Cinta Elsaliani

Cinta Elsaliani
40.


__ADS_3

"Maaf, El nggak sengaja, maaf!" Pinta Elsaliani dengan kepala yang tertunduk, ia begitu merasa bersalah pada wanita tersebut, Elsaliani mencoba untuk membantu wanita itu berdiri namun dengan kasar wanita itu malah menangkis tangan Elsaliani.


"Lestari!" Seru Iqbal yang kini telah berdiri tepat di depan wanita yang mengenakan masker tersebut, sosok wanita tersebut langsung ia kenali meski dengan wajah yang tertutup


"Iqbal...." Ujar Lestari dan segera mencoba untuk menghindar dari Iqbal. Namun secepat kilat Iqbal langsung menahan Lestari, hingga membuat Lestari tidak bisa beranjak dari posisinya, lalu melepas masker secara paksa.


"Kenapa kamu di sini? apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Iqbal dengan suasana yang semakin tegang.


"Aku, aku, hmm....teman, yah aku sedang menemani teman aku di sini. Terus kamu sendiri kenapa bisa ada di sini? hah, sama si cupu lagi, apa yang sedang kalian sembunyikan dari aku?" Tanya Lestari dengan penuh penekanan.


"Lestari, aku tanya untuk yang terakhir kalinya, ngapain kamu di sini? apa kamu sedang hamil?" Tanya Iqbal yang tidak lagi bisa meredam emosi.


"Hamil? kamu jangan ngaco, aku mengandung anaknya siapa coba? sayang kamu jangan asal bicara, bukankah tadi sudah aku katakan dengan jelas bahwa aku kesini kerena teman aku. Dan kamu, kenapa kau dan si cupu di sini? apa jangan-jangan dia hamil?" Gumam Lestari.


"Tidak! El tidak sedang hamil." Tegas Elsaliani lantang.


"Aku percaya sama kamu cupu, karena aku tau kalau Iqbal tidak mungkin menyentuh kamu apa lagi sampai membuatmu hamil, seleranya tidak serendah itu. Sayang, kenapa kamu di sini? ada apa?" Jelas Lestari dengan tatapan sinis ke arah Elsaliani namun segera memasang wajah imut manja ketika menatap Iqbal.


"El hamil." Jawab Iqbal yang sontak membuat kedua wanita di hadapannya terperangah kaget, keduanya terus menatap Iqbal dengan kebingungan.


"Nggak! mbak Lestari jangan dengarkan ucapan mas Iqbal. El tidak hamil!" Tegas Elsaliani yang mulai panik dan khawatir dengan tindakan apa yang akan Lestari lakukan.


"Aku kesini untuk memeriksa kandungan istri aku, dan sekarang untuk yang terakhir kali aku bertanya padamu Lestari, jawab dengan jujur, kenapa kamu ada di tempat ini?" Tanya Iqbal.


"Wow,,,haahh, sekarang aku paham, kamu mulai tergoda dengan gadis murahan ini kan? apa kamu sudah tidak waras? sejak kapan kamu dan dia...." Gumam Lestari dengan amarah yang kian memuncak, ia terus berusaha mengalihkan topik yang sedari tadi menjadi pertanyaan Iqbal.


"Mbak Lestari, semua itu bohong! mas katakan sesuatu, jangan buat mbak Lestari salah paham!" Pinta Elsaliani dengan tangan yang mulai menyentuh lengan Iqbal.


"Jadi sekarang cuma segini selera mu? kamu dan gadis jelek ini? haah lucu, kamu membuat aku tidak bisa berhenti tertawa! come on Iqbal, kenapa kamu jadi seburuk ini? apa otakmu mulai bermasalah atau matamu yang mulai rabun?" Jelas Lestari.

__ADS_1


'Plaak' tangan Iqbal mendarat tepat di pipi kanan Lestari. Ulah Iqbal sontak membuat Elsaliani kaget dan yang lebih parah, Lestari terlihat semakin marah, emosinya semakin menggebu.


"Mas, sadarlah! apa yang sedang mas lakukan!" Gundah Elsaliani panik.


"Iqbal!" Desah Lestari pelan dengan tatapan penuh iba.


"Mulai hari ini kita putus. Aku tidak punya hubungan apapun lagi dengan kamu!" Tegas Iqbal.


"Kenapa? kenapa kamu kejam sama aku? kamu lupa, aku Lestari kekasih yang begitu kamu cintai." Jelas Lestari.


"Kembalilah pada ayah dari bayi yang sedang ada dalam kandunganmu. Lestari, El memang tidak secantik kamu, tapi dia menjaga dirinya dengan begitu baik, dia lebih mempesona dari wanita-wanita cantik lainnya. Aku tau, sekarang ini, kamu pasti sedang kebingungan kan untuk menebak siapa ayah dari bayimu itu? satu hal penting yang harus kamu ingat! aku tidak mungkin masuk ke dalam daftar tersebut, karena aku sama sekali tidak pernah menyentuh kamu! ayo El, kita pulang sekarang!"


"Mas...." Gundah Elsaliani yang mencoba menatap lekat wajah Iqbal, tangan Iqbal semakin mengeratkan genggamannya pada tangan Elsaliani, berharap sang istri tidak akan lagi terlepas dari jangkauannya.


"Iqbal tunggu, sayang kamu salah paham! aku tidak hamil, jangan putus dari aku, please! aku bisa jelasin semuanya, tolong dengarkan aku..." Jerit Lestari histeris.


"Mbak Lestari, ayo kita pulang!" Ajak Mikeal yang baru saja datang menghampiri mereka bertiga.


"Abang Mikeal!" Ujar Elsaliani dengan mata yang langsung tertuju ke arah Mikeal.


"El..." Ujar Mikeal yang baru menyadari ternyata Elsaliani juga ada di tempat itu.


"Kenapa kamu bisa tiba-tiba muncul di sini? apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Lestari yang mulai panik dan risih dengan kehadiran Mikeal.


"Aku sedang menjalankan tugas dari komandan, aku di tugaskan untuk mengikuti mbak. Jadi, sekarang sebaiknya mbak ikut sama aku, aku janji aku tidak akan menyampaikan kejadian ini kepada komandan, tapi itu bila mbak mau berkerja sama dengan aku, jika tidak maka dengan sangat terpaksa aku akan melaporkan masalah ini pada komandan." Jelas Mikeal.


Mendengar penjelasan Mikeal membuat Lestari kebingungan, genggaman tangannya yang sedari tadi menggenggam erat tangan Iqbal kini perlahan terlepas. Dengan wajah tertunduk Lestari mulai melangkah mendekati Mikeal.


"Iqbal, aku belum selesai bicara, aku akan menjelaskan semuanya nanti, jadi sebelum semuanya selesai, kamu tidak akan aku biarkan pergi meninggalkan aku begitu saja. Hanya aku kekasihmu, hanya aku satu-satunya wanita yang boleh kamu cintai." Tegas Lestari lalu melangkah meninggalkan yang lainnya begitu saja.

__ADS_1


Tak ingin kehilangan jejak, Mikeal pun segera mengikuti Lestari. Entah apa yang terjadi, tanpa terkendali kaki Elsaliani malah melangkah mengikuti Mikeal, namun dengan cepat Iqbal mencegahnya


"Kita pulang sekarang!" Tegas Iqbal lalu memaksa Elsaliani untuk ikut bersamanya.


Keduanya juga lekas meninggalkan tempat tersebut.


--------------------------


"Adek....!" Panggil Rizal.


Suara Rizal sontak membuat Iqbal dan Elsaliani kaget dan panik. Dengan sigap keduanya mulai memasang senyuman di wajah mereka, keduanya saling bertatapan lalu kembali memandangi sosok Rizal. Langkah Iqbal dan Elsaliani terhenti di samping mobil yang baru saja mereka turuni. Rizal yang bingung dengan tingkah sang adik dan iparnya, lantas melangkah mendekati keduanya.


"Iqbal, adek, kalian dari mana saja? Abang tungguin kalian dari dua jam yang lalu loh! dan juga kenapa kalian berdua sama sekali tidak menjawab pas Abang call?" Tanya Rizal.


"Maaf Abang Rizal karena membuat Abang menunggu begitu lama, tadi kami dari....." Penjelasan Iqbal langsung terhenti ketika dengan cepat Elsaliani langsung memeluk erat tubuh Rizal.


"Adek kangen banget sama Abang, kangen setengah mati. Adek udah seperti orang gila karena merindukan Abang! Abang, tolong bawa adek pulang! adek mau pulang ke rumah kita, adek mau tinggal sama Abi, umi dan Abang." Jelas Elsaliani dengan tatapan penuh harap pada Rizal, di ikuti dengan air mata yang mulai lolos dari ujung mata sembabnya.***


______________________


Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE@ ya manteman semua😊😊


Terima kasih karena sudah setia dengan Cinta Elsaliani 😘😘


semoga manteman menyukai@😄


Love you all🥰🥰


KaMsaHamida ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2