
Di sore yang begitu indah, langit biru seakan menambah kehangatan bagi segenap manusia. Elsaliani semakin mempererat pelukannya pada bantal yang berbentuk Doraemon animasi favoritnya.
Elsaliani yang masih asyik berbaring di ambal ruang tamu, yang tergelar di sisi sofa, dengan laptop yang memutar MV terbaru dari boyband BTS, salah satu boyband asal Korea yang begitu ia gilai.
Senyum merekah serta mulut yang sesekali ikut bernyanyi mengikuti sang idola. Elsaliani begitu larut dengan tontonan nya seakan membuatnya lupa pada segala rasa sakit yang ada pada tubuh dan juga rasa luka yang ada di hati.
"El, buatkan aku minum!" Pinta Iqbal yang entah sejak kapan ia datang, yang jelas saat ini ia sudah berada di sofa dengan tatapan yang tertuju ke arah laptop yang masih menampilkan 7 lelaki keren yang tengah ngedance dengan konsep yang memang sangat menawan.
"Tuan...." Ucap Elsaliani kaget. Tangan Elsaliani langsung menutup Laptop miliknya membuat suara nyanyian yang tadi menggema hening dalam sekejap.
Elsaliani segera berdiri tegap dengan membiarkan Laptop yang masih tergeletak di ambal.
"Tuan, tu....an mau minum apa?"
"Teh hijau aja."
"Baik, tunggulah sebentar! El akan segera membuatnya."
"El..." Panggil Iqbal yang kembali membuat Elsaliani menoleh ke arah Iqbal.
"Iya, apa ada lagi yang tuan inginkan?"
"Ambil laptop mu, aku mau lihat apa sih yang membuat kamu begitu tidak bisa di pisahkan dengan barang itu!"
(Bagaimana ini? bagaimana kalau nantinya dia akan menyita my lover? terus El nggak akan bisa nonton lagi. Apa yang harus El katakan? bagaimana ini....! harus bagaiman?) Batin Elsaliani semakin ketakutan, ia masih berdiri mematung dengan pikiran terus membayangkan hal-hal buruk yang akan menimpa Lover, nama yang ia sematkan pada laptop kesayangannya.
"El, jangan buat aku mengulangi ucapan aku untuk yang kedua kali, cepat ambil!" Pinta Iqbal yang membuat Elsaliani kembali terbangun dari lamunan.
Perlahan Elsaliani kembali mendekati laptop miliknya, lalu segera mengambil barang kesayangannya tersebut. Dengan penuh keraguan Elsaliani meyerahkannya kepada Iqbal, sebelum tangan Iqbal menyentuh laptop yang masih di genggam erat oleh Elsaliani, di saat itu pula suara bel terdengar.
"Biar El aja yang lihat siapa yang datang!" Ujar Elsaliani dengan senyuman bahagia.
Elsaliani segera berlari ke pintu utama dengan membawa laptop bersamanya. Sebelum membukakan pintu, Elsaliani menyempatkan dirinya untuk menyimpan laptopnya terlebih dahulu ke dalam lemari kecil yang ada di dekat rak sepatu.
"Siapa yang datang?" Tanya Iqbal sambil menoleh tamu yang masih berdiri di luar sana.
"Selamat sore kapten!" Seru mereka hampir bersamaan.
"Kalian? kenapa rame-rame begini? ada apa?" Tanya Iqbal yang menatap mereka satu persatu secara bergantian.
"Mau jenguk El!" Jawab Luqman sembil tersenyum manis ke arah Elsaliani.
"Apa kami harus terus berdiri di sini?" Tanya Alam yang tanpa menunggu jawaban langsung menerobos masuk membuat yang lainnya juga ikut-ikutan masuk.
"Oke, masuklah!" Ujar Iqbal sambil mengikuti yang lainnya ke ruang tamu.
"Gimana keadaan mu? apa lukanya sudah baikan?" Tanya Mikeal yang memang sengaja berjalan di samping Elsaliani.
"Udah. Abang Mikeal gimana?" Tanya Elsaliani.
__ADS_1
"Baik, hm...." Jawab Mikeal dengan senyuman.
"Luka nya?" Tanya Elsaliani dengan mata yang langsung menatap bagian bahu kiri Mikeal.
"Luka? hah kamu melihatnya?" Tanya Mikeal.
"Hm,,,bukankah luka itu karena El. Maaf!"
"Kenapa minta maaf? tugas aku ya melindungi semua masyarakat, dan El salah satu dari ribuan masyarakat yang harus aku jaga iya kan? it's oke, El nggak perlu merasa bersalah." Jelas Mikeal dengan senyuman menawan.
"Khmmmm! langsung dekat aja nih kayaknya?" Seru Luqman sambil melihat Mikeal dan Elsaliani yang masih berdiri di depan pintu sedangkan yang lain sudah berkumpul di sofa ruang tamu.
"Aku pernah bertemu dengan El beberapa kali. Ayo El!" Jelas Mikeal dan langsung bergabung dengan yang lain.
"El sini! duduklah. Mereka datang untuk menjenguk mu." Jelas Iqbal.
Elsaliani menurut, ia langsung duduk di samping Iqbal.
"Gimana lukanya?" Tanya Alam.
"Udah baikan kok, besok atau lusa juga sembuh." Jawab Elsaliani dengan kepala yang masih menunduk.
"Syukurlah. Aku takut aja kalau sampai kamu kenapa-napa, tau-tau besoknya bakal ada berita tentang kematian Badai." Jelas Hendra.
"Maksudnya?" Tanya Elsaliani dengan raut wajah bingung.
"Kalian jangan ngaco deh! mau minum apa?" Tanya Iqbal mengalihkan pembicaraan karena ia tidak ingin teman-temannya terus membahas tentang Badai.
"Apa aja deh!" Jawab Luqman santai.
"Tunggu sebentar akan El buatkan!"
"Nggak usah, biar aku aja!" Ujar Iqbal dan langsung bergegas menuju dapur.
"El juga permisi sebentar!" Ujar Elsaliani dan segera mengikuti Iqbal.
"Kasian El." Ujar Hendra.
"Kenapa kamu ngomong gitu? kenapa dengan El?" Tanya Alam yang tidak bisa mengerti dengan apa yang di pikirkan oleh Hendra.
"Kamu nggak lihat, wajah El yang begitu ketakutan setiap kali melihat Iqbal. Aku tau kalau Iqbal tidak mencintai El, dan aku juga nggak masalah kalau Iqbal menjalin hubungan dengan mbak Lestari, cuman yang aku nggak ngerti kenapa dia jahat dan kasar sama El." Jelas Hendra.
"Hushhh, kalau ngomong hati-hati Hen, kamu ngomongin orang di kandangnya sendiri nih, udah nggak usah di bahas, ini kehidupan pribadi Iqbal kita nggak ada hak untuk mencampurinya." Jelas Luqman.
"Mikeal, kamu dekat sama El?" Tanya Alam.
"Nggak, cuma pernah ketemu beberapa kali aja, itu pun sama kapten." Bohong Mikeal, yang memang tidak ingin memperdalam kecurigaan teman-temannya.
"Silahkan minum!" Ujar Iqbal sembari meletakkan nampan yang berisikan gelas minuman di atas meja.
__ADS_1
"Makasih kapten Iqbal!" Ujar Alam dengan intonasi bercanda, membuat yang lainnya tertawa.
Meraka terus melanjutkan obrolan mereka, mengenai kejadian penangkapan Badai, kehidupan pribadi dan lainnya. Hingga akhirnya mereka pamit pulang, Iqbal dan Elsaliani mengantarkan mereka sampai di pintu depan.
-------------------------
"Apa kamu sudah tidur?" Tanya Iqbal sambil membuka pintu kamar Elsaliani.
Karena tidak ada jawaban apa-apa dari dalam, Iqbal yang masih berdiri di pintu segera menoleh ke arah tempat tidur, dan ternyata Elsaliani tidak berada di sana. Iqbal langsung masuk ke dalam berusaha mencari Elsaliani.
Beberapa menit menoleh ke sana-sini, namun sosok Elsaliani tidak juga ia temukan, dengan rasa khawatir Iqbal hendak mencarinya keluar kamar namun disaat yang bersamaan pula pintu kamar mandi terbuka dan Elsaliani tampak keluar dari sana.
"Tuan...." Seru Elsaliani yang terperanjat kaget ketika melihat Iqbal berada di hadapannya. Tanpa tunggu lama Elsaliani segera kembali masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintu rapat-rapat.
"Apa tuan butuh sesuatu?" Tanya Elsaliani dari dalam kamar mandi.
"Iya, jadi keluarlah!"
"Tapi El, Tidak bisakah tuan tunggu di luar sebentar, El janji, kalau El tidak akan lama!"
"Baiklah!"
Beberapa menit berlalu, tangan Elsaliani kembali membuka pintu kamar mandi dengan keyakinan bahwa Iqbal telah keluar, namun ternyata tidak demikian, Iqbal masih berdiri tegak di depan pintu tersebut, di saat pintu kembali terbuka dengan cepat Iqbal langsung menarik tubuh Elsaliani ke dalam dekapannya.
"Ada apa? Apa terjadi sesuatu pada tuan? atau tadi itu El buat salah lagi di depan teman-teman tuan?" Tanya Elsaliani yang langsung panik dengan perlakuan Iqbal.
"Aku butuh...."
"Apa yang tuan butuhkan? El akan siapkan!"
"Aku butuh pelukan mu, Nurul Elsaliani."
"Apa tuan yakin kalau tuan baik-baik saja? ada apa dengan tuan?"
"Saat ini aku benar-benar ingin bersamamu! tidak bisakah malam ini aku menginap di kamar mu?"
"Pasti ada yang salah dengan tuan? apa tuan kemasukan? atau salah minum obat? tuan ini El, bukan mbak Lestari! atau jangan-jangan tuan amnesia?"
"Berhentilah bicara omong kosong, aku tidak ingin mendengar suaramu!"
Elsaliani hanya bisa diam tanpa berani lagi membantah ucapan Iqbal. Ia hanya bisa membiarkan Iqbal terus mendekap dirinya sebagaimana yang ia ingin lakukan.***
________________
Jangan lupa LIKE, KOMEN n VOTE@ ya🤭😅
your mine so much to me☺️
KaMsaHamida 🥰🥰
__ADS_1