Cinta Elsaliani

Cinta Elsaliani
63.


__ADS_3

Elsaliani terlihat begitu cantik dengan dress berwarna hijau botol dengan sedikit tambahan brokat dengan warna senada pada bagian lengan dan di ujung bagian bawah, jilbab putih yang menutup seluruh kepala dan juga terulur hingga menutup seluruh perut besarnya. Ia masih terlihat duduk santai di atas kasur menunggu sang suami yang masih siap-siap.


"Mas! apa masih lama? El nggak sanggup lagi duduk ini, El mau rebahan." Jelas Elsaliani dengan kedua tangan yang memegang bagian pinggangnya


"Ya udah sayang rebahan aja dulu!" Pinta Iqbal.


Iqbal yang masih dalam kondisi dada yang telanjang bergegas menghampiri Elsaliani lalu membantunya untuk rebahan, namun Elsaliani menolaknya.


"Mas, entar jilbab El kusut!" Tegas Elsaliani.


"Tadi katanya mau rebahan?"


"Maksud El itu mas cepetan! biar kita bisa langsung bergabung sama yang lain di luar, sebentar lagi waktunya kita berangkat loh!"


"Wanita emang ribet ya, tinggal ngomong ja kok malah muter bikin pening. Oke, mas pakai baju sekarang!"


"Buruan, terus sekalian sepatu El juga tolong mas bawa kesini!"


"Siap sayang, sebentar ya!"


Iqbal kembali bersiap, Elsaliani hanya menatap sang suami yang terus melakukan segala hal dengan cepat. Iqbal terlambat karena sedari awal ia terus membantu Elsaliani yang kesulitan memakai pakaian, menyisir rambut dan juga ikut menyiapkan segala keperluan lainnya. Beberapa menit Iqbal kembali menghampiri Elsaliani dengan kedua tangan yang menjinjing dua pasang sepatu yang berwarna senada.


"Sini kaki sayang, biar mas pakaikan!" pinta Iqbal setelah meletakkan kedua pasang sepatu yang berwarna putih lalu tangannya beralih mengambil kaki kanan Elsaliani.


"Kok sepatu sport sih mas? kita mau kenikahan Abang Rizal, masa iya pakai sepatu ini." Keluh Elsaliani.


"Sayang, ini lebih buat sayang nyaman. Mas sengaja beli dua biar sayang nggak sendirian."


"Modus! bilang aja emang sengaja beli caople, tuh baju mas aja senada sama baju El terus celana, kenapa mas harus pakai yang warna putih, biar sama kaya jilbab El kan?"


"Tau aja sayang ini!" Ujar Iqbal dengan senyuman lebar dengan tangan yang langsung mencuil hidung sang istri.


"Mas...!"


"Biar semua orang yang lihat sayang nanti langsung tau kalau sayang itu istri mas, dan mas suaminya sayang, jadi nggak akan ada yang berani dekati sayang!"


"Mas, perut El udah cukup buat semua lelaki tau kalau El punya suami dan tanpa di minta pun mereka langsung menjauh dari El!"


"Iya sih,,,"


"Yang ada El yang harus was was, karena pasti banyak cewek yang akan menggoda mas, secara mas begitu tampan, pasti nggak ada yang berfikir kalau El ini istri mas."


"Sssssst! stop please, mas akan selalu melekat pada sayang, mas akan terus menempel sama sayang, ayo berangkat!" Jelas Iqbal.


setelah memakaikan sepatu di kaki sang istri keduanya langsung keluar dari kamar dengan terus bergandengan tangan.


--------------------


"Abang udah siap? ayo kita keluar, yang lain sudah menunggu di depan, mereka semua udah nggak sabaran untuk segera meluncur ke rumah Arumi." Jelas Khaira.

__ADS_1


"Abang udah siap kok, ayo kita keluar!" Ujar Rizal.


Rizal bangun lalu merangkul Khaira, keduanya segera berkumpul dengan yang lainnya.


"Abang, nanti kalau acara Abang sudah selesai, aku mau minta tolong ya!" Jelas Khaira saat keduanya sedang melintasi ruang tamu.


"Minta tolong apa? cieee mau minta Abang jadi mak Jomblang ya? kamu benar-benar kepincut sama Mikeal?"


"Mikeal? siapa?"


"Masa iya lupa, yang semalam jumpa di teras!"


"Lah itu kan suami....." Ucapan Khaira langsung terhenti ketika melihat Elsaliani yang berdiri di luar sana sambil melambaikan tangan dan memamerkan senyuman bahagia.


"Adek...." Seru Rizal dan bergegas mendekati Elsaliani.


"Gantengnya Abang! beruntungnya Arumi dapat Abang!" Jelas Elsaliani yang langsung memeluk Rizal.


"Hah adek aja yang lama nyadarnya, Abang kan emang udah guanteeeng dari sono nya!" Jelas Rizal.


"Ihhhsss, selamat bahagia Abang, adek sayang banget sama Abang!" Ucap Elsaliani dengan raut wajah sedih lalu mencium kedua pipi Rizal.


"Adek masih nggak rela melepaskan Abang buat orang lain, adek egois kan? tapi tetap aja adek mau memiliki Abang seutuhnya! adek sayang Abang!" Jelas Elsaliani dengan tetesan air mata.


"Umi juga sayang kalian berdua!" Jelas Zulfa dan ikut memeluk kedua anak tersayangnya.


"Udah jangan nangis, hari ini hari bahagia kenapa kalian malah menangis?" Ujar Ayu.


"Masih mau ngedrama di sini?" Tanya Adimaja.


"Ayo kita berangkat!" Ajak Ismail yang langsung masuk ke dalam mobil.


"Ayo, Abang juga udah nggak sabar nih!" Seru Rizal.


"Dasar Abang!" goda Elsaliani.


Semua yang melihat kelakuan mereka ikut tertawa.


Semuanya langsung berangkat menuju rumah mempelai wanita. Khaira dan Khairil ikut dengan mobil Rizal bersama dengan Zulfa dan Ismail. Sedangkan nenek ikut dengan keluargs Adimaja, serta enam mobil sedan lainnya yang mengangkut semua keluar Ismail Abdullah.


--------------------------


Akad nikah berjalan dengan khitmat dan tenang, setelah ijab qabul, bacaan doa yang begitu merdu menjadi penutup acara yang begitu sempurna.


Rizal dan Arumi kini telah duduk di singgasana maharaja, tersenyum manis dengan penuh bahagia. Acara walimah berjalan dengan begitu meriah, para undangan yang begitu ramai membuat suasana semakin meriah.


"El udah makan? mau aku ambilkan?" Tanya Khaira yang duduk menghampiri Elsaliani.


"Belum kak, tapi mas lagi ambilkan buat El kok!" Jelas Elsaliani.

__ADS_1


"So sweet nya!" Goda Khaira.


"El mau makan apa biar bunda ambilkan!" Tawar Ayu yang juga ikut duduk di sisi Elsaliani.


"Mas lagi ngambilin kok bunda, bunda udah makan?"


"Udah sayang!" Jelas Ayu.


"Tuh makanannya datang!" Sambung Ayu ketika melihat Iqbal yang berjalan menuju tempat di mana mereka duduk.


Khaira dan Elsaliani pun segera menoleh kearah pandangannya ayu, dari kejauhan sosok Iqbal dan juga Mikeal terlihat gagah dengan tangan kanan yang membawa sepiring nasi dan tangan kiri sebotol air mineral.


Kedua lelaki gagah tersebut tampak tersenyum lebar hingga mereka berhenti tepat di hadapan ketiga wanita yang sedari tapi menatap kearah keduanya.


"Sayang ayo makan!" Ajak Iqbal yang langsung duduk di depan Elsaliani.


Iqbal sedari tadi begitu risih dengan tatapan Khaira yang terus memandang dirinya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ucapan Iqbal sontak membuat Khaira kebingungan di tambah lagi Mikeal yang terlihat asyik menyantap makanannya di samping Ayu.


"El, bukannya suamimu yang itu?" Tanya Khaira kebingungan sambil menatap ketiganya secara bergantian.


"Kak Khaira, Abang Mikeal adiknya mas Iqbal, dia ipar El dan sekedar informasi dia masih jomblo loh, dan kenalkan mas Iqbal, suami El!" Jelas Elsaliani yang sontak membuat Khaira kecewa.


"Suami? Hah, jadi yang ini suami El?" Gumam Khaira.


"Iya, aku suaminya El, senang berkenalan denganmu kakak ipar!" Ucap Iqbal.


"Senang juga berkenalan denganmu Khaira!" Seru Mikeal.


"Apa bunda harus melamar Khaira untuk mu sayang?" Tanya Ayu yang membuat Mikeal terbatuk-batuk.


"Bunda..." Ujar Mikeal.


"Aku permisi, aku mau cari Khairil dulu." Jelas Khaira dan langsung pergi.


"Sayang ayo makan!" Pinta Iqbal yang langsung menyodorkan sendok yang berisi makanan ke mulut Elsaliani.


"Terima kasih!" Ucap Elsaliani yang langsung menyantap makanan tersebut.


"Ya udah lanjutkan makan kalian, bunda tinggal dulu ya!" Jelas Ayu.


"Oke bunda." Jawab Iqbal dan Mikeal serentak.


ketiganya melanjutkan makan mereka.


________________


Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE@ ya manteman 😊😊😊


Tetap setia sama Cinta Elsaliani 🥰🥰

__ADS_1


KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️


__ADS_2