Cinta Elsaliani

Cinta Elsaliani
75.


__ADS_3

Dari kejauhan Elsaliani terus memperhatikan Iqbal yang sedang mengambil makanan Untuknya. Elsaliani segera bangkit dari duduknya, ketika ia melihat Khaira yang terus berjalan menuju tempat di mana Iqbal berada.


"Mau kemana?" Tanya Tia yang sedari tadi duduk di samping Elsaliani.


"Mau ambil minum, yah mau ambil minum." Jawab Elsaliani ngasal.


Dengan berlari kecil Elsaliani menghampiri sang suami lalu dengan cepat memeluk lengan kanan Iqbal, hingga membuat Iqbal menghentikan gerakan tangannya yang hendak mengambil makanan.


Melihat aksi Elsaliani membuat Khaira tersenyum manis pada keduanya.


"El, semua orang disini juga tau kalau Iqbal itu suami kamu, jadi kenapa harus menempel seperti itu? apa kamu sedang membuat yang lainnya cemburu sama kamu?" Tanya Khaira.


Ucapan Khaira membuat Elsaliani perlahan melepaskan lengan Iqbal, lalu melangkah mundur dari Iqbal, namun dengan cepat Iqbal malah menarik tubuh Elsaliani ke dalam dekapannya.


"Sayang jangan jauh-jauh ntar mas kangen. Apa ada lagi yang sayang mau? biar mas ambilkan." Jelas Iqbal dengan memasang senyuman mautnya.


"Nggak ada mas, ayo kita makan! baby juga udah lapar nih." Ujar Elsaliani.


"Baby ayah lapar ya? ayo sayang kita makan." Iqbal segera beranjak dengan mengandeng sang istri, keduanya kembali bergabung dengan Tia, Angel, Hendra, Alam dan Luqman yang duduk lesehan di karpet menikmati makanan mereka.


(Mau sampai kapan kalian terus berpura-pura? meski yang lain tidak melihatnya, tapi aku tau kalau kalian hanya sedang menipu semua orang) Bisik hati Khaira dengan tatapan yang masih saja menatap kearah Iqbal.


"Jika sudah selesai bisa geser? aku juga mau ambil makanan!" Seru Mikeal.


"Mikeal, kamu dari mana aja? kenapa baru kelihatan?" Tanya Khaira.


"Aku bukan nggak kelihatan, hanya saja mata kamu terlalu fokus sama abang Iqbal sehingga aku tak terlihat." Tegas Mikeal dengan aura dingin dan terus mengisi penuh piring yang ada di tangannya dengan menu yang tersedia di atas meja.


"Mikeal, hari ini kamu terlihat berbeda, apa terjadi sesuatu?" Tanya Khaira yang heran dengan perubahan sikap Mikeal terhadapnya.


"Hah! aku sama sekali nggak berubah Khaira, aku hanya tidak ingin mengejar orang yang bahkan tidak menatap kearah ku."


"Kenapa bicaramu juga ikut aneh?"


"Khaira, aku akui kalau aku jatuh cinta padamu sejak saat pertama bertemu denganmu di rumah abi, sejak saat itu aku bertekad untuk mendapatkan kamu, jika kamu tidak mencintaiku aku akan mendatangkan cinta itu di hatimu, namun segalanya berubah ketika kamu juga ikut berubah. Perasaanku seolah menghilang dengan sendirinya." Jelas Mikeal.


"Apa maksudmu?"


"Nggak masalah jika kamu menolak aku ribuan kali, namun aku tidak terima ketika kamu membuat El terluka." Jelas Mikeal dan berlalu meninggalkan Khaira.

__ADS_1


Sesaat langkah Mikeal terhenti lalu kembali mendekati Khaira yang masih berdiri mematung.


"Khaira, aku mohon sama kamu, tolong jangan ganggu rumah tangga abang Iqbal." Tegas Mikeal dengan tatapan tajam.


Mikeal kembali melangkah hingga tanpa sengaja ia malah menabrak seorang gadis hingga membuatnya terjatuh.


"Awwww!" Jerit gadis tersebut sambil mengusap bahu kanannya yang ditabrak oleh Mikeal.


"Amanda, kamu nggak kenapa-napa kan?" Tanya Rizal yang membantu Amanda untuk berdiri.


"Iya." Jawab Amanda dan masih sibuk menepuk kedua lututnya.


"Mama sama papa mana?" Tanya Rizal.


"Masih didepan sedang mengobrol dengan umi dan abi. Abang, aku lapar!" Jelas Amanda.


"Ini, makanlah!" Jelas Mikeal sambil menyodorkan makanan yang ada ditangannya.


"Untuk aku? Terima kasih!" Ucap Amanda dengan senyuman bahagia dan langsung menerima piring yang sudah di isi dengan berbagai makanan.


"Apa kamu nggak ingat sama aku?" Tanya Mikeal yang langsung membuat Amanda menatap padanya.


"Mantan kak Arumi!" Seru Amanda yang sontak membuat Rizal tertawa.


"Dulu masih SD sekarang udah jadi gadis yang begitu cantik!" Ujar Mikeal.


Mikeal kembali mengambil makanan, lalu segera bergabung dengan teman-teman lainnya yang sudah lebih dulu makan darinya.


-------------------


Selepas sholat magrib, semuanya berkumpul di ruang keluarga, setelah acara selesai lalu membereskan semuanya membuat Ayu dan Zulfa begitu lelah hingga mereka memutuskan untuk menginap satu malam lagi di rumah Iqbal.


Di sofa sana ada Adimaja, Ismail, Rizal dan Mikeal junior. Sedangan di karpet tepat di depan sofa ada Elsaliani yang rebahan dengan kepala berbantal pada paha Ayu dengan tangan Ayu yang terus membelai kepala sang menantu tersayang, di kaki Elsaliani ada Iqbal yang begitu setia memijit kaki sang Istri. Di samping Iqbal ada Amanda dan Mikeal. Di samping ayu ada Zulfa, Khaira dan Arumi yang duduk tepat di depan Rizal. Semuanya tampak begitu serius dengan tontonan mereka. Film 'Habibi Ainun**' membuat mereka begitu larut dalam suasana.


"Aku juga akan mendapatkan seorang Ainun dalam hidup aku." Bisik Mikeal.


"Semoga abang mendapatkannya, tapi ingat jangan jadikan kak Arumi sebagai Ainunnya abang, karena kak Arumi sudah punya Habibinya tuh!" Jelas Amanda sambil menunjukkan dagunya kearah Rizal.


"Adiknya Arumi boleh dong!" Goda Mikeal.

__ADS_1


"Ishhhh, aku tuh nggak selera sama om-om!" Tegas Amanda.


"Good job Manda!" Gumam Iqbal yang langsung mengangkat tangannya kearah Amanda.


Tangan Amanda dengan cepat menepuk tangan Mikeal hingga bunyi tepukan tangan keduanya mengalihkan pandangan yang lainnya.


"Apa om Iqbal sedang bermain batu gunting kertas dengan tante Manda?" Tanya Mikeal junior dengan begitu semangat.


"Nggak kok sayang, kami hanya menghibur orang yang sedang patah hati!" Seru Iqbal.


"Siapa yang patah hati?" Tanya Zulfa dan Ayu hampir bersamaan.


"Apa Khaira menolak mu, Mikeal?" Tanya Adimaja.


"Nggak!" Jawab Khaira dan Mikeal hampir bersamaan.


"Dasar ply boy!" Gumam Amanda pelan dengan wajah cemberutnya.


"Khaira kamu menolak anak bunda?" Tanya Ayu.


"Khaira, apa nggak sebaiknya kamu coba kenali Mikeal lebih dulu, dia lelaki yang baik." Jelas Zulfa.


"Bukan Khaira yang menolak, tapi aku yang berhenti bergerak!" Tegas Mikeal.


"Abang Mikeal, apa ini karena?" Pertanyaan Elsaliani terhenti karena Mikeal menatap intens dirinya, seolah meminta Elsaliani untuk tidak melanjutkan ucapannya.


"Karena apa adek?" Tanya Rizal yang langsung bisa mengetahui kalau sebenarnya Elsaliani sedang menyembunyikan sesuatu dari yang lainnya.


"Sejak kapan abang Rizal jadi kepo? pasti karena cinta bertepuk sebelah tangan, iya kan El?" Jelas Arumi.


"Apa kamu juga ada dalam permainan mereka? kalian pasti sedang menyembunyikan sesuatu dari aku, iya kan?" Bisik Rizal di telinga Arumi.


"Permainan apa? nggak usah ngaco lah!" Jelas Arumi yang mencoba tenang.


Arumi hanya tidak ingin memperkeruh keadaan yang ada, karena ia tau, jika Rizal tau tentang apa yang telah Khaira lakukan kemaren, sudah dapat di pastikan kalau Rizal akan murka. Lebih dari itu, dia tidak ingin Khaira dan Iqbal tau kalau sebenarnya Arumi dan Mikeal lah yang mengirimkan photo Khaira yang sedang memeluk Iqbal untuk Elsaliani.***


______________


Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTe@ ya manteman semua@😊😊

__ADS_1


Tetap setia Cinta Elsaliani 🥰🥰


KaMsaHamida ❤️❤️❤️


__ADS_2