
Suara alarm dari ponsel milik Iqbal seakan memekakkan telinga, masih dengan mata yang tertutup, Iqbal mencoba meraba-raba ponsel miliknya. Suara alarm kembali terulang dan Iqbal masih belum mendapatkan ponselnya, dengan rasa kesal ia membuka mata dan segera mencari ponselnya yang ternyata berada di dalam saku celana jeans yang ia letakkan di ujung kasur sana. Iqbal mengambil ponsel dan segera mematikan alarm yang begitu mengusik ketenangannya lalu melemparkan kembali ponsel tersebut ke kasur, Iqbal kembali merebahkan tubuhnya dan kembali menutup mata rapat-rapat.
"Tunggu! kasur ini terasa asing? jangan-jangan..." Gumam Iqbal dan segera membuka kembali matanya.
Setelah menyadari bahwa ia tidak sedang berada di kamarnya, dengan cepat ia bangun dan terus menatap ke seluruh isi ruangan.
"Jadi semua itu bukan mimpi? aku benar-benar tidur dengan El? apa yang akan ia pikirkan tentang aku setelah ini? haishhh bagaimana ini? apa yang harus aku katakan padanya?" Iqbal mulai mengingat kembali kejadian semalam, hal tersebut membuatnya frustasi, lalu memaki dirinya sendiri.
Disaat Iqbal sibuk dengan pikiran yang seakan memenuhi otaknya, ia masih saja bingung dengan dirinya sendiri. Perlahan Elsaliani masuk lalu mendekati Iqbal yang masih duduk dengan kedua tangan yang terus menggenggam kasar rambut bagian depan.
"Haishhh" Gumam Iqbal kasar penuh dengan kekesalan.
"Mas...." Ujar Elsaliani yang langsung menjauh dari Iqbal.
Melihat keadaan Iqbal yang begitu kacau dan seolah siap memangsa membuat Elsaliani ketakutan, Elsaliani semakin melangkah mundur dan entah mengapa, tanpa alasan yang jelas mata Elsaliani langsung berkaca-kaca dan akhrinya tanpa terkendali air mata langsung menetes dari ujung mata indahnya.
"El...." Ujar Iqbal dan beranjak mendekati Elsaliani.
"Maafkan El..."
"El, hei lihat aku! apa mas membuatmu ketakutan? kenapa menangis? El, sayang...!" Ujar Iqbal yang langsung menyentuh wajah Elsaliani dan memandangnya lekat-lekat.
"Tidak, tuan sama sekali tidak membuat El takut, El baik-baik saja."
"Mas, berhenti memanggil mas dengn sebutan tuan. El tolong berikan mas sedikit waktu lagi, mas harus membiasakan diri ini dengan kehadiran kamu, tolong tunggu mas, mas akan secepatnya menjadi suami yang baik."
Iqbal langsung menarik Elsaliani kedalam pelukannya, mebenamkan wajah sang istri agar menangis di dada bidangnya.
"Maaf, El pikir mas berubah pikiran lagi, El kira semalam hanya mimpi, sampai El tidak tidur sedetikpun karena takut mas akan berubah lagi, El suka mas dalam wujud yang semalam." Jelas Elsaliani dengan isak tangis yang masih terdengar jelas.
"Jadi semalaman kamu nggak tidur? ngapain aja?"
"Nggak, El sama sekali nggak tidur sampai subuh. El cuman mastiin kalau yang sedang memeluk El adalah mas Iqbal, kalau wajah yang El pandang semalam adalah mas Iqbal."
mendengar penjelasan Elsaliani membuat Iqbal tertawa terbahak-bahak, pemandangan yang selama 2 bulan ini tidak pernah Elsaliani lihat.
"Mau lanjut?" Tanya Iqbal masih dengan tawa yang tidak bisa ia kendalikan.
"Lanjut apa?" Tanya Elsaliani dengan wajah yang telah merah merona.
"Mau El apa? mas siap apapun itu."
"Apaan sih? Mas..."
__ADS_1
"Hmm....apa?"
"Kenapa menerima El?"
"Nggak tau!"
"Loh, kok gitu?"
"Mas sendiri nggak tau, El. Tunggu, tunggu dulu, jam berapa sekarang?" Tanya Iqbal dengan wajah serius.
"Sembilan, kenapa?"
"Hah, telat! kenapa nggak ngomong dari tadi sih kalau udah jam sembilan, El siapkan seragam mas, sekarang!" Tegas Iqbal panik dan segera berlari ke kamarnya.
--------------------------
Dengan terburu-buru Iqbal terus mengenakan seragam, lalu sedikit merapikan rambut dan terakhir langsung meraih meraih sepatunya dan segera berlari keluar.
"El, El..." Panggil Iqbal dengan suara lantang sambil berjalan ke luar.
"Iya..." Jawab Elsaliani sambil mengikuti Iqbal ke teras.
"Tolong rapikan rambut mas! Masa iya berantakan kali, nanti yang ada harus motong rambut lagi." Jelas Iqbal dengan tangan yang terus merapikan rambutnya yang memang sudah menutupi bagian kening bahkan hampir menutupi kedua matanya.
"Dikepang aja lah El!" Cetus Iqbal dan langsung mencium pipi Elsaliani.
"Mas jangan becanda dong, katanya udah telat."
"Gara-gara El kan makanya mas terlambat!"
"Kenapa jadi salah El?"
"Lupa sama yang semalam?"
"Mas berhenti menggoda El!"
Iqbal menyentuh pucuk kepala Elsaliani yang terbalut dengan kerudung kuning, lalu tersenyum manis kearah Elsaliani, seolah memamerkan lesung pipi indah yang terukir di salah satu pipinya.
"Mas berangkat, tunggu mas pulang!"
Iqbal mengikat tali sepatunya lalu bergegas menuju mobil, namun Elsaliani mencegah Iqbal, dengan lembut Elsaliani menggenggam tangan tangan kanan Iqbal lalu menciumnya.
"Tetap pulang seperti ini! Jangan lagi jadi mas Iqbal yang kemaren. El sayang sama mas!" Ucap Elsaliani dengan terus menatap wajah tampan sang suami.
__ADS_1
"Mas akan tetap seperti ini, untuk selamanya, kamu nggak perlu takut, mas sekarang seutuhnya milik El, boleh mas peluk El?"
Elsaliani hanya menganggukkan kepala, Dan Iqbal langsung memeluk tubuh Elsaliani.
Iqbal bergegas memasuki mobilnya dan lekas pergi meninggalkan Elsaliani yang masih berdiri di teras dengan mata yang terus menatap kepergian Iqbal.
Setelah Mobil Iqbal benar-benar telah menghilang, di saat itu pula suara tepuk tangan yang berasal dari gerbang depan terdengar, semakin lama suara tersebut semakin mendekat, membuat Elsaliani segara menoleh kearah asal suara tersebut.
Mata Elsaliani seketika membulat, ketika melihat sosok yang kini telah berdiri di hadapannya. Elsaliani langsung ketakutan, tangan dan mulutnya seketika gemetar, jantungnya mulai berlarian tak menentu, kakinya melemah hingga membuat tubuhnya langsung ambruk di lantai.
"Lepas, lepaskan El! jangan sentuh El. El mohon jangan Sentuh El...." Jerit Elsaliani memohon dengan iba.
"Lepas? bagaimana bisa aku melepaskan gadis secantik kamu El, aku sudah menunggu kamu dari semenjak kamu kecil dan aku rasa sudah saatnya penantian aku berakhir dengan bahagia." Jelas Kelvin yang langsung melepas paksa kerudung milik Elsaliani hingga membuat rambut panjang Elsaliani terurai sempurna.
"El mohon, jangan sakiti El."
"Kamu tenang El, aku nggak akan menyakiti kamu, aku akan mengajarkan kamu arti dari cinta, aku akan membuatmu merindukan setiap sentuhan aku."
"Berhenti, jangan sentuh El! lepas....." Teriak Elsaliani dengan terus berusaha melepaskan tubuhnya dari dekapan Kelvin.
Kelvin terus mengeratkan pelukannya pada tubuh Elsaliani, memaksa untuk terus mencium seluruh wajah Elsaliani. Dengan sekuat tenaga Elsaliani berusaha untuk mengelak dari sentuhan Kelvin, namun semuanya sia-sia, Kelvin semakin brutal, ia terus memaksakan nafsunya dengan terus mencium seluruh wajah Elsaliani. Perlakuan Kelvin membuat Elsaliani semakin ketakutan dan kesakitan, hingga membuatnya tak sadarkan diri.
Ingatan tentang delapan tahun yang lalu yang terus Elsaliani coba buang dari memory, akhirnya kembali datang. Ingatan yang membuat Elsaliani seakan ingin mati, ingatan yang membuat Elsaliani harus menjalani perawatan mental selama satu tahun, ingatan yang membuat Elsaliani mudah panik dan ketakutan yang berlebihan pada orang yang tidak ia kenal, ingatan yang merusak segala masa indahnya sewaktu kecil dulu.
Wajah Kelvin yang kini ada di hadapannya membuat semua anggota tubuhnya melemah, membuat dadanya sesak, bahkan pandangannya ikut memudar.
Dari kejauhan, Kelvin tersenyum mesum menatap Elsaliani dari ujung kepala hingga ujung kaki, Membuat Elsaliani semakin ketakutan. Kelvin melangkah mendekati Elsaliani yang sama sekali tidak lagi bisa menggerakkan tubuhnya sedikit pun.
"Berhenti! jangan, jangan sentuh El...." Pinta Elsaliani.
"El, kamu ingat, Rizal merusak hidup aku. Gara-gara kamu dan juga abangmu itu aku harus mendekam di penjara selama delapan tahun, delapan tahun El, pada hal aku sama sekali belum menikmati keindahan yang kamu miliki, dan sekarang kamu harus membayar semuanya! kamu selamanya milik aku Elsaliani." Jelas Kelvin dengan tangan yang mulai menyentuh pipi Elsaliani yang telah di basahi oleh air mata.***
_________________
Mohon dukungannya ya dengan cara vote karya saya😄 🙏
jangan lupa LIKE n KOMEN ya😊
tetap setia sama Cinta Elsaliani,
selamat membaca dan semoga manteman menyukainya🥰🥰
KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️
__ADS_1