
#***Dua...
Sejak saat itu,
El kira abang Iqbal akan mencintai El dengan sepenuh hati, memanjakan El, membuat hari-hari El penuh dengan tawa bahagia, membina rumah tangga yang begitu damai, membuat setiap insan yang melihatnya menjadi cemburu. Namun, ternyata hayalan El hanya tinggal hayalan semata. Abang Iqbal yang dulu pernah bertaruh nyawa untuk menyelamatkan El, ternyata sama sekali tidak memiliki perasaan sedikitpun pada El, bahkan rasa iba sesama manusia pun tak tersisa untuk El. Mungkin kala itu hanyalah sebatas balas budi, ah betapa naifnya El yang mengira bahwa abang Iqbal juga jatuh cinta pada El. Pernikahan ini justru menjadi petaka baginya, El kira abang Iqbal jodoh terbaik El dan ternyata ini bukanlah 'Surga yang dirindukan oleh setiap Hawa'. El keliru, maafkan El abang Iqbal, maaf karena mengacaukan ketenangan mu.#
#Tiga...
Abang Iqbal, eh Tuan Iqbal. Yah, El harus membiasakan hidup El yang baru, dia Tuan Ahmad Iqbal Ardimas Saka bukan Abang Iqbal yang El kenal dulu.
setelah hidup bersama, kini El tau tidak semua yang terlihat baik, akan baik untuk El, mungkin El harus menunggu begitu lama hingga Allah mengabulkan doa El, karena Allah tau bahwa tuan bukanlah yang terbaik untuk El, tapi karena keras kepala El yang selalu meminta abang pada-Nya, akhirnya abang menjadi jodoh El. Apa yang telah terjadi tidak mungkin bisa El kilas kembali, bukankah El harus bertanggung jawab dengan permintaan El sendiri? ya, El akan bertanggung jawab hingga akhir, El nggak akan lari dari kenyataan ini. Ini semua akan mendidik El menjadi orang yang lebih sabar, kuat, dan tangguh, El percaya Allah tidak akan mencoba di luar batas kesanggupan yang Di-coba.#
#Empat...
Ingin rasanya El menjerit, meronta, dan menangis sejadi-jadinya. Hati ini hancur berkeping, dada ini sesak rasanya saat abang memanggil mbak Lestari dengan panggilan 'SAYANG'. El cemburu, ketika abang memperlakukannya dengan begitu lembut dan penuh kasih sayang. Mata abang selalu menatap mbak Lestari dengan penuh kehangatan, kasih sayang, dan cinta sedangkan ketika melihat El, hanya ada kebencian, amarah, hanya kata-kata kasar yang selalu abang lontarkan untuk El. Tau kah abang dalam diam El berharap sekali saja, abang mau berbicara dengan lembut pada El, Sekali saja sebelum semuanya berakhir, El ingin abang memperlakukan El layaknya manusia bukan sebagai peliharaan yang abang kekang kebebasannya, bahkan untuk tersenyum saja El takut.#
#Lima...
Tuan Iqbal...
El tau, El yang menginginkan semua ini, tapi sungguh El tidak pernah menyangka kalau semua ini malah membuat abang Iqbal tersiksa, haruskah El akhiri semua ini?
Di rumah ini tidak ada kebahagiaan, karena mbak Lestari lah kebahagiaan abang Iqbal, bukan El. Jika memang El harus berhenti berjuang, akan El relakan. El tidak masalah jika El yang tersiksa lahir dan batin, namun El tak kuasa melihat abang Iqbal yang terluka.
Tunggulah sebentar lagi, El janji, El akan mewujudkan impian abang Iqbal untuk menikahi gadis pujaan hati abang.#
#Enam...
Kenapa abang Iqbal bisa sebegitu marah pada El? El takut, El benar-benar ketakutan. Jika El salah, tidak bisakah abang tegur El, abang ajari El, kenapa harus memaki bahkan menyumpahi El dengan begitu penuh kebencian? Apa benar jika El mati akan membuat abang Iqbal senang? jika memang benar, maka El harap ajal akan segera menjemput El, agar abang tidak harus marah-marah tiap hari.
Hati El begitu tersakiti, tubuh El dipenuhi dengan lebam, bahkan kening El sampai terluka, apa abang sebegitu membenci El? El ketakutan, El tidak tau harus bagaimana lagi untuk membuat abang Iqbal menatap El dengan sedikit rasa simpati.#
#Tujuh....
Lagi, abang Iqbal membuat jantung ini berdetak tak karuan.
Seakan cerita lama terulang kembali, dengan aransemen yang berbeda. Dengan gagah abang Iqbal menyelamatkan El dari Badai, disaat El sudah pasrah dengan segala hal yang akan akan di lakukan lelaki asing itu pada El, El tidak pernah berfikir kalau abang Iqbal akan datang menyelamatkan El dari lelaki yang begitu El takutkan, tapi nyatanya lagi dan lagi abang menjadi pangeran yang dengan gagah menyelamatkan El dari rasa takut yang menyelimuti jiwa dan raga El. Terima kasih, karena menolong El, terima kasih karena masih ada sedikit rasa iba terhadap El.#
#Delapan...
Baru kali ini dengan lembutnya tangan abang menyentuh wajah El, membuat El melayang tak terbayang, ntahlah El begitu terbuai dengan senyuman abang, hingga membuat hati El meloncat kegirangan. Pelukan abang begitu hangat, seakan mengusap setiap luka lama. Apa ini artinya secercah cahaya mulai memihak pada El? apa di ujung sana pelangi sedang menanti? awal kebahagiaan kah ini? atau akhir dari cerita kita? ntalah, yang jelas El enggan beranjak dari detik ini, El suka dengan abang Iqbal yang ini.#
#Sembilan...
Ini kah yang di namakan 'Buah dari kesabaran'? Perjuangan El ternyata tidak sia-sia, Meski harus menerjang badai namun akhirnya El tiba di 'Surga yang begitu El Rindukan'.
Harusnya El bahagia bukan? namun melihat mbak Lestari, El merasa bersalah karena dengan sengaja El merebut kebahagiaannya. Jika pertemuan menjadi ukuran hak untuk memiliki, bukankah El lebih dulu bertemu dengan abang Iqbal dari pada mbak Lestari?
Mungkin terdengar egois, namun El tidak bisa melepaskan abang Iqbal untuk mbak Lestari, maafkan El. El akan mendoakan agar mbak mendapatkan suami yang baik, biarkan El bahagia bersama suami El, dan juga terima kasih.#
__ADS_1
#Sepuluh...
El hamil, inilah berita terbahagia di sepanjang hidup El. El mengandung anak dari lelaki yang begitu El cintai.
Kehamilan ini adalah anugerah untuk El, lalu apakah akan sama untuk abang Iqbal? apa abang Iqbal juga menginginkannya? bagaimana jika hanya El yang menginginkannya? apa yang harus El lakukan? Ya Allah, tolong hamba, jangan pisahkan Baby dari hamba.#
#Sebelas...
Terlepas dari abang Iqbal yang ternyata menerima kehadiran baby dan berjanji akan menjaga dan merawatnya dengan baik, lalu kenapa malah masalah lain yang muncul?
Wajahnya begitu bahagia ketika berbicara tentang baby, senyumannya begitu hangat jika membahas tentang baby lalu bagaimana mungkin El merenggut semua kebahagiaan itu begitu saja.
Bukankah baby lebih bisa membuat abang Iqbal bahagia dari pada El, jika begitu bukankah mempertahankan Baby adalah pilihan yang tepat? yah El rasa semuanya akan baik-baik saja, baby dan abang Iqbal akan merajut bahagia bersama meski tanpa kehadiran El.#
#Dua Belas...
Menggugurkan atau bertahan dengan taruhan nyawa El sendiri? seserius itu kah penyakit yang melekat di rahim El? bagaimana jika abang Iqbal tau, apa yang akan dia lakukan?
Maaf, karena El selalu menjadi beban untuk hidup abang Iqbal. El akan memilih yang terbaik untuk kita semua, El sudah cukup bahagia, selama ini El sudah mendapatkan begitu banyak cinta dan kasih sayang dari abang Iqbal, jika El harus pergi bukankah semua ini sudah cukup? yah El sudah cukup bahagia selama ini.
Tolong jadi ayah yang baik untuk baby! El akan berjuang hingga akhir, biar baby yang akan menjadi pelita hidup abang Iqbal.
Baby, jadilah anak yang baik, yang kan selalu menjadi penyejuk hati ayah dan kerabat lainnya.#
#Tiga Belas...
Sedih, ya jelas El sedih. El menangis, yah El menangis terus menerus saat mengingat semua ini, El akan pergi untuk selamanya.
Permintaan El terlalu berlebihan ya? Tapi bisakah abang memenuhinya? El mencintai abang Iqbal, pangeranku selamanya.#
#Empat Belas...
Mungkin ketika baby datang, El telah pergi jauh, kami hanya berganti posisi di dunia ini, tapi di hati abang Iqbal, kami berdua akan selalu ada, percayalah.
Jika nanti mungkin abang Iqbal punya waktu luang dan sempat membaca semua cacatan ini, itu artinya El tidak lagi bisa abang temui, El benar-benar minta maaf karena mungkin tidak sempat mengucapkan kata-kata perpisahan dengan baik dan manis, maafkan El.#
#Lima Belas...
Jika abang bertanya apa El menangis saat menulis tulisan ini, iya El begitu sedih karena harus meninggalkan tulisan El yang mungkin akan membuat abang bosan tuk membacanya.
Hmmmmmm....boleh El minta sesuatu???
Abang Iqbal tersayang, tolong namai baby kita dengan nama 'Cinta Elsaliani Saka', karena baby adalah bukti cinta El untuk abang Iqbal.
Nurul Elsaliani, kenang nama itu sebagai seorang wanita yang pernah mampir di hidup abang, dan Cinta Elsaliani Saka sebagai putri yang kan menemani abang sampai tua nanti. Kalian berdua adalah dua orang yang begitu El cintai.#
#Enam Belas...
Tuan Iqbal...
__ADS_1
Abang Iqbal...
Mas Iqbal...
Ahmad Iqbal Ardimas Saka...
Lelaki terhebat bagi El, Lelaki yang begitu El cintai,,,
Hmmmmmm, taukah abang Iqbal, jika senyuman abang bisa menghilangkan berjuta rasa takut dalam diri El, senyuman abang bagai obat yang dengan ajaibnya menghilangkan setiap luka El.
El mencintaimu,,,
Selamat tinggal suamiku tercinta...
Selamat tinggal pangeranku tersayang...
Ceritakan kisah manis kita pada Cinta Elsaliani Saka kelak, dan katakan pada baby kita bahwa El begitu menyayanginya dan juga sampaikan maaf El karena tidak bisa jadi Uma yang akan merawatnya dan memberinya belaian di setiap malam.
Selamat Tinggal semuanya, El sayang kalian semua***.....#
"Tolong jangan tinggalkan mas, Maafkan mas yang tidak bisa menjaga kalian dengan baik." Tangis Iqbal pecah, ia bahkan sesugukan dalam kesedihannya.
"Iqbal..." Panggil Rizal mengalihkan pandangan Iqbal dari laptop Elsaliani menuju kearah di mana Rizal berada.
"Abang Rizal, El dimana? tolong bawa aku dan baby padanya." Pinta Iqbal dengan penuh iba.
"Hmmmm, ayo! aku akan mengantarkan kalian berdua pada adek." Jelas Rizal.
"Ayo, sekarang!" Ajak Iqbal.
Iqbal langsung mengendong baby tersayangnya, lalu segera mengikuti Rizal. Iqbal ikut masuk kedalam mobil Rizal, mereka hanya terdiam, hingga mobil melaju menuju tujuan mereka.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih selama dua puluh menit, akhirnya mobil Rizal terhenti, Iqbal bergegas turun diikuti oleh Rizal.
"Apa abang Rizal sedang mengerjai aku? abang tau becandaan abang kelewat batas, aku nggak suka. Baby ayo kita pulang!" Gumam Iqbal yang mulai marah karena ternyata tempat yang mereka datangi tidak lain adalah tempat pemakaman umum.
"Apa aku terlihat sedang bercanda? adek ada di dalam, temui dia! sejak seminggu yang lalu adek pasti menunggu kamu dan bayi kalian datang mengunjunginya. Masuklah!" Jelas Rizal dengan tetesan air mata.
"Tidak! berhenti berbohong! aku muak sama kalian semua, kembalikan istri aku!" Teriak Iqbal dengan deraian air mata.
'Plaaak!' Tangan Rizal mendarat sempurna di pipi kiri Iqbal.
"Bohong! dasar ********, aku yang muak dengan semua sifat mu itu, apa sih yang membuat adek begitu mencintai dan menjaga kehormatan mu itu? apa yang adek lihat hingga dia mengorbankan semua kebahagiaannya hanya demi kebahagiaan kamu? apa yang begitu hebat darimu hingga adek rela terluka hanya untuk tawa mu, aku benci kamu Iqbal, aku benci kamu! kamu telah merenggut hari-hari bahagia adek yang paling aku sayang. Ingat, aku akan membuat kamu membayar mahal atas perbuatan mu itu, akan aku balas semuanya tanpa ada yang terlewatkan, camkan itu!!!" Gumam Rizal dengan penuh rasa benci dan amarah yang seakan siap menerkam Iqbal dalam seketika.***
______________
Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE@ ya manteman semua😊😊😊
Tetap setia sama Cinta Elsaliani 🥰🥰🥰🥰
__ADS_1
KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️❤️