
Mikeal masih berdiri di depan mobil miliknya, dengan mata yang terus mencari seseorang yang sedari tadi membuatnya menunggu lama. Meski banyak mata menatap kagum bahkan mulut yang terus membicarakan dirinya, semua itu tidak mengusik seorang Mikeal, ia malah dengan santainya menyapa mereka diiringi dengan senyuman manis hingga membuat para gadis semakin histeris.
"Woooow gantengnya pakek banget banget!" Seru seorang siswa.
"Sempurna, apa lagi seragamnya itu loh, membuat pesonanya berlipat ganda." Puji siswi yang lainnya.
"Hai....!" Sapa Mikeal dengan senyuman mautnya.
"Waaaah, jantungku tidak terkontrol lagi!" Seru beberapa siswa begitu histeris.
"Nungguin siapa sih dia? pengen aku gombalin deh!" Seru yang satunya lagi sambil tersenyum ke arah Mikeal.
"Manda!" Panggil Mikeal ketika melihat sosok Amanda keluar dari gerbang.
Suara Mikeal sontak membuat semua mata beralih pada Amanda, membuat Amanda segera menutup wajahnya dengan buku yang ada di tangannya, Amanda hendak menghindar namun Mikeal kini tepat berada di hadapannya.
"Mau ke mana?" Tanya Mikeal sambil menyingkirkan buku-buku yang menutupi wajah Amanda.
"Ishhhhh! ngapain abang ke sini? pakek seragam lagi, mau pamer? ih lepas, jangan buat aku malu!" Gumam Amanda yang berusaha menarik tangannya dari genggaman Mikeal.
"Siapa pangeran ini?" Tanya Melati yang tak lain adalah sahabat baiknya Amanda.
"Dia? dia itu...." Penjelasan Amanda langsung di ambil alih oleh Mikeal.
"Perkenalkan Ahmad Mikeal, calon suami Manda!" Jelas Mikeal sambil mengulurkan tangannya kearah Melati.
"Calon suami? resek banget lo Manda, pantes aja kemaren elo tolak cintanya pak ketua OSIS, rupanya sudah punya pak Tentara tampan toh!" Jelas Melati sembari menjabat tangan Mikeal.
"Apaan sih? Mel, elo nggak usah dengar ocehan om ini, dia itu sepupunya suami kak El, yang itu loh, yang adeknya abang ipar aku. Kok ribet kali ya, gimana aku jelasinnya coba supaya elo paham." Jelas Amanda.
"Udah elo nggak usah ngeles! aku tunggu undangannya, bey...! jaga sahabat aku dengan baik ya pak Tentara!" Seru Melati dengan senyuman lebar lalu bergegas meninggalkan keduanya.
"Mel, Melati, tungguin!" Pinta Amanda.
"Abang antar pulang, ayo!" Ajak Mikeal.
"Kenapa ke sekolah? kenapa nggak datang ke rumah aja?" Tanya Amanda dengan menatap wajah Mikeal.
"Abang mau jemput Ainun lah! kita jalan sebentar, habis itu abang antar Ainun pulang."
"Bentar, aku izin sama papa dulu." Jelas Amanda yang meraih ponsel yang ada di dalam tasnya.
"Udah, abang udah minta izin sama papa dan mama kamu, ayo!"
__ADS_1
"Serius?"
"Kalau kamu ragu, pastikan aja!"
"Oke, aku percaya. Hmmmm, apa boleh aku minta sesuatu?"
"Apa? jangankan satu banyak pun abang berikan!"
"Aku serius!"
"Oke, abang juga serius. Katakan!"
"Jika besok-besok mau jemput atau jalan sama aku, tolong jangan pakek seragam, aku nggak suka jadi pusat perhatian orang banyak. Ayo!" Jelas Amanda dan segera melangkah menuju mobil.
"Oke, abang tidak akan lagi pakai seragam, tapi abang nggak janji kalau abang akan ingat."
Jawaban Mikeal membuat Amanda memandang seram pada Mikeal yang kini duduk di sampingnya.
"Selalu saja begitu! egois!" Cetus Amanda dengan nada yang begitu manja dan wajah yang cemberut penuh kesal.
"Abang sayang sama kamu, Manda! Abang ingin Manda jadi istri abang, kali ini abang serius? jika Manda menerima abang, maka bunda akan datang untuk melamar, tapi jika kamu menolak, abang nggak akan maksa, karena itu sepenuhnya hak kamu."
"Apa abang serius? aku bukan pelarian abang kan? aku bukan pelampiasan kerena kak Khaira menolak abang kan?"
"Jujur, abang sempat suka sama Khaira, namun perlahan rasa itu menghilang karena beberapa hal, dan Manda sama sekali nggak ada hubungannya dengan Khaira, abang suka kamu, ya karena diri kamu sendiri bukan karena lainnya. Manda, abang suka kamu dengan segala hal yang ada padamu!" Jelas Mikeal.
"Serius?"
"Hmmmm."
"Bunda akan segera datang untuk melamar mu! terima kasih Manda."
"Hmmmm, bisa kita berangkat sekarang?"
"Oke! yok kita makan siang, setelah itu abang akan langsung antar kamu pulang."
"Oke!"
Mobil Mikeal langsung melaju meninggalkan gerbang sekolah SMA dimana selama ini Amanda menempuh pendidikannya.
-----------------
Dengan buru-buru Iqbal keluar dari mobilnya yang ia parkirkan begitu saja di halaman rumahnya. Iqbal terus berlari masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Sayang....!" Suara lantang Iqbal menggema di seluruh ruangan.
Kini tangan Iqbal dengan gesit melepaskan sepatu lalu melemparkannya begitu saja di ruang tamu.
"Sayang..."
Untuk kesekian kalinya Iqbal memanggil namun tidak ada jawaban apa-apa, membuat Iqbal segera berlari mencari sang istri ke semua ruangan. Langkah Iqbal terhenti di ruang TV, perlahan ia melangkah mendekati sosok Elsaliani yang duduk lesehan dengan menyandarkan kepalanya di sofa, dengan laptop yang masih memutar sebuah vidio. Iqbal semakin mendekat, matanya kini begitu fokus pada vidio yang sedang berputar. Satu persatu foto terputar, menampilkan memori lama, yang membuat Iqbal mematung, Elsaliani terlihat begitu cantik dengan balutan baju pengantin, senyumannya begitu indah, dia memancarkan sejuta kebahagiaan, namun berbalik jauh dari Elsaliani, Foto Iqbal justru terlihat dingin, tersenyum karena terpaksa dan harus pura-pura bahagia. Semua foto pernikahan mereka terus memenuhi layar laptop dengan diiringi lagu 'Ayat Ayat Cinta' yang di nyanyikan oleh 'Rossa'.
"Jika saja aku bisa memutar waktu, aku ingin mengubah semuanya El, aku juga ingin tersenyum bahagia seperti kamu. Jika saja dulu aku tau kalau kamu adalah cinta pertamaku, pasti ceritanya akan berbeda. Maaf, maaf karena aku tidak mengenali mu sejak awal." Lirih Iqbal dengan tetesan air mata.
Tampa sengaja air mata Iqbal malah terjatuh ke wajah Elsaliani yang memang ada di dekat Iqbal.
"Mas!" Seru Elsaliani ketika membuka mata dan yang pertama ia lihat adalah wajah Iqbal yang di penuhi air mata.
"Mas kenapa?"
"Mas hanya rindu sayang!" Ucap Iqbal yang langsung memeluk Erat tubuh Elsaliani, lalu tangan kirinya langsung menutup laptop tersebut.
"Apa El baik-baik aja? ada yang sakit?"
"El oke, baby juga oke! mas El udah tiga hari di rawat di rumah sakit, El udah sembuh jadi mas enggak usah khawatir. El sehat!"
"Justru karena sayang baru keluar dari rumah sakit, makanya mas khawatir. Maaf, karena lagi-lagi mas ninggalin sayang seorang diri."
"El paham, lagi pula mas kerja kan bukan keluyuran. El bisa jaga diri kok, percaya sama El!"
"Mas percaya, baby juga percaya kan kalau uma adalah wanita yang kuat? mas sayang kalian berdua." Ucap Iqbal yang langsung mengecup kening Elsaliani.
"Baby dan uma juga sayang sama ayah!" Jelas Elsaliani dengan senyuman bahagia.
"Sayang mau makan apa? biar mas masakkan!"
"Biar El aja yang masak, kan mas baru pulang, pasti capekkan?"
"Nggak sayang, mas yang masak. Mas nggak akan lama, sayang tunggu disini ya, gini-gini mas handal loh di dapur!"
Iqbal langsung bergegas menuju dapur untuk menyiapkan makan siang untuk istri tercinta, sedangkan Elsaliani hanya tersenyum bahagia melihat Iqbal yang kini begitu memanjakan dirinya. Segala hal Iqbal yang kerjakan, meski lelah karena kerja, di tambah ngurusin semua pekerjaan rumah, itu semua tidak membuat Iqbal kewalahan, bahkan setiap malam ia selalu mengelus perut Elsaliani agar sang istri bisa tertidur pulas, bukan hanya itu Iqbal juga membiarkan Elsaliani tidur dengan berbantalkan pahanya, karena hanya dengan posisi seperti itu, Elsaliani bisa tertidur pulas, dan Iqbal sama sekali tidak mempermasalakannya, ia bahkan bahagia karena bisa mebuat istri dan anaknya nyaman .
Iqbal sangat menikmati hidupnya yang saat ini, ia melakukan perannya sebagai seorang suami dengan sangat baik.
_________________
Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE@ ya manteman semuanya😊😊😊
__ADS_1
Tetap setia sama Cinta Elsaliani 🥰🥰🥰🥰
KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️❤️