Cinta Elsaliani

Cinta Elsaliani
93.


__ADS_3

Perjalanan panjang membuat Rakes dan Roger tertidur pulas, dengan kepala yang bersandar di lengan Elsaliani. Roger yang duduk di sebelah kiri terus saja memeluk perut Elsaliani, mata Elsaliani memandang keduanya secara bergantian, lalu mengelus lembut kepala keduanya.


"Semoga kelak kalian jadi lelaki sejati, yang hanya mencintai seorang wanita di seumur hidup kalian. Meski nanti bukan baby yang jadi istri kalian, tante harap kalian akan menjaga hubungan ini dengan erat. Tante sayang kalian berdua." Ungkap Elsaliani lalu mengecup kening keduanya secara bergantian.


"Sayang tenang aja, mereka akan tumbuh menjadi lelaki sebaik dan setampan mas!" Jelas Iqbal.


"Tapi mas tidak hanya mencintai seorang wanita saja kan?"


"Sayang....!" Gumam Iqbal dengan suara lantang.


Iqbal langsung menepikan mobilnya, seketika tatapan maut Iqbal seakan membuat hati Elsaliani tersentak, bahkan membuat Elsaliani tidak berani membalas tatapannya.


"Ke...ke...ke...napa ber...henti?" Tanya Elsaliani terbata-bata, kedua tangannya merangkul erat tubuh Roger dan Rakes kedalam pelukannya.


"Sayang, berapa kali harus mas katakan jangan lagi mengungkit masa lalu! oke fine, dulu mas memang pernah membagi cinta mas untuk Lestari, mas salah, mas minta maaf! tapi tidak bisakah jika kita tenang dengan masa depan kita? kenapa membahasnya lagi?"


Tatapan Iqbal semakin tajam, membuat Elsaliani segera memejamkan matanya. Melihat keadaan sang istri yang ketakutan, Iqbal sejenak menenangkan dirinya dari emosi yang muncul secara tiba-tiba. Suasana mendadak hening, keduanya hanya terdiam membisu.


"Mas, El mau pulang! biarkan El pulang."


"Sayang...."


"Maaf, karena sudah lancang menilai mas. El, El benar-benar nggak sengaja mengatakannya, El tau, El sama sekali nggak punya hak untuk bicara tentang masa lalu ataupun masa depan mas. El, El..." Jelas Elsaliani dengan tetesan air mata dan bibir yang mulai gemetar.


"Sayang, mas nggak bermaksud..."


"Tante, kenapa menangis? apa my princess menendang perut tante?" Tanya Rakes yang terbangun karena isak tangis Elsaliani.


"Nggak sayang, mata tante tiba-tiba perih." Bohong Elsaliani.


"Sini...!"


Rakes langsung menarik wajah Elsaliani mendekat padanya, lalu pelan-pelan meniup mata Elsaliani.


"Gimana? udah baikan?" Tanya Rakes yang masih khawatir.


"Udah mendingan kok sayang!" Jawab Elsaliani dengan senyuman.


"Oke, berarti udah nggak apa-apa lagi. Om ayo jalankan kembali mobilnya, tante El baik-baik aja." Jelas Rakes.


"Oke, makasih sayang!" Ucap Iqbal dan kembali menjalankan mobilnya.


"Apa tante capek? ayo tidur sini, bahu aku lebar kok!" Ujar Rakes sambil menepuk bahunya.


"Terima kasih sayang, tapi tante nggak capek kok, kalau Rakes masih ngantuk, Rakes lanjut tidur lagi aja, ayo sini!"


Elsaliani kembali membawa Rakes kedalam dekapannya.

__ADS_1


Perlahan kembali memejamkan mata, hingga ia tertidur kembali. Karena lelah Elsaliani juga ikut tertidur.


----------------------


"Kenapa lama sekali? apa mereka baik-baik aja?" Tanya Rizal khawatir.


Ketika mobil Iqbal berhenti di depan resort milik keluarga Adimaja Saka, Rizal yang memang sedari tadi menunggu kedatangan Iqbal, segera menghampiri mobil Iqbal dengan di ikuti oleh Hadi dan Mikeal.


"Masuk ke pom bensin, antriannya panjang." Iqbal mencari alasan agar tidak membuat yang lainnya curiga dengan apa yang sebenarnya terjadi.


Iqbal keluar dari mobil dan segera membuka pintu bagian penumpang, hingga terlihatlah Elsaliani yang tertidur pulas bersama kedua bocah lelaki juga tertidur di sisi kiri dan kanan Elsaliani.


"Mereka pasti lelah sekali, aku akan bawa Roger ke dalam!" Jelas Hadi yang langsung menggendong Roger dan segera membawanya masuk ke dalam.


"Biar aku yang bawa Rakes, kasian sekali mereka." Ucap Mikeal yang ikut menggendong Rakes.


Setelah Mikeal membawa Rakes masuk, Iqbal segera mendekat ke mobil, ia mendekati Elsaliani yang masih tertidur namun dengan spontan Rizal mencegahnya.


"Aku yang akan bawa adek masuk." Tegas Rizal.


Sebelum tangan Rizal menyentuh tubuh Elsaliani, Iqbal langsung menepis tangan Rizal agar menjauh dari Elsaliani.


"Elsaliani istri aku, aku yang akan membawanya masuk!" Tegas Iqbal.


"Aku abangnya!" Tegas Rizal.


"Apa adek baik-baik saja? apa ada yang sakit?" Tanya Rizal yang langsung mendekat pada Elsaliani.


"Adek oke! abang, tolong bantu adek keluar dari mobil, karena terlalu lama duduk, kaki adek agak kram!" Jelas Elsaliani.


"Ayo sini!" Ujar Rizal yang langsung menggendong tubuh Elsaliani lalu membawanya masuk.


Iqbal masih saja berdiri mematung, membiarkan Rizal membawa Elsaliani.


"El, aku masih sedang berusaha menjadi suami yang baik untuk kamu, aku butuh bantuan mu untuk melakukan semua itu. Aku memang bukan lelaki yang baik, aku sudah menoreh sejuta luka di hati dan tubuhmu. Tapi tolong jangan beranjak dari sisi aku, bagaimana aku bisa keluar dari segala sifat buruk ku ini jika cahaya yang menuntunku tak lagi disini." Gundah Iqbal yang menyesali segala kesalahannya yang terus menerus ia ulang kembali, hingga membuat sang istri kembali membentang jarak diantara mereka.


"Iqbal..." Panggil Khaira yang melangkah mendekati Iqbal yang kini telah duduk ubin dengan punggung yang bersandar di bagian kanan mobil miliknya.


"Apa sekarang kamu merasa menang? bukankah kamu ingin memisahkan aku dan El?"


"Boleh aku ceritakan sesuatu?" Tanya Khaira yang ikut duduk di samping Iqbal.


"Aku sedang tidak ingin memaki, jadi pergilah!'


"El, dia bagaikan nafas bagi abang Rizal. Dulu, abang Rizal pernah terluka parah hanya untuk mendapatkan setangkai bunga yang begitu El inginkan. Aku merayu mu, karena abang Rizal ingin memastikan bahwa El bersama orang yang menyayanginya lebih dari yang abang Rizal lakukan."


"Apa dia tau tentang kesalahanku di masa lalu pada El?"

__ADS_1


"Yang itu aku nggak tau."


"Kenapa membiarkan aku salah paham pada mu?"


"Sekalipun aku menjelaskan bagaimana sifat aku, itu tidak akan mengubah pandangan orang-orang yang membenci ataupun mencintaiku, karena yang membenciku tidak akan mendengarkannya sedangkan mereka yang mencintai tidak membutuhkan semua itu. Aku doakan kalian selalu bahagia, jaga El dengan baik. Aku memang tidak terlalu dekat dengan El, tapi aku mengenalnya dengan baik. Dia terlihat rapuh, tapi nyatanya hati dia setegar baja, buktinya ia selalu bersikap baik-baik saja di depan umum meski terkadang hatinya hancur dan membuatnya menangis di kali sendiri. Aku bahkan cemburu dengan ketangguhannya, aku yang terlihat kuat nyatanya sangatlah lemah."


"Aku ingin memperbaiki semuanya, takkan ku buat dia kembali terluka."


"Aku percaya sama kamu, jaga adik aku dengan baik."


"Terima kasih dan maaf, atas segala sikap dan kelakuan aku terhadap kamu selama ini."


"It's oke! Kalau begitu aku masuk duluan, bey!" Jelas Khaira yang beranjak meninggalkan Iqbal seorang diri.


--------------------


Setelah menanyakan keberadaan Elsaliani pada Ayu, Iqbal segera berlari menuju kamar yang Ayu maksudkan. Dengan perlahan Iqbal membuka pintu kamar tersebut lalu kembali menutupnya.


Iqbal terus melangkah mendekati Elsaliani yang masih duduk termenung diatas sajadah, Elsaliani masih memakai mukenah serta tasbih yang masih tergenggam erat di jemarinya.


"Maafkan mas!" Ucap Iqbal, dengan kedua tangan yang langsung mendekap tubuh Elsaliani dari belakang.


Menyadari apa yang sedang terjadi, Elsaliani segera menghentikan tangisnya, dengan cepat mengusap air mata yang sedari tadi tidak bisa berhenti mengalir di wajahnya.


"Kenapa minta maaf? mas sama sekali tidak berbuat satu kesalahan pun, lantas untuk apa kata maaf."


"Mas mohon, jangan perlakukan mas seperti orang asing, jika mas salah, maka tegurlah!"


"Mas,,,,"


"Tolong tetap seperti ini, mas ingin terus memeluk sayang!"


"Maaf, karena rasa cemburu El malah menyakiti hati mas."


"Cemburu?"


"Iya, El cemburu!"


"Cemburu pada siapa?"


"Sayida."***


______________


Jangan lupa LIKE KOMEN n Vote@ ya manteman😊😊😊


Tetap setia sama Cinta Elsaliani 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2