Cinta Elsaliani

Cinta Elsaliani
44.


__ADS_3

"El nggak sengaja, percayalah! El benar-benar nggak sengaja!" Elsaliani terus mengulang kata-katanya dengan rasa takut yang mencengkam seluruh tubuhnya.


"Mas nggak paham, coba sayang bicara yang jelas! apa salah sayang? kenapa minta maaf? please jangan buat mas khawatir!" Pinta Iqbal yang mulai tidak bisa berfikir dengan tenang, ia mulai takut kalau sesuatu yang buruk telah menimpa Elsaliani.


"Mas, El nggak sengaja. Tolong jangan hukum El, jangan pukul El, El mohon!" Tangis Elsaliani dengan mata yang hanya menatap kosong kearah lantai.


"Sayang......" Lirih Iqbal lalu menyentuh pundak sang istri.


"El benar-benar nggak sengaja keluarga tadi, El hanya mau mengantarkan Abang ke mobilnya. El nggak tau kalau teman mas datang, El tidak ada niat sama sekali untuk memperlihatkan wujud El pada teman mas, El nggak sengaja mas, tolong percayalah!" Jelas Elsaliani dengan sesugukan dan tangan yang semakin terlihat jelas gemetar.


"Sayang, mas..."


"Tolonglah mas, El janji kalau El tidak akan keluar rumah lagi. Maaf karena telah membuat masalah lagi, maafkan El!"


"Sayang, mas minta maaf karena membuat sayang ketakutan seperti ini. Mas tau sikap mas selama ini cukup membuat sayang tertekan, mas buat sayang trauma, mas menyesal sayang, mas janji kalau mas akan bertanggung jawab atas perbuatan mas terhadap Sayang. Mas sayang sayang!" Jelas Iqbal dan langsung memeluk erat tubuh Elsaliani, tanpa terasa air mata mulai menetes dari ujung mata indah Iqbal.


"Mas nggak salah. Semua yang mas lakukan benar, memang El yang melanggar aturan mas. Setelah ini El nggak akan membangkang lagi, El akan turuti semua peraturan yang mas tetapkan di rumah ini." Jelas Elsaliani.


"Nggak ada lagi aturan apapun di rumah ini, sayang boleh melakukan apapun yang sayang mau, mas nggak akan buat peraturan-peraturan konyol itu lagi." Tegas Iqbal lalu kembali mengeratkan pelukannya.


Tubuh Elsaliani yang masih gemetaran, terasa jelas di tubuh Iqbal. Perlahan Iqbal mencoba menyentuh jemari Elsaliani lalu menggenggamnya erat, membawa jari-jari lentik tersebut ke dada bidangnya.


"Maafkan mas!" Ucap Iqbal lalu mengecup lembut kening Elsaliani.


"Mas Iqbal, El mencintaimu!"


"Mas tau! El nggak perlu mengatakannya karena mas tau di hati El hanya ada mas, dan hanya mas saja yang boleh berada di sana, sekarang hingga selamanya."


"Apa perasaan El terlihat begitu jelas?"


"Hmm...dan mas suka itu, karena itu artinya sayang begitu mencintai mas, dan terima kasih untuk cinta yang luar biasa ini!"


"Apa El ada di sini?" Tanya Elsaliani ragu-ragu sambil meletakkan kembali tangan kanannya di dada Iqbal.


"Ada, tapi di pojok sini, cuma di pinggir ini aja tempat milik sayang, karena di semua tempat lain, di jantung, hati, dada, empedu semuanya usah di tempati....."


"Oleh mbak Lestari! El tau mas, dan El paham!" Ujar Elsaliani yang langsung menyelip pembicaraan Iqbal, suara Elsaliani terdengar begitu sedih.


"Kenapa El selalu seja menebak segala hal sesuai pemikiran El? ingat El nggak semua yang El pikirkan itu benar, nggak semua yang El takutkan itu terjadi." Tegas Iqbal yang langsung menyingkirkan tangan Elsaliani dari tubuhnya.


"Maaf!"


"Sudahlah, mas nggak mau kita debat." Tegas Iqbal.


"Jadi siapa juga yang menepati semua tempat itu?" Tanya Elsaliani yang ikut bangun lalu mengikuti langkah Iqbal yang lebih dulu berjalan ke sofa lalu duduk di sana.


"Sayang! mas hanya bercanda. Seutuhnya jiwa dan raga mas adalah milik sayang dan baby, nggak ada pemilik lainnya, hanya kalian berdua pemilik mas!" Jelas Iqbal.

__ADS_1


"Terima kasih!" Ucap Elsaliani bahagia dan langsung memeluk sang suami. Iqbal hanya mengusap pucuk kepala Elsaliani yang terbalut jilbab abu-abu.


---------------------------------


"Sayang, ayo bangun, dari tadi siang kamu belum makan apa-apa loh! ayo sayang bangun..." Panggil Iqbal, tangan Iqbal masih saja menyentuh wajah Elsaliani yang terlihat masih begitu terlelap dalam tidurnya.


"Sayang....." Iqbal dengan sabar kembali membangunkan Elsaliani.


"Mas..." Ujar Elsaliani kaget ketika melihat Iqbal yang berada tepat di hadapannya.


Dengan spontan Elsaliani langsung bangun dan hendak turun dari kasur namun dengan cepat tangan Iqbal langsung menghentikan aksi Elsaliani tersebut.


"Mau kemana? duduk! dan ini makan malam mu, ayo di makan." Jelas Iqbal sambil menyodorkan sepiring nasi lengkap dengan beberapa lauk di sisinya, Elsaliani langsung mengambil piring tersebut namun lagi dan lagi Iqbal mencegahnya.


"Biar mas yang suapkan! ayo makan." Tegas Iqbal yang langsung menyodorkan sendok yang terisi nasi tepat di depan mulut Elsaliani.


"Mas, El bisa makan sendiri!"


"Tapi mas mau melakukannya, ayo buka mulut.....!"


"Tapi mas...."


"Ayo makan sebelum mas yang memakan sayang!"


Mendengar ucapan Iqbal membuat Elsaliani secepat kilat memakan makanan yang Iqbal sodorkan lalu mengunyahnya cepat-cepat, membuat Iqbal tertawa melihat tingkah lucu Elsaliani.


"Hmm...kayaknya mulai sekarang hingga seterusnya mas bakal lebih suka makan makanan sisa deh, soalnya lebih enak rasanya." Ujar Iqbal dengan senyuman menggoda.


"Mas lucu deh!" Ujar Elsaliani yang ikut tersenyum.


"Sayang, mas janji kalau mas akan memperbaiki semuanya. El, jangan pernah tinggalkan mas, karena El sudah membuat hati mas terpesona, membuat mas menggilai El, maka El harus bertanggung jawab sampai akhir, jangan kemana-mana, tetap jadi milik mas." Jelas Iqbal.


"Apa mas nggak akan menyesal karena meninggalkan mbak Lestari yang begitu sempurna hanya karena Elsaliani yang sederhana. Mas, jika mas menyesali semua ini, maka kembalilah pada mbak Lestari, El ridha!"


"Apa sayang nggak senang melihat mas selalu bersama sayang?"


"Bukan, jujur El sangat menginginkan mas, namun El tetap tidak boleh egois, kalaupun El mencintai mas bukan berarti mas juga harus berbalik untuk mencintai El, jika El ingin terus berada didekat mas, tidak berarti mas juga harus berada didekat El kan? El nggak mau menyakiti sesiapapun karena cinta El." Jelas Elsaliani dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Boleh mas cium sayang?"


"Mas...."


"Coba sekali panggil mas dengan panggilan sayang!"


"Sa....sa.....yang!"


"Biasakan seperti itu, mas suka! jadi boleh nggak?"

__ADS_1


"Boleh, El akan membiasakannya. Sayang....."


"Bukan itu?"


"Lalu?"


"Boleh mas cium sayang?"


"Hmm...."


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Iqbal langsung mengecup kening Elsaliani berulang kali, hingga untuk beberapa saat kemudian Iqbal mulai mencium kedua pipi Elsaliani, hal tersebut sontak membuat Elsaliani kaget. Iqbal kembali menyentuh perut datar Elsaliani lalu mengelusnya lembut.


"Hay baby, baik-baik di sana ya! ayah sayang banget sama baby. Ingat baby jangan nakal-nakal, jangan buat Uma kewalahan. Miss baby so much!"


"Uma....?"


"Hmm...panggilan baby buat sayang. Gimana oke kan?"


"Banget, El suka! terima kasih atas semua kebahagian ini."


"Terima kasih juga sayang!" Ucap Iqbal.


Iqbal mencoba untuk menyentuh wajah Elsaliani namun entah apa yang terjadi, secepat kilat Elsaliani langsung memalingkan wajahnya,. mencoba menghindari sentuhan Iqbal.


"Apa mas tidak boleh melakukannya? apa sayang nggak suka dengan perlakuan mas yang ini?" Tanya Iqbal yang langsung menyingkirkan tangganya jauh-jauh dari wajah Elsaliani.


"Bukan, El tidak bermaksud....El hanya....!" Keluh Elsaliani.


"Ayo tidur, mas tidak ingin mendengar apa-apa lagi, dan juga baby butuh istirahat yang cukup. kita tidur sekarang!"


"Hmm....sayang, boleh El mencium sayang?" Tanya Elsaliani yang terus berusaha untuk tenang meski ia begitu gugup saat ini.


"Tunggu apa lagi? nih...." Ujar Iqbal sembari menyodorkan bibir ke arah Elsaliani, lalu perlahan dengan malu-malu Elsaliani langung mencium sang suami, membuat Iqbal tersenyum menang dan puas.


"Terima kasih, sayang!" Ucap Iqbal dengan senyuman lebar.


"Hmm...." Elsaliani hanya mengangguk dengan wajah merona, lalu ikut berbaring di sisi Iqbal, hingga keduanya tertidur lelap.***


_________________________


Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE@ ya teman2😊😊


mampir juga ke novel aku, Bad Boy and I🤗


tetap setia sama Cinta Elsaliani 🥰🥰


KaMsaHamida ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2