Cinta Elsaliani

Cinta Elsaliani
54.


__ADS_3

Kelima anggota tim pasukan khusus sedang berada di dalam asrama, mereka baru saja mendarat setelah menempuh perjalanan pulang selama 5 jam dari perjalanan misi X dua hari yang lalu. Disaat yang lainnya masih saja duduk santai melepas lelah, Iqbal malah terlihat begitu buru-buru menyimpan senjatanya ke dalam loker, keringat masih saja membasahi wajahnya, betapa tidak sedari tadi segala hal ia lakukan dengan begitu cepat.


"Ciee yang lagi rindu, segitunya buru-buru!" Ujar Hendra.


"Makanya cepat sana menikah biar ada yang nungguin di rumah." Ujar Luqman.


"Terus kamu nunggu apa lagi?" Tanya Hendra dengan nada kesal.


"Ya nunggu jodohlah, masa iya aku nunggu kamu." Gumam Luqman dengan tawa lepas dan langsung bangkit dari rebahan lalu segera ke kamar mandi.


"Kalian nggak pulang? masih mau di sini?" Tanya Iqbal yang masih begitu sibuk dengan peralatannya.


"Pulang pun yang ada ingat sama istri, rumah sepi tanpa dia, mending di sini sama para kecebong, yah meski rusuh paling nggak ada teman buat semprol." Jelas Alam yang langsung merebahkan tubuhnya di ranjang.


"Aku juga mau istirahat di sini ada ah!" Ujar Hendra yang ikut berbaring di ranjang yang bersebelahan dengan Alam.


"Ya udah kalau begitu Aku pulang duluan, Mikeal siapkan laporannya besok." Tegas Iqbal sambil meraih kunci mobilnya yang tergeletak di atas loker.


"Siap kapten!" Jawab Mikeal dengan memberi hormat.


Iqbal langsung keluar dari asrama dan segera masuk ke mobil lalu bergegas pulang. Iqbal terus mengemudi dengan kecepatan penuh, terlihat seperti orang yang sedang mengikuti balapan mobil, hanya butuh waktu lima belas menit, kini mobil milik Iqbal telah terparkir indah di depan rumahnya. Iqbal segera keluar dari mobil lalu berlari ke dalam rumah, langkahnya langsung terhenti ketika ia sampai di ruang tamu, pandangan Iqbal langsung tertuju pada sosok wanita yang berada di lantai, dia terlihat sedang kesusahan, bahkan tangannya terlihat menggenggam erat bagian perutnya.


"Awww sakit..." Teriak wanita tersebut yang sontak membuat Iqbal segera menghampirinya.


"Kamu kenapa? di mana yang sakit?" Tanya Iqbal dengan penuh rasa cemas dan khawatir.


"Sayang, perut aku sakit! tolong sayang, ini gara-gara si cupu, dia yang buat aku jatuh!" Jelas Lestari yang langsung menangis dalam pelukan Iqbal.


Elsaliani yang berdiri tidak jauh dari Lestari dan Iqbal hanya bisa menatap keduanya dengan perasaan yang tak menentu.


"El, apa yang terjadi?" Tanya Iqbal dengan tatapan dingin.


"Sayang dia terus saja berbuat kasar sama aku, dia mengusirku dari sini, dia bahkan mengancam akan mencelakai aku dan bayi aku jika aku masih berani datang ke sini, sayang aku rindu sama kamu." Jelas Lestari yang semakin mengeratkan pelukannya pada Iqbal.


"Lestari lepas! berhenti bicara omong kosong." Tegas Iqbal yang mencoba melepaskan tubuhnya dari dekapan Lestari, namun semua itu sia-sia, karena Lestari semakin tenggelam dalam pelukan Iqbal.


"Jangan lepasin aku sayang, aku takut kalau gadis cupu itu akan kembali mencelakakan aku!" Gumam Lestari di iringi isak tangis.


(Akan aku buat Iqbal kembali kedalam pelukan aku. Lihat saja El, dia akan tetap menjadi milik aku. Akan aku buat dia membencimu, biar kamu tau rasa! sebentar lagi kamu pasti akan di tendang dari rumah ini, dan aku akan hidup bahagia disini bersama Iqbal.) Bisik hati Lestari.


(Mbak Lestari benar-benar licik, dia bahkan berbohong hanya untuk merebut kembali mas Iqbal. Baiklah, kalau mbak main cara kotor, El juga akan ikut permainan mbak, biar kita tau siapa yang akan mas Iqbal percayai, El atau mbak Lestari.) Hati Elsaliani mulai bergelut mencoba mencari solusi dengan apa yang sedang terjadi.

__ADS_1


"Awwww" Teriak Elsaliani lantang.


Elsaliani terus meringis kesakitan, dengan kedua tangan yang terus mendekap perut ratanya, bahkan kini ia ambruk di lantai, melihat kondisi Elsaliani membuat Iqbal segara melepaskan paksa pelukan Lestari. Dalam sekali hentakan Iqbal terlepas dari dekapan Lestari, dengan cepat Iqbal segera mendekati Elsaliani lalu memeluknya erat.


"Sayang, sayang oke? sayang, dimananya yang sakit, ayo kita ke rumah sakit, mas nggak mau sayang dan baby dalam bahaya!" Tegas Iqbal yang langsung mengendong tubuh Elsaliani.


"Sayang, bagaimana dengan aku? kamu mau kemana?" Teriak Lestari penuh dengan emosi ketika perhatian dan rasa khawatir Iqbal hanya tertuju pada Elsaliani.


"Sebaiknya kamu pulang sekarang Lestari, aku nggak ada waktu untuk meladeni kamu, aku harus ke rumah sakit sekarang." Tegas Iqbal yang langsung berlari keluar.


"Iqbal tunggu! kamu nggak bisa ninggalin aku hanya karena gadis cupu itu! aku bilang berhenti!" Teriak Lestari lalu mengikuti Iqbal hingga ke mobil.


"Lestari, aku perjelas sekali lagi! diantara kita udah nggak ada hubungan apa pun lagi, kamu dan aku udah putus semenjak kamu selingkuh dari aku, sekarang pergilah pada ayah dari bayimu. Hiduplah dengan dia, jauhi aku dan jangan pernah lagi datang ke rumah aku." Tegas Iqbal dan langsung masuk ke dalam mobil.


"Iqbal tunggu, please jangan tinggalin aku! aku minta maaf!" Tangis Lestari yang terus berusaha mengejar mobil Iqbal yang kini telah melaju meninggalkan perkarangan rumah.


"Iqbal...." Teriak Lestari dengan mata yang memerah.


Langkah Lestari terhenti, ia tidak lagi mengejar mobil Iqbal.


"Lihat saja, akan aku hancurkan kebahagiaan kalian. Jika aku tidak bisa memilikimu maka gadis cupu itu juga tidak berhak atas dirimu. Tunggu El, akan aku buat kamu menangis darah dan bersujud di kaki aku, akan aku rebut kembali Iqbal ku!" Gumam Lestari dengan emosi yang menggebu.


"Berhenti mas!" Pinta Elsaliani ketika mobil sudah agak jauh dari kompleks rumahnya.


"Kenapa? apa sakitnya tambah parah? sayang sabarlah, sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit!" Jelas Iqbal.


"Mas, El baik-baik saja. Kita nggak harus ke rumah sakit." Jelas Elsaliani pelan dengan kepala yang tertunduk.


"Nggak, kita tetap harus periksa ke rumah sakit, mas nggak mau sayang dan baby kenapa-napa."


"Mas, maaf! sebenarnya El bohongi mas. El dan baby baik-baik aja, El cuma pura-pura sakit." Jelas Elsaliani dengan air mata yang lolos begitu saja dari ujung mata indahnya.


Mendengar penjelasan Elsaliani membuat Iqbal segera menepikan mobilnya ke pinggir jalan. Setelah mematikan mesin mobil, Iqbal langsung mengalihkan pandanganya pada sosok sang istri yang sedari tadi terus saja menunduk. Perlahan tangan Iqbal menyentuh wajah Elsaliani dan mebawanya untuk menatap kearah Iqbal. Perlahan mengusap air mata yang kian membasahi wajah Elsaliani lalu mengecup kedua mata yang masih saja menangis, perlakuan Iqbal membuat Elsaliani terus menatap wajah Iqbal.


"Please jangan nanggis! mas sakit jika harus melihat sayang menangis, maafkan mas!" Pinta Iqbal dengan begitu lembut.


"Maafkan ke egoisan El. El hanya cemburu, El nggak suka mas meluk mbak Lestari, El nggak suka mas perhatian pada dia. El tau, El egois tapi tatap saja El mau mas seutuhnya hanya menjadi milik El!" Jelas Elsaliani dan langsung memeluk tubuh Iqbal.


"El, yang meluk tadi bukan mas, tapi Lestari. Lestari yang melakukannya."


"El tau, tapi tetap saja El nggak suka."

__ADS_1


"Mas jauh lebih nggak suka, sayang." Tegas Iqbal lalu mengecup bibir Elsaliani.


"El rindu....!" Ujar Elsaliani.


Entah keberanian dari mana datangnya, kini Elsaliani yang lebih dulu bergerak, lalu dengan cepat mencium bibir sang suami, Iqbal tersenyum dengan sikap Elsaliani yang mulai berani menyentuh dirinya, ketika Elsaliani hendak melepaskan ciumannya, Iqbal malah menghentikannya, kini Iqbal yang tidak ingin melepaskannya, Iqbal kembali melanjutkan aksi ciumannya bahkan hingga bermenit-menit lamanya.


"Mas jauh lebih rindu! rindu charger tenaga dan juga rindu excellent service dari sayang!" Goda Iqbal lalu mengedipkan mata kiringa pada Elsaliani.


"Mas, berhenti menggoda El!" Ujar Elsaliani dengan wajah yang telah merah merona.


"Mas benaran, nanti malam ya! Oh ya sayang, sejak kapan sayang mulai berani melawan Lestari? biasanya kan sayang selalu nurut sama perintah dia, bahkan sayang mau aja di suruh hal-hal yang aneh sama dia."


"Sejak tadi!"


"Maksud sayang?"


"Ya baru tadi El melakukannya."


"Alasannya? Kenapa bisa sayang seberani tadi, mas tau sayang kan yang mendorong Lestari sampai dia jatuh?"


"El nggak ada maksud untuk mendorong mbak Lestari, El hanya melindungi baby dan nggak sengaja membuat mbak Lestari jatuh. Mas, dulu El nurut sama mbak Lestari karena dia adalah wanita yang mas cintai, dia kebahagiaan mas, maka El harus membahagiakan dia karena hanya dengan begitu mas akan bahagia. El hanya tidak ingin merusak kebahagiaan mas, tapi kini El tau bahwa dia bukan lagi alasan mas tertawa lalu kenapa El harus menyanjung dia lagi. Selama ini, semua yang El lakukan karena mas, bukan karena El takut sama mbak Lestari, tapi karena El ingin membahagiakan mas." Jelas Elsaliani.


"Apa sebegitu penting kebahagiaan mas, sampai sayang mengorbankan segalanya buat mas? apa sayang sebegitu mencintai mas? kenapa sayang? kenapa tetap mencintai mas padahal mas selalu saja menyakiti jiwa dan raga sayang, kenapa sayang memperlakukan mas sebaik ini?"


"Karena mas adalah suami El, mas syurga El. Jika syurga di dunia ini tidak bisa El jaga dengan baik, lalu pantas kah El mengharap syurga Allah di akhirat kelak? El mau menjadi istri yang taat, hanya itu."


"Maafkan mas, sayang! maaf." Pinta Iqbal dengan suara serak, dadanya begitu sesak ingin rasanya ia menjerit sekuat mungkin, ia ingin mencaci dirinya yang telah menyakiti hati sebaik Elsaliani.


"El sayang mas Iqbal, seutuhnya. Tolong, tolong biarkan El terus mencintai mas, meski tak berbalas, tapi El ikhlas."


"Sayang, I love you so much!" Ucap Iqbal yang langsung mengecup seluruh wajah Elsaliani lalu kembali memeluknya erat.


______________________


Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE@ ya manteman semua😊😊


Tetap setia sama Cinta Elsaliani ya😉😘


Love u all🥰🥰


KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2