Cinta Elsaliani

Cinta Elsaliani
32.


__ADS_3

Dengan rasa khawatir yang memuncak, Rizal segera mendekati Elsaliani, memeluknya dengan erat, mencoba menyentuh pipinya. Air mata yang tak terbendung lagi langsung lolos dari pertahanan Rizal, berulang kali tangan Rizal mengusap lembut kedua pipi Elsaliani.


"Adek bangun dek! ini Abang datang, Abang kangen sama adek, bangunlah!" Pinta Rizal dan kembali memeluk Elsaliani.


"Abang Rizal tenanglah! El hanya syok, dia akan baik-baik saja." Jelas Mikeal.


"Nggak, Adek nggak akan akan baik-baik saja." Jelas Rizal dan langsung menggendong tubuh Elsaliani dan membawanya masuk.


Iqbal hanya terdiam, dia begitu larut dalam kesedihan, otaknya terus berfikir keras dengan apa yang sedang terjadi, bahkan dia masih berdiri mematung di teras ketika yang lainnya telah masuk ke dalam.


Rizal Segera membaringkan tubuh lemah Elsaliani di atas kasur, Mikeal mengikuti ke duanya ke kamar Iqbal.


"Apa sebaiknya aku hubungi dokter?" Tanya Mikeal.


"Jangan! adek takut dengan dokter, biar Abang yang akan mengurus adek. Terima kasih banyak Mikeal karena kamu datang tepat waktu, Abang nggak tau apa yang akan terjadi pada adek jika kamu tidak datang, sekali lagi terima kasih." Jelas Rizal tanpa menoleh ke arah Mikeal, Rizal masih saja menatap wajah pucat Elsaliani.


"El juga tanggung jawab aku, akan akan melindunginya. Tapi sebenarnya aku penasaran, siapa lelaki **** itu?"


"Dia, adalah lelaki yang mencoba untuk memperkosa adek delapan tahun yang lalu, dan baru kemaren di bebaskan."


"Abang yang menjobloskan dia ke penjara?"


"Bukan! tapi pak Adimaja yang melakukannya."


"Om Adi? apa hubungannya dengan Om Adi?" Tanya Mikeal yang mulai penasaran dengan cerita di balik segala masalah yang sedang terjadi.


"Ceritanya panjang. Oh iya, Iqbal mana?" Tanya Rizal ketika menyadari Iqbal tidak ikut masuk bersama mereka.


"Aku akan mencarinya!" Ujar Mikeal setelah menoleh ke sana sini namun sosok Iqbal tetap tidak ada.


Mikeal hendak keluar untuk mencari Iqbal, di saat itu puka Iqbal datang.


"Bagaimana dengan keadaan El?" Tanya Iqbal yang langsung mendekati El, lalu menyentuh lembut rambut Elsaliani.


"Adek masih belum sadarkan diri? kamu dari mana?" Tanya Rizal.


"Aku habis ngurusin **** itu. Polisi sudah membawanya, aku akan membuatnya membusuk di penjara karena dia sudah berani menyentuh istri aku." Tegas Iqbal dengan mata yang begitu memerah.


"Lepas! El mohon jangan sentuh El" Teriak Elsaliani.

__ADS_1


Elsaliani segera bangun, ia berusaha menjauh dari Iqbal. Tangannya yang masih terlihat gemetar, mencoba menutupi seluruh tubuh dengan selimut. Kini yang terdengar hanya suara tangisan yang begitu memilukan, membuat ketiga lelaki gagah yang berada di sisinya merasa resah dan khawatir. Iqbal mencoba menyentuh Elsaliani namun lagi-lagi Elsaliani menjerit histeris.


"El mohon! Kelvin jangan sentuh El!"


"Sayang ini mas, lihatlah! **** itu tidak akan pernah lagi datang kesini." Jelas Iqbal dengan suara parau karena sedari tadi terus mencoba untuk menahan tangisnya.


"Adek, ini Abang, Abang kangen banget sama adek! adek kenapa sih? mimpi buruk lagi? hm...udahlah dek, Kelvin nggak akan menemui adek lagi, dia di penjara!"Jelas Rizal.


Tangan Rizal kembali membuka selimut Elsaliani dengan penuh hati-hati. Elsaliani sama sekali tidak melawan, mata indahnya menatap wajah Rizal yang kini tepat di hadapannya lalu segera memeluknya erat.


"Adek mimpi buruk lagi Abang, dia datang lagi, adek takut!" Jelas Elsaliani dengan terus menangis.


"Tenanglah adek! Adek cuma mimpi, makanya kalau tidur itu wudhu sama doa jangan lupa. Nah sekarang coba buka mata adek, Abang nggak sendirian loh, ada suami adek dan juga ipar adek disini!" Jelas Rizal.


Mendengar penjelasan Rizal, membuat Elsaliani segera melepaskan pelukannya. Secara bergantian Elsaliani memandang wajah ketiga lelaki yang sedari tadi terus memandanginya.


"Kenapa semuanya disini? apa terjadi sesuatu?" Tanya Elsaliani kebingungan.


"Suara El yang tiba-tiba menjerit membuat kami yang sedang asyik ngobrol di ruang tamu jadi berlarian ke sini! kirain ada ular nyusuplah atau serigala buas yang akan memakan El, taunya cuma mimpi, dasar kamu!" Bohong Mikeal, mencoba santai dan mencairkan suasana yang sedari tapi mencengkam karena di rendung kesedihan dan ketakutan.


"Maafkan El..." Ucap Elsaliani pelan.


"Kenapa minta maaf? sudahlah, jangan mimpi yang aneh-aneh lagi!" Jelas Mikeal dengan senyuman lebar dan segera keluar dari kamar tersebut.


Setelah kedua lelaki tersebut keluar, Iqbal kembali mendekati Elsaliani, memeluknya erat tanpa berkata sepatah katapun.


"Mas...."


"Mas kangen sama kamu El!" Ujar Iqbal yang semakin mempererat pelukannya.


"Apa El buat salah lagi?"


"No! kali ini, mas yang buat salah sama El, mas minta maaf karena tidak bisa menjaga El dengan baik!" Jelas Iqbal.


"Mas nggak pernah salah, jadi jangan pernah lagi minta maaf." Ujar Elsaliani.


Iqbal melepaskan pelukannya, mencoba memandangi lekat-lekat wajah sang istri yang berada dalam dekapan kedua tangannya lalu mencium lembut kedua pipinya.


"Abang Rizal dan Mikeal menunggu kita di luar, mas temui mereka duluan nanti El nyusul, udah mandi dulu gih sana!"

__ADS_1


"Hm...."


-----------------------------


"Bagaimana keadaan El?" Tanya Mikeal ketika melihat kedatangan Iqbal.


"Adek baik-baik saja kan?" Tanya Rizal yang seolah tidak memberi jeda untuk Iqbal menjawab pertanyaan dari Mikeal.


"Hmm...untuk saat ini El baik-baik saja. Abang Rizal siapa sebenarnya Kelvin? siapa dia buat El?"


"Dia adalah orang yang telah merusak masa kecil adek, dia membuat adek harus dirawat oleh psikiater selama satu tahun." Jelas Rizal dengan suara berat.


"Apa yang dia inginkan dari El?" Tanya Iqbal emosi.


"Kamu yakin ingin mengetahui semuanya?" Rizal malah balik bertanya.


"Iya. Apapun itu, aku ingin tau semua hal tentang istri aku!" Tegas Iqbal.


"Delapan tahun yang lalu Kelvin mencoba untuk memperkosa adek, entah apa yang di yang ada di otaknya hingga membuat dia begitu terobsesi dengan adek, dia seperti orang gila yang setiap hari kerjaannya terus memantau adek." Jelas Rizal.


"Lalu apa hubungannya dengan Om Adi? kenapa om Adi yang memasukkannya ke dalam penjara?" Tanya Mikeal.


"Abang yang meminta bantuan pada om Adimaja untuk membuat dia mendekam di dalam penjara, karena hanya dengan begitu Abang bisa tenang, karena Abang tau jika Kelvin berkeliaran diluar dia pasti akan kembali mengincar adek." Jelas Rizal.


"Kali ini aku yang akan membuat **** itu membusuk di penjara." Gumam Iqbal penuh penekanan.


"Bukannya hari ini kalian sedang bertugas?" Tanya Rizal yang tiba-tiba ingat dengan percakapannya dengan Iqbal di telpon tadi.


"Abang Rizal tenang aja, adik ipar Abang ini seorang kapten, jadi semuanya bisa diatasi dengan mudah, tinggal perintah aja pada bawahannya, kelar deh urusannya." Jelas Mikeal dengan senyuman menggoda.


"Oooo, ternyata enak juga jadi kapten ya..." Goda Rizal.


"Mikeal, apapun alasan kamu, kamu tetap harus menjalani hukuman kedisiplinan atas kelalaian kamu yang setiap hari selalu terlambat!" Jelas Iqbal.


"Siap kapten!" Tegas Mikeal sambil memberi hormat membuat Iqbal semakin kesal dan Rizal semakin tertawa melihat tingkah kedua tentara tersebut.***


________________________


Jangan lupa LIKE, KOMEN n VoTE@ ya😊😊

__ADS_1


selamat membaca🤗🤗


KaMsaHamida ❤️ ❤️❤️❤️


__ADS_2