Cinta Elsaliani

Cinta Elsaliani
78.


__ADS_3

"Auwwww!" Jerit Elsaliani.


Suara Elsaliani yang begitu keras membuat Iqbal yang sedang berada di kamar mandi segara keluar, dengan hanya menggenakan handuk Iqbal langsung berlari menghampiri sang istri.


"Kenapa sayang? di mana yang sakit? apa perut sayang keram lagi? di bagian mana yang sakit?" Iqbal terus mengajukan pertanyaan yang begitu bertubi-tubi.


Wajah Iqbal terlihat begitu panik dan khawatir, tangannya terus saja memeriksa Elsaliani, mulai dari perut hingga ke kaki.


"Mas!" Gumam Elsaliani dengan wajah kesal.


"Dimana yang sakit?" Iqbal kembali bertanya kali ini dengan mata yang menelusuri raut wajah Elsaliani.


"Mas, ini semua apa? kenapa sebanyak ini? haissssh jadi semalam ini yang di lihat sama abang dan kak Khaira, aahhhh! mau di kemanakan muka El!" Gumam Elsaliani.


"Apa sih? sayang ngomongin apa? mas nggak ngerti!"


"Nih! Abang pasti akan menggoda El habis-habisan." Ujar Elsaliani sambil menunjukkan bagian lehernya yang merah.


"Oooooh itu masalahnya. Mas kira ada apa! udah mas mau mandi, kalau kurang mas bisa buat yang lebih banyak lagi nanti malam!" Jelas Iqbal dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Iiiih!"


"Atau mau mas tambah sekarang? ayo sini!"


Iqbal kembali mendekat, namun Elsaliani berusaha mencegahnya. Usaha Elsaliani hanya berakhir sia-sia, karena Iqbal semakin menyerang.


"Mas sakit!" Keluh Elsaliani karena tubuh Iqbal yang tanpa sengaja bergerak menghimpit perut besar Elsaliani, membuat Elsaliani kewalahan.


Bersamaan dengan suara protes Elsaliani, pintu kamar terbuka dari luar. Ayu yang mendengar keluhan Elsaliani langsung menerobos masuk, bahkan dengan cepat tangan Ayu mendorong Iqbal hingga membuat punggung Iqbal mendarat di dinding kamar.


"Di mana yang sakit sayang?" Tanya Ayu panik.


"Bunda...." Seru Iqbal dan Elsaliani hampir bersamaan.


"El oke bunda!" Lanjut Elsaliani.


"Kamu apakan menantu bunda? awas saja kalau sampai El kenapa-napa akan bunda patahkan tanganmu itu!" Gumam Ayu.


"Bunda, kenapa sih selalu aja...." Keluh Iqbal langsung terhenti


"Apa? kamu nggak tau kalau istri kamu ini lagi hamil besar? perutnya aja udah cukup buat dia ngos-ngosan terus kamu malah nambah jadi beban, dasar suami nggak tau diri!" Omel Ayu.


"Bunda, ini nggak seperti yang bunda lihat, mas cuma mau bantu El."


"Udah El sama bunda aja, kalau gini ceritanya El ikut ke rumah bunda aja."


"Nggak! bunda jangan cari gara-gara ya, El akan tetap di sini sama aku."


"Bunda, El benaran baik-baik aja. Hmmm apa yang lain udah pada siap semua?" Tanya Elsaliani mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Oh ya, bunda hampir lupa, semua udah berkumpul di meja makan." Jelas Ayu.


"El akan segera keluar sama mas juga." Ujar Elsaliani.


"Baiklah, bunda dan yang lain tunggu di meja makan ya. Setelah kita sarapan bersama baru kami akan pulang." Jelas Ayu.


"Baik bunda." Jawab Elsaliani.


"Dan kamu, kalau mau El tetap disini, jangan ganggu El. Udah cepat mandi sana, bapak dan yang lain nungguin tuh." Jelas Ayu dengan manatap tajam kearah Iqbal.


Setelah Ayu keluar Iqbal kembali mendekati Elsaliani lalu perlahan dan penuh hati-hati tangan Iqbal mencoba mengusap perut Elsaliani.


"Baby maafkan ayah, ayah nggak sengaja buat uma dan baby kesakitan." Pinta Iqbal dengan wajah sedih dan begitu merasa bersalah.


"Baby oke mas. Hmmm El minta maaf, karena El, mas dimarahi bunda."


"Nggak masalah, yang penting sayang dan baby nggak kenapa-napa. Tunggu di sini, mas akan ambilkan baju dan jilbab sayang."

__ADS_1


"Terima kasih." Ucap Elsaliani dengan senyuman.


---------------------


"Ainun abang cantik banget hari ini!" Goda Mikeal ketika melihat Amanda yang sedang berjalan menuju dapur.


"Hadeeeuh! masih pagi, jangan buat mood aku jelek!" Tegas Amanda.


"Gimana kalau Ainun pulangnya diantar sama abang aja? nggak asyikkan kalau kamu jadi obat nyamuk abang Rizal dan Arumi."


"Maksudnya apa coba? kan ada Mikeal."


"Mikeal kan lain cerita, udah jangan ganggu pengantin baru dong, biar aku antar aja gimana?"


"Hmmmmm."


"Udah nggak usah mikir kelamaan, aku yang akan mengantar kamu, ayo makan!" Tegas Mikeal dan langsung bergabung dengan yang lainnya di meja makan.


"Maaf, aku telat!" Ucap Khaira yang baru bergabung.


Tangan Khaira masih terlihat sibuk memasang bros di jilbabnya, ia tampak kesusahan memasangkannya.


"Sini kak biar aku bantu!" Tawar Amanda dan langsung membantu Khaira.


"Terima kasih!" Ucap Khaira setelah Amanda berhasil memasangnya.


"Sama-sama kak!" Jawab Amanda dan langsung duduk di samping Rizal.


"Khaira ayo duduk!" Pinta Ayu sambil menarik kursi yang ada di sampingnya.


"Terima kasih bunda." Ucap Khaira dan langsung duduk tepat di hadapan Mikeal.


"Selamat pagi semuanya, maaf telat!" Ucap Iqbal dan langsung duduk si sebelah Arumi dengan disusul oleh Elsaliani yang duduk di sampingnya.


"Nggak apa-apa kok telat, abang paham!" Ujar Rizal lalu mengedipkan matanya kearah Elsaliani.


"Abang jangan ganggu adek, ayo kita sarapan!" Ajak Ismail.


"Ayo!" Ujar Zulfa.


------------------------


Setelah sarapan bersama, semuanya berkumpul di teras. Hari ini semuanya akan pulang ke rumah mereka masing-masing, karena buru-buru Zulfa dan Ismail telah lebih dulu pulang dengan membawa Mikeal junior bersama mereka, di ikuti dengan Ayu dan Adimaja.


"Kak Khaira pulang sama abang?" Tanya Elsaliani.


"Nggak! aku udah pesan taxi oline kok." Jawab Khaira.


"Nggak apa, biar abang antar!" Jelas Rizal.


"Nggak usah, nanti abang telat ngantor loh! kan harus ngantar Arumi juga, ntar nggak keburu. Aku bisa pulang sendiri kok." Jelas Khaira


"Tapi..." Keluh Rizal.


"Atau biar abang Mikeal aja yang ngantar!" Usul Elsaliani.


"Aku udah janji mau ngantar Manda, lagi pula ntar jam sepuluh ada latihan, aku takut nggak keburu." Jelas Mikeal.


(Semenjijik itukah aku saat ini di mata kamu Mikeal, sampai kamu punya seribu alasan buat menolak dekat dengan aku.) bisik hari Khaira sedih.


"Aku bisa pulang sama abang Rizal kok, abang Mikeal ngantar kak Khaira ja!" Jelas Amanda.


"Nggak bisa gitu dong, aku udah janji mau ngantar kamu, udah nggak ada tawar menawar lagi, ayo masuk mobil!" Jelas Mikeal yang langsung menarik Amanda untuk masuk ke mobilnya.


Mobil Mikeal langsung meninggalkan garasi rumah Iqbal.


"Abang akan mengantar kamu, ayo masuk!" Ajak Rizal.

__ADS_1


"Ayo Khiara!" Ajak Arumi.


"Tuh, taxi yang aku pesan udah datang kayaknya. Sampai di rumah aku akan langsung telpon abang, aku pamit." Jelas Khaira.


Khaira langsung keluar dari teras namun langkahnya terhenti, ketika seseorang masuk dari balik gerbang.


"Kayaknya aku salah! tapi sebentar lagi pasti beneran datang deh, udah abang duluan aja." Jelas Khaira ketika melihat lelaki yang datang ternyata adalah temannya Iqbal.


"Hai..." Sapa Luqman dengan tersenyum pada Khaira lalu melangkah melewati Khaira dan segera menemui Elsaliani.


"Ada apa El? katanya ada yang penting?" Tanya Luqman.


"Sayang yang minta Luqman ke sini?" Tanya Iqbal.


"Iya, El mau minta tolong sama Abang Luqman." Jelas Elsaliani.


"Minta tolong apa?" Tanya Rizal dan Iqbal hampir bersamaan.


"Tolong antar kakaknya El pulang, bisa?" Jelas Elsaliani.


"El..." Seru Khaira yang kaget dengan sikap Elsaliani.


" Woww adek udah mulai gesit ya! Luqman tolong antarkan Khaira pulang." Ujar Rizal.


"Dengan senang hati, ayo Khaira." Ucap Luqman.


"Tapi...." Keluh Khaira.


"Udah kak Khaira tenang aja." Pinta Elsaliani.


"Baiklah, terima kasih." Ucap Khaira lalu mengikuti Luqman yang telah lebih dulu keluar.


"Abang juga pamit, ingat! kalau ada apa-apa segera hubungi abang." Jelas Rizal.


"Iya" Jawab Iqbal.


" Kami pamit El." Ucap Arumi.


"Hati-hati!" Pesan Elsaliani.


Arumi dan Rizal pun langsung masuk ke dalam mobil.


"Apa sayang berniat untuk menjodohkan Luqman dengan Khaira?" Tanya Iqbal ketika mobil Rizal telah berlalu.


"Hmmmmm"


"Mas nggak setuju. Luqman itu teman baik mas, dia lelaki yang baik, mas nggak mau dia terluka, Khaira bukan gadis yang baik untuk dia." Tegas Iqbal.


"Kak Khaira itu gadis baik-baik. Percaya sama El, mereka terlihat serasi."


"Tapi..."


"Biarkan mereka saling kenal."


"Tapi mas nggak akan membiarkan Khaira merusak hidup Luqman."


"Itu nggak akan terjadi." Tegas Elsaliani lalu kembali masuk ke dalam rumah.


"Nggak sayang, mas nggak akan rela jika Luqman kecewa dan terluka. Khaira bukan perempuan yang baik. Maaf, bukan mas nggak percaya sama sayang, tapi mas sama sekali nggak bisa percaya sama Khaira, dia licik, dia nggak boleh dekat dengan Luqman." Tegas Iqbal pada dirinya sendiri.***


_________________


Jangan lupa LIKE KOMEN n vote@ ya manteman 😊😊😊


Tetap setia sama Cinta Elsaliani 🥰🥰🥰


KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2