Cinta Elsaliani

Cinta Elsaliani
112.


__ADS_3

🍁DUA BULAN KEMUDIAN🍁


Elsaliani terlihat begitu menawan dengan gamis putih dengan sedikit manik-manik berwarna pink di bagian lengan bawah dan juga di bagian bawah gamis dipadu dengan pashmina warna pink yang melilit indah di kepalanya, membuat wajah Elsaliani semakin berseri-seri.


Elsaliani masih duduk di atas kasur sambil memencet-mencet layar ponselnya, hingga akhirnya ia mulai bosan menunggu.


"Mas, mau berapa jam lagi harus El tunggu?" Tanya Elsaliani yang mulai kesal karena sedari dua puluh menit yang lalu sang suami belum juga muncul.


"Sayang jangan teriak-teriak ntar Zea bangun! bentar lagi siap nih!" Jawab Iqbal yang masih sibuk memilih baju yang akan ia kenakan.


"Sampai kapan mas mau berdiri di depan lemari, kalau mas nggak ambil baju mas nggak akan keluar sendiri dari lemari." Cetus Elsaliani sambil berjalan mendekati sang suami.


"Sayang bisa nggak jilbabnya diganti?" Tanya Iqbal sambil berbalik menghadap Elsaliani.


"Mas, butuh waktu lama sampai El bisa lilit-lilit nih pashmina tau, bahkan El harus makek sambil nonton tutorial nya, masak iya harus El buka."


"Tapi kemeja mas yang warna pink nggak ada satupun, entah kemana perginya."


"Mas pakai aja yang warna lain."


"Nggak mau! sayang sama Zea pakek sama masak mas beda, nggak mau ah!"


Mendengar protes yang Iqbal ajukan membuat Elsaliani tertawa, perlahan kedua tangan Elsaliani beranjak menyentuh wajah Iqbal lalu menatapnya dalam.


"Bersama-sama nggak harus sama kan? lagi pula mas udah pakek celana putih, udah sama kan sama baju El dan Zea, cuma kurang pink doang! lagian Zea juga cuma bandonya doang yang pink bajunya putih juga kan."


"Mas nggak jadi deh perginya!" Tegas Iqbal lalu duduk di pinggir kasur.


Tanpa sepengetahuan Iqbal, Elsaliani langsung mengambil kemeja putih dari dalam lemari lalu perlahan kembali mendekati Iqbal.


"Hari ini adalah hari paling bahagia buat abang Hendra, hari ini abang hendra akan menjadi seorang suami untuk Angel. Apa mas nggak mau mendampingi abang Hendra dihari bahagianya? dia pasti menunggu mas dan juga pasukan tim lainnya, jika saja hari ini mas nggak datang mungkin abang Hendra akan sangat kecewa dan juga sedih, karena bagi abang Hendra, mas adalah sahabat terbaiknya." Jelas Elsaliani sambil membuka kancing kemeja yang ada di tangannya.


"Sayang..."


"Ayo ulurkan tangan mas, El janji habis mas pakai kemeja ini ntar El juga tukar jilbab."


"sayang!" Ucap Iqbal yang langsung bangun lalu memeluk erat tubuh Elsaliani.


"Kenapa bujukan sayang selalu saja membuat jantung mas berdetak tak karuan? Kelembutan sayang selalu membuat hati mas bergetar hebat, sayang selalu saja menyentuh segala permintaan mas dengan penuh ketaatan, bagaimana bisa sayang selalu saja mementingkan permintaan mas?"


"Karena mas suami El, selagi permintaan mas bukanlah hal yang dilarang dalam agama maka selama itu pula El akan selalu menurut sama mas."


"I love you, Elsaliani."


Iqbal merenggangkan pelukannya, lalu mengecup lembut dahi Elsaliani.

__ADS_1


"El lebih mencintai mas. Di pakek gih kemejanya!"


"Pakein!"


"Hmmmmm."


Iqbal merentangkan kedua tangannya, perlahan Elsaliani mulai memakaikan kemeja tersebut pada Iqbal, mulai dari lengan satu persatu dan kini ia mulai mengancinginya satu-persatu pula.


"El ingat waktu itu? bukankah sebelumnya, El juga pernah melakukan hal yang sama seperti yang sedang El lakukan sekarang."


"Hmmmmm, El ingat banget."


"Mau mas ceritakan sesuatu, boleh?"


"Tentu!"


"Hari itu untuk kedua kalinya jantung mas berdetak cepat tanpa jeda. Jujur, mas terpesona dengan tatapan bening mata sayang."


"Sungguh?"


"Hmmmm, sampai mas hampir saja lepas kendali, keteduhan wajah sayang seakan mematahkan gengsi dan enggan mas, mas hampir roboh saat itu juga."


"Apa mas pikir El baik-baik saja? justru El bagai tersetrum listrik, saat tatapan tajam mas seakan menusuk mata El. Hmmmm, tapi tadi mas bilang yang kedua, berarti ada gadis lain yang lebih dulu membuat jantung mas berdetak cepat."


"Iya ada. Tapi lebih tepatnya bukan seorang gadis melainkan seorang bocah."


"Iya, bocah SD dengan rambut yang dikepang dua, yang dengan tangan munyilnya menyentuh lembut tangan mas, lalu meyelamatkan nyawa mas, dari tangannya ada kehangatan yang menjalar ke dalam tubuh mas. Dia cinta pertama mas yang membuat jantung mas seakan melompat dari tempatnya."


'Cup' Bibir Elsaliani mendarat di pipi kiri Iqbal.


"Titipan dari bocah SD cinta pertama mas!" Jelas Elsaliani dengan senyuman bahagia.


Iqbal kembali mendekatkan wajahnya namun sebelum Iqbal sukses dengan misinya, suara tangis Zea lebih dulu mencuri perhatiannya Elsaliani.


Secepat kilat Elsaliani mengalihkan wajahnya kearah dimana Zea berada.


"Selalu saja begini!" Cetus Iqbal dengan raut wajah penuh kecewa.


"Udah ayo buruan!" Ajak Elsaliani sambil menyentuh pipi kiri Iqbal.


Keduanya segera mendekati Zea yang baru saja bangun dari tidur nyenyaknya.


"Zea, pada hal kan bisa bangunnya bentar lagi, kenapa harus selalu merusak kebahagiaan ayah sih?" Tanya Iqbal yang langsung mengambil Zea dari kasur lalu menggendongnya.


"Ishhh mas apaan sih! Udah ayo kita berangkat sekarang!"

__ADS_1


"Ayo sayang! nggak ada yang ketinggalan kan?" Tanya Iqbal memastikan setalah mengambil sebuah tas perlengkapan Zea yang sedari tadi telah Elsaliani siapkan.


"Nggak ada, semuanya udah."


"Masih ada yang belum!"


"Apa?"


'Cup, Cup' "Udah sekarang nggak ada lagi yang ketinggalan, ayo!" Jelas Iqbal setelah mengecup dahi istri dan putri tercinta.


------------------------------


"Saya nikahkan putri saya, Angel Silvia binti Arya Utama dengan engkau Hendra Saputra bin Hermansyah dengan mas kawin 50gram emas dan seperangkat alat solat di bayar tunai." Ucap Arya dengan gagahnya.


Arya adalah papanya Angel, keduanya bekerja sebagai polisi, dan keduanya memang sama-sama berada di devisi kriminal, sedangkan ibu Angel hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa, ibu Angel bernama Ariyani.


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Angel Silvia diatas diri saya, dengan mahar yang telah disebutkan tunai." Jawab Hendra dengan lantang dang gagah.


"Sah, sah sah!" Teriakan para saksi dan tamu undangan seakan menggema di udara.


Hendra terlihat tersenyum lega, akhirnya berhasil mempersunting sang pujaan hati. Acara salam-salaman mempelai dengan kedua pihak keluarga terus berlanjut, hingga keempat sahabat terbaiknya mulai mendekat memberikan selamat.


"Akhirnya tinggal dua orang lagi yang belum sah, selamat bro!" Ucap Alam sambil menjabat tangan kedua mempelai secara bergantian.


"Aku bingung harus bahagia atau bersedih!" Ucap Luqman.


"Kenapa? apa terjadi sesuatu?" Tanya Hendra.


"Iyalah, jika melihatmu bisa memperistri Angel aku merasa sangat bahagia karena sahabat aku bisa mendapatkan pasangan yang begitu sempurna. Tapi jika aku melihat dari sisi Angel, maka...." Penjelasan Luqman langsung terhenti ketika tangan Hendra mendarat tepat di perut Luqman.


"Dasar pengkhinat!" Gumam Hendra yang sontak membuat yang lainnya tertawa.


"Selamat Angel, semoga bahagia, aku titip sahabatku ya, tolong bahagiakan dia selamanya." Ujar Luqman sambil menjabat tangan Angel.


"Iya, aku janji aku akan jaga sahabat kamu dengan baik." Ujar Angel.


"Semoga kalian bahagia selalu, doakan kami cepat nyusul." Jelas Mikeal.


"Pasti! setelah ini langsung di lanjutkan oleh Luqman dan setelahnya kamu." Ujar Iqbal.


"Aamiin!" Jawab Luqman dan Mikeal serentak membuat kelimanya saling memandang secara bergantian lalu tertawa puas membuat para undangan langsung mengalihkan pandangannya kearah mereka berlima.***


__________________


Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE ya 😊😊

__ADS_1


Tetap setia sama Cinta Elsaliani 🥰🥰🥰


KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2