
Langit terlihat begitu cerah, membuat suasana bumi semakin bertambah indah, di tambah dengan angin yang bertiup ringan membuat dedaunan dan bunga bernari ria. Suasana taman malai ramai, banyak remaja yang terlihat berjalan santai sambil bercanda ria dan beberapa keluarga yang tampak begitu menikmati sore hari sambil bermain bersama.
Di salah satu bangku taman sana, Iqbal masih duduk dengan wajah tanpa ekspresi, sedangkan Lestari masih memeluk erat tangan kanan Iqbal sambil menyandarkan kepalanya di bahu kekar Iqbal.
"Aku rindu kamu yg dulu, kamu ingat? ini tempat favorit kita. Sayang, aku ingin kita seperti dulu lagi, seperti waktu sebelum gadis cupu itu merusak semuanya." Jelas Lestari, kini mata indah Lestari mulai menatap wajah tampan sang kekasih.
"Sayang, cinta kamu buat aku masih utuhkan? kamu udah janji akan selalu sama aku, kamu janji kalau kamu nggak akan pernah menggantikan posisi aku di hati kamu dengan sesiapapun. Kamu nggak mengkhianati aku kan?" Lanjut Lestari dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Lestari, apa kita masih bisa seperti dulu? aku rasa sesuatu telah terjadi di hati aku, dan aku nggak tau kenapa segala hal berubah begitu saja." Jelas Iqbal.
"Apa yang terjadi? aku masih ada di sini kan?" Tanya Lestari dengan tangan yang mulai menyentuh dada Iqbal.
"Aku nggak tau! aku buntu."
"Apa kamu mulai jatuh cinta pada Elsaliani? apa sekarang hatimu telah di tempati olehnya? Lalu aku harus bagaimana? apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu tetap menjadi milik aku."
"Lestari, walau bagaimanapun El adalah istri sah aku."
"Dan sampai kapan pun aku tetap wanita yang paling kamu cintai!"
"Hati aku mulai goyah, aku nggak tau dimulai dari mana, tapi aku rasa kesabaran dan ketulusan El membuat aku luluh. Aku, aku mulai takut kehilangan dia."
"Jadi kamu memilihnya? lalu meninggalkan aku."
"Beri aku waktu, aku akan menyelesaikan masalah ini."
"Kamu butuh waktu untuk melupakan aku atau waktu yang lebih banyak lagi untuk mencintai Elsaliani?" Tanya Lestari.
Lestari perlahan melepaskan pelukannya, kini ia berdiri tepat di hadapan Iqbal.
"Iqbal, selamanya hanya aku yang bisa memiliki mu. Aku tidak akan melepaskan mu untuk siapapun, termasuk untuk Elsaliani." Tegas Lestari dengan suara lantang dan tatapan tajam.
"Aku akan melepaskan El!" Jelas Iqbal.
"Kamu serius?"
"Iya. Aku bukanlah suami yang baik untuk dia, jika terus bersama aku, aku takut dia tidak akan pernah merasa bahagia di sepanjang hidupnya. Aku harus meninggalkannya. Setiap kali aku melihat matanya, tidak aku dapatkan cinta untuk aku, aku tidak ada di hatinya, aku malah menemukan cinta pada tatapannya yang tertuju pada Mikeal. Mungkin Mikeal lah jodoh yang tepat untuk El, buka aku."
"Syukurlah kalau kamu berpikiran begitu. Lepaskan El untuk Mikeal, lalu kembalilah padaku. Kerena memang sedari dulu kamu hanya untuk aku!" Jelas Lestari dan langsung memeluk erat tubuh Iqbal.
------------------------------------
"Kenapa kamu jarang sekali menjenguk bunda? apa kamu sesibuk itu sehingga lupa sama bundamu sendiri?" Tanya Ayu lalu kembali memeluk tubuh Mikeal yang duduk di sampingnya.
"Maafkan aku bunda! aku juga kangen sama bunda, cuman mau gimana lagi, banyak tugas yang harus aku siapkan." Jelas Mikeal.
"Kali ini bunda maafkan, tapi ingat lain kali sering-seringlah pulang!" Jelas Ayu.
__ADS_1
"Rumah terasa begitu sepi tanpa kamu, El dan Iqbal." Ujar Adimaja.
Karena memang sejak SD Mikeal tinggal bersama Ayu dan Adimaja, sementara kedua orang tuanya pindah ke luar negeri dan menetap di sana untuk mengurus perusahaan milik keluarga mereka. Bagi Ayu, Mikeal sama seperti Iqbal, dia menjaga dan merawat Mikeal dengan penuh kasih sayang. Mikeal bagai sibungsu dalam keluarga Adimaja Saka.
"Maaf sebelumnya, meski tidak sopan tapi aku tetap harus bertanya sama om dan Tante, aku masih tidak paham dengan semua ini. Jadi Mikeal juga anak Tante dan om? dia adiknya kapten Iqbal?" Tanya Hendra yang tidak lagi bisa menahan rasa penasaran yang sedari tadi memuncak di kepalanya.
"Kenapa bertanya seperti itu? apa kalian tidak tau kalau Mikeal dan Iqbal saudara?" Tanya Ayu.
"Nggak ada yang tau tentang hubungan mereka." Jawab Luqman.
"Bahkan mereka tidak pernah membahas sesuatu selain pekerjaan, mereka seperti orang asing ketika berada di markas." Jelas Alam.
"Mikeal apa benar yang mereka katakan?" Tanya Adimaja.
"Hm....Sebenarnya....." Jelas Mikeal, yang langsung di potong oleh Adimaja.
"Sebenarnya Iqbal yang melarang kamu untuk mempublikasikan hubungan kalian, sama halnya dengan hubungan dia dengan El. Begitu kan?" Gumam Adimaja yang mulai emosi.
"Nggak, bapak jangan salah paham. Aku sendiri yang meminta Abang Iqbal untuk merahasiakan hubungan kami, aku nggak mau semua orang mengenal aku karena aku adik sepupunya Abang Iqbal, aku nggak suka mereka memuji aku karena didasari denga pangkat kapten yang tersemat pada Abang Iqbal. Aku mau mereka mengakui aku karena kemampuan aku sendiri, tanpa embel-embel nama Abang Iqbal lebih-lebih lagi nama bapak." Jelas Mikeal.
"Bapak, bunda, Mas juga nggak pernah menyembunyikan status El sebagai istrinya, buktinya rekan kerja mas tau kalau El adalah istri mas Iqbal." Jelas Elsaliani.
"Iya om, Tante, Kapten Iqbal sama sekali tidak menyembunyikan statusnya sebagai suami dari El." Jelas Luqman.
"Syukurlah kalau memang begitu." Ujar Adimaja lega.
"Oh, sekarang aku paham, pantas saja Iqbal selalu membiarkannya datang terlambat, eh ternyata si adik kesayangan rupanya!" Tambah Luqman.
"Oh nggak bisa di biarin nih, kayaknya aku juga harus jadi adiknya kapten deh biar nggak kenak amukan sadisnya lagi!" Timpal Hendra.
"Kalian semuanya anak bapak kok! jadi kalau Iqbal macam-macam sama kalian lapor aja ke bapak, biar bapak disiplinkan kapten kalian itu." Ujar Adimaja.
"Siap komandan!" Jawab Hendra girang.
"Jadi kalian di sini buat nemanin El?" Tanya Ayu.
"Iya bunda, sambil main juga" Jawab Hendra sambil memamerkan coretan lipstik yang masih menempel di wajahnya.
"Bunda senang melihat kalian akrab begini, ya udah, kalian semua harus makan malam bersama di sini, bunda akan masak masakan yang enak-enak untuk anak-anak bunda." Jelas Ayu.
"Pas banget, aku juga kangen baaanget sama masakan bunda, love you bunda!" Jelas Mikeal manja.
"Makasih bunda!" Ujar Hendra, Alam dan Luqman hampir bersamaan.
Meraka masih asyik bercerita, sambil sesekali tertawa bahagia, hingga kedatangan Iqbal membuat obrolan mereka terhenti. Iqbal yang yang melihat keseruan mereka di tambah kehadiran Ayu dan Adimaja, langsung bergabung dengan yang lainnya.
Setelah menyalami kedua orang tuanya, Iqbal mengambil posisi duduk di samping Elsaliani.
__ADS_1
"Kenapa nggak bilang kalau mau datang?" Tanya Iqbal.
"Datang ke rumah anak sendiri pun harus bilang lebih dulu!" Ujar Ayu.
"Bukan gitu bunda, kan kalau bunda bilang, aku akan stay di rumah buat nungguin bunda dan bapak." Jelas Iqbal.
"Bunda udah di sambut sama anak-anak bunda yang lainnya!" Ujar Ayu.
"Sejak kapan makhluk-makhluk ini jadi anak bunda? aku sih ogah ya saudaraan sama mereka semua!" Gumam Iqbal dengan senyuman lebar di wajahnya.
"Cih, kamu kira kami sudi jadi saudara kamu. Bunda buang aja deh dia dari kartu keluarga kita!" Jelas Hendra.
"Emang udah terusir kok!" Seru Adimaja.
"Tinggal masukin nama Hendra Arifin aja nih berarti!" celetuk Hendra.
"Tenang, akan bapak urus secepat mungkin!" Ujar Adimaja sambil merangkul bahu Hendra.
"Sayang kamu baik-baik saja? mereka nggak berbuat yang aneh-aneh sama kamu kan? terus ini muka kamu kenapa?" Tanya Iqbal bertubi-tubi.
"El baik-baik aja kok, ini? ini karena El kalah sama mereka?" Jawab Elsaliani.
"Kalah? maksudnya?" Tanya Iqbal tidak paham dan kembali menatap wajah yang lainnya secara bergantian.
"Kalian habis main apaan sih?" Tambah Iqbal.
"Mau tau aja, rahasia dong!" Ujar Hendra.
"Rahasia konon, bilang aja kamu malu ngakuin karena memang kamu itu Juara satu dari urutan paling belakang!" Jelas Alam.
"Cih...." Cetus Hendra.
"Udah-udah, lebih baik sekarang bersihkan wajah kalian, bunda akan siapkan makan malam untuk kalian." Jelas Ayu dan bergegas Menuju dapur.
"Biar El bantu bunda." Ujar Elsaliani.
"Iya sayang." Ujar Ayu.
Ayu dan Elsaliani langsung menuju dapur sedangkan para lelaki masih betah di ruang tamu sambil melanjutkan obrolan mereka.***
______________________
Jangan lupa LIKE, KOMEN n VOTE@ ya teman-teman😊😊
Tetap setia dengan Cinta Elsaliani 🥰🥰
KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️
__ADS_1