Cinta Elsaliani

Cinta Elsaliani
21.


__ADS_3

Suara lantang yang terus berteriak memanggil nama Iqbal, begitu menggema di seluruh ruangan. Mendengar keributan tersebut membuat Elsaliani terbangun dari tidur nyenyak. Elsaliani bangun meski harus menahan rasa sakit yang masih terasa begitu membuat seluruh badan Elsaliani terasa berat untuk bergerak.


Elsaliani keluar dari kamar dengan terus melangkah mencari asal suara yang telah mengusik ketenangannya. Langkah Elsaliani terhenti, ketika ia berpas-pasan dengan Lestari tepat di depan kamar Iqbal, dengan Amarah, tanpa bertanya lebih dulu, tangan Lestari dengan kasar menarik bagian belakang dari kerudung Elsaliani, membuat sang empunya harus menahan rasa sakit.


"Di mana Iqbal? kamu sembunyikan di mana kekasih aku?" Tanya Lestari dengan emosi yang menggebu, karena sedari tadi ia tidak bertemu dengan Iqbal.


"El tidak tau. Dari tadi malam El tidak lagi melihat tuan Iqbal di rumah!"


"Kamu tidak sedang menipu aku kan?"


"Tidak mbak, coba mbak telpon dulu, mungkin tuan lagi ada kerjaan."


"Aku udah telpon berkali-kali tapi nggak di angkat sama dia, ahss....sial, kemana sih perginya?"


Lestari kembali mencoba untuk menghubungi Iqbal. Sedangkan hanya bisa berdiri sambil sesekali memperhatikan Lestari yang terlihat begitu kalang kabut mencari sosok Iqbal. Di saat kedua gadis itu sibuk dengan urusan mereka di saat itu pula dua orang lelaki yang bertubuh tegap besar, dan menutupi wajah mereka dengan masker berwarna hitam lengkap dengan jaket kulit berwarna hitam pula, keduanya terus memasuki rumah Iqbal. Dengan mudah kedua lelaki sangar tersebut langsung menyandra Elsaliani dan Lestari.


Dengan lihai mereka terus menyeret kedua gadis tersebut ke ruang tamu lalu mengikat kaki dan tangan keduanya, setelah memastikan bahwa sandraan mereka terikat dengan baik, kedua lelaki tersebut kembali memasuki seluruh ruangan yang ada, beberapa menit kemudian kembali mendatangi Elsaliani dan Lestari di ruang tamu.


"Katakan, di mana kapten brengsek itu menyimpan dokumen kami? ayo bicara, jawab!" Teriak salah satu dari mereka, hal tersebut cukup membuat kedua gadis terperanjat kaget.


"Aku nggak tau, aku sama sekali nggak tau." Jawab Lestari.

__ADS_1


"Jadi kalian nggak bisa di ajak bicara baik-baik? oke kita main cara kasar, nggak masalah!" Jelas satunya lagi dengan tangan yang langsung menyentuh kasar wajah Elsaliani.


"El sama sekali nggak tau di mana dia meletakkan barang-barang penting miliknya." Jelas Elsaliani yang terus berusaha mengelak dari sentuhan lelaki tersebut.


"Oke, tetaplah bersikap bodoh. Aku tau kalian pasti tau semuanya kan? cepat bicara!" Teriak seorang lainnya yang juga ikut berlaku kasar pada Lestari.


"Lepasin! aku benar-benar nggak tau di mana barang yang kalian cari." Teriak Lestari yang begitu marah dengan perlakuan kasar mereka terhadap dirinya.


"Iqbal memang pandai dalam memilih kekasih, gadis yang kasar dan berani! kita lihat apa yang akan dia lakukan jika dia tau kalau gadisnya ada di tangan kita, bawa dia." Jelas lelaki tersebut, sembari memerintahkan partner nya untuk membawa Lestari bersama mereka.


Dengan kasar lelaki tersebut menyeret tubuh Lestari untuk ikut dengan mereka.


"Tunggu....!" Pinta Elsaliani dengan suara pelan, ia terlihat gugup namun tetap saja memaksakan diri untuk berkomunikasi dengan para lelaki yang terlihat bak mafia, yang kini ingin membawa Lestari bersama mereka.


"Bu....bu.....kan, kalian salah!" Teriak Elsaliani dengan mata yang ia tutup rapat-rapat. Elsaliani berusaha untuk terlihat berani di depan para mafia yang siap menyakiti bahkan membunuhnya.


"Salah? apa maksud dari ucapan mu itu?


"Dia, dia bukanlah gadisnya kapten Iqbal. El, hm.....El yang istrinya. Jadi jika kalian memang ingin melakukan barter dengan dia, bukankah harusnya El orang yang harus kalian bawa. Dia, dia, gadis itu sama sekali tidak akan membuat kapten Iqbal mendatangi kalian." Jelas Elsaliani dengan terus berusaha menyembunyikan rasa takut yang menggerogoti seluruh tubuhnya.


"Elsaliani....!" Ujar Lestari yang tidak mengerti dengan apa yang sedang Elsaliani coba lakukan.

__ADS_1


"Kamu pikir aku akan percaya dengan kebohongan dari mulut mu itu? cukup! jangan coba-coba melakukan hal yang justru memaksaku untuk mengakhiri hidup kamu, kita pergi, bawa gadis itu!" Tegas Lelaki yang masih berdiri di hadapan Elsaliani.


"Baik!" Jawab partnernya lalu menyeret Lestari untuk ikut dengan mereka.


"Tunggu! percayalah kalau memang El ini adalah istrinya kapten Iqbal, bukan gadis itu!" Tegas Elsaliani, kali ini ia mencoba untuk lebih tenang dengan mencoba meninggikan suaranya, seolah tidak ada lagi sedikitpun rasa takut.


"Kalian berpikir bahwa dia sedang berbohong? hah konyol sekali. Lihatlah! lihat foto-foto yang terpajang di dinding dan meja di setiap ruang rumah ini, bukankah yang ada di sana bersama Iqbal adalah gadis itu!" Jelas Lestari dengan tatapan sinis, bahkan seakan ia sedang menertawai kebodohan para lelaki tersebut.


Untuk sesaat kedua lelaki tersebut segera menoleh, lalu melihat semua foto yang terpajang di ruang tamu, dan memang ternyata benar, Elsaliani gadis yang ada di dalam foto-foto tersebut.


"Aku rasa mereka bicara jujur, kalau begitu segera tukar sandraan kita, kita harus bergegas sebelum **** itu muncul mengacaukan semua rencana kita." Jelasnya dan kali ini segera melepaskan Lestari dari genggaman mereka. Elsaliani di paksa untuk ikut dengan mereka.


Kedua lelaki brutal tersebut langsung membawa Elsaliani dengan mobil mereka dan segera meninggalkan rumah Iqbal. Lestari yang di tinggal begit saja akhirnya bisa bernafas dengan lega meski dengan tali yang masih melilit kaki dan tangannya tapi setidaknya ia bisa bernafas dengan lega karena para mafia tersebut tidak lagi bersamanya.


"Elsaliani, Elsaliani, kamu itu memang gadis bodoh. Bisa-bisanya kamu berbuat hal sekonyol ini, kamu berusaha menggali kuburan mu sendiri, benar-benar idiot. Baiklah, bukankah ini adalah berita terbaik untuk aku dan Iqbal, sekarang aku dan Iqbal tidak harus pusing-pusing lagi mencari cara untuk menyingkirkan mu, sekarang tidak akan ada lagi penghalang untuk kami bersatu. Ah,, apa aku harus merayakan hari bahagia ini...." Ujar Lestari dengan penuh kebahagiaan


"Elsaliani, El, kamu di mana? apa sekarang kamu bisu sampai tidak bisa menjawab panggilan aku? El, aish.....gadis itu benar-benar....." Repetan Iqbal segera terhenti ketika matanya melihat Lestari yang berada di ruang tamu dengan kaki dan tangan yang terikat.


"Sayang, tolong aku!" Tangis Lestari.


Dengan cepat Iqbal berlari ke arah di mana Lestari berada lalu segera membuka semua ikatan pada kaki dan tangan Lestari. Setelah semua ikatan terbuka dengan cepat Lestari langsung memeluk sang kekasih lalu menangis di pelukan tersebut.

__ADS_1


"Apa yang terjadi? kenapa kamu bisa ada di sini? dan siapa yang melakukan semua ini?" Tanya Iqbal yang khawatir dan panik dengan keadaan Lestari.


Iqbal terus mencoba menenangkan Lestari yang masih menangis ketakutan, Iqbal kembali mengeratkan pelukannya.***


__ADS_2