengan diikuti oleh Rakes dan Erina.


"Hadeeuuuh! kalau udah ngumpul gini pasti aku yang selalu terabaikan." Ujar Hadi.


"Udah ayo masuk!" Ajak Mikeal yang tiba-tiba saja muncul entah dari mana.


Mikeal langsung merangkul bahu Hadi lalu keduanya bergegas masuk ke dalam.


-------------------------


"Kayaknya kita keduluan sama abang Hadi deh!" Ujar Alam setelah melihat mobil Hadi terparkir didepan teras sana.


"Salah sendiri kenapa datang telat!" Cetus Tia yang langsung keluar dari mobil bersama dengan Zafran yang ada dalam gendongannya.


"Aku juga yang salah!" Cetus Alam dan ikut keluar.


"Nggak apa nih aku pakek seragam? jadi risih sendiri." Jelas Angel sambil memerhatikan penampilannya.


"Udah nggak masalah, ayo masuk!" Ajak Hendra.


"Sorry!" Pinta Hendra.


"Au ah! kesal jadinya, udah nggak usah dekat-dekat." Tegas Angel yang langsung bergegas meninggalkan Hendra bersama Luqman.


"Ayo Tia kita masuk!" Ajak Angel yang langsung merangkul Tia.


Keduanya langsung berlalu membiarkan para lelaki kebingungan dengan sikap keduanya.


"Cewek emang ribet ya, tadi pas siap-siap dia yang lama, bahkan aku nungguinnya sampai setengah jam, giliran telat aku juga yang kena marah, emang nggak bisa di mengerti jalan pikiran mereka." Jelas Alam.


"Sama, tadi aku tawarin buat beli baju ganti di jalan, tapi nolak nah sekarang aku juga yang disalahkan." Jelas Hendra.


"Itulah wanita. Mereka cuma punya dua prinsip, satu mereka nggak pernah salah. Dua, jika mereka salah maka kembali lagi ke prinsip yang pertama. Udah ayo masuk, yang ada ntar mereka ngamuk lagi." Jelas Luqman yang segera menyusul Angel dan Tia.


"Belum nikah aja udah pusing gini, gimana nantinya." Cetus Hendra.


"Tapi nikah jauh lebih enak dari pada nge-jomblo, kalau udah sama-sama semuanya akan terasa begitu menyenangkan, bahkan dia marah aja rasanya senang." Ujar Alam dengan senyuman.


Alam dan Hendra pun akhirnya bergegas menyusul yang lainnya yang telah lebih dulu masuk.


-------------------------


"Hello my sweety hanny lovely..." Seru Hendra yang langsung mendekati Zea yang ada dalam pangkuan Angel.


"Stooooop!" Teriak Roger yang langsung menghadang Hendra.

__ADS_1


"Apa-apaan ini? awas!" Cetus Hendra sambil menyentil dahinya Roger.


"Isssshhh om yang awas! jangan dekat-dekat sama my Queen." Tegas Roger.


"Nggak anak nggak bapak sama-sama ngeselin!" Gumam Hendra yang akhirnya mengalah dan segera duduk di dekat Hadi.


"Yang lagi ngomong juga nggak kalah ngeselin." Cetus Angel.


"Oooo lagi perang nih ceritanya, pantas aja aku ikut jadi sasaran." Ujar Hadi.


"Angel udah dong!" Pinta Hendra.


"Bodo amat!" Ujar Angel.


"Udah tante nggak usah di ladenin, mending nanti aku carikan calon suami yang lebih oke." Ujar Roger yang kembali duduk di dekat Angel.


"Dasar bocah!" Seru Hendra.


"Gimana kabar mu, El?" Tanya Tia yang tidak ingin pertengkaran antara kedua sahabatnya terus berlanjut.


"Alhamdulillah baik." Jawab Elsaliani.


"Syukurlah, rencananya sampai kapan tinggal di sini?" Tanya Tia.


"Minggu depan langsung pulang ke rumah yang di sana." Jelas Iqbal.


"Kenapa buru-buru?" Tanya Erina.


"Cuti aku udah habis kak, mau gimana lagi. Kalau dari sini jauh kali, nggak ke kejar waktunya." Jelas Iqbal.


"Alasan aja tuh!" Seru Ayu yang baru muncul.


"Bunda..." Seru Hendra yang langsung salaman lalu memeluk Ayu.


"Cihh, manja lo ngalahin anaknya sendiri." Seru Iqbal.


"Biar aja, lagi pula Hendra juga anak bunda." Jelas Ayu.


"Tuh dengar!" Seru Hendra.


"Angel mending pikir-pikir lagi deh, yakin nih mau nikah sama cowok yang modelnya gituh!" Jelas Mikeal.


"Ciiih, nggak abang nggak adik, mulutnya sadis betul." Gumam Hendra.


"Udah-udah, sekarang ayo kita makan siang sama-sama. Bunda udah masak makanan yang enak-enak loh." Jelas Ayu.


"Ayo bunda..." Ajak Hendra.


"Dari tadi kok bapak nggak kelihatan ya?" Tanya Luqman.


"Bapak lagi pergi, bentar lagi juga pulang, ayo kalian makan dulu." Jelas Ayu.


"Makasih bunda..." Ucap yang lainnya hampir bersamaan.


Semuanya langsung beranjak ke meja makan. Iqbal mengambil alih Zea dari Angel sedangkan Zafran sedang berada di gendongannya bunda. Semuanya langsung mengambil posisi masing-masing lalu makan siang bersama sambil bercanda bahkan sesekali menggoda Roger dan Rakes dan Hendra juga ikut jadi objek candaan yang lainnya.***


_______________


Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE ya 😊😊😊

__ADS_1


Tetap setia sama Cinta Elsaliani 🥰🥰🥰🥰


KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2