
"Mas, tolong peluk El!" Pinta Elsaliani untuk yang kedua kalinya, kali ini ia melakukannya dengan di iringi tatapan penuh harap.
"Setelah apa yang mas lakukan pada sayang selama ini, apa masih pantas mas berada di dekat sayang? Mas terlalu kejam untuk wanita tulus sayang, Mas terlalu biadab untuk bersanding dengan sayang, mas bahkan tidak berhak atas hidup sayang! bagaimana bisa seorang iblis melangkah bersama manusia bersayap malaikat seperti sayang" Jelas Iqbal dengan penuh penyesalan.
Saat ini Iqbal bahkan begitu benci pada dirinya sendiri, ia benar-benar tidak bisa maafkan dirinya atas segala perbuatan yang telah ia lakukan terhadap Elsaliani dulu.
Sementara Iqbal masih duduk di lantai serta pandangan yang terus tertunduk, Elsaliani bangun lalu perlahan turun dari atas tempat tidur.
"Aww sakit!" Jerit Elsaliani dengan tangan yang mengelus perutnya.
"Sayang...." Seru Iqbal panik dan segera membantu Elsaliani untuk kembali duduk di kasur.
"El lelah, El butuh charger tenaga dari mas, apa mas tidak mau mengisi tenaga untuk El?" Tanya Elsaliani dengan mata yang terus menatap wajah Iqbal.
"Apa selama ini sayang ingat semuanya? kenapa hanya diam? kenapa tidak memperkenalkan diri sayang pada mas?" Tanya Iqbal setelah mendekap tubuh Elsaliani kedalam pelukannya.
"Bukankah mas sendiri yang tidak ingin mengungkit kembali masa lalu kita? mas sudah cukup bahagia dengan kebahagiaan kita saat ini, lalu untuk apa lagi El mengurai kisah kelam kita!"
"Apa sayang tau, kalau selama tiga tahun mas terus mencari keberadaan sayang, setelah menjalani perawatan selama tiga bulan dan mas kembali sembuh, sayang adalah orang yang begitu ingin mas temui. Mas merindukan bocah berseragam SD dengan rambut yang terkepang rapi lalu menaruh segunung perhatian pada keadaan mas? menempatkan dirinya dalam bahaya hanya karena ingin melindungi nyawa orang yang sama sekali tidak ia kenal. Apa sayang tau, kalau tangan munyil bocah kecil itu telah memberi sejuta kehidupan buat mas? Tatapan matanya yang tulus dan polos membuat jantung mas berdetak tak karuan seakan meloncat dari posisinya, meluluhkan hati mas, membuat otak mas terus memikirkannya. Mas jatuh cinta pada bocah SD itu." Jelas Iqbal.
"El juga merasakan semua itu, bahkan mungkin lebih hingga berkali lipat dari yang mas rasakan. Lelaki tampan dengan senyuman yang memamerkan satu lesung pipi indah di wajahnya, membuat hati El tersihir dan menggila. Sejak awal El terus menolak dengan perjodohan kita, namun setelah El melihat foto mas, segalanya berubah, El berulang kali mengucap syukur karena di pertemukan kembali dengan mas, bahkan di beri kesempatan untuk menjadi istri mas."
"Jadi sejak awal sayang memang telah mengenal mas?"
"Bagaimana mungkin El melakukan orang yang membiarkan dirinya terluka hanya karena ingin melindungi El."
"Kenapa sayang terus diam dengan perlakuan mas selama ini?"
"Karena El tau, bahwa mas pasti butuh waktu untuk memahami semuanya. El paham, bahwa mas juga ingin menentukan masa depan mas sendiri tanpa harus terus menuruti keinginan bapak dan bunda."
"Tapi semua itu berbeda jika saja sayang bicara jujur tentang masa lalu kita."
"El lebih bahagia mas menerima El karena sosok El saat ini bukan karena sebuah kisah di masa lalu."
__ADS_1
"Tapi tetap saja....."
"Bukankah masa lalu adalah hal yang tidak harus kita ungkit lagi? Mas dan baby adalah kebahagiaan El saat ini, dan ini sudah lebih dari cukup untuk hidup El." Jelas Elsaliani
"Maafkan mas!"
"Dari pada kata maaf, El lebih suka mas mengucapkan kata sayang untuk El!"
"Love you, sayang!" Ucap Iqbal.
Pandangan keduanya kembali beradu, membuat tangan Elsaliani perlahan menyentuh wajah Iqbal lalu menariknya untuk semakin dekat dengan wajahnya, hingga tidak ada lagi jarak yang tersisa. 'Cup' Bibir Iqbal mendarat di kedua pipi Elsaliani lalu beralih menuju kening hidung dan terhenti di bibir Elsaliani.
"Apa El boleh memintanya lagi?" Tanya Elsaliani yang terus berusaha mengontrol dirinya.
"Apa? sayang mau minta apa?" Tanya Iqbal yang kembali menatap mata sang istri.
"Yang tadi?" Jawab Elsaliani tersipu malu.
"Yang tadi yang mana?" Goda Iqbal dengan senyuman nakal.
'Cup' Iqbal kembali mengecup lembut bibir sang istri membuat Elsaliani kembali menatap Iqbal.
"Jangan pernah memintanya lagi. Apapun yang ada pada tubuh mas adalah milik sayang, jadi sayang bebas menyentuh bahkan melakukan apapun terhadap semua anggota tubuh ini, dan kapanpun itu! Mas milik sayang seutuhnya!" Jelas Iqbal.
Dengan sigap, tanpa menunggu lebih lama lagi Elsaliani kembali mencium sang suami, membuat Iqbal tersenyum puas.
"Iqbal, kalau nanti butuh se......." Ucapan Ayu langsung terhenti dan tangannya yang membuka pinta kamar Elsaliani seketika langsung menutupnya kembali.
"Mas...!" Keluh Elsaliani panik setelah melepaskan ciumannya.
"Bunda selalu saja merusak keadaan!" gerutu Iqbal kesal.
"Mas, bunda lihat nggak ya? gimana ini?" Gundah Elsaliani dengan penuh rasa khawatir.
__ADS_1
"Sayang, rilexs, slow, come dwon! mas ini suami sayang jadi kita melakukan hal yang wajar, kenapa sayang sepanik ini? bunda yang salah kok sayang yang gelisah?"
"Mas! tetap aja...."
"Udah tenang, biar mas temui bunda sekarang, sayang tunggu di sini!"
"El mau ikut!"
"Sayang, ini udah jam sepuluh malam loh! sayang istirahat oke, biar mas yang jumpai bunda!"
"Tapi..."
"Mas nggak lagi nawar sayang, ini perintah! Ayo rebahan." Tegas Iqbal dan membantu Elsaliani untuk berbaring.
"Jangan lama, El masih rindu!"
"Sayang jangan menggoda mas? kita masih di rumah umi, mas nggak mau lepas kendali!"
"Mas! apaan sih? Selalu aja..."
"Mesum! Sayang, kali ini sayang yang mulai, mas hanya melanjutkan saja."
"Udah sana gih temui bunda!"
"Oke, mas pastikan akan segera kembali!" Jelas Iqbal.
Setelah menyelimuti tubuh Elsaliani yang tidur menyamping karena untuk saat ini, begitulah posisi ternyaman bagi Elsaliani. Tangan Iqbal sejenak mengelus pipi mulus sang istri lalu sama sama tersenyum manis.
Elsaliani memejamkan matanya sedangkan Iqbal langsung beranjak keluar untuk menemui sang bunda.***
_____________
Jangan lupa LIKE KOMEN n VOtE@ ya manteman☺️☺️☺️
__ADS_1
Tetap setia sama Cinta Elsaliani 🥰🥰🥰
KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️❤️