
"Lestari, katakan apa yang sebenarnya terjadi?" Iqbal kembali bertanya setelah merasa kalau Lestari sedikit agak tenang.
"Tiba-tiba saja tadi itu dua lelaki menakutkan datang ke sini, lalu melakukan semua ini pada kami!" Jelas Lestari.
"Pada kami? apa maksudmu? jadi bukan hanya kamu, tapi El juga? lalu sekarang di mana El?"
"Di bawa sama mereka."
"Apa? oke, baiklah. Sekarang sebaiknya kamu pulang, aku harus mencari El."
"Apa? kamu akan mencarinya? untuk apa? bukanya memang sebaiknya dia menghilang dari hidup kita!"
"Lalu apa kamu pikir kejadian ini akan berefek baik buat hubungan kita? sudahlah Lestari, aku tidak ingin berdebat saat ini, aku akan mencari El!"
"Jadi, kamu benar-benar telah jatuh cinta sama gadis cupu itu?"
"Jangan berpikir yang tidak-tidak, aku sampai kapanpun nggak akan pernah jatuh cinta sama dia!"
"Terus kenapa kamu harus mencari dia?"
"Dia disandra karena aku, dan yang penting jika bapak tau tentang kejadian ini, dia pasti akan marah besar. Kamu tau kan gimana watak bapak aku? aku harus menemukan El demi hubungan kita. Mengertilah sayang!"
Iqbal langsung berlari keluar tanpa lagi peduli pada Lestari yang masih saja tidak bisa menerima alasan yang Iqbal katakan, Lestari masih saja berusaha untuk mencegah Iqbal.
Suara Lestari yang terus memanggilnya, seolah bagai angin berlalu, Iqbal segera memasuki mobil dan lekas pergi.
--------------------
"Jadi ini dia gadis pujaan hati **** itu? Iqbal, Iqbal, ternyata selera kamu tinggi banget, kamu lelaki brutal kenapa bisa memiliki gadis selembut ini dan jauh lebih muda dari kamu." Jelas lelaki yang tidak lain ada bos dari segerombolan laki-laki sangar yang memenuhi tempat tersebut.
Lelaki yang berbadan kekar dengan tinggi yang menjulang terus saja melangkah mendekati Elsaliani yang di ikat pada sebuah kursi tepatnya di tengah-tengah ruangan. Para anak buah lainnya tampak tegap siaga menjaga di setiap sisi ruangan, sedangkan dua lelaki yang membawa Elsaliani ke tempat tersebut, terus saja berdiri di kedua sisi Elsaliani.
Setelah menghentikan langkahnya di hadapan Elsaliani, tangannya langsung menyentuh bagian kening Elsaliani, meski Elsaliani terus mencoba untuk menghindari namun tetap saja tangan tersebut mendarat lembut di kening Elsaliani yang masih terlihat jelas bekas luka di sana.
"Kalian apa kan dia?" Tanya sang bos dengan suara lantang yang cukup membuat para anak buah terperanjat kaget, sembari memperlihatkan darah kental yang melekat di jari telunjuknya.
__ADS_1
"Kami tidak menyentuhnya sama sekali bos!" Jelas lelaki yang berdiri di sebelah kanan Elsaliani.
"Lalu, apa maksud kalian kalau kening dia berdarah dengan sendirinya? hah konyol sekali, siapa yang mengizinkan kalian untuk menyentuhnya?" Bentak bos bersamaan dengan tinju yang mendarat di bagian perut kedua lelaki yang berdiri di sisi Elsaliani, membuat keduanya meringis kesakitan.
"Mereka bicara jujur, luka ini benar-benar bukan ulah mereka berdua!"Jelas Elsaliani yang berusaha menahan rasa takut dan sebisa mungkin mengendalikan tangannya yang mulai gemetar.
"Aaaah, sekarang aku paham! jadi **** itu yang melakukannya." Ujar bos dengan kembali menatap ke arah Elsaliani.
"Bukan, bukan dia yang melakukannya, tapi El sendiri yang menyebabkan semua luka ini" Bohong Elsaliani dengan kepala yang tertunduk.
"Kamu bukan gadisnya Iqbal kan? jawab aku!" Bentaknya yang spontan membuat Elsaliani semakin ketakutan.
"El, El memang istrinya."
"Kamu pikir aku akan tertipu dengan kebohongan kamu ini? jika memang kamu adalah wanita yang dia cintai, dia tidak akan mungkin melukaimu seperti ini!" Jelas bos dengan tangan yang kembali menyentuh wajah Elsaliani.
"El sama sekali tidak membohongi kalian, dari awal memang El tidak pernah sama sekali mengatakan kalau El adalah wanita yang dia cintai, El hanya sebatas istri, istri sah nya." Jelas Elsaliani.
"Hmmmm....ternyata ini lebih menarik dari dugaan aku. Baiklah, mari kita lihat sebenarnya suami kamu itu mencintaimu atau tidak, jika memang dia tidak datang menolong kami, maka dia benar-benar tidak menganggap kamu ada, dia tidak membutuhkan kamu!" Jelas bos tersebut dengan penuh ambisi.
"Tapi bos bagaimana dengan dokumen kita?" Jelas lelaki yang berdiri di sisi kiri Elsaliani.
"Dia tidak akan datang, jadi kalian tidak perlu buang-buang waktu untuk menunggu kedatangannya. Dia tidak akan mengorbankan pekerjaannya hanya demi El, bahkan ini akan menjadi berita baik baginya, karena pada akhirnya El menghilang selamanya dari hidup dia." Jelas Elsaliani dengan tetesan air mata, rasa sedih yang melebihi rasa takut kini mulai menyelimuti perasaannya, bahkan Elsaliani tidak lagi bisa menahan Isak tangis yang akhirnya pecah dari pertahanannya.
"Kita lihat saja! apakah dia benar-benar bodoh, atau...."
"Lepaskan gadis itu?" Teriak Iqbal dengan suara lantang yang membuat sang bos menghentikan Pembicaraannya dengan Elsaliani.
Kaki jenjang Iqbal terus melangkah mendekati Elsaliani, bahkan langkahnya tidak terhenti sama sekali ketika seluruh anak buah yang sedari tadi berjaga ketat mengarahkan senjata mereka ke arahnya, dengan senyuman tipis sang bos malah semakin mendekati Elsaliani.
"Kamu lihat kan? dia pasti datang. Baiklah, kapten Iqbal selamat datang di kuburan mu!" Jelas bos dengan raut wajah yang di penuhi rasa puas.
Dengan sigap tangan bos langsung menyodorkan pisau tajam tepat di leher Elsaliani, hal tersebut cukup membuat Elsaliani tersentak kaget, melihat pemandangan yang baru saja terjadi membuat Iqbal menghentikan langkahnya dalam seketika.
"Inikan yang kalian mau, nah ambillah!" Seru Iqbal sambil memegang sebuah amplop kuning.
__ADS_1
"Aku tau bahwa di luar sana pasukan kamu telah bersiap di posisi mereka masing-masing dan siap menembak kami dari segala arah, aku tau kalau kamu tidak akan datang seorang diri lebih-lebih dengan tangan kosong, mustahil. Cepat geledah seluruh tubuhnya!"
Dalam seketika dua orang lelaki mendekati Iqbal lalu menggeledah seluruh badan Iqbal, sedangkan beberapa yang lainnya segera memastikan keadaan di luar sana. Setelah semuanya dapat mereka pastikan aman, lalu lelaki yang berdiri di sisi kiri Elsaliani segera menghampiri Iqbal dan hendak mengambil amplop tersebut, namun sayang dengan cepat tangan Iqbal langsung mengamankan kembali amplop tersebut ke dalam saku jaket hitamnya.
"Badai, aku tau kamu licik, kamu tidak bisa di ajak bekerja sama. Kamu itu bukan hanya mafia, tapi juga ***. Aku hafal setiap kebusukan mu. Kita barter!" Jelas Iqbal dan kembali mendekati bos tersebut yang ternyata bernama Badai, target Iqbal selama ini.
"Deal, aku suka cara kerja mu!" Ujar Badai lalu menggenggam erat kursi tempat di mana Elsaliani di ikat.
"Dalam hitungan ketika, aku akan melemparkan amplop ini kearah mu dan sebagai gantinya segera lepaskan gadis itu!" Jelas Iqbal.
"Bagaimana aku bisa percaya kalau isi amplop tersebut adalah barang aku? Iqbal, kamu juga tidak kalah licik dari aku."
Dengan cepat tangan Iqbal langsung mengeluarkan isi amplop tersebut, lalu bertanya "Bagaimana?"
"Oke, deal. Dalam hitungan ketiga." Jelas Badai setelah memastikan bahwa yang di bawa oleh Iqbal adalah dokumen miliknya.
" 1 2 3!" Seru Iqbal lalu dengan cepat tangannya langsung meraih kursi dimana Elsaliani berada, seketika suara tembakan yang membabi buta menggelegar di seluruh ruangan.
Iqbal segera mengamankan kembali amplop tersebut kedalam saku jaket, lalu dengan cepat tangannya mengeluarkan sebuah pisau yang melekat disisi benda yang berbentuk ATM yang sengaja ia selipkan di lengan jaketnya. Iqbal segera memotong tali yang sedari tadi melilit di tubuh Elsaliani dengan benda tersebut. Satu persatu para anak buah Adam terjatuh di lantai dengan tembakan yang bahkan mereka tidak tau dari mana asalnya, suana saat ini benar-benar memanaa. Tidak ingin menyia-nyiakan kondisi yang ada, dengan gesit Iqbal ikut membantu para pasukannya melumpuhkan lawan mereka, dalam hitungan menit semua musuh telah berhasil di amankan.
"Iqbal, **** kamu! aku pasti akan membalas perbuatanmu!" Teriak Badai yang berada di bawah sandraan Alam.
"Kamu, bukankah aku sudah mengingatkan kamu sebelumnya, dan kali ini kamu benar-benar tidak bisa aku maafkan lagi, kamu membuat negara kita rugi besar dan kamu juga memporak-porandakan semua rencana yang telah aku susun dengan rapi. Penggelapan senjata secara ilegal, membebaskan *** dan jaga menjadi mata-mata dari negara lain. Sepantasnya bukan cuma seragam kamu yang di cabut harusnya nyawa kamu juga harus di renggut!" Jelas Iqbal lantang dengan emosi.
"Kamu harus membayar semua ini Iqbal, brengsek kamu!" cela Badai.
"Cepat seret mereka semua ke mobil, bawa mereka semua ke markas!" Perintah Iqbal.
"Siap kapten!" Jawab Alam, Luqman dan Hendra serentak. Lalu menyeret lima orang anak buah Badai yang masih hidup keluar dari gedung tua tersebut, karena yang lainnya telah terkapar tidak bernyawa lagi akibat peluru tim pasukan khusus yang tiada ampun menghantam mereka.
"Iqbal akan ku bunuh kamu dan juga gadismu itu, tunggu pembalasan aku!" Teriak Badai ketika ia diseret paksa keluar dari gudang menuju mobil.
"El, El kamu baik-baik saja kan? apa ada yang terluka? ahsssss, kening kamu....." Tanya Mikeal bertubi-tubi dengan penuh rasa khawatir. Mikeal mencoba untuk menyentuh kening Elsaliani yang terluka, namun dengan cepat tangan Iqbal langsung menghentikannya.***
---------------
__ADS_1
Terima kasih buat teman-teman semua@ yang selalu jadi pembaca setia Cinta Elsaliani☺️☺️ semoga kalian selalu menyukai @🥰🥰 trus yang pastinya, jangan lupa LiKe n komen@ juga ya🤭🤭
KaMsaHamida😘😘